Kerakusan di Meja Pertaruhan

Lantai gua di Pasar Debu bergetar halus, seolah-olah benua melayang ini sedang bernapas dalam tidurnya. Di tengah kerumunan yang berbau keringat dan esensi korosif, Chen Kai berjalan dengan langkah yang kini jauh lebih mantap. Kematian Kora yang sunyi di gang sebelumnya tidak menimbulkan kepanikan massal—di tempat ini, hilangnya nyawa adalah hal biasa, namun bisik-bisik tentang "Pendaki Berambut Perak" mulai merayap di antara meja-meja kedai.

"Tuan," Ah-Gou mendekat, suaranya gemetar oleh campuran rasa takut dan pengabdian. Pria lokal yang kuyu itu kini menjadi satu-satunya pemandu Chen Kai. "Kedai di depan itu... yang pintunya terbuat dari tengkorak Paus Awan. Itu adalah Paviliun Barang Karat. Pemiliknya adalah Si Tua Gu, satu-satunya orang di sektor ini yang berani menjual artefak curian dari istana atas."

Chen Kai menatap bangunan yang dimaksud. Paviliun itu memancarkan aura yang berbeda; sebuah perisai energi tipis berwarna kelabu menyelimutinya, cukup kuat untuk menahan indra spiritual tingkat rendah.

"Hati-hati, Chen Kai," suara Kaisar Yao bergema di dalam batinnya, kini lebih stabil namun tetap berbisik. "Si Tua Gu ini bukan manusia biasa. Aku mencium aroma Dao Penyamaran yang cukup pekat darinya. Jangan gunakan Mutiara Hitam secara terbuka di depannya, atau dia akan segera menyadari bahwa kau membawa 'Benih' yang dicari para Kaisar."

"Aku mengerti, Guru," jawab Chen Kai pelan dalam batin. Di dunia ini, ia benar-benar sendirian, tanpa perlindungan Legiun Bayangan. Hanya ada nalar dan gurunya yang tersembunyi.

Mereka masuk ke dalam paviliun. Interiornya jauh lebih bersih daripada luar, namun dipenuhi oleh rak-rak yang menampung benda-benda yang memancarkan pendaran cahaya aneh. Di tengah ruangan, seorang pria kerdil dengan satu mata mekanis sedang memoles sebuah cincin dengan cairan yang berbau amis.

Si Tua Gu mendongak. Mata mekanisnya berputar cepat, memindai Chen Kai dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Pendaki baru dengan kekuatan ruang yang tersembunyi?" suara Si Tua Gu serak seperti gesekan batu. "Dan kau membunuh anjing peliharaan Kang hanya untuk sampai ke sini? Kau punya nyali, Nak."

Chen Kai tidak membuang waktu. "Aku butuh Cincin Penyamar Esensi. Yang bisa menipu Jaring Takdir di Kota Awan Putih."

Si Tua Gu tertawa, suara yang diakhiri dengan batuk kering. "Menipu Jaring Takdir? Kau tidak sedang mencari cincin, kau sedang mencari hukuman mati. Jaring itu adalah anyaman dari kehendak Kaisar Hampa sendiri."

Ia meletakkan cincin yang sedang dipolesnya ke meja. Cincin itu terbuat dari perak kusam dengan batu permata hitam yang tampak seperti lubang tanpa dasar.

"Ini adalah Cincin Kerudung Malam. Ia bisa menyembunyikan auramu dari deteksi Ranah Manifestasi Dao. Tapi harganya tidak murah. Aku tidak butuh Pasir Dao atau batu roh biasa."

"Apa yang kau inginkan?" tanya Chen Kai.

Si Tua Gu menyeringai, memperlihatkan gigi peraknya. "Aku ingin Setetes Esensi Vitalitas darimu. Aku bisa merasakan denyut kehidupan yang sangat murni di nadimu—sesuatu yang sangat langka bagi seorang Pendaki yang tubuhnya seharusnya retak."

Chen Kai terdiam. Permintaan itu sangat berbahaya. Setetes Esensi Vitalitas darinya mengandung informasi genetik dan kekuatan Fragmen Kelima. Namun, tanpa penyamaran, ia tidak akan pernah bisa mendekati pusat informasi Sembilan Surga.

"Sepakat," ucap Chen Kai akhirnya.

Ia mengangkat jari telunjuknya. Sebuah cahaya hijau zamrud yang sangat kecil namun menyilaukan muncul di ujung jarinya. Ruangan itu tiba-tiba terasa penuh dengan aroma bunga yang mekar, membuat Ah-Gou di belakangnya merasa sedikit lebih segar.

