LArtisan Bakery

Alisa menunduk dan baru menyadari noda itu.

“Oh iya tidak apa-apa Pak, ini bisa dicuci nanti.” ucap Alisa.

“Darah yang mengering akan sulit hilang.” sela Niko.

Ia berjalan menuju wastafel kecil di ruangannya kemudian mengambil sepotong kapas yang sudah dibasahi cairan pembersih khusus lalu berjalan kembali ke arah Alisa.

Tanpa peringatan, Niko memegang lengan Alisa.

Waktu seolah berhenti bagi Alisa, jantungnya berdebar sangat kencang hingga ia takut Niko bisa mendengarnya melalui stetoskop yang tergantung di leher pria itu.

Tangan Niko terasa dingin namun mantap saat ia mengusapkan kapas itu pada kain blus Alisa.

Jarak mereka sangat dekat dan Alisa bisa mencium aroma sabun medis dan sisa-sisa aroma kopi dari tubuh Niko.

Niko sendiri merasa ada yang salah dengan dirinya, seharusnya ia membiarkan perawat yang melakukan ini atau membiarkan Alisa melakukannya sendiri.

Tapi entah dorongan darimana ia ingin melakukannya, ia bisa merasakan kehangatan dari kulit lengan Alisa meski terhalang kain.

Ia juga menyadari betapa kecil dan rapuhnya lengan wanita ini dibandingkan tangannya.

“Selesai.” ucap Niko tiba-tiba, seolah tersadar dari lamunan singkatnya.

Ia segera menjauhkan diri dan kembali ke belakang meja kerjanya dengan gerakan kaku.

“Lain kali perhatikan langkah Arka, saya tidak ingin dia mengganggu jadwal operasi saya hanya karena jatuh lagi.” seru Niko sepertinya tidak sesuai dengan hatinya.

Kata-kata itu dingin namun Alisa entah mengapa tidak merasa tersinggung, ia mulai bisa membaca bahwa kekakuan Niko adalah caranya melindungi diri dari dunia luar.

“Baik Pak Niko, kami permisi dulu. Arka ayo pamit pada Om Niko.” ajak Alisa.

Arka, yang kini sudah kembali ceria karena diberi permen oleh perawat yang sempat masuk tadi, melambai pada pamannya.

“Dah, Om Dokter Galak!” serunya sambil berlindung dibelakang Alisa.

Niko hanya mengangkat satu alisnya dan menatap kepergian mereka dari balik pintu.

Begitu pintu tertutup ruangan itu kembali sunyi, namun keheningan kali ini terasa berbeda bagi Niko, ia menatap tangannya yang tadi memegang lengan Alisa.

“Guru yang aneh.” gumamnya pelan.

Namun untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun ada senyum tipis ingat sangat tipis hingga nyaris tak terlihat yang tersungging di bibir Dokter Niko Arkana.

Di luar ruangan Alisa berjalan menuju lift dengan perasaan yang campur aduk.

Wajahnya masih terasa panas, ia menyentuh lengan yang tadi dipegang oleh Niko, ia sadar dinding es di sekitar pria itu mungkin memang tebal tapi di balik itu semua Dokter Niko Arkana memiliki sepasang tangan yang sangat lembut saat menyembuhkan.

Dan Alisa... ia merasa mulai ingin tahu lebih banyak tentang apa yang ada di balik dinding es tersebut.

...****************...

Pagi setelah kejadian di rumah sakit, suasana di sekolah Pelangi Bangsa terasa sedikit lebih sejuk karena sisa-sisa hujan semalam.

Alisa tiba di kelasnya dengan perasaan yang sulit digambarkan, setiap kali ia melihat ke arah kursi Arka maka ingatannya selalu terlempar kembali pada momen di ruang praktik Dokter Niko.

Sentuhan tangan pria itu pada lengannya meski hanya beberapa detik, seolah meninggalkan bekas yang tak kasat mata namun terasa hangat.

Alisa menggelengkan kepalanya pelan dan mencoba mengusir bayangan wajah kaku namun tampan itu.

“Fokus Alisa, dia itu dokter sibuk dan cucu pemilik rumah sakit sedangkan kamu hanya guru yang kebetulan mengajar ponakannya.” gumamnya pada diri sendiri sembari menyusun balok-balok mainan di sudut ruangan.

Alisa harus sadar diri, tidak semua kisah Cinderella akan berakhir manis, ini dunia nyata bukan dongeng jadi Alisa tidak boleh memikirkan hal-hal yang bukan kapasitasnya.

Namun ketenangan Alisa terusik ketika seorang staf tata usaha sekolah yaitu Bu Ratna masuk ke kelas dengan wajah penuh rasa ingin tahu yang besar.

Bu Ratna membawa sebuah tas kertas besar berwarna putih minimalis dengan logo sebuah toko roti dan buah premium yang terkenal sangat mahal di pusat kota yaitu LArtisan Bakery.

“Bu Alisa ada kiriman untukmu.” ucap Bu Ratna dengan nada menggoda.

