Dokter Es

Berbeda dengan orang-orang di rumah sakit yang selalu menatapnya dengan rasa segan atau ketakutan, guru itu menatapnya dengan binar mata yang jernih.

Bahkan setelah ia bersikap dingin, wanita itu tetap tersenyum tulus.

'Senyum yang tidak masuk akal.' batin Niko ketus dan berusaha mengusir bayangan itu.

Baginya keramahan yang berlebihan sering kali terasa palsu tapi entah kenapa senyum Alisa tadi terasa sangat... nyata.

Siang harinya saat jam pulang sekolah hujan deras tiba-tiba mengguyur.

Alisa sedang sibuk membantu murid-muridnya memakai jas hujan ketika ia melihat sedan hitam yang sama kembali parkir.

Niko turun dari mobil dengan membawa payung besar berwarna hitam.

Niko berjalan menembus hujan, ia tidak melihat ke arah lain pandangannya terkunci pada pintu masuk sekolah.

Saat ia sampai di lobi yang mulai sepi, ia melihat Alisa sedang berjongkok sedang mengikat tali sepatu Arka yang lepas.

Pemandangan itu sangat domestik dan lembut membuat langkah Niko terhenti sejenak.

“Sudah siap?” tanya Niko dengan suaranya yang mengagetkan Alisa.

Alisa mendongak dengan beberapa helai rambutnya yang lepas dari ikatan tampak sedikit basah karena tempias hujan.

Ia berdiri dan merapikan rambutnya dengan gerakan yang bagi Niko terlihat sangat anggun tanpa disengaja.

“Eh Pak Niko, iya Arka sudah siap. Ini tasnya,” Alisa menyerahkan tas ransel bergambar pahlawan super itu kepada Niko.

Niko mengambil tas itu namun secara tidak sengaja jarinya bersentuhan dengan jari Alisa.

Hanya satu detik tapi itu cukup untuk mengirimkan sensasi aneh yang membuat Alisa langsung menarik tangannya dengan cepat dan wajahnya merona merah.

Niko juga tampak sedikit terkejut, namun ia jauh lebih ahli menyembunyikan emosinya, ia tetap diam dengan wajahnya sedatar papan tulis.

“Terima kasih Bu Alisa.” ucap Niko pendek.

Ia kemudian membuka payungnya menggandeng tangan Arka dan berjalan menuju mobil.

Hujan masih turun dengan derasnya, Alisa berdiri di lobi memeluk kedua tangannya sendiri karena hawa dingin mulai menusuk.

Ia menatap mobil Niko yang perlahan menghilang di balik gerbang sekolah.

Ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, ia merasa takut namun juga penasaran secara bersamaan.

Alisa tahu pria seperti Niko yang kaya, dingin, dan memiliki posisi tinggi biasanya bukan tipe pria yang mudah didekati.

Namun ada satu hal yang Alisa sadari pagi itu adalah di balik jubah putih dan sikap dinginnya Dokter Niko Arkana berhasil membuat seorang Alisa Putri merasa penasaran untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun.

Dan bagi Niko meski ia tidak akan mengakuinya aroma parfum melati dari Alisa seolah menempel di kemejanya sepanjang sisa hari itu dan mengganggu fokus logikanya yang biasanya tak tergoyahkan.

Pertemuan singkat di bawah hujan itu menjadi babak awal dari sebuah cerita panjang yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.

Sebuah cerita di mana kehangatan akan mencoba mencairkan es dan di mana keheningan akan berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Jika rumah sakit adalah sebuah kerajaan, maka Dokter Niko Arkana adalah pangeran mahkota yang paling disegani sekaligus paling dihindari jika seseorang tidak memiliki kepentingan medis yang mendesak.

Bagi Niko hidup adalah rangkaian algoritma yang presisi, segala sesuatu harus memiliki sebab, akibat, dan solusi yang efisien.

Tidak ada ruang untuk basa-basi dan tentu saja, tidak ada ruang untuk perasaan yang meluap-luap.

Pagi itu di lantai atas Rumah Sakit Medika Utama yaitu rumah sakit swasta bergengsi milik keluarganya, Niko baru saja menyelesaikan operasi appendectomy yaitu 'prosedur operasi untuk mengangkat usus buntu yang meradang atau terinfeksi (apendisitis).'

Ini merupakan tindakan darurat medis umum yang bertujuan mencegah pecahnya usus buntu yang dapat berakibat fatal, yang sebenarnya tergolong rutin bagi dokter sekelas dirinya.

Namun ia tetap melakukannya dengan ketelitian yang nyaris gila, ia melepaskan masker bedahnya memperlihatkan wajah yang tampak lelah namun tetap memiliki ketajaman yang mengintimidasi.

Niko melangkah menuju ruang sterilisasi, suara sepatu pantofelnya yang beradu dengan lantai marmer menciptakan irama yang teratur seolah memberi peringatan bagi siapa pun di lorong itu bahwa sang "Dokter Es" sedang lewat.

