BAB 3. PERNIKAHAN PENUH PENGHINAAN

Hari pernikahan itu tiba tanpa hujan.

Langit di atas Katedral Kekaisaran cerah, biru pucat, seolah dunia sama sekali tidak peduli bahwa seorang wanita sedang dikorbankan di hadapan ribuan mata. Lonceng berdentang sejak pagi, memanggil bangsawan dari berbagai wilayah, Marquis, Count, Viscount, hingg Baron, semua datang dengan pakaian terbaik, senyum terbaik, dan bisikan terburuk.

Bahkan pernikahan itu dihadiri oleh kaisar dan keluarga kerajaan. Jelas itu pernikahan yang cukup mewah dan besar.

Kereta keluarga Montclair berhenti di depan tangga marmer.

Pintu dibuka.

Lady Liora Montclair turun perlahan.

Gaun pengantinnya berwarna putih gading, sederhana, tanpa banyak bordir. Kainnya jatuh berat, menempel di tubuhnya yang selama ini menjadi bahan olok-olok. Tidak ada usaha untuk menyamarkan bentuknya, seolah keluarganya ingin semua orang melihat dengan jelas apa yang 'harus ditanggung' oleh Duke Ravens.

Bisikan langsung pecah.

"Itu dia?"

"Putri Montclair yang terkenal itu?"

"Yang selalu menyakiti pelayan dan suka bersikap kasar."

"Bahkan rumornya dia suka foya-foya dan banyak makan."

"Lihatlah tubuhnya."

"Duke Ravens akan menikahi gadis itu?"

"Kasihan."

Kata itu lagi. Kasihan.

Liora mendengarnya. Ia selalu mendengar.

Ia melangkah tanpa menoleh ke kiri atau kanan. Wajahnya tenang, matanya lurus ke depan. Setiap langkah terasa berat, bukan karena gaunnya, melainkan karena ratusan pasang mata yang menimbang tubuhnya, menertawakan nasibnya, dan menyimpulkan hidupnya hanya dari apa yang terlihat.

Namun Liora dapat melihat Kaisar dan permaisuri menatap Liora tidak senang. Entah karena rumor itu atau karena tubuh Liora.

Bahkan Liora melihat permaisuri membisikkan sesuatu ke Kaisar yang jelas itu tentang Liora karena lirikan permaisuri ke arahnya.

Biarlah, batin Liora tak peduli.

Di dalam katedral, Duke Alaric Ravens telah berdiri di depan altar.

Seragam pernikahannya hitam pekat, dihiasi lambang perak di dada. Posturnya tegak, rahangnya keras, rambut gelapnya tersisir rapi. Ia tampan, bahkan terlalu tampan, dengan cara yang dingin dan berbahaya.

Duke tidak menoleh ketika Liora masuk.

Tidak sekali pun.

Pendeta mulai berbicara. Kata-kata sakral mengalir, memenuhi ruang tinggi yang bergema. Liora berdiri di sisi Alaric, cukup dekat untuk merasakan kehadirannya; dingin, kokoh, tak tergoyahkan, berjarak bak sejauh dunia yang berbeda.

Liora mencuri pandang.

Alaric menatap lurus ke depan. Matanya seperti baja yang diasah perang. Tidak ada jijik. Tidak ada benci. Tidak ada apa-apa.

Pria itu seolah tidak melihat Liora.

Saat tiba waktunya mengucapkan ikrar, suara Liora terdengar jelas. Tidak bergetar.

"Aku, Liora Montclair, menerima engkau, Alaric Ravens, sebagai suamiku ...."

Beberapa tamu tampak terkejut mendengar ketenangan Liora.

Ketika giliran Alaric, ia mengucapkannya dengan nada datar, singkat, profesional, seperti sumpah militer, bukan janji pernikahan.

"Dengan ini, kalian resmi menjadi suami dan istri," umum pendeta.

Tepuk tangan terdengar. Tidak meriah. Tidak hangat.

Dan sebelum Liora sempat menarik napas lega ...

Alaric melangkah mundur.

Pria itu berbalik.

Lalu pergi.

Tanpa menatap istrinya.

Tanpa menunggu.

Tanpa satu kata.

Suara langkah sepatu sang Duke menggema di katedral, lalu menghilang.

Hening.

Hening yang berat, canggung, dan memalukan.

Liora berdiri sendiri di altar.

Desas-desus pun mulai langsung terdengar memenuhi ruangan.

Resepsi berlangsung seperti sandiwara murahan.

Meja-meja penuh makanan mewah, musik dimainkan dengan sempurna, pelayan bergerak cekatan, namun pengantin pria tidak ada. Kursi Duke kosong, mencolok seperti luka terbuka.

