Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini

Boqin Changing dan Sha Nuo bangkit hampir bersamaan. Perhatian keduanya kini sepenuhnya tertuju pada arah datangnya auman. Tanah masih bergetar samar, seakan hutan itu sendiri mengingatkan bahwa sesuatu yang besar sedang menunggu di kedalaman pepohonan.

Mereka berjalan tanpa tergesa, namun langkah mereka mantap. Daun-daun kering berderak pelan di bawah kaki, dan udara di sekitar terasa semakin berat setiap meter mereka mendekat.

Di tengah perjalanan, keduanya saling menatap sesaat. Tidak ada kata yang terucap, namun pemahaman yang sama terpancar dari mata mereka. Aura itu. Bukan hanya satu.

Boqin Changing memperlambat langkahnya sedikit, napasnya teratur, kesadarannya melebar ke segala arah. Ia bisa merasakan gelombang energi yang tidak wajar berkumpul di satu titik. Aura binatang suci yang kuat bercampur dengan ribuan aura siluman yang lebih kecil, berdesakan seperti arus sungai yang mengalir menuju pusat yang sama. Jaraknya tidak jauh lagi, mungkin hanya beberapa ratus meter dari tempat mereka berjalan sekarang.

Hutan di depan mereka terlihat lebih gelap, pepohonan tumbuh lebih rapat, dan suara kehidupan hutan yang biasa terdengar justru menghilang. Tidak ada burung, tidak ada serangga. Hanya tekanan energi yang membuat dada terasa berat.

Sha Nuo memecah keheningan dengan suara pelan namun pasti.

“Sepertinya… mereka terganggu dengan kehadiran kita.”

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Ia merasakan hal yang sama. Selama seminggu mereka bergerak di dalam hutan ini dengan hampir tanpa gangguan. Para siluman memilih menjauh, bahkan tidak berani menunjukkan diri. Aura kematian Sha Nuo menjadi peringatan yang cukup jelas bagi makhluk-makhluk tingkat rendah itu.

Tidak ada perlawanan. Tidak ada penyergapan. Sekarang semuanya terasa masuk akal. Siluman-siluman itu tidak menyerah. Mereka hanya mundur dan mengadu.

Boqin Changing memandang lurus ke depan, matanya menyipit sedikit.

“Pemimpin hutan ini,” gumamnya pelan. “Binatang suci.”

Sha Nuo tersenyum tipis, namun tatapannya tetap dingin. Aura kematiannya perlahan meningkat, kabut hitam tipis mulai berputar di sekitar tubuhnya seperti bayangan yang hidup.

“Bagus,” katanya pelan. “Aku mulai bosan hanya berjalan tanpa pertarungan.”

Langkah mereka berlanjut, semakin dekat menuju pusat aura yang berkumpul. Kini suara gerakan mulai terdengar kembali. Bukan suara sembunyi-sembunyi seperti sebelumnya, melainkan suara makhluk dalam jumlah besar yang berkumpul tanpa mencoba menyembunyikan diri.

Cabang pohon bergetar pelan. Tanah bergetar lebih jelas. Kemudian, di antara pepohonan besar yang terbuka seperti sebuah arena alami, Boqin Changing dapat melihat bayangan-bayangan siluman berkumpul mengelilingi satu titik pusat.

Ribuan mata memandang ke arah mereka. Namun tidak ada yang menyerang. Semua siluman itu seperti menunggu.

Di tengah lingkaran itu, aura besar dan berat berdenyut seperti jantung hutan itu sendiri. Setiap denyutnya membuat udara bergetar, dan tekanan kekuatan itu jelas berasal dari makhluk yang belum sepenuhnya terlihat.

Boqin Changing berhenti melangkah. Sha Nuo berdiri di sampingnya. Untuk pertama kalinya sejak memasuki hutan barat Dataran Goutian, kedua pendekar itu benar-benar menemukan sesuatu yang tidak bersembunyi dari mereka. Sang penguasa hutan telah muncul.

