Yang Tak Terduga

Langit hutan pecah oleh tekanan dua binatang suci. Naga hijau melesat dari sisi kiri, tubuhnya berputar seperti badai zamrud yang membelah awan. Pada saat yang sama, naga merah muda menukik dari atas, sisiknya berkilau seperti fajar berdarah yang jatuh dari langit. Dua tekanan binatang suci menyatu dalam satu titik, Sha Nuo.

Sha Nuo tidak mundur. Aura kematian di tubuhnya melonjak, berputar liar seperti pusaran neraka yang baru dibuka. Jubah hitamnya berkibar keras saat ia mengangkat kedua tangannya ke pinggang.

Dua kilatan hitam muncul. Sha Nuo menarik kedua pedang hitamnya. Bilah itu gelap pekat, seolah ditempa dari bayangan malam tanpa bulan. Tidak memantulkan cahaya. Tidak memancarkan aura. Namun setiap helai kegelapan di sekitarnya tampak tunduk pada keberadaan pedang itu.

Tanah di bawahnya retak. Lalu ia menghilang. Ledakan udara terdengar saat tubuh Sha Nuo melesat ke langit, bertemu dua naga yang turun menyerang. Dalam satu detik, tiga sosok itu telah meninggalkan tanah, naik ke atas hutan, lalu lebih tinggi lagi… hingga hanya bayangan tekanan energi mereka yang terlihat dari bawah. Langit menjadi medan perang.

Benturan pertama akhirnya terjadi. Cakar naga hijau bertemu pedang kiri Sha Nuo. Percikan energi hijau dan hitam meledak, menciptakan gelombang tekanan yang menyapu awan. Hampir bersamaan, ekor naga merah muda menyapu dari sisi lain, namun pedang kanan Sha Nuo sudah menahan.

Boommm!!!!!

Gelombang kejut turun ke hutan, membuat pepohonan bergoyang keras. Ribuan siluman di bawah mendongak dengan mata melebar. Di langit, pertarungan langsung berubah sengit.

Naga hijau bergerak seperti badai tua, setiap ayunan cakarnya membawa tekanan alam. Naga merah muda lebih cepat, lebih luwes, tubuhnya melingkar seperti pita kematian yang tak pernah berhenti bergerak.

Di tengah keduanya, Sha Nuo menari. Dua pedang hitamnya berputar, membentuk garis silang yang memotong langit. Setiap benturan menciptakan kilatan gelap. Setiap gerakan kakinya meninggalkan jejak kabut kematian yang memudar perlahan.

Clang!

Boom!

Slash!

Serangan datang bertubi-tubi. Cakar. Ekor. Tubuh naga yang berputar seperti pusaran. Nafas naga yang menyapu ruang.

Sha Nuo menahan, menghindar dan membalas. Kadang tubuhnya terdorong puluhan meter ke belakang oleh benturan naga hijau. Jubahnya berkibar liar, kabut kematian nampak pekat. Namun sebelum momentum itu habis, ia sudah menendang udara dan melesat kembali.

Kadang justru naga merah muda yang terdorong saat pedang Sha Nuo memotong lintasan geraknya, membuat tubuh panjangnya bergeser dari jalur serangan.

Pertarungan itu bukan lagi benturan kekuatan semata. Itu adalah perebutan dominasi ruang. Satu detik naga menguasai langit. Detik berikutnya Sha Nuo yang berdiri di pusatnya.

Cakar naga hijau kembali turun. Sha Nuo menahan dengan kedua pedangnya menyilang. Ledakan energi membuat ruang bergetar.

Naga hijau tidak menarik cakarnya. Matanya menatap Sha Nuo dari jarak sangat dekat.

“Menyerahlah.”

Suaranya bergema di langit, terdengar berat.

“Kau mungkin mampu bertahan melawan kami.”

Tekanan pada cakar itu bertambah.

