Again

"Loh ... Kok anda di sini?" tanya Berlian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Tidak ada jawaban.

Tapi netra tajam yang mengarah ke arahnya membuat Berlian menunduk.

"Aawh ..", Berlian mengelus dahi yang barusan disentil olehnya.

"Sapa suruh semalam mabuk pakai acara pingsan segala?" ujarnya, reflek Berlian menutup mulutnya.

'Kok bos tahu?' batin Berlian bermonolog.

"Apa yang tidak kutahu darimu," tukasnya seolah paham jalan pikiran cewek yang berdiri di depannya ini.

"Sok-sok an pergi ke klub malam. Kalau ada masalah tuh bukan ke sana larinya. Buat repot aja," omel nya ke Berlian.

Berlian menatap netra tajam sang bos, seolah tak terima.

"Hidup... Hidup gue," umpat Berlian dalam benak. Dalam hatinya tak habis pikir, "Iya ya, kenapa gue musti ke klub malam," heran sendiri dengan pelariannya kemarin

"Ikut aku!" ajaknya tak terbantahkan.

"Kemana tuan?" tanya Berlian.

"Rapat dengan kolega bisnis," serunya.

Berlian menelisik badannya sendiri.

"Saya?" tunjuknya pada dirinya sendiri.

"Siapa lagi? Hantu?"

Berlian melihat sekeliling, cuman ada dirinya bersama sang bos.

Tak lama bibirnya cemberut, 'Enak aja disamain hantu,' kesal tanpa bisa mengutarakan.

"Tiga puluh menit lagi tak boleh telat sedetikpun, di kamarmu sudah ada baju ganti," serunya sambil berjalan menjauh.

Arah mata Berlian mengekor kemana sang bos berjalan.

Dilihatnya pria es balok itu masuk kamar tepat di sebelah kamar yang ditempati Berlian.

Berlian menepuk jidat, baru menyadari jika dirinya berada di hotel sekarang.

'Mampus, bisa-bisanya aku satu hotel dengannya. Untung aja tidak satu kamar," Berlian mengelus dada merasa lega.

Berlian kembali masuk untuk melaksanakan perintah tak terbantah.

"Harus buru-buru nih, bisa digantung gue sama bos kaku itu," gumam Berlian sambil prepare.

Berlian menemukan paper bag yang dimaksud sang bos. Bersamaan dengan itu ponsel miliknya bergetar.

"Hai sahabat tak ada akhlak. Posisi? Kamu nggak ngantor? Bisa dirujak kamu sama bos. Tiga puluh menit lagi kita diajak rapat di resto X, buruan!" suara Maura ngegas tujuh tanjakan tujuh turunan.

"Ketemu aja di lokasi. Kalau ke kantor dulu, bakalan telat," tukas Berlian menimpali.

"*Jadi ngiri aku, pilih kasih banget bos. Giliran aku t*elat, mulutnya tak berhenti berdengung. Sumbang banget," omel Maura.

Berlian tersenyum menanggapi. Berlian anggap ocehan Maura bagai kicau burung di pagi hari.

.

Berlian keluar dengan baju yang disiapkan sang bos. Kesan elegan menyatu dengan penampilan Berlian saat ini.

Nampak sang bos berdiri tegak di depan pintu kamar, seolah menunggu Berlian.

Berlian mengamati setelan yang dipakai bos nya.

"Apa dia sengaja? Biar terlihat couple?" batin Berlian mengamati penampilan sang bos dan dirinya bergantian.

"Awhhhh," Berlian cemberut karena sang bos kembali menjitak keningnya

"Hobi sekali anda melakukan KDRT," gerutu Berlian.

"Emang aku suami mu," balas sang bos dengan wajah datar.

Mendengar kata suami, membuat Berlian teringat dengan Arya plus problem-problemnya yang belum sempat terselesaikan.

"Aku harus cari bukti perselingkuhan mereka," tekad Berlian. Tak sengaja tangannya terkepal erat jika mengingat semuanya.

"Kamu mau nonjok siapa?" tanggap sang bos melihat sikap Berlian yang seperti hendak menelan orang.

"Oopppsss... Sorry Tuan," Berlian kembali ke mode awal, bersikap ramah di depan pria balok es.

.

Di lobi, Berlian berjalan beriringan dengan sang bos.

Plok.... Plok.....

Tepuk tangan terdengar di samping mereka.

"Wow.... Wow ... Tangkapan kakak nggak kaleng-kaleng....," decih kagum Intan mengamati penampilan Tuan Dominic Alexander, bos Berlian.

"Luar biasa," lanjutnya memuji.

"Kirain kakak itu istri yang jujur, setia, cinta sama mas Arya. Ternyata ....." Intan menggantung ucapannya dan meneliti tampilan Dominic dari atas ke bawah.

"Tutup mulutmu!" Berlian menatap tajam ke arah adik yang tak tahu diri itu.