Boqin Changing dan Sha Nuo menatap ribuan siluman yang kini memenuhi ruang terbuka di depan mereka. Makhluk-makhluk itu berdiri rapat, membentuk dinding hidup yang berlapis-lapis, dari siluman tingkat rendah hingga yang berumur ratusan tahun. Mata-mata buas memantulkan cahaya dingin di bawah bayangan pepohonan tua.

Sha Nuo justru terlihat senang. Ia merasa sudah lama sekali ia tidak merasakan medan pertempuran yang sesungguhnya. Selama perjalanan mereka, hampir tidak ada siluman yang berani mendekat. Aura kematiannya membuat makhluk-makhluk itu memilih bersembunyi daripada mati sia-sia. Kebosanan perlahan menumpuk di dalam dirinya, dan sekarang, ribuan siluman di depan mereka terasa seperti hiburan yang sudah lama ia tunggu.

Aura hitam tipis mulai berputar di sekeliling tubuhnya. Baginya, menghancurkan makhluk-makhluk ini mungkin akan terasa menyenangkan.

Namun tiba-tiba tanah bergetar. Getarannya jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Akar-akar pohon berderak, dedaunan berjatuhan, dan kawanan siluman di depan mereka perlahan membuka jalan seperti ombak yang terbelah.

Kemudian sesuatu muncul dari belakang kerumunan itu dan mulai terbang. Seekor naga. Tidak, bukan hanya satu. Dua sosok raksasa perlahan menampakkan diri dari bayangan hutan.

Naga pertama berwarna hijau tua, tubuhnya panjang dan besar. Sisiknya memantulkan cahaya redup kehijauan, dan setiap tarikan napasnya menghembuskan kabut tebal yang membuat udara terasa berat. Tanduknya panjang dan melengkung, tanda usia yang sudah sangat tua.

Di sampingnya muncul naga kedua, berwarna merah muda pucat. Tubuhnya sedikit lebih kecil, namun tetap saja ukurannya sangat besar di mata manusia. Sisiknya berkilau lembut seperti batu giok yang memantulkan cahaya senja, dan matanya bersinar tajam penuh kesadaran.

Sha Nuo mengangkat alisnya sedikit.

“Akhir-akhir ini kita sering sekali bertemu naga,” katanya pelan.

Boqin Changing tidak menjawab. Matanya menyapu medan di depan mereka dengan cepat, menganalisis setiap detail.

Binatang suci naga adalah makhluk yang paling rumit untuk dihadapi. Mereka bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan tinggi dan kemampuan alami yang sulit diprediksi. Bahkan pendekar kuat pun tidak berani meremehkan naga.

Pandangan Boqin Changing berhenti pada naga hijau raksasa itu. Dari ukuran tubuh, kepadatan aura, dan tekanan energi yang dipancarkannya, ia bisa memperkirakan usia naga itu sudah sangat tua. Kekuatan makhluk itu kemungkinan sudah mendekati ranah pendekar bumi puncak.

Naga merah muda di sampingnya sedikit lebih lemah, namun tetap berada pada tingkat yang menakutkan bagi manusia biasa.

Tatapan Boqin Changing lalu bergeser ke kerumunan siluman. Di antara ribuan makhluk itu, ia menemukan empat aura yang berbeda. Empat raja siluman.

Raja siluman badak berdiri dengan kulit tebal keabu-abuan. Raja siluman harimau menatap dengan mata emas yang dipenuhi niat membunuh. Raja siluman kera menggenggam tongkat batu besar, tubuhnya penuh otot dan bekas luka. Lalu raja siluman kalajengking bersembunyi setengah tubuhnya di dalam tanah, ekornya melengkung tinggi dengan sengat hitam mengkilap.

Keempat raja siluman itu juga memiliki badan yang besar walaupun jelas tidak sebesar binatang suci. Hal itu wajar karena binatang suci adalah evolusi lanjutan dari raja siluman.