“Namun rekanmu di bawah… berada dalam bahaya.”

Sha Nuo menatap balik. Kabut hitam mengalir dari matanya seperti asap tipis. Lalu ia tersenyum. Senyum santai. Hampir malas.

“Aku tidak takut.”

Jawabannya pendek. Namun justru karena itulah… kedua naga itu sedikit terdiam. Naga merah muda yang sedang berputar untuk serangan berikutnya memperlambat gerakannya. Mata merah pucatnya menatap Sha Nuo dengan kebingungan yang jelas.

Tidak takut? Di bawah sana ada ribuan siluman. Empat raja siluman dan manusia yang mereka anggap lemah. Mengapa manusia ini bisa mengatakan itu dengan begitu santai?

Namun pertarungan tidak memberi ruang untuk berpikir lama. Naga merah muda kembali menyerang. Tubuhnya melingkar seperti tombak hidup, kedua cakarnya menyapu bersamaan ke arah Sha Nuo. Pada saat yang sama, naga hijau menarik cakarnya lalu menghantam lagi dari sisi lain.

Serangan silang. Sha Nuo berputar di udara. Pedang kanan menahan naga merah muda. Pedang kiri membelokkan naga hijau. Benturan terjadi bersamaan, menciptakan gelombang kejut berbentuk cincin yang menyapu awan.

Sha Nuo terdorong mundur. Tubuhnya meluncur puluhan meter, kakinya seperti menginjak udara kosong sebelum akhirnya berhenti. Kabut kematian berputar liar di sekelilingnya.

Namun detik berikutnya, ia menghilang. Muncul di atas kepala naga hijau. Pedang hitamnya turun.

Naga hijau memutar tubuhnya cepat, sisik zamrudnya memantulkan benturan itu. Suara seperti dua gunung bertabrakan menggema. Kali ini naga hijau yang terdorong.

Naga merah muda langsung menyusul dari belakang. Cakar menyambar. Sha Nuo menoleh, memblok, lalu memutar tubuhnya dan menendang moncong naga itu. Ledakan udara memekakkan. Naga merah muda terhenti sepersekian detik di udara.

Pertarungan terus bergulir. Kadang Sha Nuo yang terdorong. Kadang naga hijau yang bergeser. Kadang naga merah muda yang terpental.

Langit menjadi medan tarik-menarik kekuatan. Dari bawah, semua siluman hanya bisa menatap. Tiga sosok di langit itu seperti tiga bintang jatuh yang saling bertabrakan tanpa henti.

...********...

Sementara itu, jauh di bawah. Lingkaran pengepungan di sekitar Boqin Changing masih membeku. Tubuh siluman yang barusan  terbelah perlahan berubah menjadi asap hitam yang menghilang. Tidak ada suara. Tidak ada perlawanan. Itu adalah rekan mereka, siluman kelelawar.

Ribuan siluman menatap pemuda itu. Pedang masih di tangannya. Senyum tipis masih di wajahnya. Untuk pertama kalinya… beberapa siluman mulai merasa bahwa mungkin… yang paling berbahaya di medan ini bukanlah manusia yang sedang bertarung melawan dua naga di langit. Melainkan pemuda yang berdiri diam di tanah.

Hutan yang sebelumnya riuh oleh benturan langit kini justru terasa sunyi di tanah. Hanya suara napas berat para siluman yang terdengar, bercampur desir angin yang menyelinap di sela pepohonan yang bergoyang akibat tekanan pertempuran di atas.

Boqin Changing menatap mereka. Tatapannya tenang. Terlalu tenang untuk seseorang yang sedang dikepung oleh lautan musuh.

Matanya bergerak perlahan, menyapu satu per satu wajah siluman di sekelilingnya. Siluman serigala dengan taring panjang. Siluman harimau dengan otot bergelombang. Siluman ular yang tubuhnya meliuk di tanah. Siluman burung yang sayapnya masih setengah terbuka. Semua menatapnya.

