Tempe Tepung dan Jeritan di Balik Pintu

Matahari sudah mulai naik, mengganti hawa dingin dengan kehangatan yang nyaman. Namun, Juno sepertinya belum puas mengajak Kyra bertualang. Alih-alih lewat jalan pintas, ia malah menarik Kyra menyusuri pematang sawah yang hijau membentang.

"Juno, pelan-pelan! Nanti aku jatuh ke lumpur!" seru Kyra, tangannya masih digenggam erat oleh Juno.

"Lari, Ra! Kalo pelan-pelan mah namanya pawai!" Juno malah mempercepat langkahnya, tawanya meledak saat melihat Kyra yang kepayahan mengikuti langkah panjangnya.

Mereka akhirnya kejar-kejaran di sela-sela padi yang mulai merunduk. Kyra, yang tadinya selalu tampil anggun dan kaku, kini berlari dengan rambut berantakan, mencoba menangkap kaos Juno yang berkibar ditiup angin. Suasana begitu lepas, hingga Kyra lupa bahwa ia sedang berada di "pengasingan".

Hasyimm! Hasyimm!

Langkah Kyra terhenti. Ia menutup hidungnya dengan punggung tangan.

"Nah, kan... apa kataku," Juno berhenti lari dan menghampiri Kyra dengan raut khawatir. "Tadi kebanyakan main air sih. Hidungmu sudah merah kayak tomat matang."

"Dingin..." gumam Kyra, suaranya mulai sengau.

"Ya sudah, ayo ke rumah Nenekku dulu. Dekat sini kok, di ujung sawah itu," Juno menunjuk sebuah rumah panggung kecil yang asri. "Kita cari 'obat' di sana."

Di teras rumah nenek Juno, Kyra duduk beralaskan tikar pandan. Tak lama, Juno keluar membawa sebuah cangkir seng berisi cairan kecokelatan yang mengepulkan asap.

"Nih, minum. Air jahe buatan Nenek. Dijamin nyawa yang tadinya mau terbang, balik lagi ke badan," ucap Juno konyol.

Kyra menyesapnya perlahan. Rasa pedas-hangat jahe langsung menjalar di kerongkongannya, membuat tubuhnya yang tadi menggigil jadi lebih nyaman. Di samping jahe, ada sepiring penuh tempe goreng tepung yang masih panas.

"Coba ini. Tempe paling enak se-Jagat Raya," Juno menyodorkan sepotong tempe yang sangat renyah.

Kyra menggigitnya kecil. Matanya membelalak. "Enak banget... ini tepungnya pakai apa?"

"Rahasia perusahaan dong!" Juno nyengir sambil mengunyah tempe dengan lahap. "Di Jakarta nggak ada kan tempe kayak gini? Adanya cuma pizza yang keras itu."

Kyra tersenyum kecil, ia menikmati setiap gigitan tempe goreng itu. Di teras yang tenang ini, ditemani Juno yang tak henti-hentinya bercerita tentang cara menangkap belalang, Kyra merasa aman. Untuk sejenak, ia lupa bahwa dunianya di kota telah hancur.

Namun, kedamaian itu pecah saat mereka berjalan pulang menuju rumah nenek Kyra. Semakin dekat dengan pagar bambu, suasana desa yang tenang mendadak berubah mencekam.

PRANG!

"PERGI! JANGAN SENTUH AKU! DASAR LAKI-LAKI PENGKHIANAT!"

Suara jeritan melengking itu menusuk telinga. Kyra mematung di tempat. Wajahnya yang tadi sedikit bersemu merah karena jahe, mendadak berubah pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat.

"Ibu..." bisik Kyra lemas.

Dari balik pintu rumah yang tertutup, terdengar suara barang-barang pecah belah yang dilempar. Ibunya sedang mengalami serangan panik lagi. Stresnya kambuh setelah melihat foto Kenzo dan ayahnya di surat kabar lama yang mungkin ia temukan di gudang.

"Tega kamu! Kamu ambil anak laki-lakiku, kamu buang aku ke sini! MATI SAJA KAMU!" jerit ibunya lagi, diikuti tangisan yang sangat menyayat hati.

Kyra menutup telinganya dengan kedua tangan. Ia mundur selangkah, napasnya mulai tersengal. Ingatannya kembali pada malam di mana ayahnya mengemas koper Kenzo dan membiarkan ibunya bersimpuh di lantai memohon agar keluarga mereka tidak dipisahkan.

Tiba-tiba, sepasang tangan hangat menangkup telinga Kyra dari luar, membantu meredam suara jeritan itu. Juno berdiri tepat di belakangnya, wajah konyolnya tadi hilang total, digantikan oleh ekspresi yang sangat dewasa dan protektif.

"Jangan didengar, Ra," bisik Juno, meski ia tahu suaranya sulit menembus tangan Kyra.

Kyra berbalik dan menenggelamkan wajahnya di dada Juno. Ia menangis tanpa suara, bahunya terguncang hebat. "Aku benci ini, Juno... aku benci hidupku."

Juno tidak berkata apa-apa. Ia hanya mengeratkan pelukannya, tangannya mengelus rambut Kyra yang masih sedikit lembap oleh air sungai. Ia menatap pintu rumah Kyra dengan tatapan tajam, berjanji di dalam hati bahwa ia akan menjadi satu-satunya tempat Kyra bisa lari saat dunia di rumahnya runtuh.

"Kamu punya aku, Ra. Ingat itu. Aku nggak akan kemana-mana," janji Juno lirih di tengah bisingnya jeritan pilu dari dalam rumah.