Ada jugq siluman seribu tahun dan siluman seratus tahun yang jumlahnya puluhan. Aura mereka saling bertumpuk, membuat tekanan di udara terasa seperti beban nyata yang menekan dada.

Boqin Changing menarik napas pelan. Hutan ini benar-benar penuh dengan makhluk kuat. Pantas saja tidak ada seorang pun pendekar yang bisa kembali hidup-hidup setelah memasuki hutan bagian barat Dataran Goutian. Tempat ini bukan sekadar hutan liar  ini adalah wilayah kekuasaan binatang suci dan para raja siluman.

Di tengah keheningan yang menegangkan itu, naga hijau perlahan mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Matanya yang besar dan dalam menatap langsung ke arah Boqin Changing dan Sha Nuo.

Naga hijau itu tidak langsung menyerang. Kepalanya sedikit menoleh ke samping, memberi ruang pada salah satu raja siluman untuk maju.

Raja siluman badak melangkah ke depan. Setiap pijakannya membuat tanah bergetar pelan. Tubuh besarnya seperti batu hidup, kulit abu-abu tebalnya dipenuhi retakan alami seperti permukaan karang tua. Ia berhenti beberapa ratus langkah dari Boqin Changing dan Sha Nuo, lalu menundukkan kepala sedikit ke arah kedua naga di belakangnya.

Kemudian ia mengeluarkan suara rendah dan berat. Bukan bahasa manusia.

Suara itu terdengar seperti campuran dengusan, getaran dada, dan bunyi kasar yang tidak memiliki bentuk kata yang jelas. Nada suaranya dalam dan berirama, seolah setiap bunyi membawa makna tertentu. Naga hijau membalas dengan geraman panjang, sementara naga merah muda mengeluarkan suara lembut yang hampir seperti desisan angin. Ribuan siluman di sekitar mereka tetap diam, seakan percakapan itu adalah sesuatu yang wajar.

Sha Nuo sedikit memiringkan kepalanya, lalu berbisik pelan tanpa mengalihkan pandangan dari raja siluman badak.

“Apa yang mereka bicarakan?”

Ia menoleh sebentar ke arah Boqin Changing, lalu mendesah kecil.

“Eh… untuk apa aku bertanya itu? Kau pasti juga tidak paham.”

Namun beberapa detik kemudian, suara tenang Boqin Changing terdengar.

“Raja siluman badak itu berkata bahwa kita berdua adalah dua orang yang selama seminggu ini masuk tanpa izin ke kawasan hutan mereka.”

Sha Nuo langsung menoleh cepat. Wajahnya yang biasanya datar kini menunjukkan keterkejutan yang jelas.

“Kau bisa bahasa siluman?”

Boqin Changing tetap menatap ke depan, ekspresinya tenang seperti biasa.

“Aku tahu sedikit.”

Boqin Changing memang menguasai sedikit bahasa siluman. Ia memperoleh pengetahuan itu dari salah satu pengikutnya yang ia panggil dari bola pemanggil di kehidupan pertamanya.

Sha Nuo menggelengkan kepalanya perlahan, napasnya terdengar seperti tawa kecil yang tertahan.

“Apa sebenarnya yang tidak kau bisa?”

Di depan mereka, raja siluman badak kembali bersuara. Kali ini nadanya lebih berat. Tanah di bawah kakinya retak tipis saat ia mengangkat kepala tinggi-tinggi.

Boqin Changing menyipitkan mata sedikit, mendengarkan dengan saksama.

“Naga itu tidak berniat langsung membunuh kita,” katanya pelan.

Sha Nuo mengangkat alis.

“Lalu?”

“Ia ingin memberi kita satu kesempatan untuk pergi dari hutan ini… sekarang juga,” jawab Boqin Changing datar.

Sha Nuo tertawa kecil.

“Mungkin ia ragu melawan kita.”

Boqin Changing melirik sebentar ke arah Sha Nuo.

