Penempaan Esensi Pertama

Angin di Reruntuhan Kuil Hening berhembus membawa butiran kristal mikro yang berpendar. Setiap butiran itu adalah pecahan Hukum Alam yang belum matang, namun cukup tajam untuk mengiris kain jubah yang tidak memiliki perlindungan energi. Chen Kai duduk bersila tepat di tengah altar, membiarkan tubuhnya menjadi titik pusat gravitasi yang sunyi.

Kristal Penyeimbang yang diberikan oleh Tetua Bayangan telah ia telan, dan kini ia bisa merasakan hawa dingin yang stabil menyelimuti paru-parunya. Tekanan udara yang tadinya terasa seperti bara api yang merobek meridian, kini berubah menjadi beban dingin yang bisa ia kendalikan.

"Nak, perhatikan setiap tarikan napasmu," suara Kaisar Yao bergema di dalam lapisan terdalam kesadarannya, seolah bicara dari balik dinding tebal. "Dunia bawah memberimu samudera Qi, tapi di sini, samudera itu hanyalah uap air yang tipis. Jika kau mencoba menyerang sekarang, Qi-mu akan hancur bahkan sebelum keluar dari telapak tanganmu."

"Lalu, apa yang harus kulakukan, Guru?" Chen Kai membatin.

"Kompresi. Kau harus mengubah uap menjadi kristal. Gunakan Mutiara Hitam sebagai palu tempa, dan gunakan meridianmu sebagai landasannya."

Chen Kai memejamkan mata. Ia mulai menarik Qi Naga yang meluap di dalam Dantiannya. Di Benua Tengah, energi ini sanggup meruntuhkan kota, namun di sini, ia terasa ringan dan tidak berbobot. Ia mengarahkan arus Qi tersebut masuk ke pusaran Mutiara Hitam yang mulai berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

KRAAAK!

Chen Kai mengerang. Rasa sakitnya luar biasa. Ia merasa seolah-olah sumsum tulangnya sedang diaduk oleh besi panas. Qi lamanya yang melimpah dipaksa untuk memadat, diperas hingga ribuan kali lipat. Dari satu samudera energi, hanya tersisa setetes cairan berwarna ungu keemasan yang sangat berat.

Itulah Esensi Dewa.

Satu tetes esensi itu kemudian dialirkan keluar dari Mutiara Hitam, merembes masuk ke dalam jaringan otot dan tulangnya. Seketika, Chen Kai merasa lengan kanannya bergetar hebat. Kulitnya yang tadi transparan mulai memadat kembali, memancarkan kilauan logam yang samar di bawah cahaya matahari perak.

"Bagus! Jangan berhenti!" Yao menyemangati dengan nada tegang. "Sembilan Surga tidak hanya menuntut kekuatan, tapi juga kemurnian. Buang sisa-sisa energi fana yang tidak bisa dikompresi melalui pori-porimu!"

Uap hitam kelabu mulai keluar dari tubuh Chen Kai, berbau amis dan kotor. Itu adalah residu dari energi dunia bawah yang tidak mampu selaras dengan hukum Sembilan Surga. Saat uap itu menyentuh lantai marmer reruntuhan, marmer itu mendesis seolah terkena asam.

Namun, ketenangan meditasi itu terganggu.

Di ujung, di antara pilar-pilar yang runtuh, suara gesekan sisik di atas batu terdengar. Sesosok makhluk merayap keluar dari bayang-bayang. Bentuknya menyerupai kadal raksasa, namun kulitnya terbuat dari lempengan kristal hitam dan matanya memancarkan cahaya ungu yang lapar.

Binatang Hampa: Penelan Sisa.

Makhluk ini adalah pemulung di Sembilan Surga, yang tertarik pada aroma "energi fana" yang baru saja dikeluarkan dari tubuh Chen Kai. Baginya, uap hitam yang dibuang Chen Kai adalah santapan yang lezat.

Lidah kadal itu menjulur, panjang dan berujung tajam, mencambuk udara ke arah Chen Kai.

Chen Kai tidak membuka matanya. Ia masih berada di tengah proses kompresi yang kritis. Namun, indra spasialnya—yang kini telah selaras sedikit dengan dimensi ini—menangkap pergerakan tersebut.

Saat lidah kadal itu hampir menyentuh pundaknya, Chen Kai hanya menggerakkan bahunya satu inci ke samping.

BAM!

Lidah kristal itu menghantam altar batu, menghancurkannya menjadi debu. Kekuatan fisik binatang di Sembilan Surga berada di level yang berbeda.