"Sok suci.... ternyata najis....," ucap Intan tajam.

"Bilang apa kamu?" Berlian mendekat hendak menampar Intan.

"Nggak usah sok bersih kak. Pake nuduh mas Arya selingkuh, ternyata kakak sama saja.Sekarang aku tanya, sudah berapa laki-laki yang kamu ajak ke ranjang?" ocehan Intan membuat emosi Berlian memuncak.

Plak....

Tamparan keras mendarat di pipi Intan sampai berbekas.

"Jangan samakan aku dengan jalang seperti dirimu," kata kasar keluar dari bibir Berlian.

"Jalang teriak jalang," balas Intan tak terima.

Dominic mengamati tanpa mau ikut campur.

"Pagi-pagi keluar hotel berdua, apa itu namanya kalau bukan jalang? Sengaja tebar pesona ke pria hidung belang," imbuh Intan.

"Kurang ajar," Berlian tak terima akan hinaan Intan.

Berlian mendekat hendak menyumpal mulut sang adik yang terus memprovokasi.

Belum sampai tangannya menyentuh, Intan jatuh terduduk duluan.

"Kau....," Berlian lupa sang adik pintar bersandiwara. Kalau dia aktris, sudah dapat piala kali, sebagai ratu drama terbaik.

Di waktu yang bersamaan datang lah Arya.

"Apa yang kamu lakukan? Tega sekali pada adikmu!" Arya menatap tajam Berlian.

Berlian memutar bola matanya malas. Muak dengan situasi saat ini.

Arya meraih tangan Intan dan menolongnya.

"Sudah selesai drama kalian?" tanggap Berlian.

"Tuan Dom, maaf membuat anda menunggu," Berlian menghampiri sang bos yang berdiri tak jauh darinya.

"Mas Arya, jangan biarkan kakak pergi. Sudah ketangkep basah tuh, dia selingkuh," sela Intan ingin menghambat Berlian pergi.

Arya mengamati penampilan pria yang berdiri di samping Berlian. Auranya seakan tak tersentuh.

"Wajahnya tak asing," monolog Arya dalam benak.

"Kita pulang! Kita selesaikan masalah kita baik-baik. Jangan seperti anak kecil," Arya meraih tangan sang istri

Oleh Berlian ditepisnya tangan Arya.

"Nggak sudi," balas Berlian.

"Pulang saja sama gundikmu yang kegatelan itu," tatap sinis Berlian ke arah Intan sang adik

"Mas Arya, kakak jahat sekali padaku. Sudah ku bilang padanya, kalau kamu melakukan itu karena ada andil dia juga. Salah siapa tak bisa kasih anak," ucap Intan dengan gesture mengusap perut.

"Kita pergi tuan Dom," Berlian bersiap melangkah. Tak ingin melanjutkan drama yang kesekian kalinya.

Belum sampai kaki yang terangkat menyentuh lantai, Arya mencekal lengan Berlian dengan kuat.

"Awh... Sakit," keluh Berlian saat tangan Arya memelintir lengannya.

"Stop!" suara Dominic menggelegar.

"Laki-laki yang hebat tak akan menganiaya wanitanya," seru Dominic. Aura wajah Dominic seakan mengintimidasi Arya.

"Nggak usah ikut campur, ini urusan internal rumah tangga saya," balas Arya.

"Secara tidak langsung anda sudah melibatkan saya tuan," ucapan Dominic membuat Arya mengerutkan kening.

"Berlian adalah staf saya, dan ini jam kantor. Berlian menjadi tanggung jawab saya sekarang. Meski anda adalah suaminya. Tak boleh ada yang menganggu karyawan saya, apalagi di depan mata," tegas Dominic.

Dominic menggandeng Berlian, "Kita berangkat!" ujarnya tegas.

"Mas Arya, tuh lihat. Mana ada bos seromantis itu. Pake gandengan tangan segala," ujaran Intan masih bisa ditangkap oleh Berlian.

Arya mengepalkan erat genggamannya.

.

Hening, dingin, sepi. Berlian tak bisa menjabarkan situasi saat ini.

Berlian duduk diam di samping sang bos.

Mobil melaju perlahan keluar area hotel.

Seolah tak terjadi apapun barusan.

.

.

.

Krik.... Krik ...

