Qing Lizi & Qiao An

Suara binatang malam menembus kesunyian. Aroma tanah lembap mulai tercium samar karena embun yang perlahan turun menyapa.

Bau herbal mahal masih pekat tertinggal, sisa perjuangan Huang Feng tadi siang yang mempertaruhkan semua uang simpanan demi membawa tabib Gong guna menyembuhkan sahabat kecilnya.

Qing Lizi menelisik sekitar, kini lebih jelas terlihat ketimbang tadi siang.

Meski remang karena cuma ada lentera minyak yang dihasilkan dari lemak hewan, namun matanya tak lagi buram.

Atap jerami dikepang rapi bersama daun rumbia.

Palang kayu Kamper kokoh memangku reng bambu.

Pilar Zitan kuat menopang kontruksi dasar bangunan.

Dinding papan kayu dilapisi lumpur, mulai berlubang dibeberapa bagian.

Ini rumah keluarga Qing yang tidak pernah lagi direnovasi sejak sang kepala keluarga Qing Dayan wafat delapan tahun lalu.

Keluarga Qing tinggal didesa Zitan, begitu juga generasi Kang.

Jika rumah keluarga Kang berada disisi selatan desa, tempat tinggal generasi Qing dibagian barat.

Perlu waktu lima belas menit berjalan kaki untuk mengunjungi satu sama lain.

Desa Zitan dihuni lebih dari lima ratus kepala keluarga yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan pemburu.

Konon dinamai Zitan, karena wilayah itu dikelilingi hutan pegunungan yang banyak ditumbuhi pohon kayu Zitan.

Sekarang adalah abad keenam, dikuasai dinasti Hongcu generasi ketiga.

Qing Lizi menghela nafas, jiwanya seorang wanita tangguh. Tapi tubuhnya kini lemah dan rapuh.

"Selamat datang nona...!"

Suara muncul dipikiran, menyadarkan Qing Lizi dari lamunan. Matanya berlari kalap, mencari wujud pemilik suara.

"Nona, aku ada dipikiranmu, menyatu dalam jiwamu."

"Kau hantu..?"

"Jangan bersuara nona, apa kau mau membangunkan ibu dan nenekmu..?"

Alis Qing Lizi merajut, matanya menyipit namun berkilat kesal.

"Kalau tidak boleh bicara, lalu untuk apa kau menyapa..?"

"Untuk mengundang nona datang menemuiku."

"Kau...!" mata Qing Lizi membola sempurna, ia masih bingung mencerna.

"Ya, jika berbicara denganku cukup dalam hati dan pikiranmu."

"Lalu aku harus menemuimu dimana..?"

"Pejamkan mata nona, pusatkan pikiran pada ketenangan. Usap cincin dijari nona ucapkan saja salam."

Meski terkesan bodoh, Qing Lizi tetap mengikuti titah suara misterius itu.

Satu detik proses, semua masih tak berubah. Udara disekitar tetap sama, dingin menyesakkan.

Dua detik-----

Tiga detik-----

Hingga didetik kelima, angin sejuk beraroma wangi Kasturi menyapa indra penciuman.

Mata Qing Lizi kontan terbuka. Jantungnya bertalu-talu, ekor kelopaknya menajam tipis bak silet.

Ia bisa berdiri, tubuhnya tak begitu nyeri.

"Selamat datang nona..!"

"Siapa kau...?" tanya kaget Qing Lizi, mundur dua langkah.

Dihadapannya sosok ular putih bermahkota merah delima sebesar batang kelapa dengan sisik berkilau jernih, berdiri tegak memandang tunduk Qing Lizi.

"Aku Qiao An, penjaga alam dimensi jiwa milik nona ini."

Bibir ranum Qing Lizi menganga, netra lentiknya bergetar lalu berkedip cepat. Setelah mengalami lintas ruang dan waktu, sekarang ada lagi alam dimensi.

"Apa ini semacam ruang dimensi yang bisa memberikan apa pun tanpa takut habis..?"

"Benar nona..!"

Qing Lizi merotasi sekeliling, satu alisnya menukik tajam.

Tak ada apa pun, cuma sebuah kolam berair bening dengan luas tanah kurang dari satu hektare.

"Tapi kenapa hanya ada ini..?"

"Karena nona masih berada dilevel terendah, alam dimensi jiwa ini juga baru saja aktif. Nona harus melakukan misi agar lahan yang terkunci dapat terbuka."

"Misi...?"

