Mbak Susi

Lachlan sedang melakukan meeting zoom bersama ayah dan para manajer di Palermo dalam membahas bisnis keluarga de Luca, ketika ponselnya bergetar. Matanya melirik ke arah benda pipih di sebelahnya dan ada pesan dari Hoshi.

📩 Opa Macan Galak : L, kalau kamu sudah selesai urusan pekerjaan kamu, ke Polda Metro Jaya lantai empat ya! Bawa Nyes sekalian. Shea, titipkan saja ke Oma Rina kamu.

Lachlan mendelik. Ya ampun Opaaaaa! Bisa-bisanya bikin aturan sat set begini sih?

"L? Ada apa?" tanya Michel de Luca saat melihat ekspresi wajah putranya. "Apa ada yang salah?"

"Bukan Daddy ... Tapi Opa Macan," jawab Lachlan de Luca.

"Apalagi maunya Opa kamu itu?" Michel hanya menggelengkan kepalanya gemas dengan Oom cantiknya.

"Gampang lah! Kita lanjutkan urusan bisnis kita dulu. Jadi untuk panen anggur musim ini ...." Lachlan pun kembali fokus dengan perusahaan milik keluarganya.

***

Lantai Empat cikal bakal Divisi Kasus Dingin

"Mbak Susi ..." panggil Tole ke arah kuntilanak yang sedang mengawasi sekelompok orang disana.

"Kita ... Akan satu lantai dengan mereka?" tanya Mbak Susi ke arah Tole, tuyul yang hobi nyolong uang para polisi korup.

"Yup. Sama pak Dean, mbak Nana, mbak Atikah dan pak Jarot ... Tenang saja. Mereka polisi garis lurus pakai penggaris. Aku sudah berapa kali kerjasama dengan mereka. Apalagi sama mas L dan mas Dendeng. Sayang, mas Dendeng sudah balik Jepang. Padahal seru kalau ada dia," jawab Tole.

"Kira-kira, bisa tidak ya urus kasus aku?" tanya Mbak Susi.

"Kalau belum dicoba ... Ya kita nggak tahu. Cuma tho mbak, kudu nunggu Mas L dan Mbak Nyes. Soalnya, mereka itu macam liaison arwah," ucap Tole. "Atau ... Minta tolong Pak Longga ya? Biar laporan ke Kanjeng Eyang?"

Mbak Susi menatap Tole. "Memangnya ... Bisa?"

"Bisa lah! Tole ini disayang Kanjeng Eyang. Jadi don't worry! Tapi ... Kalau aku boleh kasih saran tho, gimana kalau kasusnya mbak Susi dibuka saat semua ini sudah selesai? Biar gampang cari datanya," tawar Tole.

"Begitu ya," gumam Mbak Susi.

"Hu um!"

"Ya sudah. Nunggu lagi tidak apa-apa. Toh pelakunya masih hidup juga." Mbak Susi menatap satu persatu anggota kepolisian yang akan menjadi tim kasus dingin.

***

Rumah Lachlan dan Nareswari

Lachlan menunggu kedatangan istrinya dari rumah sakit. Dia dan Nareswari sudah melakukan perjanjian jika Lachlan di rumah, dia yang akan mengurus Shea. Lachlan dan Nareswari sudah dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Chelsea yang biasa dipanggil Shea. Nama Chelsea diambil dari nama eyang buyut, Chelsea van Hoover yang menjadi arwah dengan panggilan Nonik. ( Baca Ghost Detective ).

Nonik berjanji jika Lachlan dan Nareswari menikah, dia baru menyeberang. Dan saat dia menyeberang, Lachlan, Nareswari dan Dendeng, melihat GKRM Haryo Pratomo dan Carlotta van Hoover datang menjemputnya.

Sekarang Nonik reinkarnasi ke Shea.

"Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam." Lachlan tersenyum ke arah Nareswari yang datang dari rumah sakit.