Si Tua Gu terbelalak, tangannya gemetar saat ia menyodorkan sebuah botol kristal kecil untuk menampung tetesan tersebut.

TING.

Tetesan esensi itu masuk ke botol, dan seketika botol itu bersinar terang sebelum disegel oleh Si Tua Gu dengan gerakan panik.

"Luar biasa..." gumam Si Tua Gu. "Inilah energi yang bisa menghidupkan kembali akar yang mati."

Ia melemparkan cincin hitam itu ke arah Chen Kai dan sebuah gulungan kulit tua. "Ambillah. Cincin itu akan menyerap identitasmu dan memproyeksikan aura 'Dewa Rendahan'. Dan peta itu... gunakan jalur di bawah saluran Sektor 4. Itu satu-satunya tempat yang tidak dijangkau oleh penglihatan Jaring Takdir."

Chen Kai mengenakan cincin itu di jari manisnya. Seketika, ia merasakan lapisan dingin menyelimuti meridiannya. Di mata orang awam, sosok Chen Kai yang tadinya memancarkan tekanan tersembunyi, kini tampak seperti pengembara yang sakit-sakitan.

"Ayo pergi, Ah-Gou," perintah Chen Kai.

Saat mereka keluar dari paviliun, suasana di Pasar Debu telah berubah. Suara lonceng peringatan terdengar dari kejauhan.

"Patroli Penjaga Hampa!" teriak seseorang. "Mereka melakukan pemeriksaan massal! Geng Kang melaporkan adanya penyusup!"

"Tuan!" Ah-Gou panik. "Kita terjebak!"

Chen Kai menatap prajurit berjubah putih yang mulai turun dari lubang langit-langit. Di depan mereka, seorang pria dengan zirah emas lengkap membawa cermin raksasa yang memancarkan cahaya pendeteksi.

"Tenang," bisik Chen Kai, tangannya menyentuh Cincin Kerudung Malam. "Aku akan menembus mereka."

Chen Kai harus mengandalkan setiap jengkal kelicikannya untuk bertahan di tanah para dewa ini.

