Divisi Kasus Dingin

"Maksud pak Bima ... Nonik?" tanya AKP Dean Thomas.

"Siapa lagi! Ampun deh! Cantik, lucu tapi ... Horor! Bisa-bisanya L dan Nyes santai saja sih sama Nonik?" omel Bima.

Hoshi tersenyum smirk. "Biar nanti aku temui Kapolda dan Kapolri. Mereka punya hutang banyak padaku."

"Hutang apa pak Quinn?" tanya AKP Dean Thomas.

"Ada deh!"

***

Seminggu kemudian Hoshi dengan didampingi Valentino Reeves, Septian, Aizen Akihiro dan Sagara Hadiyanto, menemui Kapolda dan Kapolri beserta jajarannya. Baru-baru ini Hoshi mengancam dua pejabat itu karena sebagai pelindung pembalak liar di hutan milik keluarga Léopold. Sean sudah ngamuk, begitu juga dengan Arsyanendra karena ada yang mengambil kayu-kayu disana.

Setelah ditelusuri, Hoshi tahu pejabat lokal termasuk gubernur, mendapatkan beking dari Kapolda setempat dengan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya terlibat. Hoshi menawarkan, blow up semua dan biarkan hukum rimba berjalan atau hukum rimba ala Hoshi di hutan milik keluarga Léopold.

Hoshi bisa menebak mereka tidak mau turun dari posisi uenak jadi mereka memiliki jabatan. Hoshi semakin umpak-umpakan dengan membeli tanah-tanah yang tadinya untuk sawit. Dia ubah semuanya menjadi hutan kembali dengan hukum rimba ala dirinya berlaku. Tembak ditempat tanpa perduli beking siapa!

Dan sekarang, Hoshi bersama Valentino memiliki banyak kartu as lagi keterlibatan mereka di kasus lainnya. Kesannya mereka pemeras tapi bagi Hoshi, pemerasan yang tidak dzolim ... dimaafkan.

"Jadi pak Quinn meminta divisi kasus dingin? Di Polda?" tanya Kapolda.

"Iya. Kalian punya kasus dingin banyak! Mana ada yang mau ngurus kan? Bagi kalian, nggak terpecahkan ya sudah! Benar? Tidak perduli bagaimana kondisi keluarga yang ditinggalkan." Hoshi bersedekap dengah gaya khasnya.

"Pak Quinn, apakah termasuk korban politik?" Kapolri menatap tajam.

"Apakah kamu takut akan ketahuan? Jika kamu tidak terlibat, ngapain takut? Orang takut itu karena merasa bersalah, bisa kebongkar kejahatannya atau memang terlibat luar dalam!" senyum Hoshi. "Kamu yang mana?"

Semua orang di jajaran kepolisian terdiam. Setelah kemarin mereka dikuliti habis-habisan oleh Hoshi dan tidak bisa berbuat apapun karena dilindungi FBI dan tiga negara Eropa serta lima negara Timur Tengah yang bisa merembet kemana-mana termasuk stabilitas politik dan ekonomi negara, kali ini mereka tidak bisa berbuat apapun.

Hoshi dibungkam? Dikriminalisasi? Pembalasannya bisa jauh lebih kejam! Apalagi dia memiliki ipar Yakuza, Mafioso dan sahabat Triad.

"Anda sudah mendapatkan siapa yang mau urus kasus yang sudah lama itu?" tanya Kapolda sinis dan skeptis.

"Sudah! Oh, lantai mana di gedung Polda yang paling seram dan orang tidak betah disana lama-lama?" tanya Hoshi cuek.

"Lantai empat," jawab Sekertaris Kapolri.

"Kenapa?" tanya Valentino.

"Setiap ada yang kerja disana, merasa tidak nyaman dan lampu tidak mau nyala kalau sudah mau Maghrib," jawab pria itu. "Jadi lantai empat kosong."

