Lembur

Sepi. Kesan pertama Berlian saat memasuki lobi perusahaan tempatnya bekerja.

Berlian langsung ke lantai paling atas.

Tujuan pertamanya mencari asisten Brian untuk menanyakan perihal panggilan darurat sang bos.

Untungnya saat keluar lift tepat asisten Brian hendak masuk.

"Loh, ngapain ke sini? Bukannya bos suruh kamu sama Maura balik?" tanya asisten Brian menelisik.

"Loh ... Malah saya yang harusnya tanya, ngapain suruh ke sini?" tukas Berlian.

"Bos yang nelpon?" bisik asisten Brian dan dijawab anggukan Berlian.

"Ati-ati, bos dalam mode singa," ujar asisten Brian.

"Ada yang curang di proyek kota sebelah," bisik asisten Brian menjelaskan situasi

"Briiiiaaaaaannnnnn.....," suara teriakan terdengar dari ruangan Dominic.

"Matih gue," asisten Brian lari terbirit tak jadi masuk lift.

Seakan ada yang lupa, asisten Brian kembali menghampiri Berlian yang terbengong.

"Cepetan ikut....," asisten Brian menarik paksa Berlian untuk mengikutinya.

"Kok saya? Saya nggak ikut-ikut," tolak Berlian tak mau jadi korban tuan Dominic yang berada di mode singa yang kebelet kawin di sana (versi asisten Brian).

"Cuman kamu yang bisa menjinakkan dia," asisten Brian tak mau melepas pegangan tangannya

Saat keduanya masuk, sorot mata tajam sang bos menghadang di depan sana.

"Ngapain pegangan tangan?" selidiknya.

Asisten Brian reflek melepas tangan Berlian.

Asisten Brian mendekat meski sang bos habis berasa menelan cabe, kata-kata nya pedes banget didengar.

"Kita lembur," ujar tuan Dominic tanpa rasa bersalah.

"What?????" suara Berlian dan asisten Brian kompak menjawab.

Tuan Dominic memandang keduanya bergantian.

"Kenapa? Ada masalah?" ujar Dominic tanpa dosa.

"Tuan... bukannya menolak, tapi kasihan Berlian. Dia kan musti melayani suaminya di rumah," asisten Brian memakai Berlian sebagai tameng agar tak lembur.

Padahal asisten Brian ingin segera pergi karena ada janji dengan kekasih hati, eh bos laknatnya dengan sengaja mengajak lembur tiba-tiba.

Dominic menatap tajam ke arah Berlian.

"Berlian, benar apa yang diucapkan Brian?" tanya Dominic penuh selidik. Padahal sejatinya Dominic tahu apa yang dialami oleh stafnya itu.

Asisten Brian memberi kode Berlian untuk mengangguk.

"A... Anu tuan," ragu Berlian menjawab.

"Bonus bulanan naik tiga kali lipat," sela Dominic tak memberi kesempatan Berlian beralasan.

Dengan mata berbinar Berlian menyambutnya

'Bonus naik bisa buat sewa rumah nih,' batin Berlian.

"Baik tuan Dominic, saya siap lembur," jawaban Berlian tak sesuai ekspektasi Brian.

Asisten Brian hanya bisa menepuk jidat.

Sudut bibir Dominic sedikit terangkat.

.

Berlian menguap beberapa kali saat harus meneliti barisan angka-angka yang berbaris rapi di layar monitor di depannya.

"Kita lanjut besok siang," tuan Dominic beranjak dari kursi kebesarannya.

Berlian dan asisten Brian kompak beberes ruangan sang bos, karena mereka lembur di sana.

Asisten Brian ijin pergi duluan, karena ditunggu pujaan hati.

"Pulang kemana?" pertanyaan sang bos membuat Berlian menghentikan langkahnya.

"Ke hotel lagi?" pertanyaan yang seakan bisa menebak jalan pikiran Berlian.

Detik sebelumnya, Berlian memang berpikir untuk mencari hotel terdekat karena belum menemukan tempat tinggal setelah pergi dari rumahnya.

Berlian terdiam, tak mau menjawab.

Dominic menyodorkan sebuah kartu akses apartemen.

"Apa ini tuan?" tanya Berlian tak paham.

"Tinggalah di sana!" imbuhnya.

"Terima kasih, tapi maaf saya tak bisa," tolak hapus Berlian.

"Kenapa?"

Berlian tersenyum, "Anda dengar sendiri apa yang dikatakan adik dan suami saya tadi pagi, jadi saya tak perlu lagi menjelaskan kepada anda, tuan Dominic."

Meski mau mengajukan cerai, tapi secara legal saat ini Berlian masih istri sah Arya.

Apa yang dikatakan orang jika dia tinggal di apartemen milik tuan Dominic. Bisa jadi tuduhan Intan semakin menjadi nantinya. Berlian tak ingin repot di belakang.