Sebagian dengan amarah. Sebagian dengan kewaspadaan. Sebagian… dengan ketakutan yang mulai merayap tanpa mereka sadari.

Boqin Changing menarik napas pelan. Di tangannya, Pedang Penguasa telah ia genggam.

Bilah itu kini berwarna gelap, sederhana, hampir tanpa hiasan. Namun ruang di sekitarnya tampak sedikit bergetar, seolah dunia sendiri tidak sepenuhnya nyaman berada terlalu dekat dengan keberadaan pedang itu.

Angin hutan berhenti. Daun-daun yang jatuh dari langit tertahan di udara sepersekian detik. Lalu Boqin Changing mengangkat pedangnya sedikit.

“Baiklah…”

Suaranya lembut. Hampir seperti bisikan yang tertiup angin. Namun ribuan siluman mendengarnya.

“Kalian ingin jumlah yang adil.”

Sudut bibirnya terangkat.

“Mari kita buat seimbang.”

“Badai Tanpa Batas.”

Energi di tubuhnya berputar. Bukan ledakan aura besar. Bukan tekanan yang menekan dada. Melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan, ketiadaan fluktuasi. Tenang dan kosong. Seperti permukaan laut sebelum badai yang siap menelan kapal.

Detik berikutnya, Boqin Changing melangkah dan dunia… kehilangan dirinya. Ia hilang. Tidak ada bayangan pergerakan. Tidak ada jejak angin terbelah. Tidak ada suara pijakan. Ia benar-benar menghilang dari tempatnya berdiri.

Seekor siluman serigala di barisan depan mengerutkan dahi.

Slash.

Kepalanya terlepas sebelum kalimatnya selesai. Tubuhnya masih berdiri satu detik… sebelum roboh.

Jeritan pertama pecah. Namun jeritan itu tidak sempat menyebar.

Slash.

Siluman burung di sisi kanan terpotong dari bahu hingga pinggang.

Slash.

Siluman ular yang melata di tanah tiba-tiba terbelah menjadi dua bagian.

Slash.

Slash.

Slash.

Jeritan mulai memenuhi hutan. Namun tidak ada musuh yang terlihat.

Para siluman berputar, mengayunkan senjata, memanggil teknik, memekik memberi peringatan. Namun mereka tidak menemukan apa pun.

Yang mereka lihat hanya satu hal. Rekan mereka… jatuh. Satu per satu. Tanpa pola. Tanpa arah. Tanpa peringatan.

Bilah tak terlihat menari di tengah lautan siluman. Itulah Jurus Badai Tanpa Batas milik Boqin Changing.

Boqin Changing tidak sekadar bergerak cepat. Ia bergerak di luar ritme persepsi. Setiap langkahnya muncul di celah kesadaran musuh. Setiap ayunan pedangnya lahir di titik di mana mata belum sempat fokus.

Seekor siluman seribu tahun mengaum keras, menghantam tanah dengan tombaknya, menciptakan gelombang kejut melingkar. Gelombang itu menyapu pepohonan.

Namun di dalam lingkaran gelombang,

Slash.

Tombak siluman itu terpotong.

Slash.

Lengan kanannya jatuh ke tanah.

Mata siluman itu melebar. Tubuhnya masih berdiri saat sebuah suara tenang terdengar di belakang telinganya.

“Terlalu lambat.”

Slash.

Tubuh raksasanya roboh.

Di kejauhan, ratusan siluman mulai panik. Beberapa mencoba terbang. Beberapa mundur. Beberapa menyerang membabi buta ke udara kosong. Namun semua sia-sia.

Badai itu tidak memiliki pusat. Tidak memiliki arah. Tidak memiliki jeda.

Di antara pepohonan, hanya satu fenomena yang dapat diamati. Tubuh para siluman jatuh. Darah menyembur. Jeritan terputus. Kematian yang berpindah tempat seperti bayangan yang hidup.