"Aku cuci tangan dan ganti baju dulu mas," ucap Nareswari sambil berjalan ke kamar utama.

"Shea, Mama sudah datang. Jadi papa ketemu sama Opa buyut dulu ya?" senyum Lachlan sambil menowel hidung Shea.

"Rewel nggak mas?" tanya Nareswari yang sudah bersih dan berganti daster.

"Nggak kok. Malah ikutan meeting soal kebun anggur dan pabrik wine de Luca. Yah, anggap saja diajarin bisnis dari bayi," kekeh Lachlan.

Nareswari cekikikan. "Kamu tuh lho. Katanya mas mau ke Polda. Ada apa mas?" tanya Nareswari sambil menggendong Shea dan dia merasakan dadanya penuh yang berarti waktunya menyusui putri bulenya seperti ayahnya. Nareswari sampai-sampai sebal karena dia sama sekali tidak kebagian hanya jenis kelamin saja.

"Opa Macan bikin gebrakan," jawab Lachlan.

"Gebrakan apa mas?" tanya Nareswari sambil tersenyum mendengar kecapan Shea mendapatkan sumber ASI nya. "Lapar ya nduk. Pelan-pelan saja."

Lachlan tersenyum melihat putrinya heboh sendiri. "Padahal tadi sudah aku kasih satu botol lho sejam lalu."

"Namanya juga masa pertumbuhan. Justru yang fresh from oven itu lebih enak," kekeh Nareswari sambil mengelus pipi gembul Shea yang berusia tiga bulan sekarang. "Opa Hoshi ngapain lagi?"

"Bikin Divisi Kasus Dingin di Polda Metro Jaya dengan Pak Dean sebagai ketuanya," jawab Lachlan.

Nareswari melongo. "Serius? Memangnya Divisinya mau sampai kapan? Terus gajinya?"

Lachlan tertawa. "Gaji ya tetap lah, Nyes. Kan memang kewajiban Polri kasih ke timnya pak Dean. Hak mereka juga."

"Memang siapa saja yang di tim pak Dean?"

"Pak Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot."

"Kantornya di sebelah mana?" tanya Nareswari.

"Lantai empat. Lantai yang selalu gelap itu! Opa Macan sudah membuat perjanjian. Lantai Empat milik Divisi kasus dingin sampai kiamat!"

Nareswari terbelalak. "Sampai kiamat? Ya Allah Opa Hoshi tuh yaaaa ...."

Bonus Shea bayi

***

Polda Metro Jaya Jakarta

Lachlan naik ke lantai empat dan dirinya nyaris terjatuh saat pintu lift terbuka, tampak Tole tersenyum manis.

"Woi, gigi kamu itu lho! Perlu dibawa ke Nala deh supaya dikikir dan veneer!" omel Lachlan sementara Longga dan Pak Sakera cekikikan mendengar sungutan tuannya.

"Eh? Aduh, mas L. Aku takut suara bor gigi. Ngilu rasanya," jawab Tole dengan wajah bergidik.

"Yaelah, kamu itu arwah Le! Mana kerasa!" balas Lachlan sebal.

"Mas L tidak tahu saja. Horor mas!" eyel Tole.

"Horor mana sama lihat gigi kamu yang saingan sama piranha?" Lachlan menyipitkan mata birunya.

"Eh, aku tuh comel. Piranha ... No comel," cengir Tole.

"Haaaiiissshhh!" Lachlan meninggalkan Tole dan menuju Hoshi yang sudah menunggu dirinya. "Opa ...." Lachlan pun Salim ke Hoshi, Salim ke Valentino, salaman dan berpelukan dengan Aizen. Dia juga bersalaman dengan AKP Dean Thomas, Kompol Jarot, Iptu Nana dan Iptu Atikah.

"Sudah urusan anggurnya? Panen raya kamu?" tanya Hoshi.

"Alhamdulillah ... Ini gimana ceritanya?" Lachlan menatap semua anggota keluarganya.