Chen Kai mengangkat tangan kanannya, tangan yang baru saja dialiri setetes Esensi Dewa. Ia tidak menggunakan teknik pedang. Ia hanya melakukan satu jentikan jari ke arah udara kosong di depan kepala kadal tersebut.

"Gravitasi: Pemadatan."

WUNG!

Meskipun ia hanya menggunakan sedikit energi, namun karena energi itu telah dikompresi menjadi Esensi Dewa, dampaknya seketika mengubah koordinat ruang di depan moncong kadal tersebut menjadi titik dengan berat tak terhingga.

Kepala kadal raksasa itu tiba-tiba tersentak jatuh, menghantam lantai marmer dengan sangat keras hingga lehernya patah. Binatang itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara sebelum tubuhnya hancur oleh berat kepalanya sendiri.

Chen Kai menghela napas panjang. Napasnya kini membawa aura putih yang jernih.

"Kekuatanku menyusut... tapi daya hancurnya menjadi lebih tajam," batin Chen Kai, menatap tangannya yang sedikit gemetar.

"Itulah jalannya, Nak," Yao terkekeh. "Di dunia ini, satu tetes embun bisa membunuh seorang raja jika kau tahu cara memampatkannya. Teruskan meditasimu. Matahari perak hampir tenggelam, dan saat malam tiba di Surga Hampa, predator yang sebenarnya akan keluar untuk berburu."

Chen Kai mengangguk. Ia tidak lagi merasa seperti sampah yang terbuang. Di tengah reruntuhan yang sunyi ini, Sang Raja Hitam sedang menempa ulang mahkotanya.

Perjalanan menuju Kota Awan Putih masih jauh, namun pondasi untuk menaklukkan surga baru saja diletakkan di atas darah dan keringat penempaan pertama.

Terpopuler

Comments

Jeffie Firmansyah

Jeffie Firmansyah

terimakasih atas update nya Thor 👍💪

2026-01-26

2

Dian Purnomo

Dian Purnomo

tetap setia thor 1sampai 4

2026-01-26

1

Ahmad Gatot

Ahmad Gatot

bermeditasi untuk memulai dari awal...