“Tadi ada kurir yang mengantarnya, katanya untuk 'Ibu Guru yang menangani Arka'. Siapa ya kiranya? Apa ayahnya Arka?” tanya bu Ratna begitu penasaran.

Alisa mengernyitkan dahi.

“Ayahnya Arka sedang di Singapura bu Ratna, mungkin ini dari pengasuhnya?” seru Alisa.

“Ah, mana mungkin pengasuh mengirimkan keranjang buah impor dan paket roti artisan kelas atas begini? Harganya mungkin bisa setara gaji sebulan staf honorer!” Bu Ratna tertawa kecil lalu meletakkan bingkisan itu di meja kerja Alisa.

“Ada kartu ucapan di dalamnya, aku keluar dulu ya jangan lupa bagi-bagi ceritanya!” seru nya sebelum pergi.

Setelah Bu Ratna pergi Alisa menatap bingkisan itu dengan ragu, di dalamnya terdapat susunan buah anggur Muscat yang hijau segar, apel Envy yang merah merona, dan sekotak roti croissant yang masih menebarkan aroma mentega gurih.

Alisa mengambil amplop kecil berwarna putih di atasnya.

Isinya sangat singkat, ditulis dengan tulisan tangan yang sangat rapi namun tegas yaitu khas tulisan seseorang yang terbiasa menulis resep medis dengan cepat.

"Sebagai pengganti blus yang terkena noda kemarin. Terima kasih sudah menjaga Arka."

N.A.

Alisa merasakan pipinya memanas. "N.A." Niko Arkana.

Pria sedingin es itu ternyata memperhatikan noda darah di bajunya sampai sejauh ini.

Alisa terduduk di kursinya memandangi kartu itu berulang kali, ada rasa haru yang menyelip di hatinya.

Niko tidak perlu melakukan ini namun ia memilih untuk melakukannya dengan cara yang sangat berkelas namun tetap menjaga jarak.

Di sisi lain kota di dalam ruang operasinya yang steril Niko baru saja menyelesaikan prosedur pembedahan kecil.

Saat ia melepas sarung tangan karetnya, pikirannya tiba-tiba melayang pada bingkisan yang ia pesan tadi pagi.

Ia sempat ragu saat memilih toko buah tersebut, takut jika tindakannya dianggap terlalu berlebihan atau yang lebih ia takutkan dianggap sebagai bentuk perhatian personal.

"Aku hanya melakukan apa yang benar secara etika, dia terluka bajunya karena menolong keponakanku." alasan itu terus ia ulang di dalam kepalanya sebagai pembelaan logis.

Niko keluar dari ruang operasi dan berpapasan dengan Dokter Hendra yaitu rekan sejawatnya yang merupakan dokter spesialis anak sekaligus teman masa kecilnya.

Hendra adalah satu-satunya orang yang berani menggoda Niko tanpa takut kena semprot.

“Tadi aku lihat kau memesan bingkisan dari LArtisan Bakery, Sejak kapan Dokter Niko Arkana yang perfeksionis ini suka roti manis di pagi hari?” tanya Hendra sambil menyeringai.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN ⬇️⬇️⬇️...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