Si ular Qiao An mengangguk "ya...!"

"Apa misinya...?"

"Perkuat kondisi tubuh, berbuat kebaikan, menciptakan perubahan dan misi-misi rahasia lainnya."

Qing Lizi menatap dirinya sendiri.

Tubuh kurus kering, berkulit kusam ini sekarang miliknya. Ia lemah, rapuh, penakut, cengeng dan sakit-sakitan.

Benar, ia harus memperbaikinya.

"Bagaimana agar aku bisa sembuh..?"

"Itu kolam air roh spiritual, fungsinya banyak----

Qiao An mengoceh tanpa jeda, menjabarkan manfaat air ajaib itu dan juga fungsi alam dimensi jiwa yang ia jaga.

Hukum alam yang berlaku disana tak luput dari penjelasan Qiao An.

"Lalu, apa yang akan kau berikan padaku untuk dipelajari..?"

"Nona sudah memiliki semua, hanya satu yang belum."

"Apa..?"

"Ilmu pengobatan kuno, tehnik akupuntur dan tenaga dalam serta Qi. Dimasa depan jika alam dimensi ini diperluas, nona perlu tenaga dalam untuk menggunakannya."

"Oke, berikan padaku panduannya."

Cling

Dua buku bersampul sutra melayang dihadapan Qing Lizi.

"Sekarang nona minum air roh spiritual itu, agar cepat pulih dan sembuh dari penyakit bawaan."

Qing Lizi mengangguk, meraih kitab pengobatan dan penempaan tenaga dalam serta Qi, lalu mendekati kolam air roh.

Dipinggiran danau terdapat batu giok Surgawi berwarna biru. Diatasnya ada cawan kristal mengkilap.

Satu gelas air Qing Lizi teguk, reaksinya langsung terasa.

Sejuk dan segar diluar.

Namun didalam terasa hangat, aliran darahnya berderak lirih. Tulang rapuh yang patah gemeretak, menyatu membentuk pondasi kokoh.

"Besok nona berendam dengan air itu, berikan juga pada ibu dan nenek nona. Mereka butuh memperbaiki tubuh yang juga sudah rusak keropos."

"Oke...!"

Qing Lizi menatap kulit badannya. Tak lagi pucat kusam. Yang ada merona bersih, halus, kenyal terawat.

Luka besetan akibat dibanting terhempas, sudah hilang tak berbekas.

Robekan dijarinya yang tadi banyak mengeluarkan darah juga sudah rapat kembali seperti tak pernah terluka.

Cincin, mata Qing Lizi terpaut disana.

Dalam warisan pikiran pemilik tubuh asli, cincin itu pemberian dari sang kakek ketika usianya dua tahun.

Saat itu ada festival perahu diIbukota, sang kakek yang ingin memberikan hadiah bagi cucunya berniat membeli sebuah gelang.

Tapi sayangnya uang yang dimiliki kurang, cuma cukup untuk sebuah cicin giok kusam.

Meski sedih, tapi Qing Dayan tetap membelinya.

Dengan hati pedih, Qing Dayan menyematkan cincin tersebut kejari manis sang cucu yang tengah terbaring sakit.

Yang tak pernah diketahui oleh Qing Dayan dan Qing Mei. Setelah mereka berbalik pergi, lapak dagangan itu menghilang bersama si pemiliknya yang seorang kakek tua.

Selama ini alam dimensi terkunci karena segel tak pernah dibuka.

Tapi kali ini kenapa aktif..?

Sebab darah yang berasal dari robekan dijari Qing Lizi tadi melumuri semua bagian cincin tersebut.

Netra Qing Lizi memanas, mengusap lembut cincin putih kusam dijarinya.

"Kakek, andai kau tahu cincin ini adalah benda berharga yang tak ternilai, kau pasti tak akan pernah bersedih saat memberikannya."

Alam dimensi jiwa memiliki masa waktu lebih cepat dari dunia luar.

Satu jam didunia luar sama dengan satu hari dialam dimensi jiwa.

Qing Lizi membuka kitab pengobatan, mulai mempelajari semuanya yang tertulis dengan cepat.

Ia seorang genius, tak perlu waktu lama untuk menguasai semuanya. Apa lagi memang dasar ilmu medis ia sudah miliki, berikut tehnik beladiri dan kekuatan fisik.

"Menciptakan perubahan...? sepertinya itu akan menjadi petualangan yang seru dikehidupan keduaku ini." seloroh Qing Lizi antusias.

