Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Gelas yang Retak

Aula hotel bintang lima itu berkilau oleh cahaya lampu kristal, namun bagi Kyrania Ruella, semuanya terasa seperti monokrom. Abu-abu dan dingin. Ia menyesap champagne-nya sedikit, hanya untuk membasahi tenggorokan yang terasa tercekat sejak ia melangkah masuk ke ruangan ini.

Di jari manisnya, sebongkah berlian dari Nathaniel Sagara melingkar dengan berat. Bukan berat karena karatnya, tapi karena beban janji yang terasa seperti borgol.

Bzzz… Bzzz…

Ponsel di dalam tas clutch miliknya bergetar. Satu pesan masuk dari Nathan.

Nathan: "Jangan minum terlalu banyak. Champagne di hotel itu overpriced. Aku sudah cek mutasi kartu kreditmu untuk biaya dandan sore ini. 2 juta untuk wajah yang akan dihapus sebelum tidur? Jangan terlalu boros, Kyra."

Kyra menghela napas, jemarinya gemetar. Nathan tidak pernah peduli apakah Kyra senang bertemu teman lama. Baginya, Kyra hanyalah aset yang harus dijaga pengeluarannya.

"Kyra? Ya ampun, kamu makin cantik saja setelah jadi istri pengusaha!" suara Sari, teman SMP-nya, membuyarkan lamunan. "Tapi kok sendirian? Suamimu mana?"

"Dia sedang sibuk, Sar. Banyak pekerjaan," jawab Kyra dengan kalimat yang sudah ia hafal di luar kepala.

"Yah, sayang banget. Eh, kamu sudah dengar belum? Si Juno mau datang lho! Herjuno Allegra, si anak desa yang dulu dekil itu sekarang jadi milyarder! Kabarnya dia belum menikah, tapi rumornya... dia nggak suka perempuan. Habisnya, nggak pernah ada kabar dia sama siapa pun."

Jantung Kyra berdegup satu kali dengan kencang. Nama itu. Nama yang sudah ia kubur dalam-dalam di bawah tumpukan tagihan dan aturan patriarki suaminya.

Tiba-tiba, suasana aula mendadak sunyi, lalu diikuti bisik-bisik yang riuh. Pintu besar di ujung ruangan terbuka.

Seorang pria melangkah masuk dengan langkah mantap. Ia mengenakan setelan jas charcoal yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Bahunya lebar, dagunya tegas dengan sedikit bayangan jenggot tipis yang dirapikan sempurna. Aura otoritasnya begitu kuat hingga semua orang seolah memberikan jalan.

Itu Juno. Tapi bukan Juno yang dulu mengejarnya dengan sepeda jengki. Ini adalah pria dewasa yang bisa membeli seluruh hotel ini jika ia mau.

Mata Juno menyapu ruangan, mengabaikan sapaan orang-orang besar, hingga akhirnya matanya terkunci pada satu titik. Pada Kyra.

Kyra merasa kakinya lemas. Tatapan Juno tidak berubah—masih tajam, seolah bisa membaca setiap inci kesedihan yang Kyra sembunyikan di balik makeup mahalnya. Juno berjalan lurus ke arahnya, tidak memedulikan tatapan heran orang-orang.

"Lama tidak bertemu, Anak Kota," suara Juno berat, dalam, dan bergetar di telinga Kyra seperti melodi lama yang menyakitkan.

Kyra berusaha tetap tegak. "Juno... apa kabar?"

Juno tidak menjawab kabar. Matanya justru turun ke jari manis Kyra, menatap cincin berlian itu dengan tatapan sinis, lalu kembali ke mata Kyra. "Kamu terlihat seperti lukisan indah, Kyra. Tapi kenapa aku merasa kamu sedang dipajang di galeri yang salah?"

Kyra tersentak. Hanya dalam satu kalimat, Juno berhasil meruntuhkan topeng yang ia bangun selama lima tahun.

