Bab 2

Dunia Sekar seakan berhenti berpusat saat kelopak matanya perlahan terbuka. Bau antiseptik yang tajam menusuk indra penciumannya. Cahaya lampu neon di langit-langit rumah sakit terasa begitu menyilaukan, seolah mengejek kegelapan yang mulai merayap di dadanya. Di samping brangkar seorang dokter wanita bersama perawat berdiri dengan gurat wajah yang tak sanggup menyembunyikan duka.

"Bayi saya mana, Dok?" Lirih Sekar ketika tangannya meraba perut yang sudah rata menyisakan rasa nyeri bekas jahitan. Tidak mendapat jawaban dari dokter, jantung Sekar berdegup kencang, sebuah firasat buruk mencengkeram lehernya hingga terasa sulit untuk bernapas. "Dok..." lanjutnya parau.

Dokter Siska menarik napas panjang, menunduk sesaat sebelum menatap langsung ke manik mata Sekar yang mulai berkaca-kaca. "Maaf Mbak Sekar, kami sudah melakukan yang kami bisa. Namun, Tuhan berkehendak lain, putra Ibu tidak bisa kami selamatkan."

"Tidak... Itu tidak mungkin!" Pekik Sekar. Kalimat 'tidak bisa diselamatkan' seperti hantaman godam yang menghancurkan seluruh pertahanan Sekar.

"Yang ikhlas, Mbak," lanjut perawat ikut larut dalam kesedihan, ibu mana yang rela kehilangan buah hatinya padahal dinanti-nanti.

 "Tidak mungkin, Sus..." ulang Sekar serak, tangis kecil pun terdengar hingga berubah raungan besar yang terdengar menyayat hati dokter dan suster.

Sesaat ruangan menjadi hening, satu tangan Sekar yang tidak terdapat selang infus mengepal kuat. Ingatanya kembali kepada Ilham sang suami. Seandainya pria kejam itu mau menolongnya ketika kontraksi mulai terasa, air ketuban tidak akan pecah terlebih dahulu tentu saja putranya bisa tertolong. Hancur. Kata itu bahkan tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana rasanya ketika harapannya yang ia kandung selama sembilan bulan tidak bisa dia peluk.

"Semua sudah menjadi kehendaknya Sekar..." ucap Siska lembut di samping Sekar.

"Ini salah saya, Dok. Seharusnya begitu kontraksi terasa segera ke rumah sakit," Sesal Sekar merasa bodoh. Seharusnya tidak usah menunggu belas kasihan Ilham, berangkat sendiri minta ditemani bibi. Ingat bibi, Sekar pun ingat malam tadi ketika telepon suster rekan kerjanya setahun yang lalu, saat masih bekerja di rumah sakit ini. Entah dia atau bukan yang membawa ke rumah sakit ia tidak ingat lagi. "Siapa yang mengantar saya ke rumah sakit ini Dok?"

"Untuk itu, saya tidak tahu, Mbak," pungkas dokter Siska, sebelum berjalan keluar meninggalkan Sekar.

Hanya tinggal Sekar di ruangan itu, isak tangis kecil pun ia dengar sendiri. Baju bayi yang dia beli sudah tersusun di lemari, bedak dan semua perlengkapan sudah siap. Tetapi miris sekali, bayangkan memandikan bayi mungil dan lucu semua berputar di kepala terasa sangat menyiksa.

Air mata kembali membanjiri pipinya, Sekar memejamkan mata. Mencoba mengumpulkan serpihan hatinya yang telah hancur berkeping-keping. Di dalam keheningan kamar itu seolah Sekar ikut mati bersama hembusan napas terakhir putranya. Jangankan menyapa namanya melihat wajah si bayi pun belum.

"Awas Ilham, kamu akan memetik karma mu sendiri. Kematian anak aku harus kamu bayar lunas!" Sekar mencengkeram seprai. Di tengah isak tangis yang memilukan, ribuan dendam muncul di benak Sekar.

