Bab 3 Gibahin Naka

"Rapat tentang apa sih?" tanya Jemima menyedot teh kotak miliknya yang sudah berbunyi--srrot--sroot tanda jika isinya sudah tandas.

Chika masih sibuk memilah milih bagian sayur hijau yang ada di mie ayam miliknya lalu ia masukan ke dalam mangkuk Pandu, memang Pandu ini spek cowok tempat sampah diantara squad Ceriwis ini, si paling tempat pembuangan akhir.

"Biasa lah, cuma rapat kerja biasa aja...yang sebenernya ngga perlu sampe rapat seminggu 3 kali juga. Itu mah si Naka cuma kangen aja disumpahin sama bawahan." Jawab Pandu.

Adit mengangguk, "Naka kan gatel kalo ngga ngerjain staf pengurus OSIS kaya---hidupnya tuh hampa."

Frizka tertawa sampai hampir tersedak kuah nyemek yang pedas, "bisa gitu ya...istimewa sekalehhh ketos SMA Budi Pekerti X, sampe para Jo ngos nurut lagii..."

Shanum turut tersenyum geli dan tertawa gemas, ia sama sekali tak keberatan teman-temannya mengumpati Naka, sebab...memang kenyataannya begitu, ia sudah pernah melihat dan mengalaminya sendiri, dan memang Naka semenyebalkan itu, "sukur-sukur tiap rapat ngga disuruh bikin burcang ijo juga Lo, Ndu..."

Frizka kembali menahan tawanya, hampir tersedak kembali, "bukan sie kaderisasi yang begitu juga kali Num, si Pandu."

Jemima ikut tertawa, "penimbangan balita kali ah! Pake batik sono lu..."

Chika merengut, "hah! Tepatnya bukan cuma kita aja sih, dia kalo lagi mode singa Barong begitu cewek cantik aja dibikin cemberut..."

Adit menggebrak meja sekali cukup membuat mereka kaget, "inget gue, yang waktu rapat hari Senin itu kan? Waktu si Rea tiba-tiba datang pas Naka lagi khotbah di depan. Diusir tanpa senyuman dong!"

Shanum menaikan kedua alisnya dan membulatkan matanya, "oh iya?"

"Iya. Tapi anehnya cewek-cewek justru makin keblinger buat ngejar..." lanjut Adit kini menggigiti tulang ayam yang masih tersisa daging di sela-selanya, persis guguk.

"Kandidat yang kuat tetep dipegang Airani sih kalo menurut gue." Kini Chika yang bicara, memantik alis Shanum untuk naik, "kok bisa?"

"Lah, saban waktu bareng Naka, sekertaris OSIS. Gimana aja Lo sama Juna. Ditambah, OSIS kan sering banget ketemunya, lah Airani nempel banget, dijajah Naka aja dia iya-iya aja...mau disuruh ketik ulang proposal setebel buku anak teknik juga dia mau-mau aja. Kalo gue sih bakal langsung alesan tipes .." Pandu yang berbicara.

Namun kemudian Jemima menggeleng, "Kalo gue sih pegang Rea Nayana...coba deh Lo cocokologi, Naka--Naya...see, dari nama aja udah jodoh tuh!"

"Departemen perhaluan, alias ngarang!" sembur Chika.

Jemima kekeh dengan tebakannya, "engga ya, taun kemaren kan Naka sama si Rea Nayana pernah masuk kandidat Abang none...seleranya kayanya Naka banget tuh Rea. Siapa juga yang ngga suka Rea, cewek bisa main biola kesannya tuh lembut gitu, keren pada porsinya. Cocok lah sama Naka yang well, gue sebenernya males mengakui tapi emang Naka tuh the best tauuu!"

Shanum sudah selesai dengan makannya, tapi pembicaraan tentang Naka ini bukan sebuah dessert yang pas rasanya sebab mendadak ia malas sekali mendengarnya, andai teman-temannya tau jika sebenarnya pemuda yang sejak tadi mereka bicarakan, gosipkan dan hina-hina itu sudah memiliki tunangan yang saat ini sedang mendengarkan mereka menggibahi Naka.

"Iya kan, Num?" tanya Jemima lagi pada Shanum, yang--ha? Ngga tau, iya kali...

Masih asik mereka menghabiskan waktu yang tinggal 5 menit lagi itu, beberapa langkah memasuki kantin. Disaat anak-anak lain sudah berangsur meninggalkan area foodcourt itu, mereka justru baru akan duduk.