"Wajar lah. Dalam bahasa Mandarin, angka 4 diucapkan sebagai "sì", yang bunyinya sangat mirip dengan kata kematian, yaitu "sǐ" (死). Kemiripan pengucapan ini, terutama dalam dialek Kanton, sering disebut sebagai homofon, di mana kata yang berbeda makna memiliki bunyi yang hampir sama. Jadi kalau disana banyak arwah penasaran ... Ya nggak heran. Tahu lah dosa polisi dari jaman dahulu kala! Hanya Pak Hoegeng dan polisi tidur saja yang jujur!" ucap Hoshi sinis.

Semua anggota polisi yang berada disana langsung merah padam mendengar ucapan Hoshi. Siapapun tahu pengusaha yang memiliki wajah cantik hingga di usia kepala tujuh itu, punya mulut yang pedas. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena PRC Group milik negara Belanda. Jika terjadi sesuatu, bisa-bisa Raja Belanda, Roland van Bummel, ngamuk.

"Oke. Lantai empat kita ambil! Lantai empat adalah milik Divisi Kasus Dingin dan tetap milik divisi kasus dingin sampai kiamat! Jadi tidak ada batasan lantai empat untuk divisi baru ini. Soal renovasi, kalian tidak usah khawatir. Bukan kalian yang keluar duit juga! Tahu lah bisnis sama polisi itu gimana? Hanya orang-orang yang punya mental kuat, uang kuat dan beking tidak main-main yang bisa menekan kalian? Benar begitu?" senyum sinis Hoshi. "Oh, jangan coba-coba membunuh aku! Kalian akan tahu akibatnya!"

Valentino, Aizen dan Sagara hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Hoshi yang tidak ada takut-takutnya. Bagi Hoshi, selama dia benar, lainnya bodo amat!

"Tian, urus surat perjanjian sampai kiamat lantai empat gedung Polda Metro Jaya untuk divisi kasus dingin. Tidak ada seorang pun berhak mengambil lantai empat itu! Kecuali bencana alam! Karena itu Big Boss yang minta!" Hoshi menoleh ke pengacara Blair and Blair Advocate yang sudah tersenyum simpul mendengar ucapan tetua klan Pratomo Jakarta itu.

"Sampun Pak Quinn. Tinggal revisi yang seumur hidup diganti sampai kiamat," jawab Septian cuek.

***

Divisi Major Crimes Beberapa Hari Kemudian

"Buat nama-nama yang aku panggil, segera ke lantai empat! AKP Dean Thomas, Kompol Jarot, Iptu Nana Nivetha, Iptu Atikah Shadira, Aiptu Muhammad Rayyan. Ke lantai empat. Sekarang!" ucap sekertaris Kapolda ke keempat orang yang ada disana.

Keempatnya pun bersiap ke lantai empat hingga sekretaris Kapolda itu bingung kurang satu.

"Aiptu Rayyan pendidikan perwira di Lembang. Baru kembali setahun lagi!" jawab Iptu Nana judes. "Makanya jangan cuma mikir cewek aja lu!"

Sekretaris Kapolda itu tergagap karena sempat dipergoki Iptu Nana yang sedang mengintai pelaku pelecehan di sebuah hotel, sedang bersama LC.

"Sudah ... Ayo ke lantai empat," ajak Iptu Atikah sambil mendorong sahabatnya.

"LC mana lagi sekarang?" goda Kompol Jarot.

AKP Dean Thomas hanya menggeleng gemas dengan ketiga rekannya.

Sekretaris Kapolda itu hanya mengeraskan rahangnya. Tidak menduga akan diejek seperti itu.

Keempatnya pun masuk lift dan turun dari lantai lima ke lantai empat. Begitu keluar dari lift, mereka terkejut melihat Hoshi bersama Valentino dan Aizen, sedang sibuk mengukur lantai empat itu. Ada beberapa orang lagi yang sudah pasti dari PRC Group juga sedang mendata semuanya.

"Pak Quinn?" AKP Dean Thomas menghampiri pria itu. "Pak Valentino, Mas Aizen."

"Ini ada apa ya pak?" tanya Iptu Nana.