"Aku harus pergi," bisik Kyra panik. Ia berbalik, mencoba mencari pelarian ke arah balkon yang sepi.

Namun Juno lebih cepat. Ia mengikuti Kyra ke balkon yang menghadap kerlip lampu Jakarta. Udara malam menyapa kulit bahu Kyra yang terbuka, membuatnya merinding.

"Jangan lari, Ra," ucap Juno dari belakang. Ia tidak menyentuh Kyra, tapi kehadirannya begitu mendominasi. "Aku dengar kamu berhenti melukis. Kenapa? Apa si Nathan itu melarangmu menyentuh kanvas?"

"Itu bukan urusanmu, Juno. Aku sudah menikah. Hidupku... stabil."

"Stabil?" Juno tertawa pahit. Ia melangkah maju hingga kini mereka berdiri bersisian, menatap kota. "Stabil itu bukan berarti bahagia. Aku tahu segalanya, Kyra. Aku tahu suamimu lebih mencintai angka di buku tabungan daripada dirimu. Aku tahu dia tidak pernah bisa... memuaskanmu, baik secara batin maupun di ranjang."

Wajah Kyra memanas. "Juno! Jaga bicaramu!"

"Kenapa? Karena itu benar? Karena setiap malam kamu tidur di samping pria yang hanya menganggapmu hiasan?" Juno berbalik, menatap Kyra dengan intensitas yang meluap. "Dulu, aku bersumpah tidak akan ada yang boleh menyakitimu. Dan melihatmu sekarang... aku merasa gagal."

Kyra menatap Juno dengan mata berkaca-kaca. "Kamu terlambat, Juno. Semuanya sudah terlambat."

"Bagi laki-laki lain mungkin iya," Juno mendekat, tangannya mengepal di atas pagar balkon, menahan diri untuk tidak memeluk wanita di depannya. "Tapi bagiku, waktu tidak pernah berjalan sejak hari itu. Sejak kita di sungai itu."

Kyra terdiam. Kata 'sungai' itu memicu sebuah ledakan memori. Tiba-tiba, bau parfum mahal Juno berganti dengan aroma lumpur sawah dan air pegunungan yang jernih. Suara bising Jakarta menghilang, digantikan oleh suara tawa seorang remaja laki-laki yang berisik.

Ia ingat... bagaimana semuanya dimulai. Saat ia masih menjadi gadis kota yang hancur, dan Juno adalah matahari yang memaksanya untuk kembali bersinar.

...----------------...

