Episode 4

Tujuh tahun telah berlalu.

Waktu tidak pernah benar-benar menghapus luka, tetapi ia mengajarkan cara untuk bertahan hidup.

Di sebuah kota tenang di Indonesia, Tasya menjalani hidup yang jauh berbeda dari masa lalunya di Berlin. Dia tinggal bersama kakeknya, satu-satunya keluarga yang benar-benar menerimanya tanpa syarat.

Rumah itu sederhana, tidak besar. Tidak mewah namun hangat. Dan di rumah itulah, dua kehidupan kecil tumbuh.

Dua anak lelaki kembar, Kenzo dan Kenzi. Mereka adalah rahasia terbesar Tasya. Rahasia yang ia lindungi mati-matian selama tujuh tahun terakhir.

Kenzo lahir lebih dulu beberapa menit, dengan tangisan keras seolah menantang dunia. Sedangkan Kenzi lahir lebih tenang dan sedikit pendiam, tetapi matanya terbuka lebar, seakan mengamati segalanya sejak hari pertama.

Kini, di usia enam tahun, keduanya tumbuh jauh melampaui anak seusia mereka.

Kenzo memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa. Ia mampu merangkai kalimat dengan rapi, penuh perhitungan. Cara ia menatap lawan bicara, cara ia menyusun argumen, bahkan caranya tersenyum tipis ketika berhasil meyakinkan seseorang, terlalu matang untuk bocah seusianya. Banyak orang dewasa kalah saat berdebat dengannya.

Sementara itu, Kenzi berbeda.

Ia lebih pendiam, lebih banyak mengamati daripada berbicara. Namun, di balik sikap tenangnya, otaknya bekerja tanpa henti.

Di usia enam tahun, ia sudah mampu membobol sistem keamanan sederhana, hanya dengan laptop tua milik kakeknya. Bukan untuk hal jahat, hanya karena rasa ingin tahu. Ia mempelajari pola, sistem dan beberapa kode.

Tasya sering kali terdiam memandangi kedua anaknya saat mereka tertidur. Wajah mereka terlalu mirip seseorang yang berusaha ia lupakan, padahal malam itu jelas dia tak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu.

Garis rahang yang tegas pada Kenzo. Tatapan tajam Kenzi ketika serius. Setiap hari, pertanyaan yang sama selalu muncul.

“Mommy…”

“Di mana Daddy?”

Kenzo biasanya bertanya dengan nada lugas. Kenzi hanya menatap, tetapi pertanyaan itu jelas ada di matanya.

Tasya selalu terdiam, dia tidak pernah tahu harus menjawab apa. Bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa ayah mereka adalah pria asing yang bahkan tidak ia kenal namanya. Bahwa malam kelam itu adalah awal dari keberadaan mereka. Namun, di antara rasa sakit itu, ada satu hal yang tidak pernah ia sesali.

Anak-anaknya, mereka bukan kesalahan. Mereka adalah alasan ia bertahan.

Suatu sore, Kenzo berdiri di depan Tasya dengan tangan di pinggang.

“Kalau Daddy orang hebat,” katanya serius, “aku pasti mewarisi sesuatu darinya.”

Kenzi yang duduk di lantai tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya menambahkan pelan,

“Dan dia pasti sedang mencari kita.” Ucapan itu membuat jantung Tasya berdegup tak wajar.

Ia tersenyum tipis, menenangkan diri.

“Daddy kalian…” suaranya lembut, “bukan bagian dari hidup kita, sayang.”

Jika suatu hari pria itu mengetahui keberadaan dua anak jenius dengan darahnya yang mengalir di tubuh mereka, dunia yang ia bangun dengan susah payah ini akan runtuh dalam sekejap.

Keesokan paginya.

Sinar matahari masuk melalui jendela ruang tamu sederhana itu, menerangi wajah Tasya yang tengah berdiri di depan kedua anaknya.

“Hari ini Mommy ada interview pekerjaan baru,” ucapnya lembut sambil merapikan rambut Kenzo.

“Doakan Mommy berhasil, ya.”

Kenzo langsung mengangguk penuh percaya diri.

“Kalau yang interview pintar, pasti Mommy diterima.”

Kenzi yang duduk diam di sofa hanya mengangkat wajahnya sebentar.

“Aku sudah cek profil perusahaan itu semalam. Sistem keamanan mereka lemah. Mereka butuh Mommy.”

Tasya terkekeh pelan, meski dalam hatinya ada rasa perih yang tak pernah benar-benar hilang. Ia adalah lulusan terbaik jurusan IT di Berlin. Otaknya tajam, logikanya kuat, kemampuannya jauh di atas rata-rata mahasiswa lain. Namun, semua nilainya dirampas oleh Merlin, anak paman dan bibinya, mereka menggunakan koneksi dan uang untuk mengambil hasil kerja keras Tasya. Nama di ijazah itu bukan lagi miliknya.

Di Indonesia, ia harus memulai dari nol. Tanpa ijazah asli, tanpa riwayat akademik yang bisa diverifikasi. Ia sempat bekerja serabutan, memperbaiki sistem kecil, membuat program sederhana, bahkan menjadi teknisi freelance dengan bayaran yang tak seberapa.

