Bab 4 Mainaka 'seenaknya' Rajendra

Shanum

Iya inget.

Mainaka

Hari ini Vero sama yang lain mau ke apartemen. Jadi, pergi langsung dari apartemen.

Bukan penawaran, tapi itu sebuah keputusan--yang mau tak mau harus diiyakan Shanum.

Kembali, disaat Jemima dan Canza saling lempar cibiran, Shanum justru melempar tatapannya pada Naka di sebrang sana, tepatnya di samping Vero. Cowok itu ! Bibirnya sudah berdecak malas. Yang benar saja....selalu begitu, sesuka hatinya.

Refleks Shanum menaruh kasar ponselnya dan menyedot teh kotak miliknya sampai tandas. Sikap itu ternotice oleh teman-temannya, "nah kan, suka tiba-tiba banting hape begitu sih, Num...udah dibilangin jangan mainan Omi! Tantrum kan tuh kalo cowoknya ngga sesuai ekspektasi." Pandu bersua asal nyablak.

"Siapa yang mainan begituan! Dibilangin gue ngga mainan aplikasi begituan!" sembur Shanum membuat mereka tertawa, termasuk Naka.

"Asli sih Num? Kok gue jadi penasaran sih?" Kini Frizka yang menganggap asbunnya Pandu itu serius.

Wajah Shanum semakin mengernyit tajam, "bo do!" umpat Shanum melotot semakin membuat mereka tergelak.

"Ya elah Num, mau cari cowok bayangan begitu, yang nyata banyak disini juga..." Canza bicara sambil menepuk-nepuk dadanya, "Juna ada. Gue ada..." ia langsung dihadiahi toyoran dari Lutfi yang terkekeh.

Bahkan Jemima melemparnya dengan bungkus teh kotak kosong, "situ oke?"

"Oke." angguk pemuda dengan perawakan atletis dan hitam manis itu, "i'm fine....thank you lohhh..." jawab Canza membuat Chika tergelak, "dodol ihhh..Mima bukan lagi nanyain kabar Lo!"

Diantara mereka, Naka sudah berdiri duluan dari duduknya, "lah mau kemana, Ka?" tanya Vero.

"Masuk." Jawabnya sekenanya mengepal-ngepal sampah miliknya dan menenteng botol air mineral yang tersisa seperempatnya.

"Belum denger kali, Ka..." kini sahur Pandu dan tak lama, hanya berselang 5 detik, bel masuk memang berbunyi.

"Denger?" tanya Naka yang langsung memancing wajah-wajah kecewa teman-temannya, Naka memang tak pernah gagal membuat teman-temannya mendung, seolah Naka itu diciptakan Tuhan untuk mengakhiri hari santai dan asik setiap orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dan seperti yang dijanjikan oleh si pemilik hari, Shanum yang harus repot-repot mendatangi apartemen Mainaka. Begini jika harus memiliki urusan dengan Naka. Tidak ada kata simbiosis mutualisme. Namun ia seolah-olah membuat orang lain merasa sangat membutuhkannya.

Diantara puluhan lantai gedung pencakar langit, ada satu unit yang didiami Naka yang katanya unit itu turun temurun dari om Ganesha.

Gadis dengan sweater biru langit bergambar kucing tanpa hoodie itu menekan tombol lift dengan malas. Naka bilang jika teman-temannya sudah pulang sejak pukul 5 sore. Sementara para orangtua mengajak mereka makan malam selepas isya dengan permintaan yang membuat Shanum merasa harus menenggak sianida saat ini juga.

/

Tok...tok..tok...

Tidak harus menunggu sampai jamuran, Naka langsung melebarkan daun pintu unit untuk gadis dengan rok rempel di atas lutut ini--yang kemudian Shanum masuk begitu saja melewati Naka di gawang, membuka sepatu slip on nya dan mengganti itu dengan sandal rumah.

"Ya ampun, abis pesta soda ya?" Cibir Shanum melihat sampah yang masih berserakan di space depan televisi.

Kemudian Naka menutup pintu unitnya terlebih dahulu untuk selanjutnya ia yang membereskan kekacauan itu.

"Biasa lah kalo ngumpul-ngumpul, kaya yang engga aja." Ia meraup sampah memasukannya ke dalam keresek hitam lalu merapikannya dengan sapu.

"Tunggu dulu deh, gue belum mandi." Ujar Naka.