Bisikan mulai beredar, tak lagi berusaha disembunyikan.

"Dia pergi?"

"Bahkan sebelum resepsi?"

"Jadi rumor itu benar ..."

"Duke tidak bisa menoleransi tubuh gadis itu."

"Siapa pun masih malas melihatnya."

Beberapa tamu memandang Liora dengan iba. Yang lain dengan ejekan halus. Ada yang tertawa kecil di balik kipas.

Lady Mira Vellon berdiri di antara tamu-tamu bangsawan, senyumnya penuh kemenangan yang tidak disembunyikan. "Aku sudah menduganya," katanya lantang. "Tak ada pria normal yang mau menyentuh wanita seperti itu."

Tidak ada yang menegurnya.

Keluarga Montclair berdiri kaku di sisi ruangan. Count Bernard menghindari tatapan Liora. Countess Irene terlihat pucat, bukan karena sedih, melainkan karena malu.

Sera ... tersenyum kecil.

Liora duduk di kursinya, tangan terlipat di pangkuan. Ia mendengar semuanya. Setiap kata. Setiap tawa tertahan.

Anehnya, tidak ada air mata.

Yang ada hanyalah kelelahan yang perlahan berubah bentuk menjadi kelegaan.

Malam itu, Liora dibawa ke kastil Ravens.

Kamar pengantin luas, megah, namun dingin. Perapian menyala, ranjang besar tertata rapi. Pelayan Duke bersikap formal, dingin, sopan, menjaga jarak.

"Yang Mulia Duke akan segera datang," kata seorang pelayan dengan nada netral.

Liora mengangguk. "Terima kasih."

Waktu berlalu.

Lilin menyusut.

Langkah kaki yang ditunggu tidak pernah datang.

Ketika tengah malam lewat dan istana semakin sunyi, Liora tahu.

Duke tidak akan datang.

Liora duduk di tepi ranjang, lalu tertawa pelan, nyaris tak terdengar.

"Jadi begini," gumam Liora.

Liora melepas perhiasan satu per satu. Gaun pengantin itu terasa lebih ringan saat dilepaskan, seolah ia menanggalkan beban bertahun-tahun. Ia mengganti pakaian tidur sederhana, menyisir rambutnya sendiri.

Tidak ada pelayan Montclair.

Tidak ada tatapan merendahkan.

Tidak ada suara Sera yang berpura-pura manis.

Hanya keheningan.

Liora berjalan ke jendela, membuka tirainya. Bulan menggantung tenang di langit.

Ia tersenyum.

Senyum sungguhan.

"Akhirnya aku bebas!" seru Liora penuh antusias.

Bebas dari teriakan.

Bebas dari tuduhan.

"Akhirnya aku bebas dari setan-setan Montclair yang tak tahu diri. Seharusnya aku melakukan ini sejak lama. Jika bukan karena kaisar, aku akan membusuk di keluarga itu. Tapi aku tidak menyangka kalau kaisar akan memilih Duke untuk keluarga Count," celoteh Liora setengah berpikir.

Ia kembali ke ranjang, merebahkan diri, menarik selimut dengan nyaman.

"Dan betapa beruntungnya aku," lanjutnya sambil menutup mata, "karena Duke tidak datang malam ini. Tetap saja tatapannya tadi terlalu dingin seperti rumor. Tapi aku tidak tahu kalau ternyata Duke tampan juga."

Liora memikirkan banyak hal saat berbaring. Terutama kehidupannya setelah ini.

"Kira-kira apakah Duke akan menceraikanku? Melihat dari apa yang terjadi di pernikahan dan dia pergi begitu saja tanpa melihatku, kurasa dia akan segera menceraikanku. Kuharap dia melakukannya, karena itu lebih baik dari pada terjebak di kastil miliknya sebagai Duchess yang diabaikan," ucap Liora.

Sesaat ia berpikir lalu tersenyum dan melanjutkan, "Segeralah ceraikan aku, Duke. Dengan begitu aku bisa pergi ke kerajaan lain dan membuka bisnisku di sana juga. Aku sudah muak dengan orang-orang di kerjaan ini."

Napas Liora melambat, matanya mulai terpejam.

"Setidaknya malam ini aku bisa tidur tenang," gumamnya.

Dan malam itu, di kamar pengantin yang sunyi ...

Nyonya Liora Ravens tertidur dengan senyum di wajahnya.

Bukan sebagai wanita yang ditinggalkan.