"Kasus dingin kan banyak, L. Opa pikir daripada pasukan ini kena mudaratnya di divisi Major Crimes atau narkoba, mending mereka mengusut kasus yang jauh dari korupsi. Memang tidak membuat kalian kaya tapi ... Aku bisa memberikan kailnya membuat kalian kaya," ucap Hoshi ke arah tim kasus dingin.

"Bukan cara haram kan pak Quinn?" tanya Iptu Atikah takut-takut.

"Sorry ya Tikah! Tidak ada dalam kamus aku cari duit pakai cara haram!" cebik Hoshi judes.

Tiba-tiba, lampu di lantai empat byar pet dan itu semuanya. Mereka pun saling berpandangan hingga Lachlan melihat pelakunya.

"Ada mbak Kunti di sini. Dia tidak suka kehadiran kita," ucap Lachlan.

"Makanya Opa panggil kamu L!" kekeh Hoshi.

***

Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

Terpopuler

Comments

Elsa Fanie

Elsa Fanie

wadidau baru pembukaan udah DA penampakan 🤭🤭, apakah itu mbak susi🤔🤔🤔tapi KLO mbak sus bukan seneng y,kan nti bisa minta tolong pecahkan kasus ny🤔🤔,kira kira siapa y🤔🤔🤔

2026-03-16

2

Meeta Baggio

Meeta Baggio

Hedehh mbqk susi lg mode jahil apa perkenalan yaa ?

2026-03-15

5

Noey Aprilia

Noey Aprilia

Tole saingn sm piranha....🤣🤣🤣...
Awlnya emng syeremmmm,tp lma2 jg pd btah d sna....