“Mungkin.”

Udara di sekitar mereka terasa semakin tegang. Ribuan siluman masih diam, tetapi niat membunuh yang samar mulai menyebar seperti kabut tipis.

Naga hijau menghembuskan napas panjang. Kabut kehijauan keluar dari hidungnya dan menyapu tanah seperti awan rendah.

Boqin Changing tetap berdiri tegak. Sha Nuo justru tersenyum.

Aura kematian di sekeliling tubuhnya perlahan menguat. Kabut hitam mulai berputar lebih jelas, membuat siluman-siluman tingkat rendah di barisan depan mundur tanpa sadar.

Terpopuler

Comments

Nazam Roni

Nazam Roni

oke thor apapun judulnya ttng boqing changing tetap menarik untuk diikuti👍

2026-02-18

10

A 170 RI

A 170 RI

Bukannya binatang suci bisa ngomong seperti manusia, thor..

2026-02-18

0

Nanik S

Nanik S

Akankah mereka tetap bertarung menentukan siapa yg lebih kuat

2026-02-18

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2 Tingkatan Alam Ini
3 Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4 Serangan Dimulai
5 Yang Tak Terduga
6 Mulai Sadar
7 Ruang Dialog Dibuka
8 Mencari Pedang Penebas Dewa
9 Tempat yang Dicari
10 Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11 Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12 Petir Siksaan Dunia
13 Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14 Berhasil Bertahan
15 Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16 Memasuki Goa
17 Mencari Pedang Penebas Dewa
18 Menguras Harta Karun
19 Pagoda Serpihan Surga
20 Masuk ke Dalam Pagoda
21 Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22 Biarkan Sha Nuo Memasak
23 Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24 Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25 Awal dari Pelatihan Tertutup
26 Naik Tingkat
27 Lahirnya Pendekar Langit
28 Sebelum Melintasi Dunia Lain
29 Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30 Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31 Pengorbanan Sha Nuo
32 Sha Nuo Terluka Parah
33 Kesempatan untuk Membalas Budi
34 Tangan yang Tidak Akan Terganti
35 Kesembuhan Sha Nuo
36 Duel antar Pendekar Langit (1)
37 Duel antar Pedekar Langit (2)
38 Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39 Sampai di Dunia yang Lain
40 Kembang Api Permohonan Bantuan
41 Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42 Mengumpulkan Informasi
43 Sedikit Informasi Bisa Didapat
44 Hutan Kayu Hijau
45 Dikepung di Hutan
46 Berasal dari Kekaisaran Lain
47 Pertarungan Dimulai
48 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49 Api vs Kegelapan
50 Ahli Formasi Boqin Changing
51 Menyelesaikan Musuh
52 Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53 Melanjutkan Perjalanan
54 Sha Nuo Dicurigai
55 Keributan Hampir Pecah
56 Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57 Aku Pernah Melihatmu
58 Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59 Berkeliling Area Perkemahan
60 Suasana Perkemahan
61 Benang Takdir
62 Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63 Pertemuan Para Pendekar
64 Suasana Memanas
65 Ide Sha Nuo
66 Usul Diterima
67 Menuju Arena Pertarungan
68 Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69 Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70 Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71 Peperangan Dimulai
72 Lawan Mulai Datang
73 Bentrokan di Medan Perang
74 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75 Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76 Menjadi Pusat Perhatian
77 Bencana Berjalan
78 Kejutan Perang
79 Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80 Menyerang Area Musuh
81 Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82 Pertarungan Para Pendekar Langit
83 Satu per Satu Mati
84 Saling Meningkatkan Kekuatan
85 Memenangkan Pertarungan
86 Perang Masih Berlangsung
87 Terus Menyerang
88 Menggoda Boqin Changing
89 Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90 Gerbang Neraka Dibuka
91 Neraka yang Sesungguhnya
92 Kejatuhan Sha Nuo
93 Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94 Menyelesaikan Masalah
95 Akhir dari Peperangan
96 Perayaan dan Kesedihan
97 Bertemu Pemimpin Aliansi
98 Dupa Penjaga Jiwa
99 Kembalinya Sha Nuo
100 Petualangan Baru Selanjutnya
101 Arah yang Dituju Sha Nuo
102 Bertemu Kembali
103 Salah Paham