Wajah Ilham yang selalu dingin dan ucapannya yang begitu kasar bagai monster itu tidak akan pernah Sekar lupakan. Kemarahan mulai mendidih di balik rasa dukanya. Sekar teringat bagaimana semalam mengerang kesakitan, memohon di bawah kaki Ilham agar pria itu melakukan sesuatu. "Mas, tolong Mas..." ucap Sekar di teras rumah malam tadi hingga jatuh tak sadarkan diri.

Sekar tidak berharap dianggap istri, hanya ingin diperlakukan seperti semua pasien Ilham saat di rumah sakit. Tetapi Ilham sama sekali tidak menganggapnya, bahkan membiarkan darah dagingnya sendiri meregang nyawa.

Sekar mengepal kuat-kuat hingga kukunya mengenai telapak tangan. Namun, sesaat kemudian tangisnya pecah kembali.

"Dia bukan hanya membiarkan bayiku mati, dan menggunakan ilmunya untuk menyakiti aku. Tapi dia juga membunuh anaknya sendiri!" Monolog Sekar. Matanya yang sembab kini menatap lurus ke depan dengan sorot yang mengerikan. Dendam berkorban di hatinya.

Sesaat pintu kamar terbuka, dan sosok Ilham melangkah masuk dengan jubah yang tampak putih. Kontras oleh baju Sekar yang masih amis karena duka. Sekar tidak lagi menangis, menatap pria yang berjalan ke arahnya seperti orang asing.

Ilham mendekati Sekar dengan wajah duka formalitas yang sering ia berikan kepada pasien. "Aku turut berduka, Sekar. Sepertinya kondisimu memang terlalu lelah untuk..."

"Cukup Tuan, Ilham!" Potong Sekar, suaranya rendah tapi penuh penekanan. "Jangan berani-berani menilai kondisi tubuhku yang kamu anggap sudah mati sejak malam pertama kamu ambil masa gadisku!" Sekar menahan tangis, tidak mau lagi terlihat rapuh di mata Ilham.

Tidak ada lagi yang terucap dari bibir Ilham, pria itu mengeluarkan alat untuk memeriksa Sekar. Namun, tidak ada takut lagi bagi Sekar, dia tepis tangan Ilham yang akan menempelkan alat di dadanya.

"Kamu harus diperiksa Sekar, tubuh kamu demam."

"Stop!" Sekar lagi-lagi memotong. "Dan jangan lagi-lagi menggunakan istilah medis hanya untuk menutupi jiwa pembunuhmu!" Serang Sekar tanpa ampun.

"Mbak... tenang Mbak..." ucap perawat yang membantu Ilham.

"Suruh keluar pria ini Sus, lagi pula siapa yang menyuruh dokter gadungan seperti Dia lancang memeriksa saya?!" Sekar berteriak mengusir Ilham seperti mengusir ayam khawatir kotorannya jatuh ke lantai itu.

Dokter Ilham mendelik gusar lalu balik keluar diikuti perawat.

Sekar bersumpah dalam hati, mulai detik ini ia akan memastikan, suatu saat nanti Ilham mengalami kehancuran yang jauh lebih hebat daripada yang ia rasakan saat ini.

...~Bersambung`...

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

IBLIS BENER ILHAM INI KELAKUAN KEJAM SEPERTI BUKAN MANUSIA ISTRI SAMPE PINGSAN GAK DITOLONG ANAK NYA MENINGGAL DUH KASIHAN KAMU SEKAR 😥😥 CEPATLAH CERAI DARI IBLIS LAKNAT INI😡😡

2026-04-25

1

Tamirah

Tamirah

Belum tahu rahasia apa dibalik kejam nya Dokter Ilham pada istri nya yg gak peduli disaat istri nya mau melahirkan dan gak ada penyesalan dikala bayinya mati.

2026-05-09

1

Teh Yen

Teh Yen

sebenarnya apa.niat kamu Ilham kenapa menikahi nya kalau Tidka cinta malah membuat hidupnya seperti d penjara huuh 😤

2026-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 BAB 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Pengumuman
109 Bab pengumuman
110 Karya baru telah hadir.
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
BAB 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Pengumuman
109
Bab pengumuman
110
Karya baru telah hadir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!