Meski tak berada di bawah atap yang sama, Berlian tak mau aji mumpung memanfaatkan kebaikan bos yang kadang tak bisa dimengerti dengan akal sehat .

Berlian pergi menjauh meninggalkan Dominic yang belum beranjak.

'Sampai kapan kamu akan menjaga jarak denganku,' batin Dominic.

.

Berlian ijin datang terlambat ke kantor. Niatnya akan kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang yang belum sempat diambilnya kemarin. Apalagi di sana ada peninggalan sang ibu. Walau harganya tak seberapa, tapi sangat bermakna bagi Berlian.

Setelahnya, akan mencari tempat tinggal baru sesuai rencana awal.

Berlian masuk rumah seperti biasa. Berlian masih punya hak atas rumah itu karena ada andilnya di sana.

"Wah ... Wah... Siapa yang datang nih pagi-pagi?" sambutan Intan. Mereka kini tengah berada di meja makan menikmati sarapan.

"Sayang, suapin aku," pinta Intan manja. Sengaja karena ada Berlian.

Berlian jengah.

"Makan sendiri dulu," tolak Arya dengan mata tatapan tak beralih dari Berlian.

"Sayang, duduk dulu. Kita makan bersama," ajak Arya ke arah Berlian.

"Sayang, anakmu nih yang minta disuapin. Nggak peka banget sih jadi calon ayah," sela Intan sambil mengelus perutnya yang rata.

Berlian berlalu menuju kamar utama, meninggalkan mereka yang banyak drama.

Berlian tak mendapati apa yang dicari.

"Aryaaaaaa ....," teriaknya.

Arya datang dengan tangan mengepal erat.

"Sejak kapan kamu tak sopan pada suamimu?" tanya Arya jengkel.

"Sejak kamu tidur dengan gundikmu itu di ranjangku," sorot mata Berlian tajam ke arah Intan yang baru datang menyusul.

"Berlian, jangan mulai deh," panggilan sayang pun telah menguap dari mulut Arya.

Berlian tertawa hambar. Menertawakan kebodohannya sendiri. Betapa percayanya dia pada sang suami.

"Di mana barang-barang ku?" Berlian membuka semua yang ada di walk in closed.

"Oopppsss, sorry. Sudah tak pindahin ke gudang. Kirain kakak nggak pake lagi," sela Intan sok polos.

Berlian menepis keduanya yang saat itu berdiri di depan pintu. Intan berpura terhuyung mau jatuh.

"Berlian, apa yang kamu lakukan?" Arya memeluk Intan, menahannya agar tak jatuh. Terlihat senyum smirk Intan yang tak luput dari pandangan Berlian.

"Terus aja drama," Berlian berlalu ke gudang sesuai yang dikatakan Intan.

"Sialan, mereka menyingkirkan ku," umpat Berlian.

Berlian harus menemukan barang yang dicari.

'Jangan kira aku bodoh Arya, gono gini akan kuperjuangkan. Apa yang jadi hakku, tak boleh lepas ke gundikmu,' tekad Berlian.

Berlian hendak pergi setelah menemukan barang peninggalan sang ibu.

"Sayang, perutku eneg banget. Ingin muntah. Apalagi kalau melihat kakak," keluh Intan dengan tatapan mengejek ke Berlian yang lewat di depannya.

Arya hendak berdiri untuk mencegah Berlian pergi lagi.

"Sayang, debay ingin dipeluk," Intan menahan lengan Arya.

"Tuh, bayimu eneg melihatku. Aku pergi!" Berlian melangkah tanpa menoleh lagi ke belakang. Tak perduli teriakan Arya yang memanggilnya.

"Hah, bodoh kamu Berlian. Kok bisa jatuh cinta sama laki macam Arya," Berlian menepuk jidat, merayakan kebodohannya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mamah Dini11

Mamah Dini11

ku suka pemeran berlian gk lemah gk mudah di tindas , pergilah perempuan hebat kmu kuat pasti bisa menjalani nya dn bisa melewati semuanya. dan setelah. ini hidupmu. akan jauh berbeda dari seblum nya dn kmu berlian berhak bahagia tpi bkn dgn si brengsk arya.

