Bertemu Ibu Mertua

"Jean, makan sedikit saja ayo!"

Suara Anjani Novalie terdengar parau saat ia terengah-engah mengejar cucunya di ruang tengah. Wanita paruh baya itu tampak kepayahan, namun anak laki-laki berusia empat tahun di depannya itu seolah memiliki tangki energi yang tak terbatas. Dengan kaki-kaki kecilnya, Jeandra terus menghindar, meliuk-liuk di antara perabotan rumah itu seolah sedang bermain petak umpet dengan maut.

"Oma ini kenapa lempong kali ulucin pelut Andlaaaa. Lan Andla bilang nda lapaaal, kenapa di kejal telus? Macam mamang tukang cayul jadinya kejal cetolan," seru Jeandra dengan mata membulat sempurna, menatap sang nenek dengan ekspresi protes yang menggemaskan sekaligus menyebalkan.

Anjani menghentikan langkahnya, bertumpu pada lutut sambil mengatur napas. Ibu dari Keandra ini sudah hampir menyerah menghadapi cucu yang satu ini. Jeandra adalah definisi dari anak yang sulit diatur jika sudah menyangkut urusan perut. Berat badannya yang sulit naik selalu menjadi teguran rutin dari dokter spesialis anak, namun anak itu seolah tak peduli. Sudah tak terhitung berapa pengasuh yang memilih untuk mengundurkan diri hanya dalam hitungan minggu karena tak tahan dengan ulah ajaib bocah tersebut.

"Ayo makan, nanti Oma kasih lima ribu," bujuk Anjani, mencoba strategi terakhir. Ia harus memastikan Jeandra kenyang sebelum Keandra pulang, atau ia akan mendengarkan ceramah panjang putranya tentang kedisiplinan.

"Lima lebu beli loti aja jadi celeeeet di tenggolokan, nda mau!" tolak Jeandra mentah-mentah sebelum kembali berhambur lari. Kali ini, sasarannya adalah pintu depan yang kebetulan terbuka.

"ANDRAAAA! JANGAN KELUAR!" teriak Anjani kesal.

Jeandra terus berlari sambil tertawa riang, menikmati kebebasannya. Namun, langkahnya mendadak terhenti di teras rumah. Sebuah mobil mewah hitam berhenti tepat di depan tangga teras. Tak lama kemudian, pintu penumpang terbuka.

Seorang wanita cantik turun dari sana. Rambutnya hitam legam, panjang menjuntai hingga sepinggang. Saat wanita itu menapakkan kaki di lantai teras, ia mengibas rambutnya dengan gerakan elegan, memancarkan aura kecantikan yang kuat meski wajahnya terlihat sedikit lelah. Jeandra yang tadinya aktif berlari, tiba-tiba mematung. Mulut kecilnya sedikit terbuka, matanya tak berkedip menatap sosok asing yang terlihat seperti bidadari di matanya.

"JEAAAAN, OMA—" Anjani menyusul keluar, namun kalimatnya menggantung di udara. Ia terdiam seribu bahasa, menatap heran pada sosok wanita muda yang dibawa pulang oleh putranya.

Keandra turun dari sisi pengemudi, wajahnya tampak lelah namun tetap berwibawa. Ia melangkah ke bagasi, mengeluarkan sebuah koper besar milik Auryn.

"Anak siapa ini, Kean? Teman putrimu?" tanya Anjani dengan dahi berkerut dalam. Pikirannya tidak sampai pada kemungkinan lain.

Keandra menegakkan tubuhnya, menghela napas panjang sejenak sebelum menatap Auryn yang berdiri dengan anggun di samping mobil. "Sapa, ibuku," ucap Keandra pelan.

Auryn segera mengerti kode itu. Ia melangkah mendekat dengan senyum manis yang dipaksakan untuk menutupi rasa canggungnya. Ia mengulurkan tangan, bermaksud untuk bersalaman secara sopan. Anjani, yang masih diliputi rasa bingung, menyambut uluran tangan itu secara otomatis.

"Halo, ibu mertua," ucap Auryn dengan suara lembut namun tegas.

"Ibu mertuaaaa?! Siapa ibu mertuamuuu?!" pekik Anjani seketika. Matanya membulat sempurna, tangannya ditarik kembali seolah baru saja menyentuh bara api.

Keandra memijat pangkal hidungnya, merasakan sakit kepala yang mulai menyerang. Anjani segera menghampiri putranya, memegang lengan kemeja Keandra dan menariknya dengan kuat. "Jujur sama Mama, Keandra! Dia ini siapa sebenarnya?!" seru Anjani dengan nada menuntut.

