Cuma 60%

"Jiayi, apa yang kau bawa..?" tanya bibi Xia pada sang putri bungsu, begitu anak kesayangannya itu memasuki dapur.

Jang Jiayi antusias menjawab "ibu, ini adalah sirup Raisin, sangat manis seperti gula dan madu."

Mata bibi Xia membola sempurna dengan mulut membentuk lingkaran sebesar bola pingpong.

"Jangan membohongi ibu, sejak kapan kau menjadi nakal begini..?" sungut bibi Xia berkancah pinggang.

Wajah ceria Jang Jiayi kontan cemberut. Ia menghentakkan satu kakinya ketanah.

Gadis cilik itu menyambar mangkuk kosong, mengisinya dengan satu sendok sirup Raisin lalu dilarutkan dengan air hangat.

"Ibu coba saja kalau tidak percaya...!"

Dahi bibi Xia mengkerut, bergerak ragu mengambil cangkir yang putrinya sodorkan.

Satu seruputan, lalu dicercap. Kemudian dua tegukan tergesa, sampai air dalam mangkuk habis.

"Ini, kau mendapatkannya dari mana..?" tanya bibi Xia dengan wajah berseri.

"Bibi Jia----

Jang Jiayi menceritakan pengalamannya kehutan bersama Lizi dan Feng. Menjelaskan manfaat rempah dan bumbu yang ia bawa lalu menceritakan keadaan sahabat perempuannya serta mimpi yang didapatkan.

"Benarkah...?"

Jang Jiayi mengangguk mantap.

"Ya Dewa langit, Dewa matahari, Dewa pemilik semesta alam. Syukurlah, gadis malang itu telah sembuh dan bisa hidup normal seperti yang lain." ucap syukur bahagia bibi Xia gaungkan bagi Qing Lizi.

"Aku ingin belajar ilmu pengobatan bersama Lizi, boleh ya bu..?"

"Tentu saja boleh..!" jawab cepat bibi Xia "gadis itu sangat diberkati langit, mendapatkan berkah mimpi yang begitu berharga. Ini pasti balasan atas segala penderitaan yang ia alami selama ini."

Jang Jiayi mengangguk "benar, berkat kesabaran bibi Jia dan nenek Mei."

"Nanti sore urusan memasak serahkan padaku. Akan aku tunjukan pada ibu bagaimana cara mengolah semua bumbu ini." kata Jiayi menunjuk aneka bahan diatas meja.

Itu semua hasil pembagian rata dengan Lizi dan Feng.

Ditempat tinggal keluarga Huang juga terjadi hal serupa.

Huang Feng membuat secangkir teh untuk orangtua dan adik lelaki semata wayang, menjabarkan cara mengolah serta fungsi tanaman dan buah yang ia bawa.

"Kau ini, kenapa diterima..? mereka saja kesulitan untuk makan, apa lagi bibimu itu baru diceraikan." oceh Yu Ying, menampar lengan kekar putranya.

"Ibu, bibi Jia memaksa. Lagi pula dihutan masih banyak, sirup Raisin juga mereka ada dua toples. Besok aku akan kehutan menggali semua umbi lalu membaginya kebibi Jia."

"Memang harus begitu. Sesusah-susahnya kita, masih jauh lebih baik dari kehidupan mereka. Sekarang ada dua janda dirumah itu, ladang mereka tak seluas milik kita, gaji Qing Jian sebagai prajurit juga tidak banyak. Jangan memanfaatkan mereka."

"Ibu, aku mana berani melakukannya..? memangnya putramu ini sejahat itu..?"

"Tentu saja tidak..!" sambar cepat Yu Ying.

"Kedua putraku sangat hebat, berhati bersih. Ibu yakin kalian tidak akan mungkin tega mengecewakan kami sebagai orangtua dan leluhur kita."

Huang Feng mengajari bibi Ying mengolah umbi dengan menggunakan per bumbuan yang didapat dihutan.

Pada akhirnya, tiga rumah didesa Zitan makan malam dengan sup dan tumis berbumbu. Enak, semua puas. Tak lagi cuma rasa asin atau hambar karena garam habis.

Malam hari dirumah keluarga Qing.

"Selamat nona..! berkat kebaikanmu berbagi pengetahuan, bahan makanan, air roh spiritual dan membuka awal perubahan dalam hal per bumbuan. Alam dimensi jiwa milikmu naik level."

Qing Lizi yang baru mengunci pintu kamar melonjak kaget, suara Qiao An menggema nyaring disunyinya kamar berukir 50 x 50 itu.