Terpopuler

Comments

Aditya Jetli

Aditya Jetli

[Selamat datang Nona] Gitu thor, pakai tanda ini.

2026-08-20

0

Datu Zahra

Datu Zahra

Baca ulang lagi, belum nemu cerita bagus kek gini 🤩

2026-05-05

0

Mommy Ayu

Mommy Ayu

ada kejutannya di ruang dimensi

2026-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya Nama Yang Sama
2 Qing Lizi & Qiao An
3 Keluarga Qing & Kang
4 Hutan Pegunungan
5 Cuma 60%
6 Berlatih & Berpetualang
7 Mendapat banyak keuntungan
8 Menghasilkan Uang
9 Menolong Kepala Desa
10 Mulai diincar
11 Gula jagung
12 Menghasilkan uang banyak
13 Ngeborong lagi
14 Teman Baru
15 Kehebohan diDesa Zitan
16 Qing Jian Kembali
17 Masih mendalami
18 Operasi Perdana
19 Menteri Hukum Bai Yong
20 Skincare & Masker kolagen
21 Peluang Datang
22 Kebakaran Jenggot
23 Bisnis Bersama
24 Menghasilkan Uang
25 Menyusun Rencana
26 Mulai memproduksi
27 Munculnya empat varian gula
28 Bai Rong beraksi
29 Perencanaan toko kosmetik
30 Memperkaya diri
31 Beroperasinya toko kosmetik
32 Kaya-raya sungguhan
33 Memetik hasil
34 Gang Shoheng
35 Kerjasama Dengan Jiao Tong
36 Transaksi diPaviliun Nuwa
37 Kemakmuran mengundang Dengki
38 Sesuai Harapan
39 Membagi dua senjata pusaka
40 Kaya tanpa kerja keras
41 Dua kubu dua rasa
42 Membangun perubahan
43 Semua sesuai rencana
44 Desa Shinji
45 Bertemu Mantan
46 Progres desa Shinji
47 Klan Earl Zhang
48 Nona muda Zhang Ling
49 Desa Hutong
50 Operasi Zhang Ling
51 Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52 Desa Fujian
53 Lain Desa Beda Cerita
54 Melebarkan sayap bisnis
55 Perkembangan Shinji dan Hutong
56 Hasil operasi
57 Tiga peluru satu terget
58 Adipati Wei & Marquis Yang
59 Sesuai Jalur
60 Grand Opening
61 Pertemuan Dua Temen
62 Transaksi & Terimakasih
63 Situasi diperbatasan selatan
64 Balasan tanpa campur tangan
65 Hakim Daerah Yuan
66 Pewaris utama Yuan Chou
67 Beban harapan berdatangan
68 Ma Shi & Ma Gui
69 Tiga belas nyawa
70 Kesibukan yang menguntungkan
71 Berburu bersama warga desa
72 Rencana Bisnis Baru
73 Undangan dari Istana
74 Uang dan Senyuman
75 Kunjungan keIstana
76 Kunjungan keIstana 2
77 Berkelana dari desa ke desa
78 Perayaan Desa Zitan
79 Desa Anhui & Anlong
80 Rencana Dibalik Kegelapan
81 Strategi Qing Lizi
82 Kebenaran dari Yoning
83 Semua punya cerita
84 Raungan dipenghujung senja
85 Kerja bagus kawan..!
86 Pesan dibalik rencana
87 Tugas Dan Rencana
88 Desa Longyi
89 Paket Tengah Malam
90 Bayang-Bayang Kematian
91 Xu-Qi Restoran
92 Mengembalikan senyum & harapan
93 Mulai Bereaksi
94 Desa Yongle & Mengjia
95 Dimulainya Mega Proyek
96 Rencana Penyerangan
97 Mencari Sarang Musuh
98 Hutan Xiong
99 Menghilang Selamanya
100 Wujud Tanpa Bayangan
101 Perampokan Massal
102 Desa Seribu Bunga
103 Finish & Sekarat
104 Musnahnya 9 Markas Cabang
105 Pembersihan Hingga Keakar
106 Berkumpul Dengan Sekutu
107 Hongcu Membara
108 Hubei Punya Cerita
109 Keakraban di Hubei
110 Kisah Heilan dan Hongli
111 Berkumpul
112 Perkembangan Mega Proyek Negara
113 Luka terpendam yang berakar
114 Memberi peringatan
115 Lawatan ke Negara Dongcu
116 Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117 Lawatan kenegeri Dongcu 3
