Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Istri Setelah Cerai Menjadi Or Terkaya

Episode 1

Ponsel di atas meja bergetar berkali-kali.

Dewi yang sedang duduk sendirian di ruang tamu menoleh perlahan. Layarnya menyala, menampilkan satu nama yang begitu akrab sekaligus terasa asing baginya.

Suami.

Rizky.

Notifikasi pesan masuk bertambah satu lagi.

Ia membuka layar.

Datang ke rumah sakit sekarang. Lina butuh darah.

Beberapa detik kemudian, pesan lain muncul.

Jangan lama. Dokter bilang harus segera.

Tak lama setelah itu, muncul notifikasi transfer.

Rp500.000 telah masuk.

Dewi menatap angka itu cukup lama. Tangannya tidak bergerak, hanya matanya yang menatap layar dengan kosong.

Beberapa detik kemudian ponselnya bergetar lagi.

Cepat.

Transfer kedua masuk.

Rp500.000.

Dewi menghela napas pelan. Ia tidak langsung menjawab. Jarinya justru menekan layar, membuka riwayat percakapan mereka.

Halaman chat itu panjang.

Tiga tahun pernikahan.

Namun ketika ia mulai menggulir ke atas, dadanya terasa semakin berat.

Karena hampir semua pesan dari Rizky… sama.

“Lina butuh darah.”

“Datang ke rumah sakit.”

“Cepat.”

“Transfer.”

Jumlah transfer yang tercatat bahkan lebih banyak daripada kata-kata perhatian.

Tidak ada pesan menanyakan apakah ia sudah makan.

Tidak ada ucapan selamat ulang tahun.

Tidak ada kabar sekadar “apa kabar”.

Hanya perintah.

Dan uang.

Dewi menggulir lebih jauh lagi.

Tiga tahun.

Dalam tiga tahun pernikahan mereka, Rizky hampir tidak pernah menghubunginya lebih dulu kecuali untuk satu hal.

Meminta darahnya untuk Lina.

Ia menutup layar.

Ponsel kembali bergetar.

Pesan baru masuk.

Kenapa belum jawab?

Lina sudah lemah.

Transfer ketiga masuk.

Rp500.000.

Dewi menatap ponsel itu dengan mata merah.

Bulan ini saja… ini sudah permintaan ketiga.

Ia menekan pelipisnya pelan.

Tubuhnya masih terasa dingin.

Semalam ia berdiri di depan pintu rumah hampir satu jam.

Hujan turun tanpa henti.

Ia menunggu Rizky pulang kerja.

Namun pria itu tidak pernah datang.

Ketika akhirnya Dewi kembali masuk ke rumah, pakaiannya sudah basah kuyup dan tubuhnya menggigil.

Pagi ini ia bangun dengan kepala berat dan tenggorokan sakit.

Demam.

Dokter pernah mengatakan bahwa ia tidak boleh terlalu sering donor darah.

Tubuhnya tidak kuat.

Namun bagi Rizky, hal itu seolah tidak pernah penting.

Ponsel kembali berbunyi.

Dewi mengira itu pesan dari Rizky lagi.

Namun ketika ia melihat layar, nomor pengirimnya tidak dikenal.

Ia membuka pesan itu.

Kalimat pertama membuat alisnya langsung berkerut.

Kamu benar-benar tidak tahu malu.

Dewi terdiam.

Pesan berikutnya muncul.

Berani sekali kamu menempati posisi istri Rizky.

Padahal jelas-jelas kamu cuma pelakor.

Napas Dewi tertahan.

Tangannya menggenggam ponsel lebih erat.

Pesan ketiga datang.

Kalau punya harga diri, kamu seharusnya sudah pergi sejak lama.

Dewi menatap layar tanpa berkedip.

Beberapa detik kemudian pesan lain masuk lagi.

Rizky semalam ada di sini.

Dia tidak pulang ke rumahmu.