Terpopuler

Comments

Jeffie Firmansyah

Jeffie Firmansyah

deg.. deg .. an...bacanya.... choiiii😄

2026-01-26

2

Nanik S

Nanik S

Tanah para Dewa yang penuh kebobrokan Kai

2026-02-02

0

Harman Loke

Harman Loke

kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Chen Kai

2026-04-09

0

lihat semua
Episodes
1 Gema di Reruntuhan
2 Penempaan Esensi Pertama
3 Langkah Menembus Kabut Emas
4 Labirin Angin Merah
5 Kerakusan di Meja Pertaruhan
6 Gema Kekosongan
7 Jalan Setapak di Atas Awan
8 Gerbang Bayangan
9 Rahasia di Balik Tirai Asap
10 Pusaran Maut
11 Pemetikan di Atas Pusara Bintang
12 Jejak Kaki di Atas Awan
13 Gang Kabut Hitam
14 Keadilan di Ujung Kuali
15 Undangan Berdarah
16 Jejak di Menara Kuali
17 Pil yang Mengguncang Awan
18 Ujian di Balik Tabir Perak
19 Cahaya di Puncak Kuali
20 Pecahnya Segel Tahap Menengah
21 Pelarian di Bawah Sinar Rembulan
22 Prahara di Lembah Purba
23 Resonansi di Lembah Api Purba
24 Bentrokan Hukum di Kedalaman Hampa
25 Fragmen Keenam
26 Dominasi Sang Raja
27 Jantung Awan
28 Jantung Alkimia
29 Badai Bintang
30 Gema Pembalasan
31 Menembus Tirai Langit
32 Badai Perak di Surga Kedua
33 Rahasia Istana Hampa
34 Kavaleri Cahaya
35 Tahta Terlupakan di Jantung Cermin
36 Bentrokan
37 Kehancuran
38 Debu di Wilayah Abu
39 Pemukiman di Bawah Bayang-Bayang
40 Rahasia
41 Gema dari Masa Lalu
42 Kehancuran di Ambang Abu
43 Runtuhnya Menara Takdir
44 Tirai Kabut yang Mengiris Jiwa
45 Penaklukan Bayangan Masa Lalu
46 Alunan Seruling Penggetar Jiwa
47 Bayangan Kaisar
48 Melintasi Cakrawala
49 Kota Karang Abadi
50 Menembus Jaring Cahaya
51 Nyanyian Bawah Laut
52 Tahta Safir dan Jantung yang Bergetar
53 Pemurnian di Kedalaman Safir
54 Jantung Arus
55 Arus yang Menelan Bayangan
56 Penyatuan Sempurna Raga Dewa
57 Aliansi di Kedalaman Biru
58 Hutan Logam
59 Api Dingin
60 Rahasia Penempaan
61 Benteng di Atas Nadir
62 Peleburan Raksasa
63 Kelahiran Kembali Benih Semesta
64 Langit yang Terbakar
65 Gua Kristal Waktu
66 Pertahanan di Mulut Gua
67 Langit Perak yang Retak
68 Abu di Atas Nadir Besi
69 Bahtera Penempa Takdir
70 Di Atas Magma
71 Pasar Budak Api
72 Putri Api yang Terbuang
73 Tantangan di Gerbang Palu Api
74 Cetak Biru Pembunuh Matahari
75 Matahari
76 Duel di Jantung Bintang
77 Sisa Hangus
78 Pasar Malam Teluk Bara
79 Cerita Lama
80 Menyelam ke Dalam Hening
81 Gurun Abu
82 Kota di Bawah Tulang
83 Akar yang Menangis
84 Gema yang Terjebak di Dalam Kristal
85 Lautan Abu yang Bergerak
86 Lembah Api Senyap
87 Kehendak Pedang
88 Guntur di Tanah Hening
89 Simfoni Pedang Patah
90 Penghakiman Logam yang Hening
91 Gema Sang Penempa
92 Tembok Darah dan Debu
93 Labirin Pedang
94 Pertaruhan Terakhir
95 Reaksi Balik Inti
96 Penghakiman di Langit Abu
97 Kehancuran yang Melayang
98 Jantung Kapal
99 Kendali di Ambang Kehancuran
100 Unit Penelan Bintang
101 Penyatuan Benteng Langit
102 Guntur di Langit Hampa
103 Penemuan Mengejutkan
104 Menembus Batas Zamrud
105 Badai Serangga
106 Jantung di Balik Akar
107 Tebasan Pemutus Rantai
108 Badai di Langit Zamrud
109 Arus Pemutus Dimensi
110 Ujian Hati yang Jernih
111 Kota Cahaya yang Tenggelam
112 Penyelaman
113 Segel Kematian
114 Gema Takdir di Jantung Safir
115 Perang di Bawah Arus
116 Benturan di Cakrawala Safir
117 Aliran Pemutus Nalar
118 Memori di Balik Darah Emas
119 Badai di Celah Arus Tak Bernyawa
120 Tebasan yang Memakan Takdir
121 Labirin Takdir
122 Cermin Masa Lalu yang Bercabang
123 Jaring Takdir yang Terkoyak
124 Runtuhnya Altar
125 Kota Giok Putih
126 Keributan di Kedai Awan
127 Undangan di Balik Kabut
128 Gemuruh di Arena Cahaya
129 Racun di Balik Niat Pedang
130 Perjamuan di Bawah Cahaya Abadi
131 Darah di Lorong Giok
132 Harga Sebuah Kenaifan
133 Tarian Bayangan di Ujung Maut
134 Belenggu di Balik Sembuh
135 Dialog di Antara Harum dan Hampa
136 Perjamuan Rahasia
137 Final di Bawah Bayang-Bayang
138 Taman Abu
139 Perburuan di Tengah Badai Abu
140 Labirin dari Harapan yang Musnah
141 Nadi Pembuangan Para Dewa
142 Mengukir Jalur Kematian
143 Kedatangan Hakim Agung
144 Mengukir Ulang
145 Hati yang Kosong
146 Api Karma
147 Langit Tanpa Batas
148 Kejatuhan Bintang
149 PENGUMUMAN
Episodes