2026-08-13

1

tri septi

tri septi

harus kuat ngadepin pelakor sama peselingkuh ya....hempaskan saja mereka karena itu penyakit menular 🤭💪

2026-08-11

1

Isabela Devi

Isabela Devi

gpp berlian nanti juga Arya akan menyesal

2026-01-22

2

lihat semua
Episodes
1 Surprise Awal Tahun
2 Berlian Putri Wiranata
3 Again
4 Pernikahan
5 Lembur
6 Akuisisi
7 Menantu dan Putri Tunggal
8 Ketuk Palu
9 Ketuk Palu (2)
10 Pindah Tugas
11 Pengusiran
12 Awal Baru
13 Gerak Cepat
14 Pemecatan
15 Tuan Wiranata
16 Nyonya Besar
17 Nyonya Besar (2)
18 Butuh Bantuan
19 Pernyataan Cinta
20 Surprise Dominic
21 Surprise (2)
22 Rahasia Masa Lalu
23 Hidup Penuh Intrik
24 Licik dan Licik
25 Pertemuan
26 Penyekapan
27 Sesal Intan
28 Mulai Terkuak
29 Semua Kisah
30 Semua Kisah (2)
31 Mantan Keluarga
32 Bertemu Nyonya Besar
33 Obsesi Gila
34 Lamaran
35 Pesta Pertunangan
36 Tambang Emas
37 Kawan Lama
38 Mood Booster
39 Kesengajaan Kinara
40 Minta Tolong
41 Nyamuk Penghalang
42 Waspada
43 Terjadi Sesuatu
44 Tak Seharusnya Terjadi
45 Target Utama
46 Pria Asing
47 Restu
48 Sah
49 Simbiosis Mutualisme
50 Honeymoon
51 Pasangan Pura-pura
52 Mertua Galak
53 Hamil Versus Mandul
54 Polemik Es Krim
55 Dua Kantong
56 Mulai Dari Awal
57 Intensive Care Unit
58 Hanya Pura-pura
59 Bersua Mertua
60 Nasi Goreng
61 Pengakuan dan Restu
62 Melarikan Diri
63 Tender
64 Tiga Naga
65 Mertua dan Menantu
66 Gangguan Cewek Rese
67 Bahagia Dua Keluarga
68 Wanita Setengah Baya
69 Tak Mungkin Dia
70 Rahasia Hati
71 Kereta Api
72 Jemputan di Stasiun
73 Setelah Sekian Lama
74 Menuju Halal
75 Persiapan Acara
76 Pernyataan Resmi
77 Pesta
78 Pesta (2)
79 Tetap Silent
80 Masih Abu
81 Bank Asing
82 Silent Revenge Ala Dominic
83 Misi Sukses
84 New Enemy
85 Launching
86 Papa Baru
87 Bukti Baru
88 Ide Nama
89 Miliarder Kecil
90 Akulah Pewaris Sesungguhnya
91 Ending Yang Bahagia
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Surprise Awal Tahun
2
Berlian Putri Wiranata
3
Again
4
Pernikahan
5
Lembur
6
Akuisisi
7
Menantu dan Putri Tunggal
8
Ketuk Palu
9
Ketuk Palu (2)
10
Pindah Tugas
11
Pengusiran
12
Awal Baru
13
Gerak Cepat
14
Pemecatan
15
Tuan Wiranata
16
Nyonya Besar
17
Nyonya Besar (2)
18
Butuh Bantuan
19
Pernyataan Cinta
20
Surprise Dominic
21
Surprise (2)
22
Rahasia Masa Lalu
23
Hidup Penuh Intrik
24
Licik dan Licik
25
Pertemuan
26
Penyekapan
27
Sesal Intan
28
Mulai Terkuak
29
Semua Kisah
30
Semua Kisah (2)
31
Mantan Keluarga
32
Bertemu Nyonya Besar
33
Obsesi Gila
34
Lamaran
35
Pesta Pertunangan
36
Tambang Emas
37
Kawan Lama
38
Mood Booster
39
Kesengajaan Kinara
40
Minta Tolong
41
Nyamuk Penghalang
42
Waspada
43
Terjadi Sesuatu
44
Tak Seharusnya Terjadi
45
Target Utama
46
Pria Asing
47
Restu
48
Sah
49
Simbiosis Mutualisme
50
Honeymoon
51
Pasangan Pura-pura
52
Mertua Galak
53
Hamil Versus Mandul
54
Polemik Es Krim
55
Dua Kantong
56
Mulai Dari Awal
57
Intensive Care Unit
58
Hanya Pura-pura
59
Bersua Mertua
60
Nasi Goreng
61
Pengakuan dan Restu
62
Melarikan Diri
63
Tender
64
Tiga Naga
65
Mertua dan Menantu
66
Gangguan Cewek Rese
67
Bahagia Dua Keluarga
68
Wanita Setengah Baya
69
Tak Mungkin Dia
70
Rahasia Hati
71
Kereta Api
72
Jemputan di Stasiun
73
Setelah Sekian Lama
74
Menuju Halal
75
Persiapan Acara
76
Pernyataan Resmi
77
Pesta
78
Pesta (2)
79
Tetap Silent
80
Masih Abu
81
Bank Asing
82
Silent Revenge Ala Dominic
83
Misi Sukses
84
New Enemy
85
Launching
86
Papa Baru
87
Bukti Baru
88
Ide Nama
89
Miliarder Kecil
90
Akulah Pewaris Sesungguhnya
91
Ending Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!