Daftar Kuliah

Setelah mengurut beberapa saat, kakek Pandu tersadar, ia menatap wajah Satria dengan tatapan yang sulit di artikan

Teriakan satria yang lumayan kuat ternyata terdengar oleh beberapa tetangganya dan mendatangi rumah Kakek Pandu

" nak Satria apa yang terjadi?" tanya Pak Sardi Rt setempat yang rumahnya tak begitu jauh dari rumah Kakek Pandu

" Kakek pingsan tadi paman, " jawab Satria sambil membangunkan kakek Pandu dan memindahkan ke tempat tidur

Bruuum

Bruuum

Di luar terdengar suara mobil berhenti. satria melihat dari jendela bernapas lega, bantuan telah datang karena ternyata Hadi yang datang.

" Assamualaikum" Salam hadi dari luar

" Waalaikum salam, masuk aja Di" Sahut Satria, tak lama Hadi masuk dan langsung mendekat ke arah Satria.

" Ayo kita bawa kakek, mobilnya udah siap "serunya

" Uhuk "

" Uhuk "

" Jangan, ga perlu kalian membawa ku ke rumah sakit, Satria kemarilah " Kakek pandu terbatuk dan memanggil Satria

" Kek, kakek harus di obati, kita ke rumah sakit yah" Bujuk Satria, tetapi kakek menggeleng dengan senyum mengembang

" Tak perlu, kakek merasa ini waktunya kakek berpulang, kamu jika memiliki sesuatu yang besar kamu harus bisa bertanggung jawab, dan jika kamu ke gunung Gede, sampaikan maafku pada guruku, aku pergi" Ucap kakek Pandu, seiring dengan perkataannya mata kakek menutup tangan yang mengelus kepala Satria terkulai lemas

" Kakeeeeeek " Satria menjerit histeris dan pingsan

" Innalilahi WA innalillahi rojiun" Ucap para warga yang ada di sana, Hadi dengan cepat memapah Satria yang pingsan

" Kalian umumkan pada masyarakat, jika kakek Pandu meninggal" Ucap pak Pak Sardi, pada warga yang ada.

Karena hari masih siang kakek Pandu di kebumikan hari itu juga.

Seminggu telah berlalu dari meninggalnya kakek Pandu, Satria perlahan menerima kepergian kakek Pandu, ia sadar, jodoh, maut dan rejeki sudah ada yang mengaturnya..

" Gimana hari ini, jadi melamar kerja ke PT KAI,?" Tanya Hadi yang pagi itu datang,

" Jadi tetapi katanya minggu besok baru buka lowongan" Sahut Satria sambil menyodorkan kopi yang baru ia buat  pada Hadi

" Kalau gitu anter gw daftar ke kampus aja" Pinta Hadi

" Oke, nanti gw temenin" Sahut Satria setelah berpikir sesaat, siapa tahu ia bisa ikut mendaftar jika biaya kuliahnya tak terlalu mahal

" Nah gitu dong "  Hadi berseru senang Satria mau menemaninya, ia telah mempunyai rencana sendiri untuk membantu Satria kuliah.

Satria hanya tersenyum

Jam sembilan siang mereka berdua berangkat menuju kampus Universitas Lampung, Hadi kali ini berpenampilan rapih, dengan kemeja kotak kotak biru putih, sedangkan Satria hanya tampil seperti biasa celana levis, dan kaos lengan pendek, namun malah terlihat lebih berkharisma, dan memang lebih tampan di banding Hadi.

" Euy, Sat, loe liat ga cewek cewek pada ngeliatin kita, gw kelihatan ganteng yah pake stelan begini " Tanya Hadi pelan, mereka berdua menjadi pusat perhatian saat turun dari mobil,  ada yang melihat Hadi karena terlihat kaya, namun sebagian melihat Satria yang terlihat kalem dan tampan

"Iya, loe ganteng, kata mama loe juga loe anaknya yang paling ganteng  " Sahut Satria santai

" He he he, eh, lha emang gw anak mama paling ganteng, kan gw doang yang lelaki di rumah " Ucap Hadi baru tersadar , ia berhenti dan menatap Hadi dengan kesal