"Si Naka tuh pokoknya-----" Adit langsung menghentikan bicaranya dengan reaksi terkejut, takut dan panik, "Naka!" ia langsung memberikan gestur menghindari tatapan dengan menyedot teh kotak miliknya, membuat pandangan seisi meja otomatis tertuju ke arah datangnya keempat siswa.

"Ndu oy! Keburu makan mie ayam juga Lo?" Savero, ia melambaikan tangannya ke arah meja Shanum. Bukannya menjauh, ia justru mendekat membuat yang lain mengekorinya ke meja Shanum termasuk Naka dengan makanan yang sudah di tangan, oke----jadi ketos sekolah mereka itu cuma numpang makan doang di kantin.

"Keburu lah, gue udah terlatih makan mode vacum cleaner!" cebik Pandu ditertawai Savero, "gue tebak, sejak masuk OSIS dan jadi anak buah Naka?!" tembaknya terang-terangan, memang hanya Savero, Canza dan Lutfi saja yang berani.

Tanpa rasa bersalahnya, Naka duduk begitu saja bersama yang lain, memberikan sensasi tegang dan yap! Tak sesantai tadi.

Shanum memutus tatapnya dari Naka, begitupun Naka.

Roti sandwich coklat dan onigiri dengan rasa yang selalu sama, ayam pedas, makanan kemasan minimarket serta air putih botol nan dingin yang menjadi andalannya mengisi perut.

"Ka, gue sebelumnya mau ijin dulu nih sama lo, buat kamera kebetulan punya gue lagi dibawa Abang...jadi nanti dokumentasi----" Adit justru bersuara yang membuat wajah kawan-kawannya muak, terlebih Chika, "Lo kalo mau nanya kenapa ngga sekalian tadi sih Dit?" wajahnya begitu muak, seolah--- Adit!! Yang bener aja ya Lo, masih juga bahas tugas OSIS di luar jam kerja sama rapat....ah gila Lo kalo sama Naka kesirep!

"Nanti pake punya gue aja." Jawabnya kalem membuka serta bungkusan onigiri lalu melahapnya dengan khusyuk dan suapan besar.

Canza melempar tatapnya pada Shanum dan anggota MPK lainnya, "Num, proposal anggaran subsidi bantuan buat OSIS udah masuk kita belum?"

Shanum mengangguk, "udah, tadi pagi. Tapi gue belum sempet kasih ke Juna, baru kasih tau Frizka...berhubung dia disini juga."

Frizka mengangguk.

"Jangan dinanti-nanti Num, acara OSIS bakalan butuh biaya ngga sedikit tapi mesti dihemat-hemat." Kini Naka yang bersuara setelah menjeda suapannya, tapi belum ia melahap kembali, Savero sudah merebut sisa onigiri milik Naka dan melahapnya. Definisi sahabat seiya sekata, "denger kan Num? Jinakin dulu si Juna...jangan banyak protes jangan banyak debat...toh kita ngga mungkin korup atau salah sasaran tuh dana. Ada Abang ketua komisi disiplin yang ngawasin, jadi jembatan!" kekeh Vero menepuk pundak Canza.

Shanum mengangguk malas lalu menyanggah dagunya di atas meja.

"Nih ketua komisi lebih pro ke OSIS, lah dikeroyok sama Lo pada..." tunjuk Jemima pada Lutfi, Savero dan Naka.

"Ngga lah! Kita mah temenan ya temenan aja, ya...Nza? Mana ada Canza kita keroyok kalo ngga pro OSIS....yang ada ntar balik kita tunggu di perempatan." Jawab Savero.

Dan obrolan santai yang kini mengalir tak menyurutkan acara curi-curi pandang Naka pada Shanum, begitupun sebaliknya.

Mainaka

Jangan lupa acara makan malam, malam ini. Mama sama bunda kamu nyuruh datang berdua.

Shanum notice dengan getaran ponselnya, setelah Naka berhasil memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana, kini Shanum yang mengambil ponsel miliknya dari saku.

