Titik Rendah Auryn

Pandu Wiguna dan Aneth Serra Wiguna mendekat. Maya berusaha menahan mereka agar tidak ikut campur, tapi Pandu tidak bisa tinggal diam melihat adiknya terpojok.

"Sini ponselmu, Abang lihat," pinta Pandu tenang namun tegas. Auryn menyerahkan ponselnya dengan tangan gemetar. Pandu segera mengecek daftar panggilan dan pesan singkat. Wajah Pandu berubah drastis setelah melihat sesuatu.

"Nomor kamu di-block ini. Artinya dia memang sengaja menghilang. Dia kabur dari pernikahan kalian," ucap Pandu dengan suara rendah namun terdengar seperti vonis mati bagi Auryn.

"Apa?" Auryn syok. Tubuhnya mematung, kakinya terasa lemas hingga ia harus berpegangan pada pinggiran meja. "Enggak mungkin, Bang ... enggak mungkin. Semalam kita masih teleponan kok. Dia juga sudah siapin mahar buat aku, dia sudah siapin semuanya ... dia gak mungkin ninggalin aku di hari pernikahan kita!" seru Auryn dengan isak tangis yang mulai pecah.

"Tapi buktinya dia block kamu, Auryn! Semua keluarga sudah datang, kamu bisanya bikin malu keluarga kita saja! Apa yang harus Papi bicarakan pada tamu, hah? Mau taruh di mana muka Papi!" sentak Danni lagi, seolah-olah rasa malu ayahnya jauh lebih penting daripada hancurnya hati sang putri.

"Kak, tenang dulu ...," ucap Aneth berusaha menenangkan Auryn. Usia mereka yang hanya berbeda satu tahun membuat Aneth sangat memahami betapa rapuhnya Auryn saat ini, meski selama ini mereka tampak tidak akur.

Auryn terduduk di lantai, mengabaikan gaun putih mahalnya yang kini kotor. Ia merasa dunianya runtuh. Di tengah isak tangisnya, kedua sahabatnya, masuk ke ruangan dengan wajah penuh kekhawatiran.

"Ryn, ada apa ini?" tanya Jovita langsung memeluk Auryn.

"Digta ... Digta kabur. Dia block nomorku dan sekarang aku gak tahu harus bagaimana," ucap Auryn dengan suara lirih yang nyaris hilang.

"Kabur? Coba aku hubungi deh ya, masa sih si Digta kabur di hari H begini," Jovita mencoba mencari nomor Digta di ponselnya. Mereka memang satu kampus, jadi koneksi mereka cukup luas. Namun hasilnya nihil. "Nomornya benar-benar tidak aktif."

"Aku cari tahu dari teman-teman yang lain deh, mungkin ada yang tahu keberadaan dia," tambah Gea, berusaha membantu meski tahu kemungkinannya kecil.

Di tengah kekacauan itu, Auryn merasa benar-benar sendirian. Impiannya untuk bebas melalui pernikahan justru berubah menjadi penjara baru yang penuh dengan hinaan dan rasa malu.

.

.

.

.

Sementara itu, di sebuah kediaman mewah yang tenang di sudut kota yang lain, suasana sangat kontras. Terlihat seorang pria matang tengah berdiri di depan cermin besar, mengenakan jam tangan mewah di lengan kirinya. Setelan jas biru gelap dengan potongan slim-fit melekat sempurna di tubuhnya yang atletis dan tegap.

Keandra Mahessa, pria berusia 38 tahun itu, adalah definisi dari kemapanan dan ketampanan yang terasah oleh waktu. Wajahnya yang tegas dengan sedikit jambang tipis memberikan kesan berwibawa. Hari ini, ia tengah bersiap untuk menghadiri sebuah undangan pernikahan.

"Daddy mau kemana?"

Sebuah suara kecil yang cadel memecah konsentrasi Keandra. Ia menoleh dan mendapati sosok bocah laki-laki berusia empat tahun sedang berdiri di ambang pintu kamar. Anak itu mengenakan piyama dinosaurus, menatap ayahnya dengan tatapan bingung sekaligus protes.

"Daddy ada undangan, kamu di rumah dulu sama Oma. Jangan mogok makan lagi, berat badan kamu turun terus. Ingat kata dokter kemarin?" tegur Keandra dengan nada tegas namun terselip kasih sayang. Ia sering kali pening menghadapi putranya, Jeandra Axelio Mahessa, yang tingkat keras kepalanya melebihi dirinya sendiri.

