Di bawah temaram lampu tidur

Setelah kepulangan mereka dari butik, Ares tampak lebih banyak diam, namun matanya tidak pernah lepas dari Gia. Di dalam kamar utama yang luas, Gia sedang berdiri di depan cermin besar, menyisir rambut panjangnya. Ia mengenakan salah satu daster sutra baru pilihan Ares, potongannya sederhana, namun jatuh dengan sempurna di tubuh rampingnya.

Sekarang yang Gia kenakan bukan lagi gaun pinjaman. Bukan lagi gaun kebesaran yang tak pas di tubuhnya yang ramping dan kecil. Tapi gaun yang begitu pas di tubuhnya. Gaun yang memang dipilih untuknya, bukan untuk wanita lain termasuk Siska.

​Ares duduk di tepi ranjang, memerhatikan punggung Gia. Pria itu sudah mengenakan kaus hitam santai, membuatnya tampak lebih muda dan tidak terlalu mengintimidasi.

​"Gia!" Panggil Ares lirih.

​"Iya, Mas?" Gia menoleh pelan namun tak berani bersinggungan dengan mata hitam legam milik Ares.

Image kejam dan dingin masih melekat pada Ares dalam pengelihatan Gia. Dia tentu tak punya keberanian sebanyak itu untuk menatap langsung pada mata Ares.

​Sini, duduk di sini sama Mas!" Ares menepuk tempat kosong di sampingnya.

​Gia berjalan ragu, lalu duduk dengan jarak yang cukup aman. Namun, Ares justru bergeser mendekat. Ia mengambil sisir dari tangan Gia dan mulai menyisir rambut istrinya dengan gerakan yang sangat pelan dan hati-hati.

​Gia membeku. Jantungnya berdegup kencang hingga ia takut Ares bisa mendengarnya.

"Mas... saya bisa sendiri!"

​"Diamlah. Mas ingin melakukannya!" Gumam Ares.

"Rambutmu bagus. Wangi lili!" Puji Ares karena memang rambut Gia panjang, lurus, tebal dan berwarna hitam berkilau.

​Keheningan kembali menyelimuti mereka, namun kali ini terasa intim. Setelah beberapa saat, Ares meletakkan sisir itu ke meja nakas. Ia menghela napas panjang, tatapannya menerawang ke arah jendela yang menampilkan kerlip lampu kota.

​"Maafkan Mas karena tadi malam memilih tidur di sofa seolah menciptakan jarak di antara kita" Ucap Ares tiba-tiba.

"Aku hanya... masih sedikit sulit menerima kenyataan kalau orang yang mas pikir sangat Mas kenal dan Mas cintai, ternyata bisa mengkhianati Mas sekejam itu!"

​Gia memberanikan diri menyentuh lengan Ares yang kokoh.

"Saya tahu Mas terluka. Tapi saya juga tidak tau kenapa Kak Siska malah memilih pergi padahal hubungan Kak Siska dan Mas sudah berlangsung cukup lama. Dari dulu Kak Siska memang bisa mendapatkan apa pun yang dia inginkan, tidak tau rasanya berjuang, makanya dia bisa berbuat sesukanya tanpa memikirkan perasaan orang lain!"

"Dan kamu? Kamu selalu berjuang sendirian selama ini, kan?" Ares menoleh, menatap mata Gia yang jernih.

​Gia tersenyum getir dan mengangguk kecil. Tanpa sadar, Ares meraih jemari Gia dan mengusap punggung tangannya lama. Usapan lembut itu tidak terasa dingin, tapi tulus dan hangat.

​"Mulai malam ini, kamu tidak perlu berjuang sendirian lagi. Sekarang kamu sudah punya Mas yang akan membantu mendapatkan apa pun tanpa harus bersusah-payah seperti dulu lagi!"

Gia tak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia cuma bisa berharap kalau apa yang Ares katakan bukan hanya kata yang terucap di ujung lidah saja.

​"Mas tidur di ranjang malam ini!" Ucap Ares pelan namun sudah tak ingin dibantah.

"Mas tidak akan melakukan apa pun yang belum kamu siapkan. Mas hanya ingin memastikan kamu ada di sini. Bahwa kamu tidak akan lari seperti dia!"

​Malam itu, di atas ranjang king size yang terasa seperti penjara, Gia tertidur di samping Ares untuk pertama kalinya. Dia melirik pria yang berbaring dengan begitu tenang.

