Episode 5

Gedung itu menjulang tinggi di pusat kota. Logo VASILLO GROUP terpampang megah di bagian depan, huruf perak mengilap yang mencerminkan kekuasaan dan uang dalam jumlah tak terhitung.

Tasya berdiri beberapa detik di depan pintu utama, menggenggam map berisi berkas lamaran dan CV-nya.

Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Perusahaan ini bukan perusahaan biasa.

Vasillo cabang Indonesia dikenal sebagai salah satu korporasi terbesar dan paling berpengaruh. Bergerak di bidang kesehatan, teknologi, properti, dan investasi. Siapa pun yang berhasil masuk ke dalamnya, hidupnya hampir pasti berubah. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi misteri.

CEO mereka, Tuan Besar Roman Vasillo. Orang-orang hanya tahu bahwa pria tua itu lama menetap di Jerman. Ia jarang muncul di hadapan publik. Sesekali kembali ke Indonesia untuk memantau perusahaan, lalu menghilang lagi. Dan selama tujuh tahun terakhir, tidak ada kabar.

Tasya menarik napas panjang lalu melangkah masuk. Lobi gedung itu luas dan mewah. Marmer putih mengilap, lampu gantung kristal besar di tengah ruangan, dan petugas keamanan yang berdiri tegap di beberapa sudut.

Di sisi lain gedung, suasana berbeda terasa di lantai paling atas. Para direksi berdiri tegang di ruang rapat utama.

Hari ini bukan hari biasa, hari ini pewaris keluarga Vasillo datang ke Indonesia. Alex Roma Vasillo, Pria yang selama ini hanya menjadi bayangan kekuasaan di balik layar.

Kabar yang beredar di kalangan internal mengatakan bahwa kedatangannya bukan sekadar kunjungan. Tetapi, datang untuk mengambil alih.

Selama Roman Vasillo mempercayakan bisnis cabang Indonesia kepada tangan kanannya, banyak transaksi mencurigakan terjadi. Laporan keuangan yang tak sinkron. Aset yang menghilang. Kerja sama gelap dengan pihak tak dikenal. Dan Alex tidak pernah mentoleransi pengkhianatan.

Pintu lift eksekutif terbuka.

Langkah sepatu kulit mahal terdengar mantap memasuki lorong lantai direksi. Semua orang spontan berdiri.

Tasya duduk tenang di ruang tunggu HRD, meski jantungnya tak pernah benar-benar ikut tenang.

Beberapa kandidat lain sudah masuk dan keluar ruang interview. Wajah mereka rata-rata tegang saat masuk, dan lebih pucat saat keluar.

Namanya akhirnya dipanggil.

“Tasya Aditya?”

Ia berdiri cepat. “Ya.”

Namun, alih-alih diarahkan ke ruang interview biasa, staf HRD itu terlihat menerima panggilan singkat melalui headset kecilnya, wajahnya berubah serius.

“Nona Tasya, Anda tidak perlu interview tahap pertama,” ucapnya pelan. “Anda akan langsung bertemu dengan atasan kami.”

Tasya mengernyit. “Atasan … langsung?”

“Ya, perwakilan pimpinan pusat. Jika Anda lolos dari beliau, maka otomatis Anda lolos seluruh tahap.”

Jantung Tasya berdetak lebih keras. Itu berarti seleksi ini bukan seleksi biasa. Lift khusus karyawan eksekutif membawa Tasya naik ke lantai atas. Semakin tinggi lantainya, semakin sepi suasananya.

Pintu lift terbuka.

Di ujung lorong, seorang pria berdiri tegap mengenakan jas abu gelap. Tatapannya tajam namun terkontrol. Dia Mario, Asisten pribadi Alex Roman Vasillo.

“Nona Tasya?” tanyanya singkat.

“Ya, Tuan.”

Mario mengangguk tipis. “Ikuti saya.”

Ia masuk ke dalam ruang kerja luas dengan dinding kaca besar menghadap kota. Ruangan itu tidak terlalu penuh, tetapi jelas menunjukkan kekuasaan.

“Duduk.”

Tasya duduk dengan punggung tegak.

Mario membuka berkasnya, membaca dengan teliti. Tatapannya berhenti cukup lama pada bagian riwayat pendidikan.

“Lulusan IT Berlin?” tanyanya tanpa menatap.

“Ya.”

“Nilai Anda hampir sempurna.”

Tasya menahan napas. Mario mengangkat wajahnya, menatapnya lurus.

“Kenapa Anda kembali ke Indonesia dan memulai dari nol?”

Pertanyaan itu tajam, Tasya sudah mempersiapkan jawaban.

“Keadaan keluarga, Tuan. Dan saya ingin membangun karier di sini.”

Mario tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan bahasa tubuh Tasya.

“Baik,” ucapnya akhirnya. “Saya tidak peduli ijazah Anda dari mana. Saya peduli kemampuan, Anda.”

Ia memutar layar laptopnya menghadap Tasya.

“Sistem keamanan perusahaan kami pernah diretas tiga bulan lalu. Kami belum menemukan celah pastinya. Anda punya waktu sepuluh menit. Tolong analisa.”

Tasya terdiam sejenak, lalu matanya berubah. Jarinya mulai bergerak cepat di atas keyboard. Pola kode dibacanya seperti membaca buku cerita. Ia menelusuri jejak akses, pola anomali, lalu berhenti di satu titik.

“Di sini,” ucapnya pelan namun pasti. “Ada backdoor yang sengaja ditanam. Bukan hacker luar tetapi ini orang dalam.”