"Ini akan menjadi markas kalian!" jawab Hoshi. "Divisi kasus dingin."

Keempat polisi itu melongo. "Serius?"

"Yup. Aku berhasil membuat surat perjanjian bahwa lantai ini hanya khusus divisi kasus dingin dan tidak boleh diambil sampai kiamat!" jawab Hoshi dengan gaya jumawa.

"Terus disini ... Ada apa saja pak?" tanya Kompol Jarot.

"Sebelah sini, ruang kerja Ding Dong nanti bersama Rayyan. Di sini adalah ruang kerja kalian. Nanti kalian akan mendapatkan ruang meeting, ruang kerja lengkap dengan lemari makanan dan semua perlengkapan, lalu di sebelah kiri, adalah ruang monitor IT untuk mengawasi lantai empat dan ruang interogasi. Ruang interogasi sebelah sana, dan ada dua. Kamar mandi ada di dalam ruang kerja kalian yang memang dibuat luas. Plus loker yang akan menyimpan perlengkapan anda. Bagaimana?" tanya Hoshi.

"Wow ...."

"Nanti biar L dan Nyes datang kemari karena aku yakin disini penghuninya banyak sekali!"

Ketiga orang itu terkejut. "Kita bekerja sama dengan arwah?" serunya.

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

Terpopuler

Comments

mama_im

mama_im

waaahh penasaran arwah apa aja yg ada di sana 😅😅

2026-03-14

4

sri supadmi

sri supadmi

seumur hidup jadi sampai kiamat 🤣🔥

2026-03-14

4

Sayem Sayem

Sayem Sayem

luar biasa keren ny pertama kali d dunia perpolisian ada divisi kasus dingin ..mungkin hanya ada Konoha maya

