Hutan Pegunungan

Qing Lizi melangkah pelan memasuki hutan, mencari apa yang bisa dimakan untuk nanti siang. Ia mengamati sekitar, instingnya berfungsi tajam.

Rumput liar, batang dan akar, biji-bijian berserakan, tunas hijau kemerahan, bunga serta buah-buahan, semua ia teliti. Jika bisa dijadikan obat atau dimakan, maka akan dipetik.

"Woo, Yamaimo..!" seru berbinar Qing Lizi.

Batang menjalar mulai menguning, pertanda jika umbi panjang berwarna cokelat muda itu waktunya dipanen. Bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi, dapat dijadikan tepung serta obat.

"Sial, kenapa aku tidak membawa keranjang." cicit kesal Lizi meniup rambut didahinya.

Gadis itu melihat keranjang yang ia buat dadakan dengan daun palem, lalu beralih kesulur umbi Yamaimo.

"Sebaiknya aku pulang lebih dulu..!"

Qing Lizi berbalik kearah dimana rumahnya berada dengan mata yang tetap jelalatan kemana-mana.

Langkah itu terhenti, Lizi mendongak. Tiga batang pohon besar gundul tanpa daun, bagian tangkai buahnya membengkak berwarna cokelat tua.

Senyum Lizi mengembang "sepertinya abad ini masih minim pengetahuan, Raisin three saja dibiarkan mubazir."

Qing Lizi membedah ingatan pemilik tubuh asli.

Gula pada masa ini berharga mahal, sama seperti madu. Rakyat miskin macam keluarganya mana bisa membeli.

Cengiran kuda sampai kemata Lizi torehkan "tunggu aku ya Raisin, sebentar lagi aku kembali..!"

Sembari bersenandung ringan, Qing Lizi pulang dengan menenteng tanaman obat, sayuran liar serta jamur.

"Lizi...!" seru Jang Jiayi dan Huang Feng.

Wajah kedua sahabatnya itu dibalut kecemasan berlebih. Mereka datang menjenguk, namun Lizi tak ditemukan disekitaran rumah. keduanya pun mencari, dan kini bertemu dipinggiran hutan.

"Jiayi, kakak Feng..!"

"Kau itu dari mana..? kau masih cidera, kenapa malah keluyuran kehutan..?" oceh bergetar Jiayi menelisik tubuh sahabatnya.

Qing Lizi terkekeh.

"Jangan tertawa..!" sungut Jang Jiayi.

"Oke, aku diam..!"

Huang Feng juga menguliti raga Lizi yang sehat bugar dan berseri.

"Lizi, kau-----

"Ini semua berkat kakak Feng, aku sudah sembuh."

"Bagaimana bisa..?" tanya Jiayi dan Feng bersamaan.

Lizi mengangkat kedua bahunya ringan "obat herbal tabib Gong sangat manjur, tidak salah kalau ia dijuluki tabib ilahi."

"Tabib Gong saja mengatakan jika setidaknya butuh waktu enam bulan untukmu bisa pulih." balas Huang Feng.

"Buktinya sekarang aku bagaimana..? kalian tahu..? bahkan penyakit bawaanku sejak lahir saja sembuh total."

"Benarkah..?"

Qing Lizi mengangguk tegas.

"Sudah lah, lebih baik sekarang kita pulang mengambil keranjang lalu kembali kehutan memetik Yamaimo dan Raisin."

Alis Feng merajut kasar, mata Jang Jiayi meruncing lembut.

"Apa itu..?" tanya Jiayi.

"Yamaimo itu umbi, bisa dimakan seperti kentang. Kalau Raisin buah yang dapat kita jadikan gula, manisan serta kismis."

"Apa kau yakin..?" tanya terbelalak Jiayi.

"Tentu saja, seribu kali sangat yakin..!"

"Tapi dari mana kau tahu soal itu..?" tanya Huang Feng aneh.

Qing Lizi, gadis kecil penyakitan yang tak pernah kemana-kemana, tak pernah keIbukota apa lagi hutan. Tapi ini bisa mengerti hal rumit semacam itu, jelas memantik curiga serta ketidak percayaan.

Semoga saja gadis itu tak dianggap gila.

"Dari seorang kakek tua berjanggut putih dengan mahkota naga dikepala, dia mendatangiku saat aku tak sadarkan diri kemarin."

Qing Lizi langsung membual, menceritakan dongeng mimpi yang tak berarti.

Bak air yang ditumpahkan dari ember ketanah, semua langsung melebar luber kemana-mana. Begitu pula karangan Qing Lizi.