118 Dua Sisi Mata Uang
119 Menyerahkan Diri
120 Hotpot & Bakery
121 Penghargaan & Status
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Hanya Nama Yang Sama
2
Qing Lizi & Qiao An
3
Keluarga Qing & Kang
4
Hutan Pegunungan
5
Cuma 60%
6
Berlatih & Berpetualang
7
Mendapat banyak keuntungan
8
Menghasilkan Uang
9
Menolong Kepala Desa
10
Mulai diincar
11
Gula jagung
12
Menghasilkan uang banyak
13
Ngeborong lagi
14
Teman Baru
15
Kehebohan diDesa Zitan
16
Qing Jian Kembali
17
Masih mendalami
18
Operasi Perdana
19
Menteri Hukum Bai Yong
20
Skincare & Masker kolagen
21
Peluang Datang
22
Kebakaran Jenggot
23
Bisnis Bersama
24
Menghasilkan Uang
25
Menyusun Rencana
26
Mulai memproduksi
27
Munculnya empat varian gula
28
Bai Rong beraksi
29
Perencanaan toko kosmetik
30
Memperkaya diri
31
Beroperasinya toko kosmetik
32
Kaya-raya sungguhan
33
Memetik hasil
34
Gang Shoheng
35
Kerjasama Dengan Jiao Tong
36
Transaksi diPaviliun Nuwa
37
Kemakmuran mengundang Dengki
38
Sesuai Harapan
39
Membagi dua senjata pusaka
40
Kaya tanpa kerja keras
41
Dua kubu dua rasa
42
Membangun perubahan
43
Semua sesuai rencana
44
Desa Shinji
45
Bertemu Mantan
46
Progres desa Shinji
47
Klan Earl Zhang
48
Nona muda Zhang Ling
49
Desa Hutong
50
Operasi Zhang Ling
51
Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52
Desa Fujian
53
Lain Desa Beda Cerita
54
Melebarkan sayap bisnis
55
Perkembangan Shinji dan Hutong
56
Hasil operasi
57
Tiga peluru satu terget
58
Adipati Wei & Marquis Yang
59
Sesuai Jalur
60
Grand Opening
61
Pertemuan Dua Temen
62
Transaksi & Terimakasih
63
Situasi diperbatasan selatan
64
Balasan tanpa campur tangan
65
Hakim Daerah Yuan
66
Pewaris utama Yuan Chou
67
Beban harapan berdatangan
68
Ma Shi & Ma Gui
69
Tiga belas nyawa
70
Kesibukan yang menguntungkan
71
Berburu bersama warga desa
72
Rencana Bisnis Baru
73
Undangan dari Istana
74
Uang dan Senyuman
75
Kunjungan keIstana
76
Kunjungan keIstana 2
77
Berkelana dari desa ke desa
78
Perayaan Desa Zitan
79
Desa Anhui & Anlong
80
Rencana Dibalik Kegelapan
81
Strategi Qing Lizi
82
Kebenaran dari Yoning
83
Semua punya cerita
84
Raungan dipenghujung senja
85
Kerja bagus kawan..!
86
Pesan dibalik rencana
87
Tugas Dan Rencana
88
Desa Longyi
89
Paket Tengah Malam
90
Bayang-Bayang Kematian
91
Xu-Qi Restoran
92
Mengembalikan senyum & harapan
93
Mulai Bereaksi
94
Desa Yongle & Mengjia
95
Dimulainya Mega Proyek
96
Rencana Penyerangan
97
Mencari Sarang Musuh
98
Hutan Xiong
99
Menghilang Selamanya
100
Wujud Tanpa Bayangan
101
Perampokan Massal
102
Desa Seribu Bunga
103
Finish & Sekarat
104
Musnahnya 9 Markas Cabang
105
Pembersihan Hingga Keakar
106
Berkumpul Dengan Sekutu
107
Hongcu Membara
108
Hubei Punya Cerita
109
Keakraban di Hubei
110
Kisah Heilan dan Hongli
111
Berkumpul
112
Perkembangan Mega Proyek Negara
113
Luka terpendam yang berakar
114
Memberi peringatan
115
Lawatan ke Negara Dongcu
116
Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117
Lawatan kenegeri Dongcu 3
118
Dua Sisi Mata Uang
119
Menyerahkan Diri
120
Hotpot & Bakery
121
Penghargaan & Status

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!