Bab 3

"Sus, saya mau melihat jenazah anak saya," kata Sekar lirih. Walaupun anaknya sudah meninggal ia ingin menggendong untuk yang pertama dan terakhir. Setiap ingat bayinya, air mata Sekar mengalir deras di pipinya.

"Anak Mbak Sekar sudah dimakamkan oleh Dokter Ilham," jawab perawat hati-hati.

"Apa? Anak saya sudah dikuburkan tapi tidak memberi tahu saya?!" Sekar duduk dengan cepat di tempat tidur, rasa sakit bekas caesar masih lebih sakit hatinya kini. Ilham benar-benar mencari gara-gara, bayinya meninggal pun tidak diberi kesempatan untuk melihat.

"Saya tidak tahu, Mbak," Suster takut dengan tatapan mata Sekar.

"Panggil Dokter Ilham," ketus Sekar, ia sebenarnya tidak mau berbicara keras kepada suster tapi merasa dilangkahi.

"Ada apa?" Tanya dokter Siska yang baru tiba melihat ketegangan Sekar dan suster.

"Mbak Sekar marah Dok," Suster menceritakan apa yang membuat Sekar emosi.

"Mbak Sekar, Dokter Ilham tidak mengajakmu ke pemakaman karena ada alasan. Mbak Sekar baru selesai caesar tidak boleh banyak bergerak." dokter Siska menjelaskan perlahan-lahan.

"Walaupun saya tidak ikut ke pemakaman tidak bisakah Dokter Siska memperlihatkan kepada saya terlebih dulu?" Sekar akan melawan siapapun yang bersekongkol dengan Ilham.

"Tolong panggil Dokter Ilham, Sus!" Sentak Sekar, tidak menghiraukan alasan dokter Siska. Sekar pikir dokter Siska sama saja. Padahal dia seorang ibu seharusnya tahu bagaimana perasaannya jika tidak dianggap.

"Panggil Sus," perintah dokter Siska kepada suster, ia akhirnya mengalah. Siska mendekati Sekar hendak membantunya rebahan kembali, tapi Sekar menolak.

Tidak lama kemudian Ilham pun datang, minta dokter Siska dan suster keluar. "Sudah saya duga Sekar, kamu pasti mencari saya," ucap dokter Ilham tersenyum miring. Ia pikir Sekar tidak bisa hidup tanpa dirinya yang sudah biasa penuh kemewahan.

Sekar tiba-tiba bangun, tanpa Ilham sangka, tamparan kuat mendarat di pipinya.

Tangan Ilham mengusap pipinya, dengan tatapan tajam dan merah ke wajah Sekar. "Berani sekali, kamu!" Ilham maju menekan dua sisi rahang Sekar dengan tatapan dingin. Ia pikir Sekar sekarang sudah berani melawannya.

Bukan hal yang sulit Sekar melepas tangan Ilham. "Siapa takut?! Selama ini saya selalu mengalah walaupun kamu tidak menganggap saya Istri, tapi semua itu saya lakukan hanya demi anak yang saya kandung. Sekarang anak saya sudah meninggal dan kamu penyebabnya. Saya tidak akan lemah lagi di hadapan pria sepertimu!" Sekar menyerang Ilham dengan kata-kata yang pedas.

Ilham diam menatap selang infus yang mengalir ke tubuh Sekar. Tanpa menjawab, ia hendak meninggalkan tempat itu. Begitulah Ilham, jika ada masalah dengan Sekar tidak pernah berusaha menyelesaikan justru pergi begitu saja.

"Tunggu!" Pekik Sekar tidak mau melepaskan Ilham begitu saja yang menurutnya seenaknya.

Ilham pun akhirnya berhenti dan berbalik ke arah Sekar.

"Ada hak apa kamu menguburkan bayi yang saya kandung? Tidakkah Anda sadar jika selama ini mengabaikan darah daging kamu sendiri hingga dia tidak betah tinggal di dunia?" Sekar membangkit keburukan Ilham selama mengandung. Kehilangan anak, Sekar seperti diterpa badai, tapi mendengar kelancangan Ilham hatinya terasa di obrak abrik angin topan. Ilham telah menguburkan bayi mereka tanpa memberi tahu terlebih dahulu.