2026-03-15

3

lihat semua
Episodes
1 Hoshi Paramudya Quinn Reeves
2 Divisi Kasus Dingin
3 Mbak Susi
4 Permintaan Mbak Susi
5 Perjanjian Dengan Bon Cabe
6 Teknologia
7 Mbak Susi Beraksi
8 Mandat Hoshi
9 Dokter Rahmat
10 Serial Killer?
11 Dokter Rahmat Mengawasi
12 Teori Tim Gabut
13 Selidik Sana Sini
14 Ibu?
15 Curigation
16 Mengamati
17 Menyamar
18 Saved By The Bell
19 Dokter Rahmat Kecolongan
20 Dokter Wayan
21 Bagaimana Bisa Dekat Dengan Keluarga Sultan?
22 Raiden Park
23 Yuk!
24 Mungkinkah?
25 Hukum Tabur Tuai Itu Nyata
26 Klasik Amat!
27 Aku Tidak Percaya!
28 Pintu Rahasia
29 Jebule
30 Dokter Rahmat Kaget
31 Rencana Hoshi
32 Hoshi Gabut
33 Opa Macan Gabut To The Max
34 Sikap Jarot
35 Kecolongan
36 Dokter Rahmat Shock
37 Dokter Wayan Curiga
38 Hani
39 Detektif Patikelir
40 Dag Dig Dug
41 Bom Waktu
42 Ya Tuhan
43 Bisikan
44 Bima Werkudara
45 Senjata Makan Tuan
46 Dokter Arlo Panik
47 Teror Dimulai
48 Ditangkap
49 Akamsi
50 Yakin
51 Aftermath
52 Arisan
53 The O.G Poci Ask For The Royalti From The Fake Poci
54 Akamsi The Original
55 Real vs Fake
56 Serius?
57 Kena Jebakan Betmen
58 Tugas Untuk Tole
59 Kompol Dean Thomas Menyelidiki
60 AKP Atikah dan dokter Aji
61 Tole Geram
62 Rencana Kompol Dean Thomas
63 Wuaduh!
64 Jabrik 2.4
65 Rencana Dewa Hadiyanto
66 Kacau Ini!
67 Penyidikan Kompol Jarot
68 Diwawancarai
69 New Nemesis
70 Hoshi Paramudya Quinn Reeves
71 The Reeves
72 Di Rumah Duka
73 Wasiat
74 Mayat Dalam Koper
75 AKP Nana dan Rommy
76 Beking
77 Menangkap Dengan Nekad
78 Mulai Diinterogasi
79 Perang Arwah dan Buzzer
80 Saksi Hidup
81 Kejutan Baru
82 Tidak Semudah Itu Férguso
83 Di Sel
84 Tole dan Mbak Susi
85 Mengcapek!
86 New Member
87 Iptu Rio Pratama
88 Lembur
89 Teori Rio
90 Presentasi
91 Baca Buat Tambah Pengetahuan
92 Satu Persatu
93 Dinah Rusidi
94 Terima Kasih Atas Pengakuannya
95 Lachlan de Luca
96 Apa?!
97 Waduh!
98 Gym di Tol
99 Iptu Rio Olahraga
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Hoshi Paramudya Quinn Reeves
2
Divisi Kasus Dingin
3
Mbak Susi
4
Permintaan Mbak Susi
5
Perjanjian Dengan Bon Cabe
6
Teknologia
7
Mbak Susi Beraksi
8
Mandat Hoshi
9
Dokter Rahmat
10
Serial Killer?
11
Dokter Rahmat Mengawasi
12
Teori Tim Gabut
13
Selidik Sana Sini
14
Ibu?
15
Curigation
16
Mengamati
17
Menyamar
18
Saved By The Bell
19
Dokter Rahmat Kecolongan
20
Dokter Wayan
21
Bagaimana Bisa Dekat Dengan Keluarga Sultan?
22
Raiden Park
23
Yuk!
24
Mungkinkah?
25
Hukum Tabur Tuai Itu Nyata
26
Klasik Amat!
27
Aku Tidak Percaya!
28
Pintu Rahasia
29
Jebule
30
Dokter Rahmat Kaget
31
Rencana Hoshi
32
Hoshi Gabut
33
Opa Macan Gabut To The Max
34
Sikap Jarot
35
Kecolongan
36
Dokter Rahmat Shock
37
Dokter Wayan Curiga
38
Hani
39
Detektif Patikelir
40
Dag Dig Dug
41
Bom Waktu
42
Ya Tuhan
43
Bisikan
44
Bima Werkudara
45
Senjata Makan Tuan
46
Dokter Arlo Panik
47
Teror Dimulai
48
Ditangkap
49
Akamsi
50
Yakin
51
Aftermath
52
Arisan
53
The O.G Poci Ask For The Royalti From The Fake Poci
54
Akamsi The Original
55
Real vs Fake
56
Serius?
57
Kena Jebakan Betmen
58
Tugas Untuk Tole
59
Kompol Dean Thomas Menyelidiki
60
AKP Atikah dan dokter Aji
61
Tole Geram
62
Rencana Kompol Dean Thomas
63
Wuaduh!
64
Jabrik 2.4
65
Rencana Dewa Hadiyanto
66
Kacau Ini!
67
Penyidikan Kompol Jarot
68
Diwawancarai
69
New Nemesis
70
Hoshi Paramudya Quinn Reeves
71
The Reeves
72
Di Rumah Duka
73
Wasiat
74
Mayat Dalam Koper
75
AKP Nana dan Rommy
76
Beking
77
Menangkap Dengan Nekad
78
Mulai Diinterogasi
79
Perang Arwah dan Buzzer
80
Saksi Hidup
81
Kejutan Baru
82
Tidak Semudah Itu Férguso
83
Di Sel
84
Tole dan Mbak Susi
85
Mengcapek!
86
New Member
87
Iptu Rio Pratama
88
Lembur
89
Teori Rio
90
Presentasi
91
Baca Buat Tambah Pengetahuan
92
Satu Persatu
93
Dinah Rusidi
94
Terima Kasih Atas Pengakuannya
95
Lachlan de Luca
96
Apa?!
97
Waduh!
98
Gym di Tol
99
Iptu Rio Olahraga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!