Langit di atas masih bergetar oleh pertarungan Sha Nuo dan dua naga. Namun di bawah… terjadi pembantaian sunyi.

Seekor siluman rubah bergetar, matanya liar menatap ke segala arah. Ia tidak melihat musuh. Ia tidak merasakan aura. Ia tidak mendengar langkah. Lalu sesuatu menyentuh tengkuknya. Dingin.

Ia menoleh perlahan. Tidak ada siapa pun. Hanya suara lembut.

“Di sini.”

Slash.

Tubuhnya jatuh.

Beberapa detik berlalu. Puluhan. Lalu ratusan.

Hutan yang sebelumnya dipenuhi lautan siluman kini berubah menjadi ladang tubuh siluman. Di tengah ruang kosong yang terbentuk dari ketakutan massal itu, Boqin Changing muncul kembali. Seolah ia memang selalu berada di sana. Pedang Penguasa masih di tangannya. Tidak ada darah menempel pada bilahnya. Hanya angin hutan yang kembali berhembus perlahan.

Di hadapannya, sisa siluman mundur tanpa sadar. Mata mereka penuh teror. Karena untuk pertama kalinya dalam hidup mereka… Mereka menghadapi musuh yang bahkan tidak bisa mereka lihat saat membunuh.

Boqin Changing memiringkan kepalanya sedikit. Menatap mereka. Senyumnya tipis.

“Ah, masih ada rupanya?”

Terpopuler

Comments

☛𝑮𝒂𝒊𝒋𝒊𝒏☚

☛𝑮𝒂𝒊𝒋𝒊𝒏☚

up lagi. pas lah bisa untuk menemani sahur saat ini

2026-02-20

4

Cahya Laela Tsaniya

Cahya Laela Tsaniya

semoga lekas sembuh ya Thor,,,,, tetep semangat 💪💪💪,,,klo masih sakit jng dipaksakan , kesehatan lebih utama 😌

2026-02-20

0

Agung Putra Z

Agung Putra Z

Pintar, coba nama2 orgnya, lokasi dll JD nama indonesia jgn cina.Lbh ok x ya...

