Pernikahan

Berlian dan Maura diijinkan pulang setelah selesai rapat.

"Mood bos bagus banget hari ini?" oceh Maura setelah sang bos pergi bersama asisten Brian.

Berlian menengok ke arah Maura, perasaan bos biasa aja. Tetap dalam mode es balok. Pikir Berlian.

Maura balik menatap ke arah Berlian.

Berlian cuman nyengir kuda.

"Jadi cewek tuh peka dikit kali," lanjut Maura.

"Maksudnya?" Berlian tak mengerti arah bicara Maura.

"Bos besar kayaknya naksir deh sama kamu," ungkap Maura.

"Ha...ha... Kamu nggak lagi demam kan beb?" Berlian terbahak mendengarnya.

"Issshhh, emang kamu aja yang nggak peka," balas Maura kesal.

"Nggak peka dari Hongkong.... Nggak mungkin lah bos naksir cewek bersuami macem gue....," sanggah Berlian sambil menoyor karib yang kadang suka bicara ngasal itu.

"Abis ini kemana kita?" tanya Maura mengganti topik.

"Pulang, emang kemana lagi?" seru Berlian.

"Nggak asyik banget hidup mu," oceh Maura.

"Masalah kemarin harus selesai hari ini juga, aku nggak mau berlarut-larut," niat hati Berlian.

"Kok malah melamun?" Maura menyenggol lengan Berlian.

Berlian tersenyum paksa.

"Kenapa? Ada masalah lagi sama laki-laki kesayanganmu?" tanya Maura sinis.

Sedari awal nikah dengan Arya, Maura tak setuju. Tapi karena sudah menjadi keputusan sahabatnya, Maura menghormati nya.

Berlian diam. Belum saatnya bicara dengan Maura. Bisa diketawain tujuh hari tujuh malam sama sahabat tengilnya itu.

"Beneran Mau, aku pulang abis ini," tandas Berlian sambil menghela nafas panjang.

Maura diam karena Berlian sudah memanggilnya dengan sebutan 'Mau', nama Maura yang disingkat, itu artinya Berlian ingin menyendiri. Entah masalah apa, Maura belum ada niatan bertanya.

Ada waktunya kita ingin sendiri, dan hal itu disadari oleh Maura.

.

"Rame banget dalem rumah?" gumam Berlian selepas kakinya menapak lantai.

Arah pandangannya fokus ke ruang tamu rumah tinggalnya

Bik Sumi tergopoh mendatangi sang nyonya

"Ada acara apa bik? Kok nggak kasih tahu aku?" selidik Berlian.

"A... A... Anu nyonya?" Bik Sumi bingung mau jawab apa.

"Ada apa sih bik? Dari kemarin gagu banget bicara Bik Sumi," tukas Berlian dengan arah mata tak beralih dari ruangan itu.

"Tu... Tuan ....," Bik Sumi gugup.

"Kita ke sana aja, daripada nungguin Bik Sumi ngomong, bisa sewindu kita di sini," Berlian hendak melangkah, tapi Bik Sumi menghalangi.

"Nggak usah ke sana nyonya," kata Bik Sumi.

Berlian memicingkan netra.

Kejadian kemarin juga Bik Sumi berusaha menghalanginya. Apa ada kaitannya?

Berlian melangkah tanpa memperdulikan Bik Sumi.

.

Berlian berdiri di tengah pintu utama.

Terdengar kata 'sah'... 'sah' dari dalam ruangan.

Dilihatnya sang suami duduk berdampingan dengan adiknya.

Di hadapannya ada ayah nya yang menjabat erat tangan Arya.

Berlian tertegun sesaat.

Hening....

Semua arah mata menoleh ke Berlian.

"Kebetulan kamu sudah pulang," tuan Adrian Kusuma bangkit dari duduk menyambut putri pertamanya.

"Duduklah!" suruhnya.

Berlian mengikuti ucapan sang ayah tanpa banyak kata.

"Tentu kamu sudah tahu semuanya, mulai kejadian kemarin....bla...bla...," tuan Adrian menjelaskan semua dari A sampe Z.

Berlian hanya bisa menangkap, bahwa Arya menikahi Intan karena Intan hamil anaknya. Dan dia harus bisa menerima Intan sebagai madunya.

Arya ikutan bangkit dan mendekati Berlian.

"Benar kata ayah, aku menikahi Intan sebagai tanggung jawab atas rasa bersalahku," Arya meraih tangan Berlian tapi ditepis oleh Berlian.

"Jadi ini endingnya? Selamat buat kalian berdua," ucap sinis Berlian sambil bangkit dari duduk.

"Mau kemana kamu?" tuan Adrian ikutan bangkit

"Bukan urusan ayah," rasa kecewa yang selama ini menumpuk tinggal menunggu bom waktu untuk meledak.

"Sayang, bagaimanapun Intan sekarang sudah menjadi istriku. Mau tidak mau kamu harus menerimanya," ucap Arya membuat Berlian muak mendengarnya.