Hanya dengan sikap manis Ares yang begitu memanjakannya sejak kemarin, Gia merasa punya rumah Namun di sudut hatinya, sebuah ketakutan kecil tetap ada. Entah Ares melakukannya karena benar-benar menginginkannya, atau karena dia hanya butuh seseorang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Siska.

Gia sendiri tak paham kenapa Kakaknya harus pergi meninggalkan pernikahan yang didambakan oleh wanita seantero negeri. Apa yang membuat Kakanya bertindak bodoh dengan meninggalkan kekasihnya demi laki-laki lain.

Dengkuran halus Ares membuat Gia tersadar. Dia menatap pria yang jauh lebih dewasa daripada dirinya itu.

Ares sangat tampan. Wajahnya benar-benar terpahat dengan sempurna. Gia bertanya-tanya, kenapa ada orang seberuntung Ares. Diberikan wajah tampan, tubuhnya juga bagus dengan tinggi yang menjulang, ditambah lagi lahir dalam keadaan kaya raya yang hartanya tak akan habis selama tujuh turunan.

Jika dibandingkan dengannya, tentu kalah jauh. Gia hanya wanita biasa yang tak secantik ataupun bintang film. Dia hanya wanita yang lahir dari rahim seorang gundik. Dia tidak punya harta atau pun tahta. Jadi meski Gia sudah mendapatkan gelar baru sebagai Nyonya Ardiansyah, tapi dia tidak berani berharap.terlalu jauh. Dia dan Ares sangat tidak cocok dalam segi apa pun.

Mungkin dia harus menjaga hatinya sendiri agar tidak mudah jatuh cinta pada pria yang kabarnya kejam ternyata begitu lembut. Jadi jika nanti Siska kembali dan meminta posisinya dikembalikan, Gia tidak perlu memikirkan bagaimana cara menyembuhkan hatinya yang terluka. Dia hanya perlu pergi dengan lapang dada selayaknya pengganti pada umumnya.

"Tidur Gia!"

Gia tersentak, padahal tadi Gia sudah melihat napas Ares yang sudah teratur, menandakan kalau Ares memang sudah tidur.

"I-iya Mas!" Gia tergagap karena malu ketahuan mengamati wajah tampan Ares.

Gia buru-buru memiringkan tubuhnya membelakangi Ares. Tapi dia malah merasakan gerakan di belakangnya.

Ares bergerak mendekat, membisikkan sesuatu di telinga Gia.

"Lain kali kalau mau lihatin Mas bilang aja, nggak usah nungguin Mas tidur!" Bisik Ares.

"Masss!!" Rasanya kesal bercampur malu. Malam ini, di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, mereka terlihat lebih dekat dari sebelumnya.

Namun, semua itu tak bisa menjamin jika besok pagi semua akan berjalan baik-baik saja, atau justru sebaliknya. Gia tidak dapat mencuri catatan takdirnya sendiri. Buktinya, Gia tak pernah tau saat seharunya dia ada di pernikahan Siska sebagai pelayan untuk Siska sehari penuh, justru berganti menjadi mempelai wanitanya.

Terpopuler

Comments

merry yuliana

merry yuliana

ditunggu crazy upnya kakak thor cantik
please buat gia benar2 bahagia sama ares dan keluarga kecilnya
jangan biarkan gia vm.jadi penjaga hti dan pengganti ya kak
sehat dan semangat selalu

2026-02-19

0

partini

partini

rada aneh ares ini ko biasa langsung berubah kaya gitu care banget,semoga ga ada something yg bikin gia terpuruk

2026-02-19

2

Andriyani Lina

Andriyani Lina

masih banyak teka teki kenapa ares mudah sekali menerima gia sebagai pengganti siska.. lanjut kak author