2026-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2 Tingkatan Alam Ini
3 Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4 Serangan Dimulai
5 Yang Tak Terduga
6 Mulai Sadar
7 Ruang Dialog Dibuka
8 Mencari Pedang Penebas Dewa
9 Tempat yang Dicari
10 Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11 Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12 Petir Siksaan Dunia
13 Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14 Berhasil Bertahan
15 Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16 Memasuki Goa
17 Mencari Pedang Penebas Dewa
18 Menguras Harta Karun
19 Pagoda Serpihan Surga
20 Masuk ke Dalam Pagoda
21 Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22 Biarkan Sha Nuo Memasak
23 Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24 Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25 Awal dari Pelatihan Tertutup
26 Naik Tingkat
27 Lahirnya Pendekar Langit
28 Sebelum Melintasi Dunia Lain
29 Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30 Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31 Pengorbanan Sha Nuo
32 Sha Nuo Terluka Parah
33 Kesempatan untuk Membalas Budi
34 Tangan yang Tidak Akan Terganti
35 Kesembuhan Sha Nuo
36 Duel antar Pendekar Langit (1)
37 Duel antar Pedekar Langit (2)
38 Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39 Sampai di Dunia yang Lain
40 Kembang Api Permohonan Bantuan
41 Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42 Mengumpulkan Informasi
43 Sedikit Informasi Bisa Didapat
44 Hutan Kayu Hijau
45 Dikepung di Hutan
46 Berasal dari Kekaisaran Lain
47 Pertarungan Dimulai
48 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49 Api vs Kegelapan
50 Ahli Formasi Boqin Changing
51 Menyelesaikan Musuh
52 Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53 Melanjutkan Perjalanan
54 Sha Nuo Dicurigai
55 Keributan Hampir Pecah
56 Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57 Aku Pernah Melihatmu
58 Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59 Berkeliling Area Perkemahan
60 Suasana Perkemahan
61 Benang Takdir
62 Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63 Pertemuan Para Pendekar
64 Suasana Memanas
65 Ide Sha Nuo
66 Usul Diterima
67 Menuju Arena Pertarungan
68 Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69 Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70 Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71 Peperangan Dimulai
72 Lawan Mulai Datang
73 Bentrokan di Medan Perang
74 Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75 Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76 Menjadi Pusat Perhatian
77 Bencana Berjalan
78 Kejutan Perang
79 Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80 Menyerang Area Musuh
81 Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82 Pertarungan Para Pendekar Langit
83 Satu per Satu Mati
84 Saling Meningkatkan Kekuatan
85 Memenangkan Pertarungan
86 Perang Masih Berlangsung
87 Terus Menyerang
88 Menggoda Boqin Changing
89 Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90 Gerbang Neraka Dibuka
91 Neraka yang Sesungguhnya
92 Kejatuhan Sha Nuo
93 Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94 Menyelesaikan Masalah
95 Akhir dari Peperangan
96 Perayaan dan Kesedihan
97 Bertemu Pemimpin Aliansi
98 Dupa Penjaga Jiwa
99 Kembalinya Sha Nuo
100 Petualangan Baru Selanjutnya
101 Arah yang Dituju Sha Nuo
102 Bertemu Kembali
103 Salah Paham
104 Dikepung Prajurit Istana
105 Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106 Dia Senior Sha Nuo
107 Ingin Menemui Boqin Changing
108 Menunggu di Pagi Buta
109 Ada Harga yang Harus Dibayar
110 Aku Ingin Benda Itu
111 Melapor ke Istana
112 Titah Diberikan
113 Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114 Utusan Kaisar Naga Agung
115 Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116 Menunggu Hong Luan
117 Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118 Melihat Keadaan Kaisar Tang
119 Jiwa yang Terluka
120 Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121 Dunia Jiwa Kaisar Tang
122 Menunggunya Bergerak
123 Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124 Pertarungan Pertama Dimulai
125 Tapak Penebus Jiwa
126 Kekuatanku di Dunia Jiwa
127 Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128 Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129 Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130 Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131 Adu Kekuatan
132 Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133 Akhir dari Sang Penyihir
134 Kembali ke Dunia Nyata
135 Menyelesaikan Penyembuhan
136 Bualan Sha Nuo
137 Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138 Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139 Menggunakan Portal Dimensi
140 Menuju Sekte Lembah Awan
141 Sampai di Sekte Lembah Awan
142 Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143 Benturan Pertama Terjadi
144 Saling Meraba Kekuatan
145 Mulai Terdesak
146 Kartu As Pertama Dibuka
147 Perubahan Tubuh Boqin Changing
148 Balik Menekan
149 Cambuk Darah Tetua Agung
150 Kaisar Elemen Wu Xing
151 Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152 Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153 Asumsi Liar Boqin Changing
154 Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155 Persiapan Sebelum Berangkat
156 Perjalanan Dimulai
157 Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158 Sampai di Markas Penjaga Dunia
159 Pertarungan Hampir Pecah
160 Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161 Dia Penguasa Alam Ini
162 Kenyataan yang Menyesakkan
163 Menuju Lokasi Pedang Itu
164 Pedang Penebas Dewa
165 Ide Gila Long Aotian
166 Kau Tidak Sendirian
167 Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168 Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169 Aku Adalah Orang Kedua
170 Mari Kita Hadapi Bersama
171 Kemenangan yang Manis
172 Kembali Pulang (End)
173 Rencana Novel Baru
174 Pengumuman
Episodes

