Serangan Dimulai

Naga hijau itu akhirnya bergerak. Kepalanya yang besar turun perlahan hingga sejajar dengan pandangan manusia. Sisik-sisiknya bergesekan pelan, menghasilkan suara seperti logam tua yang saling menyentuh. Mata hijau gelapnya menatap lurus ke arah dua sosok manusia di hadapannya.

Kemudian sesuatu yang membuat seluruh medan terasa semakin sunyi terjadi. Naga hijau itu membuka mulutnya. Namun yang keluar bukanlah raungan. Suara manusia terdengar. Dalam, berat, namun jelas.

“Manusia.”

Satu kata itu menggema pelan, tetapi terasa seperti getaran yang menjalar ke seluruh hutan. Ribuan siluman tetap diam. Tidak ada yang terkejut. Seolah fakta bahwa binatang suci itu mampu berbicara dengan bahasa manusia adalah sesuatu yang sudah lama mereka ketahui.

“Pergilah dari tempat ini.”

Nada suaranya tidak tinggi. Tidak marah. Namun mengandung otoritas mutlak seorang penguasa wilayah.

“Wilayah ini bukan tempat kalian berjalan sesuka hati.”

Keheningan kembali turun. Sha Nuo menatap naga itu beberapa detik… lalu bahunya bergetar. Ia tertawa. Tawa ringan, santai, hampir seperti seseorang yang baru mendengar lelucon.

“Bagaimana jika aku tidak mau?”

Ucapannya tenang. Bahkan sedikit malas. Seolah ribuan siluman dan dua binatang suci di depannya hanyalah gangguan kecil dalam perjalanan.

Udara di sekitar Sha Nuo perlahan menggelap. Kabut hitam yang berputar di tubuhnya kini lebih jelas. Tipis, namun padat. Setiap helai kabut itu membawa aura kematian yang membuat siluman tingkat rendah tanpa sadar mundur satu langkah lagi.

Naga hijau tidak marah. Tidak menyerang. Matanya tetap menatap Sha Nuo, dalam dan tajam seperti jurang tua.

“Aku tahu kau kuat. Bahkan sangat kuat.”

Nada suaranya tetap datar.

“Aura kematianmu… sangat pekat. Bahkan sebelum kau memasuki wilayah ini, seluruh hutan telah merasakannya.”

Ribuan siluman bergeming. Raja siluman harimau menunduk sedikit. Raja siluman kalajengking menghentikan gerakan ekornya. Bahkan naga merah muda di samping naga hijau menatap Sha Nuo dengan kewaspadaan yang jelas.

Naga hijau melanjutkan.

“Namun saat ini…”

Kepalanya bergerak perlahan, menyapu seluruh medan.

“Di sini ada ribuan siluman.”

Tekanan aura di udara seakan menebal, menegaskan setiap kata yang diucapkannya.

“Empat raja siluman.”

Raja siluman badak menginjak tanah sedikit lebih keras.

“Dan dua binatang suci.”

Kabut kehijauan keluar dari hidungnya, mengalir seperti napas hutan itu sendiri.

“Kau mungkin mampu melindungi dirimu sendiri.”

Kalimat itu berhenti sejenak. Kemudian mata naga hijau bergerak. Tatapannya jatuh pada sosok yang sejak tadi berdiri tenang di samping Sha Nuo, Boqin Changing.

Pandangan naga itu tidak mengandung amarah. Hanya pengamatan dan analisis.

“Namun mungkin tidak dengan pemuda di sampingmu.”

Beberapa siluman mulai menoleh. Raja siluman kera menyipitkan mata. Raja siluman harimau mengendus udara. Semua perhatian kini tertuju pada Boqin Changing.

Naga hijau menatap Boqin Changing beberapa detik lebih lama. Tatapan itu bukan tatapan permusuhan… melainkan penilaian. Seperti seorang penguasa tua yang terbiasa mengukur makhluk lain hanya dari satu pandangan.