"Apa kamu sudah gila Sekar, bayi yang sudah meninggal tentu harus segera dikuburkan, salah saya di mana?" Ilham membungkuk menatap lekat wajah Sekar sangat dekat.

Plak!!!

Lagi-lagi tangan Sekar melayang, membuat Ilham mengangkat kepala cepat lalu mundur dari tempat tidur pasien

"Bukan tidak boleh dikuburkan, seharusnya kamu izinkan saya untuk melihat," jawab Sekar dengan suara yang bergetar, tangannya menggenggam selimut hingga putih tulangnya terlihat. Wajahnya yang masih pucat karena kehilangan darah kini memerah karena kemarahan.

Ilham berdiri di depan ranjang dengan wajah yang tetap dingin, kali ini tidak menunjukkan rasa emosi. "Seharusnya kamu terima kasih, karena saya masih khawatir dengan kondisi kamu Sekar. Tidak usah repot-repot ikut mengantar karena tubuhmu masih lemah," lanjutnya.

"Tidak usah Sok perhatian!" Bantah Sekar, air matanya mengalir deras. "Itu bayi saya! Aku punya hak untuk tahu seperti apa wajahnya, bukan seperti ini caranya," Sekar menjawab di sela-sela isak tangis

Ilham terdiam sejenak, matanya menatap jauh ke jendela ruang rawat. Akhirnya dia berkata dengan suara yang lebih pelan, namun tetap datar dan dingin. "Ada kelainan pada bayi saat lahir yang tidak bisa saya tunjukkan kepadamu. Saya melakukan ini untuk kamu, Sekar. Supaya kamu tidak harus melihat hal yang bisa membuatmu lebih terluka."

"Omong kosong apa kamu Ilham?" Sekar tidak percaya alasan Ilham. "Jika bayi saya lahir cacat itu karena kamu selama ini mengabaikannya. Keluar kamu!" Usir Sekar, melempar bantal ke arah Ilham dan mengenai tubuhnya.

Ilham pun akhirnya pergi meninggalkan Sekar.

Seminggu kemudian, kondisi Sekar sudah membaik, sebelum pulang ke rumah, ia ke pemakaman bayinya di antar Suster yang membantu dokter Siska.

"Anakku..." Sekar memeluk gundukan tanah, tangisnya mengharu biru. Ia tidak menyangka jika bayinya yang biasa bergerak aktif di dalam perut tapi akhirnya meninggal.

Hingga beberapa menit Sekar menangis, terasa pundaknya ada yang membangunkan. Ia menoleh suster di belakangnya dengan mata yang masih bercucuran.

"Mbak Sekar, biarkan Dedek tenang di sana," kata suster itu.

Sekar pun menghapus air mata lalu berdoa untuk anaknya yang belum ada tanda batu nisan. Sekar pun akhirnya pulang. Keesokan harinya, ia datang lagi bersama pria yang mengantar batu nisan kecil dan di tulis nama. Dzaifullah, yang artinya; tamu Allah.

************

Tiga tahun kemudian di rumah sakit besar, wanita berseragam putih yang dulu wajahnya hitam dan berjerawat kini sudah menjadi wanita cantik mempesona. Dia adalah Sekar, suster yang membantu dokter Rayyan itu sekarang berjilbab panjang, wajah teduh dan religius.

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

rasanya Ilham bohong anak nya hidup dan di ambil sm Ilham buat penerus kel nta tapi Sekar di cerai pasti. 😚

2026-04-25

1

neng ade

neng ade

wah .. Sekarang Sekar udah berhijab dan cantik.. lalu .. bagaimana dengan Ilham.. apakah udah bercerai 🤔

2026-02-19

1

Lia siti marlia

Lia siti marlia

kok aku jadi curiga kalau yang sebenarnya bayi masih hidup dan di sembunyikan sama c ilham

2026-01-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 BAB 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Pengumuman
109 Bab pengumuman
110 Karya baru telah hadir.
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
BAB 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Pengumuman
109
Bab pengumuman
110
Karya baru telah hadir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!