Mario menajamkan pandangan.

“Yakin?”

“Seratus persen.”

Ruangan itu hening.

Di balik dinding kaca ruang kerja itu, di ruangan lain yang lebih privat, seseorang berdiri memperhatikan melalui layar monitor CCTV internal.

Sementara di dalam ruangan, Mario menutup laptopnya perlahan.

“Jika Anda diterima,” katanya tenang, “Anda akan bekerja langsung di bawah pengawasan pimpinan pusat.”

"Terima kasih," kata Tasya, lalu berdiri.

"Pihak HRD akan menghubungi kamu lagi dalam waktu berapa jam kalau kamu lolos, lebih baik kamu tak pergi jauh dari perusahaan ini," kata Mario.

Tasya mengangguk lalu melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Siang itu.

Ruang kerja di lantai paling atas gedung Vasillo Group terasa sunyi.

Jendela kaca besar memperlihatkan pemandangan kota yang sibuk di bawah sana, namun di dalam ruangan itu suasananya justru dingin dan tegang.

Alex Roman Vasillo berdiri membelakangi ruangan, menatap keluar dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Jas hitam yang melekat di tubuhnya membuat sosoknya terlihat semakin tegas dan berwibawa.

Di belakangnya, Mario berdiri sambil memegang sebuah berkas.

“CV kandidat baru ini cukup menarik, Tuan,” ucap Mario sambil membuka halaman demi halaman.

Alex tidak langsung menoleh.

“Menarik?” tanyanya datar.

Mario mengangguk kecil.

“Namanya, Tasya Aditya. Lulusan IT Berlin. Nilainya hampir sempurna, bahkan bisa dibilang salah satu yang terbaik.”

Alex akhirnya menoleh sedikit, tatapannya dingin.

“Jika dia memang lulusan terbaik, kenapa dia melamar pekerjaan biasa di cabang Indonesia?” tanya Alex tajam.

Mario terdiam sejenak, pertanyaan itu memang masuk akal. Ia kembali melihat berkas itu.

“Menurut keterangannya, dia kembali ke Indonesia karena masalah keluarga.”

Alex berjalan perlahan menuju meja kerjanya. Tangannya mengambil berkas itu dari tangan Mario. Tatapan Alex menyapu setiap baris tulisan dengan teliti. Tidak ada satu detail pun yang luput dari pengamatannya. Lalu ia berhenti di bagian ijazah. Matanya menyipit.

“Ada yang aneh,” gumamnya.

Mario mengangkat alis.

“Aneh?”

Alex mengetuk ringan bagian kertas itu dengan jari telunjuknya.

“Format stempel universitas ini benar,” katanya.

“Tapi kode registrasi digitalnya tidak cocok dengan sistem Berlin yang terbaru.”

Mario langsung menegang.

“Palsu?”

Alex tidak menjawab langsung.

“Bisa saja.”

Ia meletakkan berkas itu kembali di meja.

“Orang yang memalsukan dokumen biasanya hanya memikirkan tampilan luar,” lanjut Alex. “Tapi mereka sering lupa detail kecil.”

Mario menatapnya.

“Namun, kemampuan teknisnya cukup luar biasa, Tuan. Saat saya uji sistem keamanan tadi, dia langsung menemukan celah backdoor yang bahkan tim IT kita belum sadari.”

Alex bersandar pada kursinya, tatapan matanya semakin dalam.

“Justru itu yang membuatnya semakin mencurigakan.”

Mario sedikit mengernyit.

“Kenapa?”

Alex tersenyum tipis, senyum yang tidak membawa kehangatan sama sekali.

“Perempuan dengan kemampuan seperti itu … tidak mungkin hidup sembarangan.”

Alex kembali mengambil berkas Tasya. Menatap nama itu beberapa detik lebih lama. Tasya Aditya, entah kenapa, nama itu terasa asing namun anehnya juga seperti pernah lewat di ingatannya.

“HRD,” ucap Alex singkat.

Mario langsung memahami maksudnya. Ia mengambil ponsel dan menelpon bagian HRD.

“Kirimi kandidat bernama Tasya Aditya ke lantai eksekutif sekarang,” perintahnya.

Dia menutup telepon.

“Sudah, Tuan.”

Alex berdiri perlahan, tatapannya dingin, penuh penilaian.

“Jika dia berbohong,” ucap Alex pelan, “aku ingin melihat langsung bagaimana dia melakukannya.”

Sementara itu di lantai bawah seorang staf HRD baru saja menghampiri Tasya.

“Nona Tasya, Anda diminta naik ke lantai eksekutif.”

Tasya terkejut.

“Sekarang?”

“Ya, Tuan Mario bilang CEO ingin bertemu Anda...”

Jantung Tasya berdegup keras.

Terpopuler

Comments

Morna Simanungkalit

Morna Simanungkalit

Tasya jawab saja dengan jujur , apa nanti yang akan ditanya samamu , karena orang jujur otu akan berhasil..

2026-08-26

0

Siti Aisyah

Siti Aisyah

iiih kok aku panas dingin gini yaa....si alex terlalu terliti...takut nya tasya di intimidasi...

2026-07-22

0

C2nunik987

C2nunik987

Tasya yg dipanggil aku yg deg degan....Kenzo tolongin mommy mu ....daddy mu berbahaya 😂😂😂

2026-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Bab 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 S2 tentang Arabelle ...
Episodes

Updated 116 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Bab 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
S2 tentang Arabelle ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!