Tidak ada fluktuasi energi. Tidak ada tekanan aura. Tidak ada tanda seorang kultivator kuat. Yang berdiri di sana hanyalah seorang pemuda dengan pakaian sederhana, napas stabil, dan tatapan tenang.

Bahkan bagi naga hijau yang telah hidup lama, membaca makhluk hidup adalah kemampuan naluriah. Ia mampu membedakan siluman liar, pendekar tersembunyi, hingga monster tua yang menyamarkan diri. Namun pada pemuda ini… ia tidak melihat apa pun.

Kosong. Bukan kosong seperti orang mati. Melainkan kosong seperti kolam yang permukaannya terlalu tenang untuk menunjukkan kedalaman.

Mata naga hijau sedikit menyempit.

“Manusia itu…” Suaranya bergema pelan, cukup untuk didengar seluruh medan. “…tidak memiliki aura.”

Beberapa siluman tingkat tinggi langsung menyadari maksudnya. Raja siluman kera memiringkan kepala. Raja siluman harimau mengendus udara sekali lagi, lebih dalam. Raja siluman badak bahkan menggeram pelan, seolah tidak percaya.

Benar. Mereka juga tidak merasakan apa pun. Naga hijau melanjutkan, suaranya tetap berat dan tenang.

“Di wilayah seperti ini… manusia tanpa kekuatan hanya akan mendapat masalah.”

Tidak ada nada mengejek. Hanya pernyataan fakta. Namun justru karena itulah, kata-kata itu terasa seperti vonis.

Beberapa siluman mulai menunjukkan ekspresi meremehkan. Siluman tingkat rendah berbisik-bisik. Bahkan salah satu raja siluman tersenyum tipis.

Bagi mereka, keberadaan Boqin Changing tidak lebih dari beban bagi Sha Nuo. Di sisi lain, Sha Nuo hanya melirik sekilas ke arah Boqin Changing. Kemudian ia sedikit mencondongkan kepala, bibirnya bergerak pelan.

“Sepertinya…” bisiknya santai, “…mereka semua meremehkanmu.”

Nada suaranya mengandung hiburan yang jelas. Bagi Sha Nuo, situasi seperti ini jauh lebih menarik daripada pertempuran langsung.

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Angin hutan berhembus pelan, menggerakkan ujung rambut hitamnya. Tatapannya tetap tenang, menyapu ribuan siluman, empat raja siluman, dua naga, lalu kembali ke depan.

Senyum tipis muncul di wajahnya. Bukan senyum tertekan. Bukan senyum canggung. Melainkan senyum seseorang yang melihat segala sesuatu berjalan sesuai rencana.

“Memang begitu dari awal.”

Jawabannya pelan. Tenang. Hampir seperti gumaman. Sha Nuo menoleh sedikit. Boqin Changing melanjutkan dengan nada santai, seolah membicarakan hal sepele.

“Aku benar-benar menekan auraku.”

Matanya menatap naga hijau tanpa sedikit pun ketegangan.

“Agar mereka lengah.”

Kata-kata itu jatuh begitu saja di antara mereka berdua.

Namun entah mengapa… udara di sekitar Sha Nuo justru terasa sedikit lebih dingin. Karena ia tahu jika Boqin Changing berkata demikian… berarti pemuda itu sejak awal sudah memperlakukan seluruh medan ini sebagai papan permainannya. Ribuan siluman di depan mereka… hanya bidak yang belum menyadarinya.

Naga hijau itu tetap menatap lurus ke arah Sha Nuo. Tidak ada perubahan emosi di wajahnya. Namun udara di sekelilingnya mulai bergetar halus, seperti daun yang tersentuh angin badai yang belum tiba.

“Ini peringatan terakhir.”

Suaranya rendah, tetapi terasa berat menekan ruang.

“Pergilah dari wilayah ini. Jika tidak… pertarungan besar akan terjadi. Kedua belah pihak akan menanggung kerugian masing-masing.”

Tidak ada ancaman kosong dalam kata-kata itu. Yang berbicara adalah penguasa hutan, makhluk yang telah melihat ribuan pertempuran, mengetahui harga dari setiap darah yang tumpah di wilayahnya.