Ia melirik sebentar pemuda yang saat ini justru menyimak obrolan teman-temannya yang berujung pada nepotisme dan entahlah----koalisi, mereka bicara ngaler ngidul tak jelas berawal dari circle pertemanan Naka, Canza, Lutfi dan Savero dimana hanya Canza anggota MPK seorang diri.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

iya sama kayak pandu Chika dan Adit diantara teman² nya yg masuk MPK mereka masuk OSIS sendiri. Dan diantara Naka , canza Luthfi dan savero yg anggota MPK cuma canza doang.
tapi apa ya harus memecah pertemanan , eh tapi GK tau kedepan nya ya... siapa tau ada drama

2026-03-17

2

Salim S

Salim S

berpura-pura ngga kenal padahal dalam hati saĺing bicara...gibahin tunangan di belakang tunangannya ×gibahin tunangan di depan tunangannya🤭🤭🤭🤭kalau mereka tahu kalau tunangannya naka itu shanum shock semua kayaknya 🤭🤭🤭

2026-03-17

1

ieda1195

ieda1195

tertarik ya num??
tenang num,klo soal kesetiaan gk usah diragukan lagi, dedengkotnya naka mantan gamon num 🤭 apalagi bapaknya, sampe bangkotan masih gamon num ,gk insaf klo gk di tabok mama anye🤣