Zaman ini semua masih percaya tahayul, menyembah matahari, batu, atau benda apa saja yang dianggap sakti bernyawa.

Apa kata penatua, peramal, kertas jimat, semua dipercaya yang paling benar.

Kesialan selalu dihubungkan pada seseorang dan kelahiran. Bahkan cuma karena perkataan seorang Sima Qian, orangtua tega membuang bahkan membunuh anak kandung yang baru lahir.

"Jadi kau sekarang tahu soal ilmu pengobatan..?" tanya Jiayi menatap keranjang palem Lizi.

"Iya, bisa dibilang begitu. Kalau kau mau kita belajar bersama. Aku bahkan sekarang sudah bisa membaca dan menulis."

"Woah, aku mau..!" pekik semangat Jang Jiayi.

Kalau Huang Feng, pemuda itu sudah fasih membaca serta menulis. Bahkan seni kaligrafinya sangat indah. Selain itu, ia juga ahli beladiri dan ahli menggunakan senjata.

Huang Feng sejak usia tiga tahun sudah digembleng oleh kakek dan ayahnya. Ia juga lulusan terbaik dari Akademi Cai Shen diusia tiga belas tahun.

Sayangnya karena kemiskinan keluarga, ia tak bisa melanjutkan pendidikan ketahap Universitas. Tapi meski begitu jika Huang Feng ingin menjadi pejabat, ia tetap dapat mengikuti ujian negara.

Tiga sekawan itu bergegas pulang, mengambil keranjang dan cangkul serta parang lalu kembali kehutan.

Tak lupa Qing Lizi membawa botol minum yang sudah dicampur air roh spiritual, membaginya kepada Jiayi dan Feng.

"Ini Raisin itu..?" tanya Feng mendongak.

"Ya, ujung rantingnya yang harus kita petik." jawab Lizi menunjuk bagian yang dimaksud.

Huang Feng gegas memanjat, mengambil semua buah tanpa disisakan.

Qing Lizi serta Jang Jiayi bertugas mengumpulkan dibawah.

Dua keranjang besar penuh Raisin, namun masih ada stu pohon yang belum dipanen. Satu keranjang milik Feng akan dijadikan wadah umbi Yamaimo.

Masuk sedikit kehutan, lalu menggali umbi yang ukurannya sebesar lengan dan paha orang dewasa.

Lagi-lagi masih menyisakan banyak, lain kali akan mereka panen jika tak memiliki bahan makanan dirumah.

Qing Lizi juga memetik Sichuan, bawang liar, kucai, daun kaduk, Wai Yee Hong (cabe rawit hutan/gunung), dan Yue Gui Shu Ye (daun salam china).

"Lizi, tanaman ini beracun, bisa membakar lidah dan membuat perut sakit diare." cegah Jiayi.

"Ini cabai gunung, bisa kita jadikan bumbu masak dan juga obat. Kau tenang saja, percayalah padaku."

Aneka macam bumbu liar banyak terdapat dihutan pegunungan, namun memang karena minimnya pengetahuan serta kapok sebab setelah mengkonsumsi langsung sakit atau rasa makanan tidak enak. Semua jadi busuk sia-sia karena tak ada yang memanen untuk dimanfaatkan.

Mereka langsung pulang kerumah Qing Lizi, mengolah umbi dan Raisin.

Qing Lizi memberi tahu cara pengolahnyanya.

Jika umbi cukup dikupas, cuci bersih, potong-potong lalu dibuat sup bersama jamur dan sawi liar.

Raisin Three ditumbuk halus setelah dicuci bersih, taruh keember kemudian tambahkan air, aduk.

Setelahnya disaring dengan kais kasa, ditambah air lagi, pisahkan sari dan ampas. Lakukan berulang kali sampai air berubah jernih.

Masak sari pati dengan api besar. Jika sudah menyusut sampai 60%, setel api kemode sedang sembari diaduk.

Saat air sari berubah menjadi kental kecoklatan, kecilkan api aduk terus hingga mengental dan warna berubah hitam.

Pemanis atau sirup Raisin Three siap digunakan.

Dari dua pohon Raisin menghasilkan empat toples besar sirup.

Qing Jia membagi Huang Feng dan Jang Jiayi masing-masing satu toples.

Mereka makan bersama dengan menu sup umbi sayuran liar, sambal bawang dan air roh spiritual.

NOTE...!