Shanum yang bersandar di sandaran sofa sambil memperhatikan tunangannya ini beres-beres tanpa mau repot-repot membantu berdecak, "ngapain aja sih dari tadi?"

"Ya kali ada tamu terus ditinggal mandi. Bentar, lagian acaranya abis isya kan?"

Lagi-lagi, Shanum hanya bisa pasrah mengiyakan, "kebiasaan."

Naka tersenyum tipis mengambil handuk sementara Shanum, gadis itu sudah pasti langsung mengotak-atik saluran televisi berbayar.

Gadis itu mengarahkan remote, tapi kemudian ia tersenyum geli, "Ka, Lo nonton dracin ya?!" ia berseru tertawa melihat riwayat pencarian.

"Vero sama Canza!" Jawab Naka bersamaan dengan suara gemericik air dari belakang.

*Nyamperin* Naka, nungguin Naka mandi dan berpakaian atau bahkan pernah pula Shanum menunggu Naka rapat hanya demi kepentingan bersama sudah biasa.

Melihat cowok itu melintas dengan kaos putihnya yang baru dan rambut basahnya, Shanum melirik lalu ikut beranjak ke kamar, saat Naka tak menutup pintunya.

Benar, yang dilakukannya jika ada Shanum memang tak pernah bertelan jank dada, sebisa mungkin ia mengurangi sikap memalukan seperti itu.

Naka sudah menyisir rambutnya, tapi kemudian ia mengacak ya kembali sesuai yang ia mau. Lalu Shanum, berdiri di samping Naka, sedikit menggeser posisi cowok jangkung itu.

Sama-sama bersolek di depan cermin.

"Dimana-mana tuh ngga ada cewek nyamperin sampe nungguin cowok, Ka..." omel Shanum menatap Naka yang ada di sampingnya dari pantulan cermin.

"Aturan dari mana?" tanya Naka.

"Umumnya, lumrahnya...ini kita malah kebalik. Sekali-kali Lo yang nunggu gue sampe jamuran." Lagi, dumelnya. Sementara Naka tersenyum, "udah pernah gue coba kan? Tapi rapat MPK ternyata sesingkat itu."

"Lagian ngapain sih OSIS ngadain rapat sering banget, bawahan Lo tuh udah sering pada ngeluh tau ngga, Ka...kasian."

"Temen-temen Lo yang ngadu?" kini Naka sudah siap menyemprotkan parfumnya di leher dan pakaian.

Shanum menggeleng, "kayanya bukan cuma geng ceriwis doang deh yang ngeluh."

Namun dia Mainaka, mana mau peduli, "banyak lah yang dibahas. MPK kan cuma tau jalannya doang, suksesnya program, sementara otak, pelaksana, eksekutor lapangan, yang punya hajat OSIS..."

Memang tak akan menang berdebat dengan Mainaka, meski Shanum akui, setiap acara yang diadakan OSIS memang selalu all out dan membuat puas pihak sekolah, agenda rutin harian, mingguan, bulanan sampai tahunan mereka terencana dan tertata rapi, bahkan mereka sering menjadi perbincangan hangat di sekolah lain terlebih karena gerakan OSIS SMA Budi Pekerti X yang menginspirasi.

Shanum mengurai rambutnya lalu memasang jepitan di sampingnya satu kembali touch up.

"Cincin Lo mana?" tanya Naka melihat jemari Shanum belum terpasangi cincin pengikat mereka.

"Ada." Shanum mengeluarkannya dari lipatan rempel yang ternyata ada sakunya.

"Lo naro cincin emas kaya naro duit receh?" Naka menggeleng.

"Ya engga. Tadi gue masukin ke tas lah..."

Naka mengangguk dan berlalu duluan dari kamar sambil menerima telfon.

Dan ketika baru saja selesai menyematkan cincin itu, bersamaan dengan Naka yang baru saja selesai bertelfon ria dengan seseorang, bang Handi, "oke siap bang. Thanks ya, besok gue ke kantor."