😀

Terpopuler

Comments

Mamah Dini11

Mamah Dini11

nanti ada saatnya untuk menyumpal bibir si jalang intan kslau karma nya sudah datang

2026-08-13

1

❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩

❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩

Itu perut minta di isi bom biar meledak .. wkwkw💃

2026-08-05

1

Ds Phone

Ds Phone

ada tukang hasut ni susah

2026-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 Surprise Awal Tahun
2 Berlian Putri Wiranata
3 Again
4 Pernikahan
5 Lembur
6 Akuisisi
7 Menantu dan Putri Tunggal
8 Ketuk Palu
9 Ketuk Palu (2)
10 Pindah Tugas
11 Pengusiran
12 Awal Baru
13 Gerak Cepat
14 Pemecatan
15 Tuan Wiranata
16 Nyonya Besar
17 Nyonya Besar (2)
18 Butuh Bantuan
19 Pernyataan Cinta
20 Surprise Dominic
21 Surprise (2)
22 Rahasia Masa Lalu
23 Hidup Penuh Intrik
24 Licik dan Licik
25 Pertemuan
26 Penyekapan
27 Sesal Intan
28 Mulai Terkuak
29 Semua Kisah
30 Semua Kisah (2)
31 Mantan Keluarga
32 Bertemu Nyonya Besar
33 Obsesi Gila
34 Lamaran
35 Pesta Pertunangan
36 Tambang Emas
37 Kawan Lama
38 Mood Booster
39 Kesengajaan Kinara
40 Minta Tolong
41 Nyamuk Penghalang
42 Waspada
43 Terjadi Sesuatu
44 Tak Seharusnya Terjadi
45 Target Utama
46 Pria Asing
47 Restu
48 Sah
49 Simbiosis Mutualisme
50 Honeymoon
51 Pasangan Pura-pura
52 Mertua Galak
53 Hamil Versus Mandul
54 Polemik Es Krim
55 Dua Kantong
56 Mulai Dari Awal
57 Intensive Care Unit
58 Hanya Pura-pura
59 Bersua Mertua
60 Nasi Goreng
61 Pengakuan dan Restu
62 Melarikan Diri
63 Tender
64 Tiga Naga
65 Mertua dan Menantu
66 Gangguan Cewek Rese
67 Bahagia Dua Keluarga
68 Wanita Setengah Baya
69 Tak Mungkin Dia
70 Rahasia Hati
71 Kereta Api
72 Jemputan di Stasiun
73 Setelah Sekian Lama
74 Menuju Halal
75 Persiapan Acara
76 Pernyataan Resmi
77 Pesta
78 Pesta (2)
79 Tetap Silent
80 Masih Abu
81 Bank Asing
82 Silent Revenge Ala Dominic
83 Misi Sukses
84 New Enemy
85 Launching
86 Papa Baru
87 Bukti Baru
88 Ide Nama
89 Miliarder Kecil
90 Akulah Pewaris Sesungguhnya
91 Ending Yang Bahagia
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Surprise Awal Tahun
2
Berlian Putri Wiranata
3
Again
4
Pernikahan
5
Lembur
6
Akuisisi
7
Menantu dan Putri Tunggal
8
Ketuk Palu
9
Ketuk Palu (2)
10
Pindah Tugas
11
Pengusiran
12
Awal Baru
13
Gerak Cepat
14
Pemecatan
15
Tuan Wiranata
16
Nyonya Besar
17
Nyonya Besar (2)
18
Butuh Bantuan
19
Pernyataan Cinta
20
Surprise Dominic
21
Surprise (2)
22
Rahasia Masa Lalu
23
Hidup Penuh Intrik
24
Licik dan Licik
25
Pertemuan
26
Penyekapan
27
Sesal Intan
28
Mulai Terkuak
29
Semua Kisah
30
Semua Kisah (2)
31
Mantan Keluarga
32
Bertemu Nyonya Besar
33
Obsesi Gila
34
Lamaran
35
Pesta Pertunangan
36
Tambang Emas
37
Kawan Lama
38
Mood Booster
39
Kesengajaan Kinara
40
Minta Tolong
41
Nyamuk Penghalang
42
Waspada
43
Terjadi Sesuatu
44
Tak Seharusnya Terjadi
45
Target Utama
46
Pria Asing
47
Restu
48
Sah
49
Simbiosis Mutualisme
50
Honeymoon
51
Pasangan Pura-pura
52
Mertua Galak
53
Hamil Versus Mandul
54
Polemik Es Krim
55
Dua Kantong
56
Mulai Dari Awal
57
Intensive Care Unit
58
Hanya Pura-pura
59
Bersua Mertua
60
Nasi Goreng
61
Pengakuan dan Restu
62
Melarikan Diri
63
Tender
64
Tiga Naga
65
Mertua dan Menantu
66
Gangguan Cewek Rese
67
Bahagia Dua Keluarga
68
Wanita Setengah Baya
69
Tak Mungkin Dia
70
Rahasia Hati
71
Kereta Api
72
Jemputan di Stasiun
73
Setelah Sekian Lama
74
Menuju Halal
75
Persiapan Acara
76
Pernyataan Resmi
77
Pesta
78
Pesta (2)
79
Tetap Silent
80
Masih Abu
81
Bank Asing
82
Silent Revenge Ala Dominic
83
Misi Sukses
84
New Enemy
85
Launching
86
Papa Baru
87
Bukti Baru
88
Ide Nama
89
Miliarder Kecil
90
Akulah Pewaris Sesungguhnya
91
Ending Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!