"Olang nda napcuuu, kenapa halus di pakcaaa?" protes Jeandra sambil melipat tangan di dada. Bibirnya mengerucut sebal.

Keandra menghela napas, berjongkok agar tingginya sejajar dengan sang putra. "Terserah deh, kalau kamu gak makan lagi nanti siang ... Daddy bawa kamu ke tukang urut, biar diurut lagi sama mbah-mbah itu. Mau?" ancam Keandra.

Seketika, raut wajah Jeandra berubah panik. Pengalaman diurut oleh seorang nenek tua beberapa bulan lalu tampaknya masih menjadi trauma bagi bocah itu. "Iya nanti makaaaan! Kenapa Daddy yang lepot ciiih! Yang nda makan Andla yang lepot Daddy, yang punya pelut Andlaaa, yang belak Andlaaaa!" pekik anak itu kesal, mencampuradukkan argumen versinya sendiri.

Keandra hampir saja tertawa, namun ia menahannya agar wibawanya sebagai ayah tidak jatuh. "Ya sudah kalau tahu itu perut kamu. Sekarang Daddy pergi dulu."

Keandra bangkit berdiri dan hendak melangkah pergi, namun tangan mungil Jeandra dengan cepat menahan ujung jas birunya. "Daddy, Andla boleh titip balang?" tanya anak itu dengan mata bulat yang penuh harap.

Keandra mengernyitkan keningnya dalam. "Tentu, mau titip apa? Mainan lagi? Mobil-mobilan?"

Jeandra menggeleng cepat, lalu tersenyum sangat lebar hingga giginya yang kecil terlihat. "Titip Mommy balu, bial ada yang ngulus Andla," ucapnya dengan enteng.

Keandra tertegun sejenak sebelum akhirnya terkekeh pelan. Ia sudah menduda selama empat tahun. Istrinya meninggal dunia sesaat setelah berjuang melahirkan Jeandra ke dunia. Sejak saat itu, fokusnya hanyalah pekerjaan dan membesarkan putranya. Menikah lagi? Itu adalah daftar terakhir dalam rencana hidupnya.

"Kan ada Oma yang urus kamu," ucap Keandra santai.

Wajah Jeandra langsung berubah masam. "Omaaaa? Oma itu macam nenek Lapunsel! Daddy tahu? Baikan ibu tili cindelela dali pada nenek Lapunsel! Ceteleeees dili ini tau ndaaa?!" pekik anak itu dengan nada dramatis, seolah-olah ia adalah korban penindasan terbesar di dunia.

Keandra memutar bola matanya malas. Anaknya ini terlalu banyak menonton kartun. "Ya ya, Daddy pergi dulu. Jangan nakal."

Keandra meraih kepala Jeandra, mengusap rambutnya lembut, lalu meng3cup kening putrinya sebelum benar-benar beranjak pergi. Ia masuk ke dalam mobilnya yang sudah menunggu di depan rumah.

Saat duduk di kursi kemudi, Keandra terdiam sejenak. Ia menatap lurus ke depan, teringat ucapan nyeleneh putranya tadi. Satu sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyum misterius yang jarang ia tunjukkan.

"Ibu tiri yah ...," gumamnya pelan. Ia melajukan mobilnya menuju lokasi pernikahan yang akan di hadirinya.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

Jin : kacih'kan aja Onty Jum., Onty Jum kn pemakan cegala'y

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-02-19

16

jumirah slavina

jumirah slavina

tenang aja Jin., Daddy Kamu akan bawa Mommy balu buat Kamu

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-02-19

7

Irma Juniarti

Irma Juniarti

ini bakal calon suami penganti auryn.