"Dia istriku, Ma," jawab Keandra singkat.

"ISTRIIII?! KAMU JADI PEED0FIIIIL KEAN?!" teriak Anjani dengan suara melengking. Wajahnya memucat, matanya terbelalak lebar menatap putranya seolah Keandra baru saja mengaku sebagai buronan internasional.

Keandra memejamkan mata, menepuk keningnya sendiri dengan frustrasi. Sementara itu, Auryn hanya bisa mengerjapkan mata, mencoba mencerna situasi. Ia kemudian menyadari ada sosok kecil di belakang Anjani yang sedang mencuri-curi pandang ke arahnya dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

"Ma, tolong tenang. Aku menikah dengannya secara sah, dia bukan simpananku atau apa pun yang Mama pikirkan," jelas Keandra berusaha meredam kepanikan ibunya.

"Berapa usiamu? Berapa usia anak ini, Kean?!" tanya Anjani, jarinya menunjuk lurus ke arah Auryn dengan tangan yang sedikit gemetar.

"Dua puluh dua tahun, Oma," sahut Auryn jujur.

Mendengar angka itu, Anjani hampir saja terjatuh jika tidak segera berpegangan pada pilar teras. Ia memegangi d4danya yang terasa sesak karena syok. "Beda ... enam belas tahun? KEAAAAAN! Dia ini cocoknya jadi anakmu, bukan istrimu! Bahkan usianya mungkin tidak jauh berbeda dengan putrimu, Lea!" teriak Anjani dengan wajah yang kini memerah padam karena emosi.

Auryn yang merasa harus membela diri agar tidak dianggap anak kecil, tiba-tiba berucap dengan sangat ceplos. "Tapi saya sudah bisa buat bayi kok, Oma."

Hening.

Dunia seolah berhenti berputar selama beberapa detik. Anjani dan Keandra membeku di tempat, syok bukan main mendengar pernyataan Auryn yang begitu berani dan tak terduga.

"Kean ... kamu dengar tadi dia bilang apa? Kamu dengar?!" Anjani menatap putranya dengan pandangan horor. "Kamu yakin menikahi dia? Kamu kena guna-guna atau bagaimana? Kamu didukuni sama dia? Astaga ... jantung Mama bisa copot!"

Keandra menghela napas kasar, tidak ingin memperpanjang perdebatan di depan teras rumah yang bisa saja didengar oleh para tetangga. "Kami lelah, Ma. Biarkan kami masuk dan istirahat dulu. Penjelasannya bisa menyusul nanti."

Keandra berjalan masuk sambil menarik koper, mengabaikan protes ibunya. Auryn segera mengikuti dari belakang, tak lupa memberikan anggukan sopan pada Anjani yang masih berdiri mematung. Saat Auryn berjalan melewati Jeandra, bocah itu tak melepaskan pandangannya sedikit pun. Rasa penasaran yang besar membuat Jeandra secara otomatis mengekor di belakang Auryn, meninggalkan Anjani yang masih sibuk memegangi d4danya dengan wajah yang belum pulih dari rasa syok.

"Empat tahun menduda ... ternyata putraku sukanya daun muda?" gumam Anjani dengan nada yang sangat terpukul, menatap kepergian mereka dengan perasaan tak menentu.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

iya Ma... benerrrrr....

Mama Anja : astagaaaaaa Kaindraaaa.... sm Jumi lebih cocok Kainnnn

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-02-20

24

Vivi Dwi

Vivi Dwi

kak apakah jeandra anak tunggal keandra . katanya keandra punya putri juga. kok jeandra jadi anak tunggal