Dewi masih belum membalas.

Jarinya terasa kaku.

Kemudian layar menampilkan gambar masuk.

Ia membuka foto itu.

Foto tersebut diambil dari jarak sangat dekat.

Di atas tempat tidur putih, Rizky terlihat tertidur dengan wajah tenang.

Seorang wanita bersandar di bahunya.

Rambut panjang.

Wajah cantik.

Ekspresi puas.

Wanita itu mengangkat ponsel dan memotret dirinya sendiri bersama Rizky.

Sambil tersenyum.

Dewi mengenali wajah itu hanya dalam satu detik.

Lina.

Ponsel Dewi hampir terlepas dari tangannya.

Dadanya terasa seperti dipukul.

Semalam.

Ia berdiri di luar rumah menunggu suaminya pulang dalam hujan.

Sementara pria itu…

sedang tidur bersama Lina.

Pesan lain masuk.

Jangan pura-pura tidak tahu.

Rizky selalu ada di sisiku.

Yang jadi orang ketiga itu kamu.

Dewi menatap foto itu lama sekali.

Semua perasaan yang selama ini ia tahan… perlahan runtuh.

Tiga tahun.

Tiga tahun ia bertahan.

Ia menutup mata.

Kenangan satu per satu muncul di kepalanya.

Saat pertama menikah dengan Rizky, ia berpikir kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik.

Ia meninggalkan kota asalnya.

Meninggalkan teman-teman.

Bahkan jarang pulang menemui orang tuanya.

Ia memilih tinggal bersama keluarga Rizky.

Rumah besar itu selalu terasa dingin.

Ibu mertua, Siti, tidak pernah benar-benar menerimanya.

Setiap pagi Dewi harus bangun lebih awal daripada semua orang.

Memasak.

Membersihkan rumah.

Mencuci.

Namun kesalahan kecil saja bisa membuat Siti mengomel sepanjang hari.

Adik ipar perempuan bahkan lebih buruk.

Ia sering menyindir Dewi di depan keluarga.

Mengatakan bahwa Dewi tidak pantas menjadi menantu keluarga mereka.

Di kantor pun tidak jauh berbeda.

Rekan-rekan kerja tahu bahwa Rizky berasal dari keluarga kaya.

Mereka menganggap Dewi hanya menumpang hidup pada suaminya.

Tatapan meremehkan itu sering ia rasakan.

Namun selama tiga tahun, Dewi tidak pernah melawan.

Ia selalu menahan diri.

Karena ia percaya…

selama Rizky masih suaminya, semuanya masih bisa diperbaiki.

Namun kenyataan yang ia hadapi sekarang seperti tamparan keras.

Ia bukan istri.

Ia hanya cadangan darah untuk Lina.

Ponsel tiba-tiba berdering.

Nama yang muncul di layar membuat wajah Dewi langsung menegang.

Rumah Keluarga Rizky.

Ia menatap layar beberapa detik sebelum akhirnya menjawab.

Belum sempat ia berbicara, suara keras langsung terdengar dari seberang.

“Dewi, kamu di mana sekarang?”

Itu suara ibu mertuanya, Siti.

Dewi menjawab pelan.

“Di rumah.”

Siti langsung berkata dengan nada perintah.

“Segera datang ke rumah utama.”

“Ada tamu malam ini. Kamu harus masak.”

Dewi menutup matanya sejenak.

Tubuhnya masih demam.

Namun Siti bahkan tidak menanyakan bagaimana keadaannya.

Ia hanya memberi perintah.

Dewi membuka mulut.

“Saya sedang—”

Siti langsung memotong.

“Jangan banyak alasan.”

“Sebagai menantu kamu harus tahu kewajibanmu.”

“Kami menunggu satu jam.”

Telepon langsung diputus.

Dewi menatap layar yang sudah gelap.

Beberapa detik kemudian…

ia menekan tombol panggilan berakhir.