Melainkan sebagai wanita yang akhirnya merdeka.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

semangat semangat Liora, semoga othor gak membuat mu menderita lebih lama lagi 😁

2026-01-27

0

Baby boo 88

Baby boo 88

mana suaranyaaa (pake nada biduan ngajak penonton nyanyi bareng)

2026-04-30

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

aq suka gaya mu Liora... 👍😍😍

2026-03-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. AIB BERNAMA LIORA
2 BAB 2. PENGHINAAN
3 BAB 3. PERNIKAHAN PENUH PENGHINAAN
4 BAB 4. PUTRI BERUANG
5 BAB 5. AKIBAT
6 BAB 6. KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
7 BAB 7. PERMAINAN KECIL DUCHESS
8 BAB 8. SALAH PAHAM?
9 BAB 9. PENASARAN
10 BAB 10. RACUN
11 BAB 11. MARAH
12 BAB 12. PROTEKTIF
13 BAB 13. INTEROGASI DAN KESETIAAN
14 BAB 14. RAHASIA
15 BAB 15. ISTANA
16 BAB 16. GADIS KESAYANGAN
17 BAB 17. PUTRA MAHKOTA
18 BAB 18. DEKAT
19 BAB 19. INTIM
20 BAB 20. PAGI YANG HEBOH
21 BAB 21. KETAKUTAN ALARIC
22 BAB 22. KEMBALI
23 BAB 23. KEKHAWATIRAN YANG MANIS
24 BAB 24. LAPORAN
25 BAB 25. KEPUTUSAN
26 BAB 26. SEBELUM PERJALANAN
27 BAB 27. HARI KEBERANGKATAN
28 BAB 28. MARKAS DAN TAMU
29 BAB 29. OPERASI PENYERGAPAN
30 BAB 30. INFORMASI BARU
31 BAB 31. PULANG
32 BAB 32. PERUBAHAN DRASTIS
33 BAB 33. MALAM PENUH RINDU
34 BAN 34. PESTA MINUM TEH
35 BAB 35. SITUASI BERBALIK
36 BAB 36. LATIH TANDING
37 BAB 37. BERMAIN?
38 BAB 38. PAGI YANG RIUH
39 BAB 39. PESTA DANSA
40 BAB 40. BISIK-BISIK DI LANTAI DANSA
41 BAB 41. RACUN YANG BERBALIK
42 BAB 42. KONFRONTASI
43 BAB 43. MELAWAN SEPERTI AIR
44 BAB 44. KALAH DENGAN MALU
45 BAB 45. MENANG DALAM TAWA
46 BAB 46. PERJALANAN KE BARAT
47 BAB 47. JALAN-JALAN DI KOTA
48 BAB 48. BANDIT
49 BAB 49. TAWA DI DEPAN PERAPIAN
50 BAB 50. API YANG MENYALA
51 BAB 51. API YANG BERKOBAR
52 BAB 52. SUMPAH
53 BAB 53. PAGI YANG HANGAT
54 BAB 54. DAMAI
55 BAB 55. RIBUT
56 BAB 56. PENJAGA KECIL YANG CEREWET
57 BAB 57. DUEL DAN KABAR BURUK
58 BAB 58. PAMIT
59 BAB 59. LAPORAN DI ISTANA
60 BAB 60. TIDAK TERTARIK
61 BAB 61. JEBAKAN
62 BAB 62. TIDAK MUNGKIN!
63 BAB 63. KALAH?
64 BAB 64. SEMANGAT BARU
65 BAB 65. SELESAI
66 BAB 66. MALAM SETELAH PERANG
67 BAB 67. MENANG TELAK
68 BAB 68. PESTA KEMENANGAN
69 BAB 69. TIKUS YANG TERSUDUT
70 BAB 70. HUKUMAN
71 BAB 71. HARI BERDARAH DAN BAHAGIA
72 BAB 72. SUKA CITA
73 BAB 73. PERJALANAN KE UTARA
74 BAB 74. MERTUA
75 BAB 75. DUA DETAK JANTUNG
76 BAB 76. KAKAK KECIL CEREWET
77 BAB 77. NGIDAM
78 BAB 78. MUSIM SEMI MENEGANGKAN
79 BAB 79. KETEGANGAN LAHIRAN
80 BAB 80. TANGIS PERTAMA
81 BAB 81. NAMA DUA BAYI
82 BAB 82. DRAMA KECIL
83 BAB 83. KEUSILAN SI KEMBAR
84 BAB 84. SI KEMBAR KE ISTANA
85 BAB 85. ELARA HILANG?
86 BAB 86. MALAM YANG BERISIK
87 BAB 87. FESTIVAL
88 BAB 88. LEDAKAN ENERGI
89 BAB 89. EVAKUASI
90 BAB 90. PORAK PORANDA
91 BAB 91. SEGEL
92 BAB 92. AKHIR BAHAGIA
93 SEQUEL PARA BOCIL CADEL LAUNCHING!
94 SEQEUL ROWAN LAUNCHING!!
Episodes