2026-02-20

6

jumirah slavina

jumirah slavina

buahahahahahahahahahaaaaa

bocah yang bisa d'ajak bikin bocah

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-02-20

10

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan Yang Kacau
2 Titik Rendah Auryn
3 Nikahi Aku Om!
4 Gombalan Maut Auryn
5 Bertemu Ibu Mertua
6 Wanita Gila
7 Perdebatan Kecil
8 Godaan Maut Istri Kecil
9 Pagi Yang Panas
10 Kejutan Di Luar Kejutan
11 Dosenku, Suamiku
12 Welcome Home ... Lea
13 Keributan Malam
14 Keteguhan Auryn
15 Es Krim Siang Hari
16 Tuntutan Auryn
17 Godaan Istri Kecil
18 Antara Istri Dan Anak
19 Hampir
20 Hitam Seperti Semalam Atau ...
21 Kucing Nakal
22 Gagal
23 Kecoa Om
24 Kecoa Om
25 Memulangkanku?
26 Obrolan 2 Ayah
27 Mulai Tergoda
28 Mau Cari Pabrik Baru
29 Tujuan Awal?
30 Sekali Saja ...
31 Kekecewaan Lea
32 Cegil
33 Membatalkan Rencana?
34 Ingin Bercerai
35 Wajah Asli Keandra
36 Perhatian Mertua
37 Teri Balado
38 Tak Akan Memaafkan
39 Panik
40 Ayo, Kita Selesaikan
41 Kembali
42 Tersiksa sendiri
43 Tak Terduga
44 Tamparan Untuk Lea
45 Dia Istri Saya
46 Satu Hari Yang Mudah
47 Obrolan Kakak Beradik
48 Jeandra Bocah Gemas
49 Menguping
50 Tinggalkan Dia!
51 Ternyata ...
52 Patah Hati Sean
53 Aku Mencintainya
54 Suasana Yang Canggung
55 Ketakutan Keandra
56 Cincin Maaf
57 Sakit
58 Masih Perduli?
59 Sleep Call
60 Testpack
61 Hancurnya Seorang Ayah
62 Amarah Keandra
63 Luka Keandra
64 Dilema Auryn
65 Si Kecil Yang Malang
66 Kehebohan Gea
67 Jangan Tinggalkan Aku
68 Karena Aku Mencintaimya
69 Jaminan
70 Pelukan Untuk Lea
71 Jebakan Untuk Digta
72 Kabar Baik?
73 Sidang Keputusan
74 Tingkah Jeandra
75 Bertahanlah!
76 Welcome baby boy
77 Baby Arkan
78 Titik kebahagiaan
79 Juara Bakso
80 Tahun Baru (End)
81 MAFIA
82 BODEL, MAFIA BARU
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Pernikahan Yang Kacau
2
Titik Rendah Auryn
3
Nikahi Aku Om!
4
Gombalan Maut Auryn
5
Bertemu Ibu Mertua
6
Wanita Gila
7
Perdebatan Kecil
8
Godaan Maut Istri Kecil
9
Pagi Yang Panas
10
Kejutan Di Luar Kejutan
11
Dosenku, Suamiku
12
Welcome Home ... Lea
13
Keributan Malam
14
Keteguhan Auryn
15
Es Krim Siang Hari
16
Tuntutan Auryn
17
Godaan Istri Kecil
18
Antara Istri Dan Anak
19
Hampir
20
Hitam Seperti Semalam Atau ...
21
Kucing Nakal
22
Gagal
23
Kecoa Om
24
Kecoa Om
25
Memulangkanku?
26
Obrolan 2 Ayah
27
Mulai Tergoda
28
Mau Cari Pabrik Baru
29
Tujuan Awal?
30
Sekali Saja ...
31
Kekecewaan Lea
32
Cegil
33
Membatalkan Rencana?
34
Ingin Bercerai
35
Wajah Asli Keandra
36
Perhatian Mertua
37
Teri Balado
38
Tak Akan Memaafkan
39
Panik
40
Ayo, Kita Selesaikan
41
Kembali
42
Tersiksa sendiri
43
Tak Terduga
44
Tamparan Untuk Lea
45
Dia Istri Saya
46
Satu Hari Yang Mudah
47
Obrolan Kakak Beradik
48
Jeandra Bocah Gemas
49
Menguping
50
Tinggalkan Dia!
51
Ternyata ...
52
Patah Hati Sean
53
Aku Mencintainya
54
Suasana Yang Canggung
55
Ketakutan Keandra
56
Cincin Maaf
57
Sakit
58
Masih Perduli?
59
Sleep Call
60
Testpack
61
Hancurnya Seorang Ayah
62
Amarah Keandra
63
Luka Keandra
64
Dilema Auryn
65
Si Kecil Yang Malang
66
Kehebohan Gea
67
Jangan Tinggalkan Aku
68
Karena Aku Mencintaimya
69
Jaminan
70
Pelukan Untuk Lea
71
Jebakan Untuk Digta
72
Kabar Baik?
73
Sidang Keputusan
74
Tingkah Jeandra
75
Bertahanlah!
76
Welcome baby boy
77
Baby Arkan
78
Titik kebahagiaan
79
Juara Bakso
80
Tahun Baru (End)
81
MAFIA
82
BODEL, MAFIA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!