Terpopuler

Comments

umie chaby_ba

umie chaby_ba

Hasyim dipanggil tuh../Facepalm/

2026-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 Gelas yang Retak
2 Malaikat Berkaos Kusam
3 Embun dan Tawa yang Hilang
4 Tempe Tepung dan Jeritan di Balik Pintu
5 Warna yang Terbeli oleh Peluh
6 Darah Suci dan Petualangan di Bukit
7 Lencana OSIS dan Sepeda Ontel
8 Satria FU dan Pengakuan yang Terdesak
9 Kanvas, Keringat, dan Janji yang Dewasa
10 Cokelat yang Meleleh dan Sangkar Jakarta
11 Luka yang Salah Alamat
12 Sang Penjaga di Balik Bayangan
13 Bukan Sekadar Hiasan 21+
14 Sisa Merah dan Harga Sebuah Nyawa
15 Komoditas di Mata Predator
16 Perdagangan di Ruang VIP
17 Menghapus Jejak Najis
18 Runtuhnya Kerajaan Pasir
19 Kanvas Cinta dan Kebohongan yang Runtuh
20 Tamu dari Masa Lalu
21 Di Bawah Langit yang Sama
22 Sang Pewaris Palsu dan Permata Safir
23 Aroma Kesetiaan dan Minyak Angin
24 Mahkota untuk Sang Penyintas
25 Puing-Puing Sagara dan Sumpah Berdarah
26 Ketapel Kayu dan Air Mata Ibu
27 Cincin Safir dan Tawa yang Kembali
28 Kehancuran di Changi dan Malam Tanpa Akhir 21+
29 Mahkota di Atas Puing-Puing Keangkuhan 21+
30 Pagi Pertama di Istana Allegra
31 Rahasia di Balik Kanvas
32 Galeri Rahasia dan Fitnah di Karpet Merah
33 Hadiah di Atas Bara Dendam
34 Pelarian ke Surga Biru
35 Rahasia Rahim
36 Kabar Surgawi dari Samudra
37 Pasir Pantai dan Perintah Kematian
38 Sumpah Ketapel dan Pesta Sang Pewaris
39 Darah, Air Mata, dan Semangkuk Bakso
40 Kembalinya Sepasang Legenda Sukamaju
41 Mandi di Sungai dan Nostalgia Masa Kecil
42 Batas Kesabaran sang Allegra
43 Seragam Otoritas dan Rujak Pedas
44 Kesaksian Sang Ratu dan Histeria di Balik Jeruji
45 Tangisan di Ruang Gelap dan Istana Kecil Sang Pewaris
46 Cemburu pada Perut Sendiri
47 Tamu dari Negeri Kabut
48 Benteng Allegra dan Sabotase yang Gagal
49 Antara Sirine dan Tangisan Pertama
50 Ketapel Warisan dan Cinta di Rumah Kaca
Episodes

Updated 50 Episodes

1
Gelas yang Retak
2
Malaikat Berkaos Kusam
3
Embun dan Tawa yang Hilang
4
Tempe Tepung dan Jeritan di Balik Pintu
5
Warna yang Terbeli oleh Peluh
6
Darah Suci dan Petualangan di Bukit
7
Lencana OSIS dan Sepeda Ontel
8
Satria FU dan Pengakuan yang Terdesak
9
Kanvas, Keringat, dan Janji yang Dewasa
10
Cokelat yang Meleleh dan Sangkar Jakarta
11
Luka yang Salah Alamat
12
Sang Penjaga di Balik Bayangan
13
Bukan Sekadar Hiasan 21+
14
Sisa Merah dan Harga Sebuah Nyawa
15
Komoditas di Mata Predator
16
Perdagangan di Ruang VIP
17
Menghapus Jejak Najis
18
Runtuhnya Kerajaan Pasir
19
Kanvas Cinta dan Kebohongan yang Runtuh
20
Tamu dari Masa Lalu
21
Di Bawah Langit yang Sama
22
Sang Pewaris Palsu dan Permata Safir
23
Aroma Kesetiaan dan Minyak Angin
24
Mahkota untuk Sang Penyintas
25
Puing-Puing Sagara dan Sumpah Berdarah
26
Ketapel Kayu dan Air Mata Ibu
27
Cincin Safir dan Tawa yang Kembali
28
Kehancuran di Changi dan Malam Tanpa Akhir 21+
29
Mahkota di Atas Puing-Puing Keangkuhan 21+
30
Pagi Pertama di Istana Allegra
31
Rahasia di Balik Kanvas
32
Galeri Rahasia dan Fitnah di Karpet Merah
33
Hadiah di Atas Bara Dendam
34
Pelarian ke Surga Biru
35
Rahasia Rahim
36
Kabar Surgawi dari Samudra
37
Pasir Pantai dan Perintah Kematian
38
Sumpah Ketapel dan Pesta Sang Pewaris
39
Darah, Air Mata, dan Semangkuk Bakso
40
Kembalinya Sepasang Legenda Sukamaju
41
Mandi di Sungai dan Nostalgia Masa Kecil
42
Batas Kesabaran sang Allegra
43
Seragam Otoritas dan Rujak Pedas
44
Kesaksian Sang Ratu dan Histeria di Balik Jeruji
45
Tangisan di Ruang Gelap dan Istana Kecil Sang Pewaris
46
Cemburu pada Perut Sendiri
47
Tamu dari Negeri Kabut
48
Benteng Allegra dan Sabotase yang Gagal
49
Antara Sirine dan Tangisan Pertama
50
Ketapel Warisan dan Cinta di Rumah Kaca

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!