Hingga akhirnya, kakeknya mengambil keputusan nekat. Dengan bantuan kenalan lamanya, ia mengurus ijazah pengganti. Namun, kemampuan Tasya bukanlah kebohongan. Ia mampu mempertanggungjawabkan setiap angka, setiap proyek, setiap kode yang ia tulis. Otaknya memang selalu luar biasa dan bahkan sejak kecil.

Kini, kesempatan baru itu datang.

Sebuah perusahaan teknologi lokal membuka lowongan untuk posisi analis sistem keamanan dan Tasya tahu, ia mampu.

Ia menoleh ke arah kursi kayu di sudut ruangan. Kakeknya duduk di sana, tubuhnya semakin kurus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Rambutnya memutih seluruhnya, napasnya sering tersengal, dan langkahnya tak lagi kuat. Namun, sorot matanya masih hangat.

“Kamu pasti bisa, Tasya,” ucap pria berusia tujuh puluh tahun itu pelan. Tasya berlutut sebentar di hadapannya, menggenggam tangan keriput itu.

“Doakan aku, Kek.”

“Selama kamu jujur dengan kemampuanmu, dunia akan membuka jalan.”

Tasya tersenyum, meski ia tahu dunia tak pernah benar-benar adil padanya.

Di dapur, Bi Mirna, pelayan setia yang telah membantu keluarga itu selama bertahun-tahun, keluar sambil membawa segelas air hangat untuk sang kakek.

“Tenang saja, Non. Anak-anak akan Bi Mirna jaga.”

Tasya mengangguk penuh rasa terima kasih.

Di sisi lain kota, deru mesin pesawat pribadi memecah langit siang yang cerah. Roda besi itu menyentuh landasan dengan mulus.

Sebuah jet hitam eksklusif berhenti perlahan di area khusus bandara internasional. Tak lama, barisan pria berjas hitam telah berdiri rapi di bawah tangga pesawat. Tubuh mereka tegap. Wajah datar dan tatapan waspada.

Begitu pintu pesawat terbuka, satu sosok muncul di ambang pintu.

Kacamata hitam menutupi sorot matanya. Rahangnya tegas, nyaris tanpa ekspresi. Tubuhnya tinggi dan kekar, dibalut setelan jas hitam mahal yang jatuh sempurna di bahunya.

Tujuh tahun telah berlalu. Namun, waktu tidak mengikis kekuatan pria itu dan kini justru mempertajamnya.

Alex Roman Vasillo. Pewaris tunggal keluarga mafia paling ditakuti di Jerman. Ia berdiri sejenak di puncak tangga, menatap kota di hadapannya, Indonesia. Negara yang kini menjadi target ekspansi bisnisnya. Dan tanpa seorang pun tahu, negara yang juga menyimpan rahasia terbesar dalam hidupnya.

Selama tujuh tahun terakhir, satu malam itu tak pernah benar-benar hilang dari ingatannya. Wajah yang tak jelas, mata yang kabur dalam pengaruh obat.

Tangisan yang samar, dia tak pernah lagi membiarkan wanita mana pun menyentuhnya sejak malam itu. Bukan karena rasa cinta, bukan karena penyesalan. Melainkan karena sesuatu yang tak bisa ia jelaskan.

Alex, mulai menuruni anak tangga satu per satu. Sepatu kulit hitamnya menyentuh setiap pijakan dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Begitu tiba di bawah, para pria berjas hitam itu membungkuk hormat.

Mario segera mendekat.

“Mobil jemputan sudah tiba, Tuan.”

Alex hanya mengangguk singkat.

“Rumah sakit sudah siap?” tanyanya dingin.

“Sudah, Tuan. Direksi utama menunggu kedatangan Anda.”

"Kita akan ke kantor dulu?"

"Baik, Tuan. Kita bisa menunda pertemuan di rumah sakit, dan memulai meeting di perusahan lebih dulu,"

Alex hanya mengangguk saja tanpa mengatakan apapun lagi.

Ekspansi bisnis keluarga Vasillo di Asia dimulai dari sektor medis, berkedok yang bersih untuk aliran dana yang tidak selalu bersih. Alex berjalan menuju mobil hitam panjang yang telah menunggu. Pintu dibukakan untuknya. Sebelum masuk, ia melepas kacamata hitamnya sesaat, lalu menatap di sekeliling dengan tatapan penuh kewaspadaan.

Terpopuler

Comments

Siti Aisyah

Siti Aisyah

pertemuan tdk terduga hrs nya terjadi yaa...biar syok tuh si bos mafia biar sadar...kecebong nya sdh tumbuh smkn jenius selama 7th...

2026-07-22

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

semoga amat terkendali ya thour, kalau bocil ketemu dady nya🤭

2026-04-20

1

LENY

LENY

SEMOGA KEMBAR BISA KETEMU DADDY MEREKA

2026-04-06

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Bab 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 S2 tentang Arabelle ...
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Bab 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
S2 tentang Arabelle ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!