“Dokter Niko ini laporan pasien dari bangsal VIP nomor 402.” seorang perawat muda menghampirinya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Semua orang tahu, Dokter Niko tidak menyukai kesalahan sekecil apa pun dalam laporan.

Niko mengambil map itu tanpa bicara, matanya memindai barisan angka dan istilah medis di sana dengan kecepatan yang luar biasa.

“Dosis antibiotiknya terlalu tinggi untuk pasien dengan riwayat ginjal seperti beliau, koreksi dan berikan padaku sepuluh menit lagi.” ucapnya dingin, lalu menyerahkan kembali map tersebut tanpa memandang wajah perawat itu.

Ia terus berjalan menuju ruang pribadinya yang terletak di pojok lorong, sebuah ruangan yang lebih mirip perpustakaan medis daripada ruang kantor.

Di dindingnya, tidak ada foto keluarga atau pajangan seni yang mencolok tapi hanya ada deretan buku-buku kedokteran tebal dan beberapa sertifikat penghargaan internasional.

Niko menghempaskan tubuhnya ke kursi kerja yang ergonomis, ia memijat pangkal hidungnya.

Kelelahan fisik bukanlah masalah baginya, ia sudah terbiasa dengan jadwal operasi yang padat.

Namun sejak kemarin ada sesuatu yang "tidak logis" yang terus mengganggu fokusnya.

Bayangan seorang wanita dengan senyum lembut di gerbang sekolah.

Niko adalah pria yang tumbuh dalam lingkungan yang sangat menuntut.

Kakeknya adalah pemilik tunggal rumah sakit ini, mendidiknya dengan keras.

Sejak kecil Niko diajarkan bahwa kelemahan terbesar seorang pria adalah emosinya.

Ia melihat bagaimana ayahnya hancur secara emosional setelah kepergian ibunya dan sejak saat itu Niko bersumpah tidak akan membiarkan dirinya dikendalikan oleh perasaan yang tidak bisa ia ukur dengan stetoskop.

Namun, Alisa... guru itu adalah sesuatu yang tidak terduga.

Niko teringat bagaimana Alisa menatapnya kemarin, tatapan itu tidak mengandung rasa takut juga tidak mengandung ambisi terselubung yang biasanya ia temui pada wanita-wanita yang mencoba mendekatinya karena status sosialnya.

Mata Alisa hanya mencerminkan ketulusan yang murni dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.

"Sangat tidak penting." gumam Niko pada diri sendiri.

Ia meraih cangkir kopinya yang sudah dingin, ia benci sesuatu yang mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan namun ia mendapati dirinya justru sedang memikirkan jadwal jemput Arka nanti sore.

Ponselnya bergetar di atas meja, sebuah pesan masuk dari kakaknya yaitu ibu dari Arka.

“Niko, maaf ya merepotkanmu terus. Kami masih harus di Singapura seminggu lagi. Tolong pastikan Arka tidak hanya makan nugget. Dan oh ya... bagaimana kabar Ibu Guru Alisa? Arka bilang kau mengantarnya kemarin.”

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

Terpopuler

Comments

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

seperti nya sudah mulai ada benih benih love nih antara niko dan alisa

2026-02-04

0

Rahma Inayah

Rahma Inayah

yg saudara an SM niko siapa Thor ibunya arka apa ayah nya arka .