Ia bahkan tidak berniat menjelaskan apa pun.

Dadanya terasa kosong.

Ia duduk diam cukup lama.

Lalu perlahan membuka ponselnya lagi.

Nama Suami masih berada di bagian atas chat.

Pesan-pesan Rizky terus bertambah.

Dokter sudah menunggu.

Kamu belum berangkat?

Kalau telat Lina bisa bahaya.

Dewi membaca semua itu tanpa ekspresi.

Tiga tahun.

Ia menelan semua penghinaan.

Ia menahan semua keluhan.

Ia mencoba menjadi istri yang baik.

Namun satu-satunya peran yang benar-benar ia miliki dalam pernikahan ini hanyalah…

memberikan darahnya.

Dewi membuka kolom pesan.

Jarinya berhenti sejenak di layar.

Lalu ia mulai mengetik.

Kita bercerai.

Ia membaca kalimat itu sekali lagi.

Kemudian menekan kirim.

Hanya beberapa detik kemudian, ponselnya langsung berdering.

Rizky menelepon.

Dewi menjawab tanpa ragu.

Suara pria itu terdengar dingin.

“Apa maksud pesanmu?”

Nada suaranya bukan terkejut.

Lebih seperti kesal.

Dewi berkata pelan, “Aku ingin cerai.”

Beberapa detik hening.

Kemudian Rizky tertawa pendek.

“Kamu pikir aku tidak tahu maksudmu?”

“Akhirnya kamu mulai menuntut uang?”

Dewi menggenggam ponsel lebih erat.

Rizky melanjutkan dengan nada sinis.

“Kalau ingin uang bilang saja.”

“Tapi sekarang bukan waktunya.”

“Lina sedang butuh darahmu.”

Dewi menutup mata.

Demam membuat kepalanya semakin berat.

Namun ia tetap berkata dengan tenang.

“Kita bercerai.”

Rizky jelas mulai kesal.

“Kamu pikir perceraian itu permainan?”

“Jangan bikin masalah sekarang.”

“Segera datang ke rumah sakit.”

Dewi memotong kalimatnya.

“Satu jam lagi.”

“Di Kantor Urusan Sipil.”

Rizky terdiam.

Dewi melanjutkan.

“Kalau kamu tidak datang…”

“Aku tidak akan pernah donor darah lagi.”

Kalimat itu membuat napas di seberang telepon berhenti sejenak.

Rizky akhirnya berkata dingin.

“Kamu mengancamku?”

Dewi tidak menjawab.

Ia langsung menutup telepon.

Ruangan kembali sunyi.

Beberapa detik kemudian ponselnya berbunyi lagi.

Bukan panggilan.

Notifikasi transfer.

Rp1.000.000 telah masuk.

Dewi menatap angka itu cukup lama.

Tiba-tiba ia tertawa pelan.

Tawa itu berubah menjadi suara serak.

Matanya memanas.

Air mata akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan.

Tiga tahun pernikahan.

Semua yang ia berikan.

Semua yang ia korbankan.

Pada akhirnya…

hanya bernilai satu juta rupiah.

Dewi menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Air mata mengalir deras.

Di antara isak yang tertahan, satu pikiran perlahan menjadi jelas di benaknya.

Pernikahan ini…

sejak awal memang hanya lelucon yang kejam.

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

memang satu yang betul betul kejam

2026-05-04

0

T Sa

T Sa

haddeh..lagi lagi bini bucin👍

2026-06-22

0

mygood heart

mygood heart

KOK DI NOVEL BYK CEWEK GOBLOG DI NIKAHI HY UTK JADI PEMBANTU KLRGA SUAMI BERTINDAK IDIOT TDK DI NAFKAHI ANJING BENER KELAKUAN KY GITU KAYA SI TARZAN YG BLM MENGENAL PERADABAN DAN PENDIDIDKAN NAJIS TRALALA OON PLUS IDIOT

2026-05-02

4

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!