"Benarkah..!" pekik Qing Shi spontan.

"Nona..!"

"Ups..!" Lizi membekap mulutnya erat.

Gadis itu berdehem "ruangan apa yang terbuka..?"

"Nona bisa memilih sendiri."

Qing Lizi makin girang. Ternyata ia bisa menentukan dan mengatur alam dimensi jiwa sesuka hatinya.

"Em, aku ingin semua peralatan medis dan obat-obat yang ada diabad modern."

"Tidak makanan..?"

"Tidak, itu nanti saja."

Awalnya Lizi memang menginginkan bahan pangan komplit, seperti supermarket, lahan pertanian dan perkebunan.

Namun setelah tadi pergi kehutan, ia tahu ada banyak sumber daya disana yang bisa dimanfaatkan menjadi makanan.

"Baik, karena nona menyelesaikan misi lebih dari satu persoalan, maka level ruangan yang terbuka 60%."

"Yaa, kenapa begitu..?"

"Itu aturannya nona, tidak ada bantahan. Nona belum memiliki kekuatan, otomatis terbukanya ruang yang terkunci tidak bisa langsung 100%"

Qing Lizi berdecak keras, menggertakan gigi seraya meninju udara.

"Dasar pelit..!" maki Qing Lizi.

Qiao An abai, ia memproses pembukaan alam dimensi jiwa seperti yang majikannya mau.

"Silahkan diperiksa nona, apotik abad modern sudah terbuka."

Qing Lizi mendengus, memutar iris korneanya kesal.

Gadis itu menutup mata, mengusap permukaan cincin lembut.

Dua detik ia sudah berpindah.

Alam dimensi miliknya bertambah luas satu kilo meter, disana apotik modern berdiri.

Bangunan dua lantai dengan arsitektur era kehidupan lamanya. Berdinding beton bercat putih salju, dengan rak-rak serbaguna dan etalase kaca.

Lizi memeriksanya dengan cermat. Peralatan medis dan obat-obat tersusun rapi meski memang belum komplit.

Lantai pertama semua peralatan medis modern tersedia dari awal pertama kali benda itu ditemukan sampai keversi terbaru.

Lantai dua obat-obatan. Sama halnya seperti dilantai bawah, disini juga belum lengkap.

Empat puluh persen lagi, Qing Lizi akan giat melakukan misi sekaligus memperkuat fisik dan kemampuan tubuhnya.

"Qiao An, apa yang tidak ada didinasti Hongcu ini..? atau yang sulit didapat karena sangat langka..?"

"Banyak nona..! ini abad kedua terbentuknya dunia manusia yang mengenal adab dan etika. Jiwa nona dibawa kemasa ini, tentu memiliki maksud. Seiring berjalannya waktu, nona akan mengerti semua sendiri."

"Abad sebelumnya bagaimana..?"

"Semua sama seperti sekarang, tapi belum ada gula, kain sutra dan kertas. Bahkan abad pertama semua manusia telanjang, kanibal, tak beretika dan menganut hukum rimba."

Qing Lizi mendesis, bulu kuduknya sontak saja berdiri merinding.

Tidak bisa dibayangkan kalau dirinya terlempar diabad pertama. Pasti Qing Lizi akan memilih untuk mati lagi saja.

"Memangnya apa yang nona butuhkan..?"

"Uang...!"

Tubuh naga putih bertiara merah delima Qiao An langsung terhempas lemah ketanah.

Kenapa semua orang didunia hanya menginginkan satu hal, uang..?

Bahkan uang lebih berharga dari nyawa dan perasaan.

Dari masa antah berantah hingga diera semua serba digital, manusia yang hidup didunia amat mengidolakan uang.

Kerja mati-matian demi uang.

Berbuat kejahatan, korupsi lupa daratan dan Tuhan. Cuma karena uang, keserakahan membeli kekuasaan dan moral.

Uang, secuil kertas dan logam yang bisa merubah dunia dalam sekejab mata.

Retina Qing Lizi menyipit, melihat kelakuan Qiao An.

"kenapa kau..?"

"Tidak apa-apa..!" jawab malas sang naga betina "nona, sebaiknya kau keluar. Aku ingin tidur..!"

"Hei, tempat ini milikku, enak saja kau mengusirku."

"Jangan lupa kalau aku yang menjaganya, aku bisa melakukan apa saja. Jadi, berbaik hatilah padaku nona..!"

"Ck, sialan..!"

"Nona...!"

"Diam kau...!"