Nama-nama tokoh disini sengaja aku pakai yang ada dicerita The Chef Story dengan maksud agar aku enggak lupa karena mikirin nama. Kemarin aja belum apa-apa udah banyak Typo nama diawal. Semoga teman-teman onlineku yang setia mampir kekaryaku enggak bosen ya sebab nama MC sama. 😊

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺. 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗇𝗍𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗋𝖾𝖺𝖽𝖾𝗋.

2026-05-10

0

Nana Niez

Nana Niez

tpi g nyambung ke situnkan Thor,, atau baca yg chef story dl baru baca ini?

2026-08-06

0

Ona Sukatendel

Ona Sukatendel

kg apa, yg buat cerita kan athor nya sendiri

2026-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Hanya Nama Yang Sama
2 Qing Lizi & Qiao An
3 Keluarga Qing & Kang
4 Hutan Pegunungan
5 Cuma 60%
6 Berlatih & Berpetualang
7 Mendapat banyak keuntungan
8 Menghasilkan Uang
9 Menolong Kepala Desa
10 Mulai diincar
11 Gula jagung
12 Menghasilkan uang banyak
13 Ngeborong lagi
14 Teman Baru
15 Kehebohan diDesa Zitan
16 Qing Jian Kembali
17 Masih mendalami
18 Operasi Perdana
19 Menteri Hukum Bai Yong
20 Skincare & Masker kolagen
21 Peluang Datang
22 Kebakaran Jenggot
23 Bisnis Bersama
24 Menghasilkan Uang
25 Menyusun Rencana
26 Mulai memproduksi
27 Munculnya empat varian gula
28 Bai Rong beraksi
29 Perencanaan toko kosmetik
30 Memperkaya diri
31 Beroperasinya toko kosmetik
32 Kaya-raya sungguhan
33 Memetik hasil
34 Gang Shoheng
35 Kerjasama Dengan Jiao Tong
36 Transaksi diPaviliun Nuwa
37 Kemakmuran mengundang Dengki
38 Sesuai Harapan
39 Membagi dua senjata pusaka
40 Kaya tanpa kerja keras
41 Dua kubu dua rasa
42 Membangun perubahan
43 Semua sesuai rencana
44 Desa Shinji
45 Bertemu Mantan
46 Progres desa Shinji
47 Klan Earl Zhang
48 Nona muda Zhang Ling
49 Desa Hutong
50 Operasi Zhang Ling
51 Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52 Desa Fujian
53 Lain Desa Beda Cerita
54 Melebarkan sayap bisnis
55 Perkembangan Shinji dan Hutong
56 Hasil operasi
57 Tiga peluru satu terget
58 Adipati Wei & Marquis Yang
59 Sesuai Jalur
60 Grand Opening
61 Pertemuan Dua Temen
62 Transaksi & Terimakasih
63 Situasi diperbatasan selatan
64 Balasan tanpa campur tangan
65 Hakim Daerah Yuan
66 Pewaris utama Yuan Chou
67 Beban harapan berdatangan
68 Ma Shi & Ma Gui
69 Tiga belas nyawa
70 Kesibukan yang menguntungkan
71 Berburu bersama warga desa
72 Rencana Bisnis Baru
73 Undangan dari Istana
74 Uang dan Senyuman
75 Kunjungan keIstana
76 Kunjungan keIstana 2
77 Berkelana dari desa ke desa
78 Perayaan Desa Zitan
79 Desa Anhui & Anlong
80 Rencana Dibalik Kegelapan
81 Strategi Qing Lizi
82 Kebenaran dari Yoning
83 Semua punya cerita
84 Raungan dipenghujung senja
85 Kerja bagus kawan..!
86 Pesan dibalik rencana
87 Tugas Dan Rencana
88 Desa Longyi
89 Paket Tengah Malam
90 Bayang-Bayang Kematian
91 Xu-Qi Restoran
92 Mengembalikan senyum & harapan
93 Mulai Bereaksi
94 Desa Yongle & Mengjia
95 Dimulainya Mega Proyek
96 Rencana Penyerangan
97 Mencari Sarang Musuh
98 Hutan Xiong
99 Menghilang Selamanya
100 Wujud Tanpa Bayangan
101 Perampokan Massal
102 Desa Seribu Bunga
103 Finish & Sekarat
104 Musnahnya 9 Markas Cabang
105 Pembersihan Hingga Keakar
106 Berkumpul Dengan Sekutu
107 Hongcu Membara
108 Hubei Punya Cerita
109 Keakraban di Hubei