Updated 174 Episodes

1
Pertemuan Manusia dari Masa yang Berbeda
2
Tingkatan Alam Ini
3
Pantas Tidak Ada yang Kembali dari Hutan Ini
4
Serangan Dimulai
5
Yang Tak Terduga
6
Mulai Sadar
7
Ruang Dialog Dibuka
8
Mencari Pedang Penebas Dewa
9
Tempat yang Dicari
10
Menghancurkan Dinding Tak Kasat Mata
11
Apakah Kalian Ingin Menjadi Manusia?
12
Petir Siksaan Dunia
13
Menghadapi Petir Siksaan Dunia
14
Berhasil Bertahan
15
Pengikut yang Terlahir Dari Sambaran Petir
16
Memasuki Goa
17
Mencari Pedang Penebas Dewa
18
Menguras Harta Karun
19
Pagoda Serpihan Surga
20
Masuk ke Dalam Pagoda
21
Penguasa Baru Pagoda Serpihan Surga
22
Biarkan Sha Nuo Memasak
23
Belajar Sendiri Diantara Darah dan Luka
24
Pemahaman Menuju Pendekar Langit
25
Awal dari Pelatihan Tertutup
26
Naik Tingkat
27
Lahirnya Pendekar Langit
28
Sebelum Melintasi Dunia Lain
29
Menyerap Batu Pelangi Surga untuk Kesekian Kalinya...
30
Badai yang Tidak Dihadapi Sendirian
31
Pengorbanan Sha Nuo
32
Sha Nuo Terluka Parah
33
Kesempatan untuk Membalas Budi
34
Tangan yang Tidak Akan Terganti
35
Kesembuhan Sha Nuo
36
Duel antar Pendekar Langit (1)
37
Duel antar Pedekar Langit (2)
38
Membuat Formasi Pelindung Sebelum Pergi
39
Sampai di Dunia yang Lain
40
Kembang Api Permohonan Bantuan
41
Jangan Mengarahkan Senjata Padanya
42
Mengumpulkan Informasi
43
Sedikit Informasi Bisa Didapat
44
Hutan Kayu Hijau
45
Dikepung di Hutan
46
Berasal dari Kekaisaran Lain
47
Pertarungan Dimulai
48
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Api Yan Mogu
49
Api vs Kegelapan
50
Ahli Formasi Boqin Changing
51
Menyelesaikan Musuh
52
Mengorek Informasi dari Musuh Tersisa
53
Melanjutkan Perjalanan
54
Sha Nuo Dicurigai
55
Keributan Hampir Pecah
56
Sosok Leng Ba yang Sesungguhnya
57
Aku Pernah Melihatmu
58
Segala Sesuatu Mulai Membingungkan
59
Berkeliling Area Perkemahan
60
Suasana Perkemahan
61
Benang Takdir
62
Pertemuan di Tenda Sekte Bulan Suci
63
Pertemuan Para Pendekar
64
Suasana Memanas
65
Ide Sha Nuo
66
Usul Diterima
67
Menuju Arena Pertarungan
68
Sampai di Tepi Lembah Baiyun
69
Biarkan Kami di Baris Paling Depan
70
Kejutan dari Pihak Aliran Hitam
71
Peperangan Dimulai
72
Lawan Mulai Datang
73
Bentrokan di Medan Perang
74
Hantu Pedang Sha Nuo vs Iblis Perang Wei Kuang
75
Dewa Kematian vs Setan Gundul & Penari Gunung Awan
76
Menjadi Pusat Perhatian
77
Bencana Berjalan
78
Kejutan Perang
79
Aku Juga Seorang Pendekar Langit
80
Menyerang Area Musuh
81
Dewa Kematian vs 10 Iblis Pedang Naga Hitam
82
Pertarungan Para Pendekar Langit
83
Satu per Satu Mati
84
Saling Meningkatkan Kekuatan
85
Memenangkan Pertarungan
86
Perang Masih Berlangsung
87
Terus Menyerang
88