2026-02-01

0

Nurhartiningsih

Nurhartiningsih

masih menyimak... menarik

2026-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Mengantar Sekolah
2 Dokter Es
3 Pelangi
4 Arka Jatuh
5 LArtisan Bakery
6 Es Krim
7 Pingsan
8 Buket Bunga Lili Putih
9 Pride and Prejudice
10 Datanglah Ke Sekolah
11 Investasi Keluarga
12 Terlalu Banyak Madu
13 Tanaman Succulent
14 Kamu Cemburu?
15 Nutrisi Keluarga?
16 Tanggung Jawabku
17 Dunia Kita Berbeda
18 Rahasia Orang Dewasa
19 Siap, Dokter Protektif
20 Berlebihan
21 Cerewet Sekali!
22 Panjat Sosial
23 Pilihan Yang Cerdas
24 Kegagalan Sistem
25 Janji Temu
26 Diagnosa Kebenaran
27 Itu Memalukan
28 Sentimental Yang Tidak Produktif
29 Ikan Paus
30 Observasi Objektif Atau Cemburu?
31 Cek Kesehatan Gratis
32 Standar Kepantasan Paling Tinggi
33 Alisa Maafkan Aku
34 Diagnosa Baru
35 Typical Niko
36 Over-Confidence
37 Tidak Akan Menyerah
38 Ini Perintah Bukan Saran
39 Membawa Beban Berat
40 Pasien Prioritas
41 Terapi Relaksasi
42 The Aesthetic of Anatomy
43 Alasan Kehilangan Segalanya
44 Dokter Yang Sangat Cerewet
45 Jangan Membentakku
46 Pasien Yang Tidak Disiplin
47 Memanfaatkan Fasilitas VIP
48 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49 Resep Cinta
50 Terapi Luar Ruangan
51 Pengingat Dimana Tempatnya
52 Dua Kutub Arkana
53 Tertular Virus Ketelitian
54 Surat Mutasi
55 Undangan Gala Yayasan
56 Penjara Berlapis Emas
57 Prioritas Medis Utama
58 Sesuatu Yang Lebih Personal
59 Termos Resep
60 Ketergantungan
61 Proyek Eksperimen
62 Nutrisi Dengan Afeksi
63 Perisai Digital
64 Jurnal Kesehatan
65 Malpraktik Dalam Hidupmu
66 Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67 Calon Istriku
68 Pasangkan Cincinnya Dokter
69 Apa Kamu Yakin Alisa?
70 Sebuah Kesepakatan Suci
71 Toko Buku Antiquariat
72 Suamiku Ini Sangat Aneh
73 Romantisme Paling Logis
74 Dokter Protektif
75 Pengingat Minum Obat
76 Dokter Gila
77 Jangan Pernah Sakit Lagi
78 Terlalu Otoriter
79 Agak Berlebihan
80 Prosedur Keamanan
81 Area Terlarang
82 Zoom Resolusi Tinggi
83 Radius Dua Meter
84 Calon Istri Pilihan Keluarga
85 Memutus Akses Finansial
86 Akses Diblokir
87 Isolasi Total
88 Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89 Sudah Kuduga
90 Menghitung Probabilitas
91 Aku Tidak Takut Lagi
92 Kemenangan Terbesar
93 Kehidupan Baru (END)
94 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Mengantar Sekolah
2
Dokter Es
3
Pelangi
4
Arka Jatuh
5
LArtisan Bakery
6
Es Krim
7
Pingsan
8
Buket Bunga Lili Putih
9
Pride and Prejudice
10
Datanglah Ke Sekolah
11
Investasi Keluarga
12
Terlalu Banyak Madu
13
Tanaman Succulent
14
Kamu Cemburu?
15
Nutrisi Keluarga?
16
Tanggung Jawabku
17
Dunia Kita Berbeda
18
Rahasia Orang Dewasa
19
Siap, Dokter Protektif
20
Berlebihan
21
Cerewet Sekali!
22
Panjat Sosial
23
Pilihan Yang Cerdas
24
Kegagalan Sistem
25
Janji Temu
26
Diagnosa Kebenaran
27
Itu Memalukan
28
Sentimental Yang Tidak Produktif
29
Ikan Paus
30
Observasi Objektif Atau Cemburu?
31
Cek Kesehatan Gratis
32
Standar Kepantasan Paling Tinggi
33
Alisa Maafkan Aku
34
Diagnosa Baru
35
Typical Niko
36
Over-Confidence
37
Tidak Akan Menyerah
38
Ini Perintah Bukan Saran
39
Membawa Beban Berat
40
Pasien Prioritas
41
Terapi Relaksasi
42
The Aesthetic of Anatomy
43
Alasan Kehilangan Segalanya
44
Dokter Yang Sangat Cerewet
45
Jangan Membentakku
46
Pasien Yang Tidak Disiplin
47
Memanfaatkan Fasilitas VIP
48
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49
Resep Cinta
50
Terapi Luar Ruangan
51
Pengingat Dimana Tempatnya
52
Dua Kutub Arkana
53
Tertular Virus Ketelitian
54
Surat Mutasi
55
Undangan Gala Yayasan
56
Penjara Berlapis Emas
57
Prioritas Medis Utama
58
Sesuatu Yang Lebih Personal
59
Termos Resep
60
Ketergantungan
61
Proyek Eksperimen
62
Nutrisi Dengan Afeksi
63
Perisai Digital
64
Jurnal Kesehatan
65
Malpraktik Dalam Hidupmu
66
Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67
Calon Istriku
68
Pasangkan Cincinnya Dokter
69
Apa Kamu Yakin Alisa?
70
Sebuah Kesepakatan Suci
71
Toko Buku Antiquariat
72
Suamiku Ini Sangat Aneh
73
Romantisme Paling Logis
74
Dokter Protektif
75
Pengingat Minum Obat
76
Dokter Gila
77
Jangan Pernah Sakit Lagi
78
Terlalu Otoriter
79
Agak Berlebihan
80
Prosedur Keamanan
81
Area Terlarang
82
Zoom Resolusi Tinggi
83
Radius Dua Meter
84
Calon Istri Pilihan Keluarga
85
Memutus Akses Finansial
86
Akses Diblokir
87
Isolasi Total
88
Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89
Sudah Kuduga
90
Menghitung Probabilitas
91
Aku Tidak Takut Lagi
92
Kemenangan Terbesar
93
Kehidupan Baru (END)
94
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!