Shanum tau, jika Naka adalah seorang pengusaha muda, ia merintis bisnis start-up nya sejak dua tahun lalu atau sejak tahun akhirnya di smp, dan ia mendapatkan dukungan penuh dari kedua orangtuanya.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Vike Kusumaningrum 💜

Vike Kusumaningrum 💜

Asal teh Sin tau aja, suamiku krn sering intip aku baca novel teteh, eh akhirnya download sendiri, dan sekarang br selesai baca Rama sm Milo 🤣🤣. tapi malu kalau ketahuan cepet² ditutup apknya. aku bilang, baca yg on going biar bantu penulis naik ratingnya, siapa yg bc novel, aku nggak. aku suruh komen, biar rame. sepertinya cuma like dan minta update doang. 🤭🤭

2026-03-18

0

Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ

Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ

peringatan buat Mimin Kunti,ya Allah sehari nungguin 1 bab lama bgt,giliran update berasa singkat bgt bacanya padahal sudah AQ pelan-pelan nin bacanya... tanggung jawab min Sin😒

Naka_Shanum interaksi kalian kalau lagi berdua bikin gemes aku tauuuu,ah elah masak kayak gini blm ada benih2 cinta yg tumbuh sih🤔

2026-03-17

1

Opi Sofiyanti

Opi Sofiyanti

lah canza tuh cowok??? aku pikir cewe.... 😂😂😂... kl Jemima ce apa co??