Menggoda Boqin Changing
89
Dewa Kematian vs Penguasa Neraka Terlarang
90
Gerbang Neraka Dibuka
91
Neraka yang Sesungguhnya
92
Kejatuhan Sha Nuo
93
Akhir dari Pertarungan Sha Nuo
94
Menyelesaikan Masalah
95
Akhir dari Peperangan
96
Perayaan dan Kesedihan
97
Bertemu Pemimpin Aliansi
98
Dupa Penjaga Jiwa
99
Kembalinya Sha Nuo
100
Petualangan Baru Selanjutnya
101
Arah yang Dituju Sha Nuo
102
Bertemu Kembali
103
Salah Paham
104
Dikepung Prajurit Istana
105
Sha Nuo vs Jenderal Fang Guo
106
Dia Senior Sha Nuo
107
Ingin Menemui Boqin Changing
108
Menunggu di Pagi Buta
109
Ada Harga yang Harus Dibayar
110
Aku Ingin Benda Itu
111
Melapor ke Istana
112
Titah Diberikan
113
Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi, He Yaoling
114
Utusan Kaisar Naga Agung
115
Rivalitas Dua Pendekar Terkuat
116
Menunggu Hong Luan
117
Portal Dimensi Berhasil Ditemukan
118
Melihat Keadaan Kaisar Tang
119
Jiwa yang Terluka
120
Masuk ke Dalam Dunia Jiwa Kaisar Tang
121
Dunia Jiwa Kaisar Tang
122
Menunggunya Bergerak
123
Ia Akhirnya Menampakkan Dirinya
124
Pertarungan Pertama Dimulai
125
Tapak Penebus Jiwa
126
Kekuatanku di Dunia Jiwa
127
Melawan Dua Jiwa Pendekar Langit
128
Sama-Sama Menciptakan Makhluk Aneh
129
Makhluk itu Tidak Ada Apa-Apanya
130
Dewa Kematian vs Penyihir Kutukan Kegelapan Abadi
131
Adu Kekuatan
132
Dari Awal Kau Bukan Lawanku
133
Akhir dari Sang Penyihir
134
Kembali ke Dunia Nyata
135
Menyelesaikan Penyembuhan
136
Bualan Sha Nuo
137
Yang Terjadi di Dunia Jiwa
138
Bersiap Melanjutkan Perjalanan ke Utara
139
Menggunakan Portal Dimensi
140
Menuju Sekte Lembah Awan
141
Sampai di Sekte Lembah Awan
142
Penguasa Lautan Darah Chu Beichen
143
Benturan Pertama Terjadi
144
Saling Meraba Kekuatan
145
Mulai Terdesak
146
Kartu As Pertama Dibuka
147
Perubahan Tubuh Boqin Changing
148
Balik Menekan
149
Cambuk Darah Tetua Agung
150
Kaisar Elemen Wu Xing
151
Pengikut di Kehidupan Sebelumnya
152
Ia Menyegel Jiwaku Atas Namamu
153
Asumsi Liar Boqin Changing
154
Apa Kau Tahu Tempat Itu?
155
Persiapan Sebelum Berangkat
156
Perjalanan Dimulai
157
Pengorbanan Itu Bernama Wu Xing dan Sha Nuo
158
Sampai di Markas Penjaga Dunia
159
Pertarungan Hampir Pecah
160
Dewa Kematian vs Kaisar Naga Agung
161
Dia Penguasa Alam Ini
162
Kenyataan yang Menyesakkan
163
Menuju Lokasi Pedang Itu
164
Pedang Penebas Dewa
165
Ide Gila Long Aotian
166
Kau Tidak Sendirian
167
Kelompok Boqin Changing vs Penjaga Dunia
168
Kekuatan Pedang Penebas Dewa
169
Aku Adalah Orang Kedua
170
Mari Kita Hadapi Bersama
171
Kemenangan yang Manis
172
Kembali Pulang (End)
173
Rencana Novel Baru
174
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!