"Kita cerai!" tegas Berlian.

Plak...

Tamparan keras sang ayah mendarat mulus di pipi Berlian menimbulkan jejak kemerahan di sana.

"Kurang ajar!" teriak tuan Adrian.

"Sudah mendingan Arya terima kamu apa adanya, kamu wanita tak sempurna. Ingat!"

"Mama tak habis pikir Berlian. Harusnya kamu bangga, bisa tetap menjadi istri Arya. Toh akhirnya nanti kalian bisa merawat bersama anak yang dilahirkan Intan adikmu," kata mama sambung Berlian.

"Baru tahu sekarang, budaya pelakor itu ternyata keturunan," ejek Berlian membalas mamanya.

"Jaga ucapanmu!" hardik tuan Adrian.

"Kenapa Yah? Itu kenyataannya, Intan anak pelakor dan sekarang dia jadi pelakor juga. Ingat Yah, aku ini juga anakmu? Kenapa tak sedikitpun ayah menoleh ke arahku? Intan... Intan...terus....," air mata menggenang di pelupuk mata Berlian.

"Kak, apa kakak sedang cemburu? Kasih sayang ayah pada kakak sama besarnya," Intan ikutan protes.

"Oh ya?" Berlian memastikan kebenaran yang disampaikan Intan.

"Dengan aku bergeser kamar, ikhlas kasih semua mainanku ke kamu. Dan sekarang harus ikhlas berbagi ranjang denganmu? Aq tak SUDI," tegas Berlian.

"Ambillah barang bekas pakai milikku!" tatapan Berlian lurus ke arah Arya saat mengucapkan itu.

"Apa? Bekas pakai? Jaga ucapanmu Berlian," kata Arya tak terima.

"Apa namanya kalau tak bekas pakai?" Berlian tertawa sarkas.

"Kalian memang pasangan yang cocok, sama-sama berhati busuk," Berlian pergi begitu saja.

"Jangan ada yang menghalangi dia, dasar wanita tak tahu diuntung," tuan Adrian mencegah Arya yang hendak menyusul Berlian.

"Sudah tahu dirinya mandul, masih sok-sok an tak mau dimadu," cibir nyonya Adrian, ibu sambung Berlian.

Semua ucapan itu menempel erat di otak Berlian.

.

Tring

Sebuah pesan masuk ke ponsel Berlian.

'Berani keluar dari rumah, berani hadapi konsekuensi. Aku coret hak waris atas nama Berlian Putri Wiranata,'

Tak ada keraguan dalam benak Berlian untuk pergi. Apa yang harus disesali, toh perusahaan peninggalan ibu kandungnya sudah merugi dipegang oleh Adrian Kusuma. Ayahnya sebagai keluarga kandung satu-satunya tak peduli lagi pada dirinya. Apalagi pria yang berstatus suami itu. Tak ada yang diharapkan lagi dari seorang Arya.

.

Berlian berniat mencari kontrakan, "Aku rasa tabungan ku masih cukup untuk cari tempat tinggal dan sisanya akan ku buat untuk mengurus perceraian dengan Arya," gumam Berlian seraya melajukan mobilnya perlahan.

Ponsel Berlian bergetar di atas dasboard mobil.

"Tuan Dom?" gumam Berlian lirih.

"Ngapain es balok telpon? Biasanya kalau ada perlu cukup asisten cerewet itu yang nelpon," seru Berlian sambil menggeser ikon hijau di layar ponselnya.

"Selamat sore tuan Dominic?" sapa Berlian santun.

"Ke kantor sekarang!" suara bernada perintah menggema.

Berlian melirik jam yang melingkar di lengan.

"Ini di luar jam kerja tuan," Berlian mengingatkan takutnya sang bos salah panggil.

"Tak ada bantahan!!!"

Tut.... Tut .... Tut .....

Panggilan terputus sepihak meninggalkan gerutuan Berlian.

Meski sumpah serapah keluar dari mulutnya, Berlian tetap membawa kuda besinya ke perusahaan tempatnya bekerja.

.

Terpopuler

Comments

Mamah Dini11

Mamah Dini11

ke putusan yg akurat berli ayo tinggalkan suami brengsekmu untuk apa di pertahankan ,punya bp gk waras tenang saja berli nanti juga manusiA2 bejat itu bakal dapat karma satu persatu , dan semoga si jalang intan gak sampai melahirkan dgn lancar , jgn sampai si intan punya bayi itu hukuman pelakor

2026-08-13

0

Ria Gazali Dapson

Ria Gazali Dapson

bapa edan, ya kalo adek kk mah , ga boleh lah , apalagi saudara 1 bapa, ya haram hukum nya ,tuh penghulu juga obleq , pada sakit jiwa semua , ga bapa , ga emak , ga adek , lebih² laqi nya