2026-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Engagement
2 Bab 2 Squad Ceriwis
3 Bab 3 Gibahin Naka
4 Bab 4 Mainaka 'seenaknya' Rajendra
5 Bab 5 Makan malam
6 Bab 6 Cemburu?
7 Bab 7 Akal-akalan
8 Bab 8 Digandeng
9 Bab 9 Tantrum
10 Bab 10 Balik bareng
11 Bab 11 Minum kamu...
12 Bab 12 Meragu
13 Bab 13 Poison called Shanum
14 Bab 14 Kepo lovers
15 Bab 15 Naka suka Shanum?
16 Bab 16 Lempar batu sembunyi tangan
17 Bab 17 Postingan IG
18 Bab 18 Sheyna feat. Naka vs Shanum
19 Bab 19 Cuek
20 Bab 20 Minggu bercerita
21 Bab 21 Saat kalimat cinta bukan lagi i love you
22 Bab 22 Sulit bernafas
23 Bab 23 Bahasa Cinta
24 Bab 24 Posisi riskan
25 Bab 25 Masuk pak Ekoooo
26 Bab 26 Hujan membawa cerita
27 Bab 27 Sini gue pangku...
28 Bab 28 Naka si-alan!
29 Bab 29 Makan bareng
30 Bab 30 Biar mata yang berbicara
31 Bab 31 Tokoh antagonis
32 Bab 32 Pawang
33 Bab 33 Pacar rahasia Ketos
34 Bab 34 Panitia Sumpah pemuda
35 Bab 35 Dar--der--dor
36 Bab 36 Bukan sesuatu yang perlu diumbar
37 Bab 37 Musuh yang beranak pinak
38 Bab 38 Shanum, ceweknya Naka
39 Bab 39 Sakit?
40 Bab 40 Pingsan
41 Bab 41 Sariawan
42 Bab 42 Sosok overprotektif
43 Bab 43 moment Canggung
44 Bab 44 Botol Yakult so insecure
45 Bab 45 Kejujuran adalah kunci
46 Bab 46 Pangeran kodok dan rombongannya
47 Bab 47 Rahasia kecil tentang Shanum
48 Bab 48 sa-mawa till jannah
49 Bab 49 Sorot mata kecewa
50 Bab 50 Kecewanya seorang ayah 1
51 Bab 51 Kecewanya seorang ayah 2
52 Bab 52 Apakah ini akhir kisah kita?
53 Bab 53 Suara hati seorang kekasih
54 Bab 54 Merenggang ?
55 Bab 55 Timses Menuju DKI Sakinah
56 Bab 56 Kata orang rindu itu indah. Namun tidak untukku
57 Bab 57 Bahagiaku bersamamu
58 Bab 58 Shashey
59 Bab 59 Tak dapat kembali lagi seperti semula
60 Bab 60 cek sound
61 Bab 61 Cucu Kurniawan
62 Bab 62 Hidupnya yang konyol
63 Bab 63 Gerakan refleks
64 Bab 64 Yuyun dan Tono
65 Bab 65 Gengsi mengakui
66 Bab 66 Tor monitor
67 Bab 67 Tumbuh bersama
68 Bab 68 Sumpah pemuda
69 Bab 69 Baper
70 Bab 70 Inisiatif dan kecerobohan
71 Bab 71 Menyengat bak lebah
72 Bab 72 Naka or Juna
73 Bab 73 I'm the champion
74 Bab 74 Over--dosis--posesif
75 Bab 75 Dia yang selalu memiliki cara
76 Bab 76 Secretary vs future wife
77 Bab 77 Hormon Adrenalin, fight or flight
78 Bab 78 Bad dream
79 Bab 79 Perang dingin
80 Bab 80 Cara menaklukan versi Naka
81 Bab 81 Learn and grow
82 Bab 82 My Ketos
83 Bab 83 Day by day
84 Bab 84 Merayu oma
85 Bab 85 Mitsaqan Ghalizha
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Engagement
2
Bab 2 Squad Ceriwis
3
Bab 3 Gibahin Naka
4
Bab 4 Mainaka 'seenaknya' Rajendra
5
Bab 5 Makan malam
6
Bab 6 Cemburu?
7
Bab 7 Akal-akalan
8
Bab 8 Digandeng
9
Bab 9 Tantrum
10
Bab 10 Balik bareng
11
Bab 11 Minum kamu...
12
Bab 12 Meragu
13
Bab 13 Poison called Shanum
14
Bab 14 Kepo lovers
15
Bab 15 Naka suka Shanum?
16
Bab 16 Lempar batu sembunyi tangan
17
Bab 17 Postingan IG
18
Bab 18 Sheyna feat. Naka vs Shanum
19
Bab 19 Cuek
20
Bab 20 Minggu bercerita
21
Bab 21 Saat kalimat cinta bukan lagi i love you
22
Bab 22 Sulit bernafas
23
Bab 23 Bahasa Cinta
24
Bab 24 Posisi riskan
25
Bab 25 Masuk pak Ekoooo
26
Bab 26 Hujan membawa cerita
27
Bab 27 Sini gue pangku...
28
Bab 28 Naka si-alan!
29
Bab 29 Makan bareng
30
Bab 30 Biar mata yang berbicara
31
Bab 31 Tokoh antagonis
32
Bab 32 Pawang
33
Bab 33 Pacar rahasia Ketos
34
Bab 34 Panitia Sumpah pemuda
35
Bab 35 Dar--der--dor
36
Bab 36 Bukan sesuatu yang perlu diumbar
37
Bab 37 Musuh yang beranak pinak
38
Bab 38 Shanum, ceweknya Naka
39
Bab 39 Sakit?
40
Bab 40 Pingsan
41
Bab 41 Sariawan
42
Bab 42 Sosok overprotektif
43
Bab 43 moment Canggung
44
Bab 44 Botol Yakult so insecure
45
Bab 45 Kejujuran adalah kunci
46
Bab 46 Pangeran kodok dan rombongannya
47
Bab 47 Rahasia kecil tentang Shanum
48
Bab 48 sa-mawa till jannah
49
Bab 49 Sorot mata kecewa
50
Bab 50 Kecewanya seorang ayah 1
51
Bab 51 Kecewanya seorang ayah 2
52
Bab 52 Apakah ini akhir kisah kita?
53
Bab 53 Suara hati seorang kekasih
54
Bab 54 Merenggang ?
55
Bab 55 Timses Menuju DKI Sakinah
56
Bab 56 Kata orang rindu itu indah. Namun tidak untukku
57
Bab 57 Bahagiaku bersamamu
58
Bab 58 Shashey
59
Bab 59 Tak dapat kembali lagi seperti semula
60
Bab 60 cek sound
61
Bab 61 Cucu Kurniawan
62
Bab 62 Hidupnya yang konyol
63
Bab 63 Gerakan refleks
64
Bab 64 Yuyun dan Tono
65
Bab 65 Gengsi mengakui
66
Bab 66 Tor monitor
67
Bab 67 Tumbuh bersama
68
Bab 68 Sumpah pemuda
69
Bab 69 Baper
70
Bab 70 Inisiatif dan kecerobohan
71
Bab 71 Menyengat bak lebah
72
Bab 72 Naka or Juna
73
Bab 73 I'm the champion
74
Bab 74 Over--dosis--posesif
75
Bab 75 Dia yang selalu memiliki cara
76
Bab 76 Secretary vs future wife
77
Bab 77 Hormon Adrenalin, fight or flight
78
Bab 78 Bad dream
79
Bab 79 Perang dingin
80
Bab 80 Cara menaklukan versi Naka
81
Bab 81 Learn and grow
82
Bab 82 My Ketos
83
Bab 83 Day by day
84
Bab 84 Merayu oma
85
Bab 85 Mitsaqan Ghalizha

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!