Updated 94 Episodes

1
BAB 1. AIB BERNAMA LIORA
2
BAB 2. PENGHINAAN
3
BAB 3. PERNIKAHAN PENUH PENGHINAAN
4
BAB 4. PUTRI BERUANG
5
BAB 5. AKIBAT
6
BAB 6. KABAR YANG TIDAK DIINGINKAN
7
BAB 7. PERMAINAN KECIL DUCHESS
8
BAB 8. SALAH PAHAM?
9
BAB 9. PENASARAN
10
BAB 10. RACUN
11
BAB 11. MARAH
12
BAB 12. PROTEKTIF
13
BAB 13. INTEROGASI DAN KESETIAAN
14
BAB 14. RAHASIA
15
BAB 15. ISTANA
16
BAB 16. GADIS KESAYANGAN
17
BAB 17. PUTRA MAHKOTA
18
BAB 18. DEKAT
19
BAB 19. INTIM
20
BAB 20. PAGI YANG HEBOH
21
BAB 21. KETAKUTAN ALARIC
22
BAB 22. KEMBALI
23
BAB 23. KEKHAWATIRAN YANG MANIS
24
BAB 24. LAPORAN
25
BAB 25. KEPUTUSAN
26
BAB 26. SEBELUM PERJALANAN
27
BAB 27. HARI KEBERANGKATAN
28
BAB 28. MARKAS DAN TAMU
29
BAB 29. OPERASI PENYERGAPAN
30
BAB 30. INFORMASI BARU
31
BAB 31. PULANG
32
BAB 32. PERUBAHAN DRASTIS
33
BAB 33. MALAM PENUH RINDU
34
BAN 34. PESTA MINUM TEH
35
BAB 35. SITUASI BERBALIK
36
BAB 36. LATIH TANDING
37
BAB 37. BERMAIN?
38
BAB 38. PAGI YANG RIUH
39
BAB 39. PESTA DANSA
40
BAB 40. BISIK-BISIK DI LANTAI DANSA
41
BAB 41. RACUN YANG BERBALIK
42
BAB 42. KONFRONTASI
43
BAB 43. MELAWAN SEPERTI AIR
44
BAB 44. KALAH DENGAN MALU
45
BAB 45. MENANG DALAM TAWA
46
BAB 46. PERJALANAN KE BARAT
47
BAB 47. JALAN-JALAN DI KOTA
48
BAB 48. BANDIT
49
BAB 49. TAWA DI DEPAN PERAPIAN
50
BAB 50. API YANG MENYALA
51
BAB 51. API YANG BERKOBAR
52
BAB 52. SUMPAH
53
BAB 53. PAGI YANG HANGAT
54
BAB 54. DAMAI
55
BAB 55. RIBUT
56
BAB 56. PENJAGA KECIL YANG CEREWET
57
BAB 57. DUEL DAN KABAR BURUK
58
BAB 58. PAMIT
59
BAB 59. LAPORAN DI ISTANA
60
BAB 60. TIDAK TERTARIK
61
BAB 61. JEBAKAN
62
BAB 62. TIDAK MUNGKIN!
63
BAB 63. KALAH?
64
BAB 64. SEMANGAT BARU
65
BAB 65. SELESAI
66
BAB 66. MALAM SETELAH PERANG
67
BAB 67. MENANG TELAK
68
BAB 68. PESTA KEMENANGAN
69
BAB 69. TIKUS YANG TERSUDUT
70
BAB 70. HUKUMAN
71
BAB 71. HARI BERDARAH DAN BAHAGIA
72
BAB 72. SUKA CITA
73
BAB 73. PERJALANAN KE UTARA
74
BAB 74. MERTUA
75
BAB 75. DUA DETAK JANTUNG
76
BAB 76. KAKAK KECIL CEREWET
77
BAB 77. NGIDAM
78
BAB 78. MUSIM SEMI MENEGANGKAN
79
BAB 79. KETEGANGAN LAHIRAN
80
BAB 80. TANGIS PERTAMA
81
BAB 81. NAMA DUA BAYI
82
BAB 82. DRAMA KECIL
83
BAB 83. KEUSILAN SI KEMBAR
84
BAB 84. SI KEMBAR KE ISTANA
85
BAB 85. ELARA HILANG?
86
BAB 86. MALAM YANG BERISIK
87
BAB 87. FESTIVAL
88
BAB 88. LEDAKAN ENERGI
89
BAB 89. EVAKUASI
90
BAB 90. PORAK PORANDA
91
BAB 91. SEGEL
92
BAB 92. AKHIR BAHAGIA
93
SEQUEL PARA BOCIL CADEL LAUNCHING!
94
SEQEUL ROWAN LAUNCHING!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!