110 Kisah Heilan dan Hongli
111 Berkumpul
112 Perkembangan Mega Proyek Negara
113 Luka terpendam yang berakar
114 Memberi peringatan
115 Lawatan ke Negara Dongcu
116 Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117 Lawatan kenegeri Dongcu 3
118 Dua Sisi Mata Uang
119 Menyerahkan Diri
120 Hotpot & Bakery
121 Penghargaan & Status
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Hanya Nama Yang Sama
2
Qing Lizi & Qiao An
3
Keluarga Qing & Kang
4
Hutan Pegunungan
5
Cuma 60%
6
Berlatih & Berpetualang
7
Mendapat banyak keuntungan
8
Menghasilkan Uang
9
Menolong Kepala Desa
10
Mulai diincar
11
Gula jagung
12
Menghasilkan uang banyak
13
Ngeborong lagi
14
Teman Baru
15
Kehebohan diDesa Zitan
16
Qing Jian Kembali
17
Masih mendalami
18
Operasi Perdana
19
Menteri Hukum Bai Yong
20
Skincare & Masker kolagen
21
Peluang Datang
22
Kebakaran Jenggot
23
Bisnis Bersama
24
Menghasilkan Uang
25
Menyusun Rencana
26
Mulai memproduksi
27
Munculnya empat varian gula
28
Bai Rong beraksi
29
Perencanaan toko kosmetik
30
Memperkaya diri
31
Beroperasinya toko kosmetik
32
Kaya-raya sungguhan
33
Memetik hasil
34
Gang Shoheng
35
Kerjasama Dengan Jiao Tong
36
Transaksi diPaviliun Nuwa
37
Kemakmuran mengundang Dengki
38
Sesuai Harapan
39
Membagi dua senjata pusaka
40
Kaya tanpa kerja keras
41
Dua kubu dua rasa
42
Membangun perubahan
43
Semua sesuai rencana
44
Desa Shinji
45
Bertemu Mantan
46
Progres desa Shinji
47
Klan Earl Zhang
48
Nona muda Zhang Ling
49
Desa Hutong
50
Operasi Zhang Ling
51
Shennong & Yen Tjien & Jingyiwei
52
Desa Fujian
53
Lain Desa Beda Cerita
54
Melebarkan sayap bisnis
55
Perkembangan Shinji dan Hutong
56
Hasil operasi
57
Tiga peluru satu terget
58
Adipati Wei & Marquis Yang
59
Sesuai Jalur
60
Grand Opening
61
Pertemuan Dua Temen
62
Transaksi & Terimakasih
63
Situasi diperbatasan selatan
64
Balasan tanpa campur tangan
65
Hakim Daerah Yuan
66
Pewaris utama Yuan Chou
67
Beban harapan berdatangan
68
Ma Shi & Ma Gui
69
Tiga belas nyawa
70
Kesibukan yang menguntungkan
71
Berburu bersama warga desa
72
Rencana Bisnis Baru
73
Undangan dari Istana
74
Uang dan Senyuman
75
Kunjungan keIstana
76
Kunjungan keIstana 2
77
Berkelana dari desa ke desa
78
Perayaan Desa Zitan
79
Desa Anhui & Anlong
80
Rencana Dibalik Kegelapan
81
Strategi Qing Lizi
82
Kebenaran dari Yoning
83
Semua punya cerita
84
Raungan dipenghujung senja
85
Kerja bagus kawan..!
86
Pesan dibalik rencana
87
Tugas Dan Rencana
88
Desa Longyi
89
Paket Tengah Malam
90
Bayang-Bayang Kematian
91
Xu-Qi Restoran
92
Mengembalikan senyum & harapan
93
Mulai Bereaksi
94
Desa Yongle & Mengjia
95
Dimulainya Mega Proyek
96
Rencana Penyerangan
97
Mencari Sarang Musuh
98
Hutan Xiong
99
Menghilang Selamanya
100
Wujud Tanpa Bayangan
101
Perampokan Massal
102
Desa Seribu Bunga
103
Finish & Sekarat
104
Musnahnya 9 Markas Cabang
105
Pembersihan Hingga Keakar
106
Berkumpul Dengan Sekutu
107
Hongcu Membara
108
Hubei Punya Cerita
109
Keakraban di Hubei
110
Kisah Heilan dan Hongli
111
Berkumpul
112
Perkembangan Mega Proyek Negara
113
Luka terpendam yang berakar
114
Memberi peringatan
115
Lawatan ke Negara Dongcu
116
Lawatan Kenegeei Dongcu 2
117
Lawatan kenegeri Dongcu 3
118
Dua Sisi Mata Uang
119
Menyerahkan Diri
120
Hotpot & Bakery
121
Penghargaan & Status

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!