2026-03-15

1

lihat semua
Episodes
1 Hoshi Paramudya Quinn Reeves
2 Divisi Kasus Dingin
3 Mbak Susi
4 Permintaan Mbak Susi
5 Perjanjian Dengan Bon Cabe
6 Teknologia
7 Mbak Susi Beraksi
8 Mandat Hoshi
9 Dokter Rahmat
10 Serial Killer?
11 Dokter Rahmat Mengawasi
12 Teori Tim Gabut
13 Selidik Sana Sini
14 Ibu?
15 Curigation
16 Mengamati
17 Menyamar
18 Saved By The Bell
19 Dokter Rahmat Kecolongan
20 Dokter Wayan
21 Bagaimana Bisa Dekat Dengan Keluarga Sultan?
22 Raiden Park
23 Yuk!
24 Mungkinkah?
25 Hukum Tabur Tuai Itu Nyata
26 Klasik Amat!
27 Aku Tidak Percaya!
28 Pintu Rahasia
29 Jebule
30 Dokter Rahmat Kaget
31 Rencana Hoshi
32 Hoshi Gabut
33 Opa Macan Gabut To The Max
34 Sikap Jarot
35 Kecolongan
36 Dokter Rahmat Shock
37 Dokter Wayan Curiga
38 Hani
39 Detektif Patikelir
40 Dag Dig Dug
41 Bom Waktu
42 Ya Tuhan
43 Bisikan
44 Bima Werkudara
45 Senjata Makan Tuan
46 Dokter Arlo Panik
47 Teror Dimulai
48 Ditangkap
49 Akamsi
50 Yakin
51 Aftermath
52 Arisan
53 The O.G Poci Ask For The Royalti From The Fake Poci
54 Akamsi The Original
55 Real vs Fake
56 Serius?
57 Kena Jebakan Betmen
58 Tugas Untuk Tole
59 Kompol Dean Thomas Menyelidiki
60 AKP Atikah dan dokter Aji
61 Tole Geram
62 Rencana Kompol Dean Thomas
63 Wuaduh!
64 Jabrik 2.4
65 Rencana Dewa Hadiyanto
66 Kacau Ini!
67 Penyidikan Kompol Jarot
68 Diwawancarai
69 New Nemesis
70 Hoshi Paramudya Quinn Reeves
71 The Reeves
72 Di Rumah Duka
73 Wasiat
74 Mayat Dalam Koper
75 AKP Nana dan Rommy
76 Beking
77 Menangkap Dengan Nekad
78 Mulai Diinterogasi
79 Perang Arwah dan Buzzer
80 Saksi Hidup
81 Kejutan Baru
82 Tidak Semudah Itu Férguso
83 Di Sel
84 Tole dan Mbak Susi
85 Mengcapek!
86 New Member
87 Iptu Rio Pratama
88 Lembur
89 Teori Rio
90 Presentasi
91 Baca Buat Tambah Pengetahuan
92 Satu Persatu
93 Dinah Rusidi
94 Terima Kasih Atas Pengakuannya
95 Lachlan de Luca
96 Apa?!
97 Waduh!
98 Gym di Tol
99 Iptu Rio Olahraga
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Hoshi Paramudya Quinn Reeves
2
Divisi Kasus Dingin
3
Mbak Susi
4
Permintaan Mbak Susi
5
Perjanjian Dengan Bon Cabe
6
Teknologia
7
Mbak Susi Beraksi
8
Mandat Hoshi
9
Dokter Rahmat
10
Serial Killer?
11
Dokter Rahmat Mengawasi
12
Teori Tim Gabut
13
Selidik Sana Sini
14
Ibu?
15
Curigation
16
Mengamati
17
Menyamar
18
Saved By The Bell
19
Dokter Rahmat Kecolongan
20
Dokter Wayan
21
Bagaimana Bisa Dekat Dengan Keluarga Sultan?
22
Raiden Park
23
Yuk!
24
Mungkinkah?
25
Hukum Tabur Tuai Itu Nyata
26
Klasik Amat!
27
Aku Tidak Percaya!
28
Pintu Rahasia
29
Jebule
30
Dokter Rahmat Kaget
31
Rencana Hoshi
32
Hoshi Gabut
33
Opa Macan Gabut To The Max
34
Sikap Jarot
35
Kecolongan
36
Dokter Rahmat Shock
37
Dokter Wayan Curiga
38
Hani
39
Detektif Patikelir
40
Dag Dig Dug
41
Bom Waktu
42
Ya Tuhan
43
Bisikan
44
Bima Werkudara
45
Senjata Makan Tuan
46
Dokter Arlo Panik
47
Teror Dimulai
48
Ditangkap
49
Akamsi
50
Yakin
51
Aftermath
52
Arisan
53
The O.G Poci Ask For The Royalti From The Fake Poci
54
Akamsi The Original
55
Real vs Fake
56
Serius?
57
Kena Jebakan Betmen
58
Tugas Untuk Tole
59
Kompol Dean Thomas Menyelidiki
60
AKP Atikah dan dokter Aji
61
Tole Geram
62
Rencana Kompol Dean Thomas
63
Wuaduh!
64
Jabrik 2.4
65
Rencana Dewa Hadiyanto
66
Kacau Ini!
67
Penyidikan Kompol Jarot
68
Diwawancarai
69
New Nemesis
70
Hoshi Paramudya Quinn Reeves
71
The Reeves
72
Di Rumah Duka
73
Wasiat
74
Mayat Dalam Koper
75
AKP Nana dan Rommy
76
Beking
77
Menangkap Dengan Nekad
78
Mulai Diinterogasi
79
Perang Arwah dan Buzzer
80
Saksi Hidup
81
Kejutan Baru
82
Tidak Semudah Itu Férguso
83
Di Sel
84
Tole dan Mbak Susi
85
Mengcapek!
86
New Member
87
Iptu Rio Pratama
88
Lembur
89
Teori Rio
90
Presentasi
91
Baca Buat Tambah Pengetahuan
92
Satu Persatu
93
Dinah Rusidi
94
Terima Kasih Atas Pengakuannya
95
Lachlan de Luca
96
Apa?!
97
Waduh!
98
Gym di Tol
99
Iptu Rio Olahraga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!