2026-08-01

1

ken darsihk

ken darsihk

tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠

2026-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Surprise Awal Tahun
2 Berlian Putri Wiranata
3 Again
4 Pernikahan
5 Lembur
6 Akuisisi
7 Menantu dan Putri Tunggal
8 Ketuk Palu
9 Ketuk Palu (2)
10 Pindah Tugas
11 Pengusiran
12 Awal Baru
13 Gerak Cepat
14 Pemecatan
15 Tuan Wiranata
16 Nyonya Besar
17 Nyonya Besar (2)
18 Butuh Bantuan
19 Pernyataan Cinta
20 Surprise Dominic
21 Surprise (2)
22 Rahasia Masa Lalu
23 Hidup Penuh Intrik
24 Licik dan Licik
25 Pertemuan
26 Penyekapan
27 Sesal Intan
28 Mulai Terkuak
29 Semua Kisah
30 Semua Kisah (2)
31 Mantan Keluarga
32 Bertemu Nyonya Besar
33 Obsesi Gila
34 Lamaran
35 Pesta Pertunangan
36 Tambang Emas
37 Kawan Lama
38 Mood Booster
39 Kesengajaan Kinara
40 Minta Tolong
41 Nyamuk Penghalang
42 Waspada
43 Terjadi Sesuatu
44 Tak Seharusnya Terjadi
45 Target Utama
46 Pria Asing
47 Restu
48 Sah
49 Simbiosis Mutualisme
50 Honeymoon
51 Pasangan Pura-pura
52 Mertua Galak
53 Hamil Versus Mandul
54 Polemik Es Krim
55 Dua Kantong
56 Mulai Dari Awal
57 Intensive Care Unit
58 Hanya Pura-pura
59 Bersua Mertua
60 Nasi Goreng
61 Pengakuan dan Restu
62 Melarikan Diri
63 Tender
64 Tiga Naga
65 Mertua dan Menantu
66 Gangguan Cewek Rese
67 Bahagia Dua Keluarga
68 Wanita Setengah Baya
69 Tak Mungkin Dia
70 Rahasia Hati
71 Kereta Api
72 Jemputan di Stasiun
73 Setelah Sekian Lama
74 Menuju Halal
75 Persiapan Acara
76 Pernyataan Resmi
77 Pesta
78 Pesta (2)
79 Tetap Silent
80 Masih Abu
81 Bank Asing
82 Silent Revenge Ala Dominic
83 Misi Sukses
84 New Enemy
85 Launching
86 Papa Baru
87 Bukti Baru
88 Ide Nama
89 Miliarder Kecil
90 Akulah Pewaris Sesungguhnya
91 Ending Yang Bahagia
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Surprise Awal Tahun
2
Berlian Putri Wiranata
3
Again
4
Pernikahan
5
Lembur
6
Akuisisi
7
Menantu dan Putri Tunggal
8
Ketuk Palu
9
Ketuk Palu (2)
10
Pindah Tugas
11
Pengusiran
12
Awal Baru
13
Gerak Cepat
14
Pemecatan
15
Tuan Wiranata
16
Nyonya Besar
17
Nyonya Besar (2)
18
Butuh Bantuan
19
Pernyataan Cinta
20
Surprise Dominic
21
Surprise (2)
22
Rahasia Masa Lalu
23
Hidup Penuh Intrik
24
Licik dan Licik
25
Pertemuan
26
Penyekapan
27
Sesal Intan
28
Mulai Terkuak
29
Semua Kisah
30
Semua Kisah (2)
31
Mantan Keluarga
32
Bertemu Nyonya Besar
33
Obsesi Gila
34
Lamaran
35
Pesta Pertunangan
36
Tambang Emas
37
Kawan Lama
38
Mood Booster
39
Kesengajaan Kinara
40
Minta Tolong
41
Nyamuk Penghalang
42
Waspada
43
Terjadi Sesuatu
44
Tak Seharusnya Terjadi
45
Target Utama
46
Pria Asing
47
Restu
48
Sah
49
Simbiosis Mutualisme
50
Honeymoon
51
Pasangan Pura-pura
52
Mertua Galak
53
Hamil Versus Mandul
54
Polemik Es Krim
55
Dua Kantong
56
Mulai Dari Awal
57
Intensive Care Unit
58
Hanya Pura-pura
59
Bersua Mertua
60
Nasi Goreng
61
Pengakuan dan Restu
62
Melarikan Diri
63
Tender
64
Tiga Naga
65
Mertua dan Menantu
66
Gangguan Cewek Rese
67
Bahagia Dua Keluarga
68
Wanita Setengah Baya
69
Tak Mungkin Dia
70
Rahasia Hati
71
Kereta Api
72
Jemputan di Stasiun
73
Setelah Sekian Lama
74
Menuju Halal
75
Persiapan Acara
76
Pernyataan Resmi
77
Pesta
78
Pesta (2)
79
Tetap Silent
80
Masih Abu
81
Bank Asing
82
Silent Revenge Ala Dominic
83
Misi Sukses
84
New Enemy
85
Launching
86
Papa Baru
87
Bukti Baru
88
Ide Nama
89
Miliarder Kecil
90
Akulah Pewaris Sesungguhnya
91
Ending Yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!