2026-02-19

2

lihat semua
Episodes
1 Ganti mempelai
2 Nyonya Ardiansyah
3 Dia istriku yang Sah
4 Di balik kaca film hitam
5 Di bawah temaram lampu tidur
6 Debut yang menegangkan
7 Bukan cinta, tapi butuh
8 Siksaan di ruang tengah
9 Perhatian yang tersembunyi
10 Kopi dan rahasia kecil
11 Rahasia kecil Ares
12 Partner kriminal
13 Tamu yang mengusik ketenangan
14 Gia-ku
15 Restu di balik mangkuk bubur
16 Pameran seni
17 Ambisi Ares di balik kemewahan
18 Antara warna dan desah napas
19 Rasa di balik hujan
20 Rahasia di balik meja makan
21 Bayang-bayang di balik cermin
22 Distraksi indah Sang CEO
23 Goresan pertama
24 Di antara helai rambut
25 Posesif di hari pertama
26 Perhatian yang tak terlihat
27 Kedatangan sang pelindung
28 Perjamuan di ujung senja
29 Ujian di balik kanvas
30 Kanvas rahasia dan debar yang tertahan
31 Malam yang begitu panjang
32 Masalah baru
33 Keberadaan Siska
34 Diantara prahara
35 Jaring laba-laba Siska
36 Labirin kebohongan
37 Logika Sang singa
38 Dinding pemisah
39 Kembali seperti semula
40 Karya luar biasa
41 Mulai terancam
42 Retakan dalam Kepercayaan
43 Retakan yang menganga
44 Semakin rumit
45 Jarak tak kasatmata
46 Penyesalan Ares
47 Tak punya harga diri
48 Hukuman
49 Penebusan di bawah langit Desa
50 Rahasia di Balik Gaun Lebar
51 Masih tetap pelindungmu
52 Menjagamu
53 Bubur kampung
54 Sekdes kurang update
55 Saran Pak sekdes
56 Bunga Desa
57 Mulai melunak
58 Periksa kandungan
59 Kepergian Ares
60 Rindu
61 Menjemput Gia
62 Menampar Andi
63 Di bawah langit malam pedesaan
64 Surga dunia
65 Kembali pulang
66 Mansion Ardiansyah
67 Harapan dibawah langit malam
68 Kedatangan Hilman
69 Air mata diatas pengampunan
70 Mahkota pelindungku
71 Mahar Rasa Bersalah ( Karya baru )
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Ganti mempelai
2
Nyonya Ardiansyah
3
Dia istriku yang Sah
4
Di balik kaca film hitam
5
Di bawah temaram lampu tidur
6
Debut yang menegangkan
7
Bukan cinta, tapi butuh
8
Siksaan di ruang tengah
9
Perhatian yang tersembunyi
10
Kopi dan rahasia kecil
11
Rahasia kecil Ares
12
Partner kriminal
13
Tamu yang mengusik ketenangan
14
Gia-ku
15
Restu di balik mangkuk bubur
16
Pameran seni
17
Ambisi Ares di balik kemewahan
18
Antara warna dan desah napas
19
Rasa di balik hujan
20
Rahasia di balik meja makan
21
Bayang-bayang di balik cermin
22
Distraksi indah Sang CEO
23
Goresan pertama
24
Di antara helai rambut
25
Posesif di hari pertama
26
Perhatian yang tak terlihat
27
Kedatangan sang pelindung
28
Perjamuan di ujung senja
29
Ujian di balik kanvas
30
Kanvas rahasia dan debar yang tertahan
31
Malam yang begitu panjang
32
Masalah baru
33
Keberadaan Siska
34
Diantara prahara
35
Jaring laba-laba Siska
36
Labirin kebohongan
37
Logika Sang singa
38
Dinding pemisah
39
Kembali seperti semula
40
Karya luar biasa
41
Mulai terancam
42
Retakan dalam Kepercayaan
43
Retakan yang menganga
44
Semakin rumit
45
Jarak tak kasatmata
46
Penyesalan Ares
47
Tak punya harga diri
48
Hukuman
49
Penebusan di bawah langit Desa
50
Rahasia di Balik Gaun Lebar
51
Masih tetap pelindungmu
52
Menjagamu
53
Bubur kampung
54
Sekdes kurang update
55
Saran Pak sekdes
56
Bunga Desa
57
Mulai melunak
58
Periksa kandungan
59
Kepergian Ares
60
Rindu
61
Menjemput Gia
62
Menampar Andi
63
Di bawah langit malam pedesaan
64
Surga dunia
65
Kembali pulang
66
Mansion Ardiansyah
67
Harapan dibawah langit malam
68
Kedatangan Hilman
69
Air mata diatas pengampunan
70
Mahkota pelindungku
71
Mahar Rasa Bersalah ( Karya baru )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!