Qing Lizi langsung meninggalkan alam dimensi jiwa, merebahkan tubuhnya keranjang kayu berkasur tipis, menarik selimut lusuh lalu terlelap tidur.

Terpopuler

Comments

Babe Babe

Babe Babe

tidak semuanya karena uang ada yg tidak bisa di oleh uang,

2026-05-11

1

Siti Solikah

Siti Solikah

aku suka banget novel transmigrasi yang MC nya punya ruang dimensi

2026-06-02

0

Lala Kusumah

Lala Kusumah

aku syukaaaaa ceritanya Mak 😍😍😍

2026-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 Hanya Nama Yang Sama
2 Qing Lizi & Qiao An
3 Keluarga Qing & Kang
4 Hutan Pegunungan
5 Cuma 60%
6 Berlatih & Berpetualang
7 Mendapat banyak keuntungan
8 Menghasilkan Uang
9 Menolong Kepala Desa
10 Mulai diincar
11 Gula jagung
12 Menghasilkan uang banyak
13 Ngeborong lagi
14 Teman Baru
15 Kehebohan diDesa Zitan
16 Qing Jian Kembali
17 Masih mendalami
18 Operasi Perdana
19 Menteri Hukum Bai Yong
20 Skincare & Masker kolagen
21 Peluang Datang
22 Kebakaran Jenggot
23 Bisnis Bersama
24 Menghasilkan Uang
25 Menyusun Rencana
26 Mulai memproduksi
27 Munculnya empat varian gula
28 Bai Rong beraksi
29 Perencanaan toko kosmetik
30 Memperkaya diri
31 Beroperasinya toko kosmetik
32 Kaya-raya sungguhan
33 Memetik hasil
34 Gang Shoheng
35 Kerjasama Dengan Jiao Tong
36 Transaksi diPaviliun Nuwa
37 Kemakmuran mengundang Dengki
38 Sesuai Harapan
39 Membagi dua senjata pusaka
40 Kaya tanpa kerja keras
41 Dua kubu dua rasa
42 Membangun perubahan
43 Semua sesuai rencana
44 Desa Shinji
45 Bertemu Mantan
46 Progres desa Shinji
47 Klan Earl Zhang
48 Nona muda Zhang Ling
49 Desa Hutong
50 Operasi Zhang Ling
51 Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52 Desa Fujian
53 Lain Desa Beda Cerita
54 Melebarkan sayap bisnis
55 Perkembangan Shinji dan Hutong
56 Hasil operasi
57 Tiga peluru satu terget
58 Adipati Wei & Marquis Yang
59 Sesuai Jalur
60 Grand Opening
61 Pertemuan Dua Temen
62 Transaksi & Terimakasih
63 Situasi diperbatasan selatan
64 Balasan tanpa campur tangan
65 Hakim Daerah Yuan
66 Pewaris utama Yuan Chou
67 Beban harapan berdatangan
68 Ma Shi & Ma Gui
69 Tiga belas nyawa
70 Kesibukan yang menguntungkan
71 Berburu bersama warga desa
72 Rencana Bisnis Baru
73 Undangan dari Istana
74 Uang dan Senyuman
75 Kunjungan keIstana
76 Kunjungan keIstana 2
77 Berkelana dari desa ke desa
78 Perayaan Desa Zitan
79 Desa Anhui & Anlong
80 Rencana Dibalik Kegelapan
81 Strategi Qing Lizi
82 Kebenaran dari Yoning
83 Semua punya cerita
84 Raungan dipenghujung senja
85 Kerja bagus kawan..!
86 Pesan dibalik rencana
87 Tugas Dan Rencana
88 Desa Longyi
89 Paket Tengah Malam
90 Bayang-Bayang Kematian
91 Xu-Qi Restoran
92 Mengembalikan senyum & harapan
93 Mulai Bereaksi
94 Desa Yongle & Mengjia
95 Dimulainya Mega Proyek
96 Rencana Penyerangan
97 Mencari Sarang Musuh
98 Hutan Xiong
99 Menghilang Selamanya
100 Wujud Tanpa Bayangan
101 Perampokan Massal
102 Desa Seribu Bunga
103 Finish & Sekarat
104 Musnahnya 9 Markas Cabang
105 Pembersihan Hingga Keakar
106 Berkumpul Dengan Sekutu
107 Hongcu Membara
108 Hubei Punya Cerita
109 Keakraban di Hubei
110 Kisah Heilan dan Hongli
111 Berkumpul
112 Perkembangan Mega Proyek Negara
113 Luka terpendam yang berakar
114 Memberi peringatan