Episodes
1 Gelas yang Retak
2 Malaikat Berkaos Kusam
3 Embun dan Tawa yang Hilang
4 Tempe Tepung dan Jeritan di Balik Pintu
5 Warna yang Terbeli oleh Peluh
6 Darah Suci dan Petualangan di Bukit
7 Lencana OSIS dan Sepeda Ontel
8 Satria FU dan Pengakuan yang Terdesak
9 Kanvas, Keringat, dan Janji yang Dewasa
10 Cokelat yang Meleleh dan Sangkar Jakarta
11 Luka yang Salah Alamat
12 Sang Penjaga di Balik Bayangan
13 Bukan Sekadar Hiasan 21+
14 Sisa Merah dan Harga Sebuah Nyawa
15 Komoditas di Mata Predator
16 Perdagangan di Ruang VIP
17 Menghapus Jejak Najis
18 Runtuhnya Kerajaan Pasir
19 Kanvas Cinta dan Kebohongan yang Runtuh
20 Tamu dari Masa Lalu
21 Di Bawah Langit yang Sama
22 Sang Pewaris Palsu dan Permata Safir
23 Aroma Kesetiaan dan Minyak Angin
24 Mahkota untuk Sang Penyintas
25 Puing-Puing Sagara dan Sumpah Berdarah
26 Ketapel Kayu dan Air Mata Ibu
27 Cincin Safir dan Tawa yang Kembali
28 Kehancuran di Changi dan Malam Tanpa Akhir 21+
29 Mahkota di Atas Puing-Puing Keangkuhan 21+
30 Pagi Pertama di Istana Allegra
31 Rahasia di Balik Kanvas
32 Galeri Rahasia dan Fitnah di Karpet Merah
33 Hadiah di Atas Bara Dendam
34 Pelarian ke Surga Biru
35 Rahasia Rahim
36 Kabar Surgawi dari Samudra
37 Pasir Pantai dan Perintah Kematian
38 Sumpah Ketapel dan Pesta Sang Pewaris
39 Darah, Air Mata, dan Semangkuk Bakso
40 Kembalinya Sepasang Legenda Sukamaju
41 Mandi di Sungai dan Nostalgia Masa Kecil
42 Batas Kesabaran sang Allegra
43 Seragam Otoritas dan Rujak Pedas
44 Kesaksian Sang Ratu dan Histeria di Balik Jeruji
45 Tangisan di Ruang Gelap dan Istana Kecil Sang Pewaris
46 Cemburu pada Perut Sendiri
47 Tamu dari Negeri Kabut
48 Benteng Allegra dan Sabotase yang Gagal
49 Antara Sirine dan Tangisan Pertama
50 Ketapel Warisan dan Cinta di Rumah Kaca
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Gelas yang Retak
2
Malaikat Berkaos Kusam
3
Embun dan Tawa yang Hilang
4
Tempe Tepung dan Jeritan di Balik Pintu
5
Warna yang Terbeli oleh Peluh
6
Darah Suci dan Petualangan di Bukit
7
Lencana OSIS dan Sepeda Ontel
8
Satria FU dan Pengakuan yang Terdesak
9
Kanvas, Keringat, dan Janji yang Dewasa
10
Cokelat yang Meleleh dan Sangkar Jakarta
11
Luka yang Salah Alamat
12
Sang Penjaga di Balik Bayangan
13
Bukan Sekadar Hiasan 21+
14
Sisa Merah dan Harga Sebuah Nyawa
15
Komoditas di Mata Predator
16
Perdagangan di Ruang VIP
17
Menghapus Jejak Najis
18
Runtuhnya Kerajaan Pasir
19
Kanvas Cinta dan Kebohongan yang Runtuh
20
Tamu dari Masa Lalu
21
Di Bawah Langit yang Sama
22
Sang Pewaris Palsu dan Permata Safir
23
Aroma Kesetiaan dan Minyak Angin
24
Mahkota untuk Sang Penyintas
25
Puing-Puing Sagara dan Sumpah Berdarah
26
Ketapel Kayu dan Air Mata Ibu
27
Cincin Safir dan Tawa yang Kembali
28
Kehancuran di Changi dan Malam Tanpa Akhir 21+
29
Mahkota di Atas Puing-Puing Keangkuhan 21+
30
Pagi Pertama di Istana Allegra
31
Rahasia di Balik Kanvas
32
Galeri Rahasia dan Fitnah di Karpet Merah
33
Hadiah di Atas Bara Dendam
34
Pelarian ke Surga Biru
35
Rahasia Rahim
36
Kabar Surgawi dari Samudra
37
Pasir Pantai dan Perintah Kematian
38
Sumpah Ketapel dan Pesta Sang Pewaris
39
Darah, Air Mata, dan Semangkuk Bakso
40
Kembalinya Sepasang Legenda Sukamaju
41
Mandi di Sungai dan Nostalgia Masa Kecil
42
Batas Kesabaran sang Allegra
43
Seragam Otoritas dan Rujak Pedas
44
Kesaksian Sang Ratu dan Histeria di Balik Jeruji
45
Tangisan di Ruang Gelap dan Istana Kecil Sang Pewaris
46
Cemburu pada Perut Sendiri
47
Tamu dari Negeri Kabut
48
Benteng Allegra dan Sabotase yang Gagal
49
Antara Sirine dan Tangisan Pertama
50
Ketapel Warisan dan Cinta di Rumah Kaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!