104 Dikepung Prajurit Istana
105 Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106 Dia Senior Sha Nuo
107 Ingin Menemui Boqin Changing
108 Menunggu di Pagi Buta
109 Ada Harga yang Harus Dibayar
110 Aku Ingin Benda Itu
111 Melapor ke Istana
112 Titah Diberikan
113 Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114 Utusan Kaisar Naga Agung
115 Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116 Menunggu Hong Luan
117 Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118 Melihat Keadaan Kaisar Tang
119 Jiwa yang Terluka
120 Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121 Dunia Jiwa Kaisar Tang
122 Menunggunya Bergerak
123 Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124 Pertarungan Pertama Dimulai
125 Tapak Penebus Jiwa
126 Kekuatanku di Dunia Jiwa
127 Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128 Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129 Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130 Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131 Adu Kekuatan
132 Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133 Akhir dari Sang Penyihir
134 Kembali ke Dunia Nyata
135 Menyelesaikan Penyembuhan
136 Bualan Sha Nuo
137 Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138 Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139 Menggunakan Portal Dimensi
140 Menuju Sekte Lembah Awan
141 Sampai di Sekte Lembah Awan
142 Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143 Benturan Pertama Terjadi
144 Saling Meraba Kekuatan
145 Mulai Terdesak
146 Kartu As Pertama Dibuka
147 Perubahan Tubuh Boqin Changing
148 Balik Menekan
149 Cambuk Darah Tetua Agung
150 Kaisar Elemen Wu Xing
151 Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152 Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153 Asumsi Liar Boqin Changing
154 Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155 Persiapan Sebelum Berangkat
156 Perjalanan Dimulai
157 Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158 Sampai di Markas Penjaga Dunia
159 Pertarungan Hampir Pecah
160 Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161 Dia Penguasa Alam Ini
162 Kenyataan yang Menyesakkan
163 Menuju Lokasi Pedang Itu
164 Pedang Penebas Dewa
165 Ide Gila Long Aotian
166 Kau Tidak Sendirian
167 Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168 Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169 Aku Adalah Orang Kedua
170 Mari Kita Hadapi Bersama
171 Kemenangan yang Manis
172 Kembali Pulang (End)
173 Rencana Novel Baru
174 Pengumuman
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2
Tingkatan Alam Ini
3
Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4
Serangan Dimulai
5
Yang Tak Terduga
6
Mulai Sadar
7
Ruang Dialog Dibuka
8
Mencari Pedang Penebas Dewa
9
Tempat yang Dicari
10
Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11
Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12
Petir Siksaan Dunia
13
Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14
Berhasil Bertahan
15
Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16
Memasuki Goa
17
Mencari Pedang Penebas Dewa
18
Menguras Harta Karun
19
Pagoda Serpihan Surga
20
Masuk ke Dalam Pagoda
21
Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22
Biarkan Sha Nuo Memasak
23
Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24
Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25
Awal dari Pelatihan Tertutup
26
Naik Tingkat
27
Lahirnya Pendekar Langit
28
Sebelum Melintasi Dunia Lain
29
Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30
Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31
Pengorbanan Sha Nuo
32
Sha Nuo Terluka Parah
33
Kesempatan untuk Membalas Budi
34
Tangan yang Tidak Akan Terganti
35
Kesembuhan Sha Nuo
36
Duel antar Pendekar Langit (1)
37
Duel antar Pedekar Langit (2)
38
Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39
Sampai di Dunia yang Lain
40
Kembang Api Permohonan Bantuan
41
Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42
Mengumpulkan Informasi
43
Sedikit Informasi Bisa Didapat
44
Hutan Kayu Hijau
45
Dikepung di Hutan
46
Berasal dari Kekaisaran Lain
47
Pertarungan Dimulai
48
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49
Api vs Kegelapan
50
Ahli Formasi Boqin Changing
51
Menyelesaikan Musuh