115 Lawatan ke Negara Dongcu
116 Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117 Lawatan kenegeri Dongcu 3
118 Dua Sisi Mata Uang
119 Menyerahkan Diri
120 Hotpot & Bakery
121 Penghargaan & Status
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Hanya Nama Yang Sama
2
Qing Lizi & Qiao An
3
Keluarga Qing & Kang
4
Hutan Pegunungan
5
Cuma 60%
6
Berlatih & Berpetualang
7
Mendapat banyak keuntungan
8
Menghasilkan Uang
9
Menolong Kepala Desa
10
Mulai diincar
11
Gula jagung
12
Menghasilkan uang banyak
13
Ngeborong lagi
14
Teman Baru
15
Kehebohan diDesa Zitan
16
Qing Jian Kembali
17
Masih mendalami
18
Operasi Perdana
19
Menteri Hukum Bai Yong
20
Skincare & Masker kolagen
21
Peluang Datang
22
Kebakaran Jenggot
23
Bisnis Bersama
24
Menghasilkan Uang
25
Menyusun Rencana
26
Mulai memproduksi
27
Munculnya empat varian gula
28
Bai Rong beraksi
29
Perencanaan toko kosmetik
30
Memperkaya diri
31
Beroperasinya toko kosmetik
32
Kaya-raya sungguhan
33
Memetik hasil
34
Gang Shoheng
35
Kerjasama Dengan Jiao Tong
36
Transaksi diPaviliun Nuwa
37
Kemakmuran mengundang Dengki
38
Sesuai Harapan
39
Membagi dua senjata pusaka
40
Kaya tanpa kerja keras
41
Dua kubu dua rasa
42
Membangun perubahan
43
Semua sesuai rencana
44
Desa Shinji
45
Bertemu Mantan
46
Progres desa Shinji
47
Klan Earl Zhang
48
Nona muda Zhang Ling
49
Desa Hutong
50
Operasi Zhang Ling
51
Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52
Desa Fujian
53
Lain Desa Beda Cerita
54
Melebarkan sayap bisnis
55
Perkembangan Shinji dan Hutong
56
Hasil operasi
57
Tiga peluru satu terget
58
Adipati Wei & Marquis Yang
59
Sesuai Jalur
60
Grand Opening
61
Pertemuan Dua Temen
62
Transaksi & Terimakasih
63
Situasi diperbatasan selatan
64
Balasan tanpa campur tangan
65
Hakim Daerah Yuan
66
Pewaris utama Yuan Chou
67
Beban harapan berdatangan
68
Ma Shi & Ma Gui
69
Tiga belas nyawa
70
Kesibukan yang menguntungkan
71
Berburu bersama warga desa
72
Rencana Bisnis Baru
73
Undangan dari Istana
74
Uang dan Senyuman
75
Kunjungan keIstana
76
Kunjungan keIstana 2
77
Berkelana dari desa ke desa
78
Perayaan Desa Zitan
79
Desa Anhui & Anlong
80
Rencana Dibalik Kegelapan
81
Strategi Qing Lizi
82
Kebenaran dari Yoning
83
Semua punya cerita
84
Raungan dipenghujung senja
85
Kerja bagus kawan..!
86
Pesan dibalik rencana
87
Tugas Dan Rencana
88
Desa Longyi
89
Paket Tengah Malam
90
Bayang-Bayang Kematian
91
Xu-Qi Restoran
92
Mengembalikan senyum & harapan
93
Mulai Bereaksi
94
Desa Yongle & Mengjia
95
Dimulainya Mega Proyek
96
Rencana Penyerangan
97
Mencari Sarang Musuh
98
Hutan Xiong
99
Menghilang Selamanya
100
Wujud Tanpa Bayangan
101
Perampokan Massal
102
Desa Seribu Bunga
103
Finish & Sekarat
104
Musnahnya 9 Markas Cabang
105
Pembersihan Hingga Keakar
106
Berkumpul Dengan Sekutu
107
Hongcu Membara
108
Hubei Punya Cerita
109
Keakraban di Hubei
110
Kisah Heilan dan Hongli
111
Berkumpul
112
Perkembangan Mega Proyek Negara
113
Luka terpendam yang berakar
114
Memberi peringatan
115
Lawatan ke Negara Dongcu
116
Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117
Lawatan kenegeri Dongcu 3
118
Dua Sisi Mata Uang
119
Menyerahkan Diri
120
Hotpot & Bakery
121
Penghargaan & Status

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!