Sha Nuo tidak bergerak. Kabut hitam di tubuhnya berputar perlahan, seperti napas makhluk dari dunia lain. Ia menatap naga hijau beberapa detik, lalu sudut bibirnya terangkat tipis.

“Aku tidak akan pergi dari hutan ini sebelum mendapatkan apa yang kucari.”

Nada suaranya santai. Namun kalimat itu jatuh seperti batu ke permukaan danau yang tenang.

Ribuan siluman yang sebelumnya diam mulai gelisah. Beberapa menggeram pelan. Raja siluman harimau menggores tanah dengan cakarnya. Raja siluman kalajengking mengangkat ekornya tinggi. Raja siluman badak menghembuskan napas berat.

Naga hijau itu menutup matanya sejenak. Seolah menerima sesuatu yang sudah ia duga sejak awal.

“Baiklah.”

Matanya terbuka kembali. Hijau tua yang dalam, seperti hutan tanpa dasar.

“Jika memang tidak ada titik temu…”

Tekanan aura hutan tiba-tiba melonjak.

“…mau tidak mau kita harus bertarung.”

Seketika kepalanya terangkat. Suaranya menggema seperti guntur yang dipantulkan oleh hutan.

“Semuanya!!!”

Getaran energi menyapu medan.

“Serbu!”

Ledakan gerakan terjadi hampir bersamaan. Tubuh naga hijau menghilang dari tempatnya seperti bayangan yang ditarik oleh angin. Tanah retak memanjang saat ia melesat ke arah Sha Nuo, cakarnya membawa tekanan yang mampu meremukkan batu gunung.

Di saat yang sama, Naga merah muda di sampingnya juga bergerak. Tubuh panjangnya meluncur seperti kilat merah pucat, sisiknya memantulkan cahaya hutan. Dua tekanan binatang suci jatuh bersamaan ke satu titik. Sha Nuo.

Udara di sekitar Sha Nuo langsung berubah gelap. Kabut kematian melonjak seperti badai hitam yang bangkit dari dasar neraka.

Sementara itu, di sisi lain medan. Ribuan siluman bergerak seperti ombak. Namun arah mereka bukan Sha Nuo. Semua pandangan jatuh pada satu sosok, Boqin Changing.

Instruksi penguasa mereka jelas. Pemuda itu harus ditangkap hidup-hidup. Dijadikan sandera.

Puluhan siluman tingkat tinggi mulai mengepung. Raja siluman kera memberi isyarat tangan. Lingkaran pengepungan terbentuk rapi.

Namun sebelum mereka sempat mendekat, Bayangan gelap muncul. Tidak ada suara langkah. Tidak ada fluktuasi aura. Hanya ruang yang tiba-tiba terasa kehilangan cahaya.

Seorang siluman yang terbiasa hidup dalam kegelapan muncul tepat di belakang Boqin Changing. Tubuhnya kurus, memanjang, seperti asap yang dipaksa memiliki bentuk. Tangannya sudah terulur, jari-jarinya berubah menjadi cakar bayangan yang siap menutup titik vital pemuda itu.

Serangan penyergapan sempurna. Jika lawannya manusia biasa, semuanya sudah berakhir. Namun Boqin Changing hanya berdiri di sana. Tenang. Seolah sejak awal sudah mengetahui kehadiran siluman itu.

Tangannya bergerak santai ke pinggang. Suara gesekan logam terdengar. Pedang keluar dari sarungnya. Tidak cepat. Tidak lambat. Gerakan sederhana yang bahkan tidak tampak seperti teknik bela diri.

Namun, kilatan tipis melintas di udara. Hening satu detik. Tubuh siluman bayangan itu berhenti tepat di belakang Boqin Changing. Tangannya masih terulur. Cakarnya hampir menyentuh bahu pemuda itu. Kemudian garis tipis muncul di tubuhnya. Dari bahu hingga pinggang.

Mata siluman itu melebar. Tidak ada rasa sakit. Hanya kesadaran yang datang terlambat.