Updated 149 Episodes

1
Gema di Reruntuhan
2
Penempaan Esensi Pertama
3
Langkah Menembus Kabut Emas
4
Labirin Angin Merah
5
Kerakusan di Meja Pertaruhan
6
Gema Kekosongan
7
Jalan Setapak di Atas Awan
8
Gerbang Bayangan
9
Rahasia di Balik Tirai Asap
10
Pusaran Maut
11
Pemetikan di Atas Pusara Bintang
12
Jejak Kaki di Atas Awan
13
Gang Kabut Hitam
14
Keadilan di Ujung Kuali
15
Undangan Berdarah
16
Jejak di Menara Kuali
17
Pil yang Mengguncang Awan
18
Ujian di Balik Tabir Perak
19
Cahaya di Puncak Kuali
20
Pecahnya Segel Tahap Menengah
21
Pelarian di Bawah Sinar Rembulan
22
Prahara di Lembah Purba
23
Resonansi di Lembah Api Purba
24
Bentrokan Hukum di Kedalaman Hampa
25
Fragmen Keenam
26
Dominasi Sang Raja
27
Jantung Awan
28
Jantung Alkimia
29
Badai Bintang
30
Gema Pembalasan
31
Menembus Tirai Langit
32
Badai Perak di Surga Kedua
33
Rahasia Istana Hampa
34
Kavaleri Cahaya
35
Tahta Terlupakan di Jantung Cermin
36
Bentrokan
37
Kehancuran
38
Debu di Wilayah Abu
39
Pemukiman di Bawah Bayang-Bayang
40
Rahasia
41
Gema dari Masa Lalu
42
Kehancuran di Ambang Abu
43
Runtuhnya Menara Takdir
44
Tirai Kabut yang Mengiris Jiwa
45
Penaklukan Bayangan Masa Lalu
46
Alunan Seruling Penggetar Jiwa
47
Bayangan Kaisar
48
Melintasi Cakrawala
49
Kota Karang Abadi
50
Menembus Jaring Cahaya
51
Nyanyian Bawah Laut
52
Tahta Safir dan Jantung yang Bergetar
53
Pemurnian di Kedalaman Safir
54
Jantung Arus
55
Arus yang Menelan Bayangan
56
Penyatuan Sempurna Raga Dewa
57
Aliansi di Kedalaman Biru
58
Hutan Logam
59
Api Dingin
60
Rahasia Penempaan
61
Benteng di Atas Nadir
62
Peleburan Raksasa
63
Kelahiran Kembali Benih Semesta
64
Langit yang Terbakar
65
Gua Kristal Waktu
66
Pertahanan di Mulut Gua
67
Langit Perak yang Retak
68
Abu di Atas Nadir Besi
69
Bahtera Penempa Takdir
70
Di Atas Magma
71
Pasar Budak Api
72
Putri Api yang Terbuang
73
Tantangan di Gerbang Palu Api
74
Cetak Biru Pembunuh Matahari
75
Matahari
76
Duel di Jantung Bintang
77
Sisa Hangus
78
Pasar Malam Teluk Bara
79
Cerita Lama
80
Menyelam ke Dalam Hening
81
Gurun Abu
82
Kota di Bawah Tulang
83
Akar yang Menangis
84
Gema yang Terjebak di Dalam Kristal
85
Lautan Abu yang Bergerak
86
Lembah Api Senyap
87
Kehendak Pedang
88
Guntur di Tanah Hening
89
Simfoni Pedang Patah
90
Penghakiman Logam yang Hening
91
Gema Sang Penempa
92
Tembok Darah dan Debu
93
Labirin Pedang
94
Pertaruhan Terakhir
95
Reaksi Balik Inti
96
Penghakiman di Langit Abu
97
Kehancuran yang Melayang
98
Jantung Kapal
99
Kendali di Ambang Kehancuran
100
Unit Penelan Bintang
101
Penyatuan Benteng Langit
102
Guntur di Langit Hampa
103
Penemuan Mengejutkan
104
Menembus Batas Zamrud
105
Badai Serangga
106
Jantung di Balik Akar
107
Tebasan Pemutus Rantai
108
Badai di Langit Zamrud
109
Arus Pemutus Dimensi
110
Ujian Hati yang Jernih
111
Kota Cahaya yang Tenggelam
112
Penyelaman
113
Segel Kematian
114
Gema Takdir di Jantung Safir
115
Perang di Bawah Arus
116
Benturan di Cakrawala Safir
117
Aliran Pemutus Nalar
118
Memori di Balik Darah Emas
119
Badai di Celah Arus Tak Bernyawa
120
Tebasan yang Memakan Takdir
121
Labirin Takdir
122
Cermin Masa Lalu yang Bercabang
123
Jaring Takdir yang Terkoyak
124
Runtuhnya Altar
125
Kota Giok Putih
126
Keributan di Kedai Awan
127
Undangan di Balik Kabut
128
Gemuruh di Arena Cahaya
129
Racun di Balik Niat Pedang
130
Perjamuan di Bawah Cahaya Abadi
131
Darah di Lorong Giok
132
Harga Sebuah Kenaifan
133
Tarian Bayangan di Ujung Maut
134
Belenggu di Balik Sembuh
135
Dialog di Antara Harum dan Hampa
136
Perjamuan Rahasia
137
Final di Bawah Bayang-Bayang
138
Taman Abu
139
Perburuan di Tengah Badai Abu
140
Labirin dari Harapan yang Musnah
141
Nadi Pembuangan Para Dewa
142
Mengukir Jalur Kematian
143
Kedatangan Hakim Agung
144
Mengukir Ulang
145
Hati yang Kosong
146
Api Karma
147
Langit Tanpa Batas
148
Kejatuhan Bintang
149
PENGUMUMAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!