2026-02-19

5

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan Yang Kacau
2 Titik Rendah Auryn
3 Nikahi Aku Om!
4 Gombalan Maut Auryn
5 Bertemu Ibu Mertua
6 Wanita Gila
7 Perdebatan Kecil
8 Godaan Maut Istri Kecil
9 Pagi Yang Panas
10 Kejutan Di Luar Kejutan
11 Dosenku, Suamiku
12 Welcome Home ... Lea
13 Keributan Malam
14 Keteguhan Auryn
15 Es Krim Siang Hari
16 Tuntutan Auryn
17 Godaan Istri Kecil
18 Antara Istri Dan Anak
19 Hampir
20 Hitam Seperti Semalam Atau ...
21 Kucing Nakal
22 Gagal
23 Kecoa Om
24 Kecoa Om
25 Memulangkanku?
26 Obrolan 2 Ayah
27 Mulai Tergoda
28 Mau Cari Pabrik Baru
29 Tujuan Awal?
30 Sekali Saja ...
31 Kekecewaan Lea
32 Cegil
33 Membatalkan Rencana?
34 Ingin Bercerai
35 Wajah Asli Keandra
36 Perhatian Mertua
37 Teri Balado
38 Tak Akan Memaafkan
39 Panik
40 Ayo, Kita Selesaikan
41 Kembali
42 Tersiksa sendiri
43 Tak Terduga
44 Tamparan Untuk Lea
45 Dia Istri Saya
46 Satu Hari Yang Mudah
47 Obrolan Kakak Beradik
48 Jeandra Bocah Gemas
49 Menguping
50 Tinggalkan Dia!
51 Ternyata ...
52 Patah Hati Sean
53 Aku Mencintainya
54 Suasana Yang Canggung
55 Ketakutan Keandra
56 Cincin Maaf
57 Sakit
58 Masih Perduli?
59 Sleep Call
60 Testpack
61 Hancurnya Seorang Ayah
62 Amarah Keandra
63 Luka Keandra
64 Dilema Auryn
65 Si Kecil Yang Malang
66 Kehebohan Gea
67 Jangan Tinggalkan Aku
68 Karena Aku Mencintaimya
69 Jaminan
70 Pelukan Untuk Lea
71 Jebakan Untuk Digta
72 Kabar Baik?
73 Sidang Keputusan
74 Tingkah Jeandra
75 Bertahanlah!
76 Welcome baby boy
77 Baby Arkan
78 Titik kebahagiaan
79 Juara Bakso
80 Tahun Baru (End)
81 MAFIA
82 BODEL, MAFIA BARU
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Pernikahan Yang Kacau
2
Titik Rendah Auryn
3
Nikahi Aku Om!
4
Gombalan Maut Auryn
5
Bertemu Ibu Mertua
6
Wanita Gila
7
Perdebatan Kecil
8
Godaan Maut Istri Kecil
9
Pagi Yang Panas
10
Kejutan Di Luar Kejutan
11
Dosenku, Suamiku
12
Welcome Home ... Lea
13
Keributan Malam
14
Keteguhan Auryn
15
Es Krim Siang Hari
16
Tuntutan Auryn
17
Godaan Istri Kecil
18
Antara Istri Dan Anak
19
Hampir
20
Hitam Seperti Semalam Atau ...
21
Kucing Nakal
22
Gagal
23
Kecoa Om
24
Kecoa Om
25
Memulangkanku?
26
Obrolan 2 Ayah
27
Mulai Tergoda
28
Mau Cari Pabrik Baru
29
Tujuan Awal?
30
Sekali Saja ...
31
Kekecewaan Lea
32
Cegil
33
Membatalkan Rencana?
34
Ingin Bercerai
35
Wajah Asli Keandra
36
Perhatian Mertua
37
Teri Balado
38
Tak Akan Memaafkan
39
Panik
40
Ayo, Kita Selesaikan
41
Kembali
42
Tersiksa sendiri
43
Tak Terduga
44
Tamparan Untuk Lea
45
Dia Istri Saya
46
Satu Hari Yang Mudah
47
Obrolan Kakak Beradik
48
Jeandra Bocah Gemas
49
Menguping
50
Tinggalkan Dia!
51
Ternyata ...
52
Patah Hati Sean
53
Aku Mencintainya
54
Suasana Yang Canggung
55
Ketakutan Keandra
56
Cincin Maaf
57
Sakit
58
Masih Perduli?
59
Sleep Call
60
Testpack
61
Hancurnya Seorang Ayah
62
Amarah Keandra
63
Luka Keandra
64
Dilema Auryn
65
Si Kecil Yang Malang
66
Kehebohan Gea
67
Jangan Tinggalkan Aku
68
Karena Aku Mencintaimya
69
Jaminan
70
Pelukan Untuk Lea
71
Jebakan Untuk Digta
72
Kabar Baik?
73
Sidang Keputusan
74
Tingkah Jeandra
75
Bertahanlah!
76
Welcome baby boy
77
Baby Arkan
78
Titik kebahagiaan
79
Juara Bakso
80
Tahun Baru (End)
81
MAFIA
82
BODEL, MAFIA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!