Tubuhnya terbelah. Bayangan hitam itu terpecah menjadi dua sebelum sempat mengeluarkan suara. Kabut gelapnya hancur seperti asap yang tertiup angin.

Pedang Boqin Changing sudah kembali turun. Ekspresinya tidak berubah. Tatapannya bahkan tidak menoleh ke belakang.

Di sekelilingnya, ribuan siluman yang bergerak maju tiba-tiba berhenti. Untuk pertama kalinya sejak pengepungan dimulai… keraguan muncul.

...********...

Mohon maaf update terlambat hari ini. 2 hari ini aku benar benar sakit. Kemarin demam dan hari ini kepalaku pusing kembali...

Aku akan menulis lebih banyak saat kesehatanku membaik. Terima kasih untuk pengertiannya...

Terpopuler

Comments

Raju

Raju

Semangt abg kuh..
tetap ngudut ssdh sahur...
walaupun harga sembako kdang g stabil dg income... wkwkwwkkk...

2026-02-19

1

Prima Saputra

Prima Saputra

Semoga sdh sembuh ya thor 😄😄😄😄 jgn kelewat memaksa diri thor,sygi diri sendiri dl thor baru sayangi NOVELTOONNYA🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭

2026-02-27

0

tariii

tariii

sehat2, thoorr... hampa banget ga ada update bang boqin sama Rui.. 💪💪💪💪

2026-02-19

1

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2 Tingkatan Alam Ini
3 Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4 Serangan Dimulai
5 Yang Tak Terduga
6 Mulai Sadar
7 Ruang Dialog Dibuka
8 Mencari Pedang Penebas Dewa
9 Tempat yang Dicari
10 Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11 Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12 Petir Siksaan Dunia
13 Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14 Berhasil Bertahan
15 Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16 Memasuki Goa
17 Mencari Pedang Penebas Dewa
18 Menguras Harta Karun
19 Pagoda Serpihan Surga
20 Masuk ke Dalam Pagoda
21 Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22 Biarkan Sha Nuo Memasak
23 Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24 Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25 Awal dari Pelatihan Tertutup
26 Naik Tingkat
27 Lahirnya Pendekar Langit
28 Sebelum Melintasi Dunia Lain
29 Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30 Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31 Pengorbanan Sha Nuo
32 Sha Nuo Terluka Parah
33 Kesempatan untuk Membalas Budi
34 Tangan yang Tidak Akan Terganti
35 Kesembuhan Sha Nuo
36 Duel antar Pendekar Langit (1)
37 Duel antar Pedekar Langit (2)
38 Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39 Sampai di Dunia yang Lain
40 Kembang Api Permohonan Bantuan
41 Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42 Mengumpulkan Informasi
43 Sedikit Informasi Bisa Didapat
44 Hutan Kayu Hijau
45 Dikepung di Hutan
46 Berasal dari Kekaisaran Lain
47 Pertarungan Dimulai
48 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49 Api vs Kegelapan
50 Ahli Formasi Boqin Changing
51 Menyelesaikan Musuh
52 Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53 Melanjutkan Perjalanan
54 Sha Nuo Dicurigai
55 Keributan Hampir Pecah
56 Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57 Aku Pernah Melihatmu
58 Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59 Berkeliling Area Perkemahan
60 Suasana Perkemahan
61 Benang Takdir
62 Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63 Pertemuan Para Pendekar
64 Suasana Memanas
65 Ide Sha Nuo
66 Usul Diterima
67 Menuju Arena Pertarungan
68 Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69 Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70 Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71 Peperangan Dimulai
72 Lawan Mulai Datang
73 Bentrokan di Medan Perang
74 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75 Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76 Menjadi Pusat Perhatian
77 Bencana Berjalan
78 Kejutan Perang
79 Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80 Menyerang Area Musuh
81 Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82 Pertarungan Para Pendekar Langit
83 Satu per Satu Mati
84 Saling Meningkatkan Kekuatan
85 Memenangkan Pertarungan
86 Perang Masih Berlangsung
87 Terus Menyerang
88 Menggoda Boqin Changing
89 Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90 Gerbang Neraka Dibuka
91 Neraka yang Sesungguhnya
92 Kejatuhan Sha Nuo
93 Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94 Menyelesaikan Masalah
95 Akhir dari Peperangan
96 Perayaan dan Kesedihan