2026-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 Gema di Reruntuhan
2 Penempaan Esensi Pertama
3 Langkah Menembus Kabut Emas
4 Labirin Angin Merah
5 Kerakusan di Meja Pertaruhan
6 Gema Kekosongan
7 Jalan Setapak di Atas Awan
8 Gerbang Bayangan
9 Rahasia di Balik Tirai Asap
10 Pusaran Maut
11 Pemetikan di Atas Pusara Bintang
12 Jejak Kaki di Atas Awan
13 Gang Kabut Hitam
14 Keadilan di Ujung Kuali
15 Undangan Berdarah
16 Jejak di Menara Kuali
17 Pil yang Mengguncang Awan
18 Ujian di Balik Tabir Perak
19 Cahaya di Puncak Kuali
20 Pecahnya Segel Tahap Menengah
21 Pelarian di Bawah Sinar Rembulan
22 Prahara di Lembah Purba
23 Resonansi di Lembah Api Purba
24 Bentrokan Hukum di Kedalaman Hampa
25 Fragmen Keenam
26 Dominasi Sang Raja
27 Jantung Awan
28 Jantung Alkimia
29 Badai Bintang
30 Gema Pembalasan
31 Menembus Tirai Langit
32 Badai Perak di Surga Kedua
33 Rahasia Istana Hampa
34 Kavaleri Cahaya
35 Tahta Terlupakan di Jantung Cermin
36 Bentrokan
37 Kehancuran
38 Debu di Wilayah Abu
39 Pemukiman di Bawah Bayang-Bayang
40 Rahasia
41 Gema dari Masa Lalu
42 Kehancuran di Ambang Abu
43 Runtuhnya Menara Takdir
44 Tirai Kabut yang Mengiris Jiwa
45 Penaklukan Bayangan Masa Lalu
46 Alunan Seruling Penggetar Jiwa
47 Bayangan Kaisar
48 Melintasi Cakrawala
49 Kota Karang Abadi
50 Menembus Jaring Cahaya
51 Nyanyian Bawah Laut
52 Tahta Safir dan Jantung yang Bergetar
53 Pemurnian di Kedalaman Safir
54 Jantung Arus
55 Arus yang Menelan Bayangan
56 Penyatuan Sempurna Raga Dewa
57 Aliansi di Kedalaman Biru
58 Hutan Logam
59 Api Dingin
60 Rahasia Penempaan
61 Benteng di Atas Nadir
62 Peleburan Raksasa
63 Kelahiran Kembali Benih Semesta
64 Langit yang Terbakar
65 Gua Kristal Waktu
66 Pertahanan di Mulut Gua
67 Langit Perak yang Retak
68 Abu di Atas Nadir Besi
69 Bahtera Penempa Takdir
70 Di Atas Magma
71 Pasar Budak Api
72 Putri Api yang Terbuang
73 Tantangan di Gerbang Palu Api
74 Cetak Biru Pembunuh Matahari
75 Matahari
76 Duel di Jantung Bintang
77 Sisa Hangus
78 Pasar Malam Teluk Bara
79 Cerita Lama
80 Menyelam ke Dalam Hening
81 Gurun Abu
82 Kota di Bawah Tulang
83 Akar yang Menangis
84 Gema yang Terjebak di Dalam Kristal
85 Lautan Abu yang Bergerak
86 Lembah Api Senyap
87 Kehendak Pedang
88 Guntur di Tanah Hening
89 Simfoni Pedang Patah
90 Penghakiman Logam yang Hening
91 Gema Sang Penempa
92 Tembok Darah dan Debu
93 Labirin Pedang
94 Pertaruhan Terakhir
95 Reaksi Balik Inti
96 Penghakiman di Langit Abu
97 Kehancuran yang Melayang
98 Jantung Kapal
99 Kendali di Ambang Kehancuran
100 Unit Penelan Bintang
101 Penyatuan Benteng Langit
102 Guntur di Langit Hampa
103 Penemuan Mengejutkan
104 Menembus Batas Zamrud
105 Badai Serangga
106 Jantung di Balik Akar
107 Tebasan Pemutus Rantai
108 Badai di Langit Zamrud
109 Arus Pemutus Dimensi
110 Ujian Hati yang Jernih
111 Kota Cahaya yang Tenggelam
112 Penyelaman
113 Segel Kematian
114 Gema Takdir di Jantung Safir
115 Perang di Bawah Arus
116 Benturan di Cakrawala Safir
117 Aliran Pemutus Nalar
118 Memori di Balik Darah Emas
119 Badai di Celah Arus Tak Bernyawa
120 Tebasan yang Memakan Takdir
121 Labirin Takdir
122 Cermin Masa Lalu yang Bercabang
123 Jaring Takdir yang Terkoyak
124 Runtuhnya Altar
125 Kota Giok Putih
126 Keributan di Kedai Awan
127 Undangan di Balik Kabut
128 Gemuruh di Arena Cahaya
129 Racun di Balik Niat Pedang
130 Perjamuan di Bawah Cahaya Abadi
131 Darah di Lorong Giok
132 Harga Sebuah Kenaifan
133 Tarian Bayangan di Ujung Maut
134 Belenggu di Balik Sembuh
135 Dialog di Antara Harum dan Hampa
136 Perjamuan Rahasia
137 Final di Bawah Bayang-Bayang
138 Taman Abu
139 Perburuan di Tengah Badai Abu
140 Labirin dari Harapan yang Musnah
141 Nadi Pembuangan Para Dewa
142 Mengukir Jalur Kematian
143 Kedatangan Hakim Agung
144 Mengukir Ulang
145 Hati yang Kosong
146 Api Karma
147 Langit Tanpa Batas
148 Kejatuhan Bintang