2026-03-17

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Engagement
2 Bab 2 Squad Ceriwis
3 Bab 3 Gibahin Naka
4 Bab 4 Mainaka 'seenaknya' Rajendra
5 Bab 5 Makan malam
6 Bab 6 Cemburu?
7 Bab 7 Akal-akalan
8 Bab 8 Digandeng
9 Bab 9 Tantrum
10 Bab 10 Balik bareng
11 Bab 11 Minum kamu...
12 Bab 12 Meragu
13 Bab 13 Poison called Shanum
14 Bab 14 Kepo lovers
15 Bab 15 Naka suka Shanum?
16 Bab 16 Lempar batu sembunyi tangan
17 Bab 17 Postingan IG
18 Bab 18 Sheyna feat. Naka vs Shanum
19 Bab 19 Cuek
20 Bab 20 Minggu bercerita
21 Bab 21 Saat kalimat cinta bukan lagi i love you
22 Bab 22 Sulit bernafas
23 Bab 23 Bahasa Cinta
24 Bab 24 Posisi riskan
25 Bab 25 Masuk pak Ekoooo
26 Bab 26 Hujan membawa cerita
27 Bab 27 Sini gue pangku...
28 Bab 28 Naka si-alan!
29 Bab 29 Makan bareng
30 Bab 30 Biar mata yang berbicara
31 Bab 31 Tokoh antagonis
32 Bab 32 Pawang
33 Bab 33 Pacar rahasia Ketos
34 Bab 34 Panitia Sumpah pemuda
35 Bab 35 Dar--der--dor
36 Bab 36 Bukan sesuatu yang perlu diumbar
37 Bab 37 Musuh yang beranak pinak
38 Bab 38 Shanum, ceweknya Naka
39 Bab 39 Sakit?
40 Bab 40 Pingsan
41 Bab 41 Sariawan
42 Bab 42 Sosok overprotektif
43 Bab 43 moment Canggung
44 Bab 44 Botol Yakult so insecure
45 Bab 45 Kejujuran adalah kunci
46 Bab 46 Pangeran kodok dan rombongannya
47 Bab 47 Rahasia kecil tentang Shanum
48 Bab 48 sa-mawa till jannah
49 Bab 49 Sorot mata kecewa
50 Bab 50 Kecewanya seorang ayah 1
51 Bab 51 Kecewanya seorang ayah 2
52 Bab 52 Apakah ini akhir kisah kita?
53 Bab 53 Suara hati seorang kekasih
54 Bab 54 Merenggang ?
55 Bab 55 Timses Menuju DKI Sakinah
56 Bab 56 Kata orang rindu itu indah. Namun tidak untukku
57 Bab 57 Bahagiaku bersamamu
58 Bab 58 Shashey
59 Bab 59 Tak dapat kembali lagi seperti semula
60 Bab 60 cek sound
61 Bab 61 Cucu Kurniawan
62 Bab 62 Hidupnya yang konyol
63 Bab 63 Gerakan refleks
64 Bab 64 Yuyun dan Tono
65 Bab 65 Gengsi mengakui
66 Bab 66 Tor monitor
67 Bab 67 Tumbuh bersama
68 Bab 68 Sumpah pemuda
69 Bab 69 Baper
70 Bab 70 Inisiatif dan kecerobohan
71 Bab 71 Menyengat bak lebah
72 Bab 72 Naka or Juna
73 Bab 73 I'm the champion
74 Bab 74 Over--dosis--posesif
75 Bab 75 Dia yang selalu memiliki cara
76 Bab 76 Secretary vs future wife
77 Bab 77 Hormon Adrenalin, fight or flight
78 Bab 78 Bad dream
79 Bab 79 Perang dingin
80 Bab 80 Cara menaklukan versi Naka
81 Bab 81 Learn and grow
82 Bab 82 My Ketos
83 Bab 83 Day by day
84 Bab 84 Merayu oma
85 Bab 85 Mitsaqan Ghalizha
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Engagement
2
Bab 2 Squad Ceriwis
3
Bab 3 Gibahin Naka
4
Bab 4 Mainaka 'seenaknya' Rajendra
5
Bab 5 Makan malam
6
Bab 6 Cemburu?
7
Bab 7 Akal-akalan
8
Bab 8 Digandeng
9
Bab 9 Tantrum
10
Bab 10 Balik bareng
11
Bab 11 Minum kamu...
12
Bab 12 Meragu
13
Bab 13 Poison called Shanum
14
Bab 14 Kepo lovers
15
Bab 15 Naka suka Shanum?
16
Bab 16 Lempar batu sembunyi tangan
17
Bab 17 Postingan IG
18
Bab 18 Sheyna feat. Naka vs Shanum
19
Bab 19 Cuek
20
Bab 20 Minggu bercerita
21
Bab 21 Saat kalimat cinta bukan lagi i love you
22
Bab 22 Sulit bernafas
23
Bab 23 Bahasa Cinta
24
Bab 24 Posisi riskan
25
Bab 25 Masuk pak Ekoooo
26
Bab 26 Hujan membawa cerita
27
Bab 27 Sini gue pangku...
28
Bab 28 Naka si-alan!
29
Bab 29 Makan bareng
30
Bab 30 Biar mata yang berbicara
31
Bab 31 Tokoh antagonis
32
Bab 32 Pawang
33
Bab 33 Pacar rahasia Ketos
34
Bab 34 Panitia Sumpah pemuda
35
Bab 35 Dar--der--dor
36
Bab 36 Bukan sesuatu yang perlu diumbar
37
Bab 37 Musuh yang beranak pinak
38
Bab 38 Shanum, ceweknya Naka
39
Bab 39 Sakit?
40
Bab 40 Pingsan
41
Bab 41 Sariawan
42
Bab 42 Sosok overprotektif
43
Bab 43 moment Canggung
44
Bab 44 Botol Yakult so insecure
45
Bab 45 Kejujuran adalah kunci
46
Bab 46 Pangeran kodok dan rombongannya
47
Bab 47 Rahasia kecil tentang Shanum
48
Bab 48 sa-mawa till jannah
49
Bab 49 Sorot mata kecewa
50
Bab 50 Kecewanya seorang ayah 1
51
Bab 51 Kecewanya seorang ayah 2
52
Bab 52 Apakah ini akhir kisah kita?
53
Bab 53 Suara hati seorang kekasih
54
Bab 54 Merenggang ?
55
Bab 55 Timses Menuju DKI Sakinah
56
Bab 56 Kata orang rindu itu indah. Namun tidak untukku
57
Bab 57 Bahagiaku bersamamu
58
Bab 58 Shashey
59
Bab 59 Tak dapat kembali lagi seperti semula
60
Bab 60 cek sound
61
Bab 61 Cucu Kurniawan
62
Bab 62 Hidupnya yang konyol
63
Bab 63 Gerakan refleks
64
Bab 64 Yuyun dan Tono
65
Bab 65 Gengsi mengakui
66
Bab 66 Tor monitor
67
Bab 67 Tumbuh bersama
68
Bab 68 Sumpah pemuda
69
Bab 69 Baper
70
Bab 70 Inisiatif dan kecerobohan
71
Bab 71 Menyengat bak lebah
72
Bab 72 Naka or Juna
73
Bab 73 I'm the champion
74
Bab 74 Over--dosis--posesif
75
Bab 75 Dia yang selalu memiliki cara
76
Bab 76 Secretary vs future wife
77
Bab 77 Hormon Adrenalin, fight or flight
78
Bab 78 Bad dream
79
Bab 79 Perang dingin
80
Bab 80 Cara menaklukan versi Naka
81
Bab 81 Learn and grow
82
Bab 82 My Ketos
83
Bab 83 Day by day
84
Bab 84 Merayu oma
85
Bab 85 Mitsaqan Ghalizha

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!