52
Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53
Melanjutkan Perjalanan
54
Sha Nuo Dicurigai
55
Keributan Hampir Pecah
56
Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57
Aku Pernah Melihatmu
58
Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59
Berkeliling Area Perkemahan
60
Suasana Perkemahan
61
Benang Takdir
62
Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63
Pertemuan Para Pendekar
64
Suasana Memanas
65
Ide Sha Nuo
66
Usul Diterima
67
Menuju Arena Pertarungan
68
Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69
Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70
Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71
Peperangan Dimulai
72
Lawan Mulai Datang
73
Bentrokan di Medan Perang
74
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75
Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76
Menjadi Pusat Perhatian
77
Bencana Berjalan
78
Kejutan Perang
79
Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80
Menyerang Area Musuh
81
Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82
Pertarungan Para Pendekar Langit
83
Satu per Satu Mati
84
Saling Meningkatkan Kekuatan
85
Memenangkan Pertarungan
86
Perang Masih Berlangsung
87
Terus Menyerang
88
Menggoda Boqin Changing
89
Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90
Gerbang Neraka Dibuka
91
Neraka yang Sesungguhnya
92
Kejatuhan Sha Nuo
93
Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94
Menyelesaikan Masalah
95
Akhir dari Peperangan
96
Perayaan dan Kesedihan
97
Bertemu Pemimpin Aliansi
98
Dupa Penjaga Jiwa
99
Kembalinya Sha Nuo
100
Petualangan Baru Selanjutnya
101
Arah yang Dituju Sha Nuo
102
Bertemu Kembali
103
Salah Paham
104
Dikepung Prajurit Istana
105
Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106
Dia Senior Sha Nuo
107
Ingin Menemui Boqin Changing
108
Menunggu di Pagi Buta
109
Ada Harga yang Harus Dibayar
110
Aku Ingin Benda Itu
111
Melapor ke Istana
112
Titah Diberikan
113
Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114
Utusan Kaisar Naga Agung
115
Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116
Menunggu Hong Luan
117
Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118
Melihat Keadaan Kaisar Tang
119
Jiwa yang Terluka
120
Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121
Dunia Jiwa Kaisar Tang
122
Menunggunya Bergerak
123
Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124
Pertarungan Pertama Dimulai
125
Tapak Penebus Jiwa
126
Kekuatanku di Dunia Jiwa
127
Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128
Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129
Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130
Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131
Adu Kekuatan
132
Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133
Akhir dari Sang Penyihir
134
Kembali ke Dunia Nyata
135
Menyelesaikan Penyembuhan
136
Bualan Sha Nuo
137
Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138
Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139
Menggunakan Portal Dimensi
140
Menuju Sekte Lembah Awan
141
Sampai di Sekte Lembah Awan
142
Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143
Benturan Pertama Terjadi
144
Saling Meraba Kekuatan
145
Mulai Terdesak
146
Kartu As Pertama Dibuka
147
Perubahan Tubuh Boqin Changing
148
Balik Menekan
149
Cambuk Darah Tetua Agung
150
Kaisar Elemen Wu Xing
151
Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152
Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153
Asumsi Liar Boqin Changing
154
Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155
Persiapan Sebelum Berangkat
156
Perjalanan Dimulai
157
Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158
Sampai di Markas Penjaga Dunia
159
Pertarungan Hampir Pecah
160
Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161
Dia Penguasa Alam Ini
162
Kenyataan yang Menyesakkan
163
Menuju Lokasi Pedang Itu
164
Pedang Penebas Dewa
165
Ide Gila Long Aotian
166
Kau Tidak Sendirian
167
Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168
Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169
Aku Adalah Orang Kedua
170
Mari Kita Hadapi Bersama
171
Kemenangan yang Manis
172
Kembali Pulang (End)
173
Rencana Novel Baru
174
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!