97 Bertemu Pemimpin Aliansi
98 Dupa Penjaga Jiwa
99 Kembalinya Sha Nuo
100 Petualangan Baru Selanjutnya
101 Arah yang Dituju Sha Nuo
102 Bertemu Kembali
103 Salah Paham
104 Dikepung Prajurit Istana
105 Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106 Dia Senior Sha Nuo
107 Ingin Menemui Boqin Changing
108 Menunggu di Pagi Buta
109 Ada Harga yang Harus Dibayar
110 Aku Ingin Benda Itu
111 Melapor ke Istana
112 Titah Diberikan
113 Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114 Utusan Kaisar Naga Agung
115 Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116 Menunggu Hong Luan
117 Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118 Melihat Keadaan Kaisar Tang
119 Jiwa yang Terluka
120 Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121 Dunia Jiwa Kaisar Tang
122 Menunggunya Bergerak
123 Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124 Pertarungan Pertama Dimulai
125 Tapak Penebus Jiwa
126 Kekuatanku di Dunia Jiwa
127 Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128 Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129 Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130 Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131 Adu Kekuatan
132 Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133 Akhir dari Sang Penyihir
134 Kembali ke Dunia Nyata
135 Menyelesaikan Penyembuhan
136 Bualan Sha Nuo
137 Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138 Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139 Menggunakan Portal Dimensi
140 Menuju Sekte Lembah Awan
141 Sampai di Sekte Lembah Awan
142 Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143 Benturan Pertama Terjadi
144 Saling Meraba Kekuatan
145 Mulai Terdesak
146 Kartu As Pertama Dibuka
147 Perubahan Tubuh Boqin Changing
148 Balik Menekan
149 Cambuk Darah Tetua Agung
150 Kaisar Elemen Wu Xing
151 Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152 Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153 Asumsi Liar Boqin Changing
154 Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155 Persiapan Sebelum Berangkat
156 Perjalanan Dimulai
157 Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158 Sampai di Markas Penjaga Dunia
159 Pertarungan Hampir Pecah
160 Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161 Dia Penguasa Alam Ini
162 Kenyataan yang Menyesakkan
163 Menuju Lokasi Pedang Itu
164 Pedang Penebas Dewa
165 Ide Gila Long Aotian
166 Kau Tidak Sendirian
167 Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168 Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169 Aku Adalah Orang Kedua
170 Mari Kita Hadapi Bersama
171 Kemenangan yang Manis
172 Kembali Pulang (End)
173 Rencana Novel Baru
174 Pengumuman
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2
Tingkatan Alam Ini
3
Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4
Serangan Dimulai
5
Yang Tak Terduga
6
Mulai Sadar
7
Ruang Dialog Dibuka
8
Mencari Pedang Penebas Dewa
9
Tempat yang Dicari
10
Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11
Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12
Petir Siksaan Dunia
13
Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14
Berhasil Bertahan
15
Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16
Memasuki Goa
17
Mencari Pedang Penebas Dewa
18
Menguras Harta Karun
19
Pagoda Serpihan Surga
20
Masuk ke Dalam Pagoda
21
Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22
Biarkan Sha Nuo Memasak
23
Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24
Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25
Awal dari Pelatihan Tertutup
26
Naik Tingkat
27
Lahirnya Pendekar Langit
28
Sebelum Melintasi Dunia Lain
29
Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30
Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31
Pengorbanan Sha Nuo
32
Sha Nuo Terluka Parah
33
Kesempatan untuk Membalas Budi
34
Tangan yang Tidak Akan Terganti
35
Kesembuhan Sha Nuo
36
Duel antar Pendekar Langit (1)
37
Duel antar Pedekar Langit (2)
38
Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39
Sampai di Dunia yang Lain
40
Kembang Api Permohonan Bantuan
41
Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42
Mengumpulkan Informasi
43
Sedikit Informasi Bisa Didapat
44
Hutan Kayu Hijau
45
Dikepung di Hutan
46
Berasal dari Kekaisaran Lain
47
Pertarungan Dimulai
48
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49