149 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Gema di Reruntuhan
2
Penempaan Esensi Pertama
3
Langkah Menembus Kabut Emas
4
Labirin Angin Merah
5
Kerakusan di Meja Pertaruhan
6
Gema Kekosongan
7
Jalan Setapak di Atas Awan
8
Gerbang Bayangan
9
Rahasia di Balik Tirai Asap
10
Pusaran Maut
11
Pemetikan di Atas Pusara Bintang
12
Jejak Kaki di Atas Awan
13
Gang Kabut Hitam
14
Keadilan di Ujung Kuali
15
Undangan Berdarah
16
Jejak di Menara Kuali
17
Pil yang Mengguncang Awan
18
Ujian di Balik Tabir Perak
19
Cahaya di Puncak Kuali
20
Pecahnya Segel Tahap Menengah
21
Pelarian di Bawah Sinar Rembulan
22
Prahara di Lembah Purba
23
Resonansi di Lembah Api Purba
24
Bentrokan Hukum di Kedalaman Hampa
25
Fragmen Keenam
26
Dominasi Sang Raja
27
Jantung Awan
28
Jantung Alkimia
29
Badai Bintang
30
Gema Pembalasan
31
Menembus Tirai Langit
32
Badai Perak di Surga Kedua
33
Rahasia Istana Hampa
34
Kavaleri Cahaya
35
Tahta Terlupakan di Jantung Cermin
36
Bentrokan
37
Kehancuran
38
Debu di Wilayah Abu
39
Pemukiman di Bawah Bayang-Bayang
40
Rahasia
41
Gema dari Masa Lalu
42
Kehancuran di Ambang Abu
43
Runtuhnya Menara Takdir
44
Tirai Kabut yang Mengiris Jiwa
45
Penaklukan Bayangan Masa Lalu
46
Alunan Seruling Penggetar Jiwa
47
Bayangan Kaisar
48
Melintasi Cakrawala
49
Kota Karang Abadi
50
Menembus Jaring Cahaya
51
Nyanyian Bawah Laut
52
Tahta Safir dan Jantung yang Bergetar
53
Pemurnian di Kedalaman Safir
54
Jantung Arus
55
Arus yang Menelan Bayangan
56
Penyatuan Sempurna Raga Dewa
57
Aliansi di Kedalaman Biru
58
Hutan Logam
59
Api Dingin
60
Rahasia Penempaan
61
Benteng di Atas Nadir
62
Peleburan Raksasa
63
Kelahiran Kembali Benih Semesta
64
Langit yang Terbakar
65
Gua Kristal Waktu
66
Pertahanan di Mulut Gua
67
Langit Perak yang Retak
68
Abu di Atas Nadir Besi
69
Bahtera Penempa Takdir
70
Di Atas Magma
71
Pasar Budak Api
72
Putri Api yang Terbuang
73
Tantangan di Gerbang Palu Api
74
Cetak Biru Pembunuh Matahari
75
Matahari
76
Duel di Jantung Bintang
77
Sisa Hangus
78
Pasar Malam Teluk Bara
79
Cerita Lama
80
Menyelam ke Dalam Hening
81
Gurun Abu
82
Kota di Bawah Tulang
83
Akar yang Menangis
84
Gema yang Terjebak di Dalam Kristal
85
Lautan Abu yang Bergerak
86
Lembah Api Senyap
87
Kehendak Pedang
88
Guntur di Tanah Hening
89
Simfoni Pedang Patah
90
Penghakiman Logam yang Hening
91
Gema Sang Penempa
92
Tembok Darah dan Debu
93
Labirin Pedang
94
Pertaruhan Terakhir
95
Reaksi Balik Inti
96
Penghakiman di Langit Abu
97
Kehancuran yang Melayang
98
Jantung Kapal
99
Kendali di Ambang Kehancuran
100
Unit Penelan Bintang
101
Penyatuan Benteng Langit
102
Guntur di Langit Hampa
103
Penemuan Mengejutkan
104
Menembus Batas Zamrud
105
Badai Serangga
106
Jantung di Balik Akar
107
Tebasan Pemutus Rantai
108
Badai di Langit Zamrud
109
Arus Pemutus Dimensi
110
Ujian Hati yang Jernih
111
Kota Cahaya yang Tenggelam
112
Penyelaman
113
Segel Kematian
114
Gema Takdir di Jantung Safir
115
Perang di Bawah Arus
116
Benturan di Cakrawala Safir
117
Aliran Pemutus Nalar
118
Memori di Balik Darah Emas
119
Badai di Celah Arus Tak Bernyawa
120
Tebasan yang Memakan Takdir
121
Labirin Takdir
122
Cermin Masa Lalu yang Bercabang
123
Jaring Takdir yang Terkoyak
124
Runtuhnya Altar
125
Kota Giok Putih
126
Keributan di Kedai Awan
127
Undangan di Balik Kabut
128
Gemuruh di Arena Cahaya
129
Racun di Balik Niat Pedang
130
Perjamuan di Bawah Cahaya Abadi
131
Darah di Lorong Giok
132
Harga Sebuah Kenaifan
133
Tarian Bayangan di Ujung Maut
134
Belenggu di Balik Sembuh
135
Dialog di Antara Harum dan Hampa
136
Perjamuan Rahasia
137
Final di Bawah Bayang-Bayang
138
Taman Abu
139
Perburuan di Tengah Badai Abu
140
Labirin dari Harapan yang Musnah
141
Nadi Pembuangan Para Dewa
142
Mengukir Jalur Kematian
143
Kedatangan Hakim Agung
144
Mengukir Ulang
145
Hati yang Kosong
146
Api Karma
147
Langit Tanpa Batas
148
Kejatuhan Bintang
149
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!