Terpopuler

Comments

💝F&N💝

💝F&N💝

wkwkwkwk.... 👍👍👍👍👍 aku suka
suka banget.
romantis
top markotop

lanjut

2026-02-02

0

💝F&N💝

💝F&N💝

aku sudah vote yaaaaaa
ayo lanjut lagi

2026-02-02

0

Asyatun 1

Asyatun 1

lanjut

2026-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Mengantar Sekolah
2 Dokter Es
3 Pelangi
4 Arka Jatuh
5 LArtisan Bakery
6 Es Krim
7 Pingsan
8 Buket Bunga Lili Putih
9 Pride and Prejudice
10 Datanglah Ke Sekolah
11 Investasi Keluarga
12 Terlalu Banyak Madu
13 Tanaman Succulent
14 Kamu Cemburu?
15 Nutrisi Keluarga?
16 Tanggung Jawabku
17 Dunia Kita Berbeda
18 Rahasia Orang Dewasa
19 Siap, Dokter Protektif
20 Berlebihan
21 Cerewet Sekali!
22 Panjat Sosial
23 Pilihan Yang Cerdas
24 Kegagalan Sistem
25 Janji Temu
26 Diagnosa Kebenaran
27 Itu Memalukan
28 Sentimental Yang Tidak Produktif
29 Ikan Paus
30 Observasi Objektif Atau Cemburu?
31 Cek Kesehatan Gratis
32 Standar Kepantasan Paling Tinggi
33 Alisa Maafkan Aku
34 Diagnosa Baru
35 Typical Niko
36 Over-Confidence
37 Tidak Akan Menyerah
38 Ini Perintah Bukan Saran
39 Membawa Beban Berat
40 Pasien Prioritas
41 Terapi Relaksasi
42 The Aesthetic of Anatomy
43 Alasan Kehilangan Segalanya
44 Dokter Yang Sangat Cerewet
45 Jangan Membentakku
46 Pasien Yang Tidak Disiplin
47 Memanfaatkan Fasilitas VIP
48 New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49 Resep Cinta
50 Terapi Luar Ruangan
51 Pengingat Dimana Tempatnya
52 Dua Kutub Arkana
53 Tertular Virus Ketelitian
54 Surat Mutasi
55 Undangan Gala Yayasan
56 Penjara Berlapis Emas
57 Prioritas Medis Utama
58 Sesuatu Yang Lebih Personal
59 Termos Resep
60 Ketergantungan
61 Proyek Eksperimen
62 Nutrisi Dengan Afeksi
63 Perisai Digital
64 Jurnal Kesehatan
65 Malpraktik Dalam Hidupmu
66 Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67 Calon Istriku
68 Pasangkan Cincinnya Dokter
69 Apa Kamu Yakin Alisa?
70 Sebuah Kesepakatan Suci
71 Toko Buku Antiquariat
72 Suamiku Ini Sangat Aneh
73 Romantisme Paling Logis
74 Dokter Protektif
75 Pengingat Minum Obat
76 Dokter Gila
77 Jangan Pernah Sakit Lagi
78 Terlalu Otoriter
79 Agak Berlebihan
80 Prosedur Keamanan
81 Area Terlarang
82 Zoom Resolusi Tinggi
83 Radius Dua Meter
84 Calon Istri Pilihan Keluarga
85 Memutus Akses Finansial
86 Akses Diblokir
87 Isolasi Total
88 Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89 Sudah Kuduga
90 Menghitung Probabilitas
91 Aku Tidak Takut Lagi
92 Kemenangan Terbesar
93 Kehidupan Baru (END)
94 New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95 New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96 New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Mengantar Sekolah
2
Dokter Es
3
Pelangi
4
Arka Jatuh
5
LArtisan Bakery
6
Es Krim
7
Pingsan
8
Buket Bunga Lili Putih
9
Pride and Prejudice
10
Datanglah Ke Sekolah
11
Investasi Keluarga
12
Terlalu Banyak Madu
13
Tanaman Succulent
14
Kamu Cemburu?
15
Nutrisi Keluarga?
16
Tanggung Jawabku
17
Dunia Kita Berbeda
18
Rahasia Orang Dewasa
19
Siap, Dokter Protektif
20
Berlebihan
21
Cerewet Sekali!
22
Panjat Sosial
23
Pilihan Yang Cerdas
24
Kegagalan Sistem
25
Janji Temu
26
Diagnosa Kebenaran
27
Itu Memalukan
28
Sentimental Yang Tidak Produktif
29
Ikan Paus
30
Observasi Objektif Atau Cemburu?
31
Cek Kesehatan Gratis
32
Standar Kepantasan Paling Tinggi
33
Alisa Maafkan Aku
34
Diagnosa Baru
35
Typical Niko
36
Over-Confidence
37
Tidak Akan Menyerah
38
Ini Perintah Bukan Saran
39
Membawa Beban Berat
40
Pasien Prioritas
41
Terapi Relaksasi
42
The Aesthetic of Anatomy
43
Alasan Kehilangan Segalanya
44
Dokter Yang Sangat Cerewet
45
Jangan Membentakku
46
Pasien Yang Tidak Disiplin
47
Memanfaatkan Fasilitas VIP
48
New Story Edisi Spesial Ramadhan: Munajat Cinta
49
Resep Cinta
50
Terapi Luar Ruangan
51
Pengingat Dimana Tempatnya
52
Dua Kutub Arkana
53
Tertular Virus Ketelitian
54
Surat Mutasi
55
Undangan Gala Yayasan
56
Penjara Berlapis Emas
57
Prioritas Medis Utama
58
Sesuatu Yang Lebih Personal
59
Termos Resep
60
Ketergantungan
61
Proyek Eksperimen
62
Nutrisi Dengan Afeksi
63
Perisai Digital
64
Jurnal Kesehatan
65
Malpraktik Dalam Hidupmu
66
Kehilangan Alasan Untuk Tetap Sehat
67
Calon Istriku
68
Pasangkan Cincinnya Dokter
69
Apa Kamu Yakin Alisa?
70
Sebuah Kesepakatan Suci
71
Toko Buku Antiquariat
72
Suamiku Ini Sangat Aneh
73
Romantisme Paling Logis
74
Dokter Protektif
75
Pengingat Minum Obat
76
Dokter Gila
77
Jangan Pernah Sakit Lagi
78
Terlalu Otoriter
79
Agak Berlebihan
80
Prosedur Keamanan
81
Area Terlarang
82
Zoom Resolusi Tinggi
83
Radius Dua Meter
84
Calon Istri Pilihan Keluarga
85
Memutus Akses Finansial
86
Akses Diblokir
87
Isolasi Total
88
Aturan Itu Sudah Kadaluwarsa
89
Sudah Kuduga
90
Menghitung Probabilitas
91
Aku Tidak Takut Lagi
92
Kemenangan Terbesar
93
Kehidupan Baru (END)
94
New Story: Menikah Dengan Om Sahabatku
95
New Story: Benih Rahasia Sang Dokter
96
New Story: Di Bawah Kuasa Mantan Suami
97
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!