Api vs Kegelapan
50
Ahli Formasi Boqin Changing
51
Menyelesaikan Musuh
52
Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53
Melanjutkan Perjalanan
54
Sha Nuo Dicurigai
55
Keributan Hampir Pecah
56
Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57
Aku Pernah Melihatmu
58
Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59
Berkeliling Area Perkemahan
60
Suasana Perkemahan
61
Benang Takdir
62
Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63
Pertemuan Para Pendekar
64
Suasana Memanas
65
Ide Sha Nuo
66
Usul Diterima
67
Menuju Arena Pertarungan
68
Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69
Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70
Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71
Peperangan Dimulai
72
Lawan Mulai Datang
73
Bentrokan di Medan Perang
74
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75
Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76
Menjadi Pusat Perhatian
77
Bencana Berjalan
78
Kejutan Perang
79
Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80
Menyerang Area Musuh
81
Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82
Pertarungan Para Pendekar Langit
83
Satu per Satu Mati
84
Saling Meningkatkan Kekuatan
85
Memenangkan Pertarungan
86
Perang Masih Berlangsung
87
Terus Menyerang
88
Menggoda Boqin Changing
89
Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90
Gerbang Neraka Dibuka
91
Neraka yang Sesungguhnya
92
Kejatuhan Sha Nuo
93
Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94
Menyelesaikan Masalah
95
Akhir dari Peperangan
96
Perayaan dan Kesedihan
97
Bertemu Pemimpin Aliansi
98
Dupa Penjaga Jiwa
99
Kembalinya Sha Nuo
100
Petualangan Baru Selanjutnya
101
Arah yang Dituju Sha Nuo
102
Bertemu Kembali
103
Salah Paham
104
Dikepung Prajurit Istana
105
Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106
Dia Senior Sha Nuo
107
Ingin Menemui Boqin Changing
108
Menunggu di Pagi Buta
109
Ada Harga yang Harus Dibayar
110
Aku Ingin Benda Itu
111
Melapor ke Istana
112
Titah Diberikan
113
Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114
Utusan Kaisar Naga Agung
115
Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116
Menunggu Hong Luan
117
Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118
Melihat Keadaan Kaisar Tang
119
Jiwa yang Terluka
120
Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121
Dunia Jiwa Kaisar Tang
122
Menunggunya Bergerak
123
Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124
Pertarungan Pertama Dimulai
125
Tapak Penebus Jiwa
126
Kekuatanku di Dunia Jiwa
127
Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128
Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129
Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130
Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131
Adu Kekuatan
132
Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133
Akhir dari Sang Penyihir
134
Kembali ke Dunia Nyata
135
Menyelesaikan Penyembuhan
136
Bualan Sha Nuo
137
Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138
Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139
Menggunakan Portal Dimensi
140
Menuju Sekte Lembah Awan
141
Sampai di Sekte Lembah Awan
142
Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143
Benturan Pertama Terjadi
144
Saling Meraba Kekuatan
145
Mulai Terdesak
146
Kartu As Pertama Dibuka
147
Perubahan Tubuh Boqin Changing
148
Balik Menekan
149
Cambuk Darah Tetua Agung
150
Kaisar Elemen Wu Xing
151
Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152
Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153
Asumsi Liar Boqin Changing
154
Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155
Persiapan Sebelum Berangkat
156
Perjalanan Dimulai
157
Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158
Sampai di Markas Penjaga Dunia
159
Pertarungan Hampir Pecah
160
Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161
Dia Penguasa Alam Ini
162
Kenyataan yang Menyesakkan
163
Menuju Lokasi Pedang Itu
164
Pedang Penebas Dewa
165
Ide Gila Long Aotian
166
Kau Tidak Sendirian
167
Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168
Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169
Aku Adalah Orang Kedua
170
Mari Kita Hadapi Bersama
171
Kemenangan yang Manis
172
Kembali Pulang (End)
173
Rencana Novel Baru
174
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!