" Ha ha ha " Satria tertawa lepas

" Ah sialan loe" Gerutu Hadi, ia berjalan kembali sambil melihat lihat ke sekitaran

" Tempat daftarnya di mana yah?" Gumam Hadi sambil terus berjalan

" Coba tanya ke mahasiswa yang ada, ntar nyasar lagi" Saran Satria, ia melihat satu mahasiswa yang sedang duduk di bangku taman, dengan cepat ia mendekat

" Permisi, maaf mbak boleh nanya?" Ucap Satria pelan

" Oh boleh, mau tanya apa mas?" Tanya mahasiswa itu sedikit kaget karena ia sedang serius membaca buku

" Tempat pendaftaran mahasiswa baru di mana ya?" Tanya Satria

" Ooh, itu gedung D, kesana aja, masnya mau daftar?" Tanya Mahasiswa itu

" Oh bukan saya,  teman saya ini" Jawab Satria sambil menepuk bahu Hadi pelan

" Saya yang mau daftar, kenalkan saya Hadi," Hadi segera mengulurkan tangan mengajak berkenalan

" Rani, " Sahut mahasiswa itu menyambut ukuran tangan Hadi, lalu menengok ke arah Satria

" Saya Satria, mbak Rani" Satria yang mengerti langsung mengenalkan nama dan mengulurkan tangan menyambut tangan Rani

" Kamu kenapa ga ikut daftar,?" Tanya Rani

" Nanti saja saya mbak, mau nyari kerja dulu " Sahut Satria.

" Ooh, rencananya mau nyari kerja di mana?" Tanya Rani,

" Rencananya mau ngelamar kerja di PT, Kai, tapi minggu besok baru buka lowongan" Sahut Satria.

" Kalau di PTP Nusantara mau?" Tanya Rani

" Mau aja emang ada lowongan mbak?" Tanya Satria

" Ada tapi agak capek kayanya pekerjaannya, " Jawab Rani

" Kalau sesuai gaji dengan pekerjaan ga apa apa mbak" Ucap Satria senang.

" Ya sudah nanti kamu ke kantor PTP saja, cari pak Sastro, bilang aja dapet kabar dari Rani" Ucap Rani

" Baik mbak nanti saya akan kesana selesai dari sini "sahut Satria senang

Mereka asik berbincang bincang sambil berjalan menuju ke gedunb D, tempat pendaftaran mahasiswa baru. Tanpa mereka sadari ada beberapa mahasiswa yang menatap kesal pada Satria dan Hadi.

Rani ternyata termasuk primadona di kampus itu, tubuhnya yang tinggi semampai dengan rambut panjang sepunggung, menambah daya tarik sendiri selain wajahnya yang cantik.

" Loe tau siapa dua anak itu, Fin!" Tanya seorang mahasiswa dengan tatapan marah menatap ke arah Hadi dan Satria

" Katanya anak baru Ron," Jawab Fino yang di tanya

" Awas aja kalau besok masih dekat dekat dengan Rani, gw habisi kalian " Ucap Baron kesal " Kalian selidiki ada hubungan apa mereka, " Lanjutnya berkata lalu pergi dengan kesal

" Baik bos" Sahut para mahasiswa itu serempak

Sementara Satria, Rani dan Hadi msih berjalan santai, mereka tak tahu jika mereka telah di awasi

" Nah udah selesai, kamu beneran ga mau daftar?" Tanya Rani pada Satria setelah Hadi selesai mendaftar

" Sepertinya akunya belum bisa sekarang daftar" Ucap Satria sambil menatap langit

" Pake uang gw aja dulu" Sahut Hadi, ia memang rencana akan mendaftarkan Satria dengan uang miliknya,

" Ga, bukan cuma soal uang Di, gw belum tahu kerjaan gw nanti gimana, apa ada waktu buat kuliah atau ga" Sahut Satria

" Sorry,  tadinya gw pikir loe cuma karena ga ada uang, ga tahunya pikiran loe udah jauh kesana" Sahut Hadi, karena ia baru sadar Satria sebatang kara, dan harus mencari nafkah sendiri

" Ga apa apa, gw tahu maksud loe baik kok," Satria menepuk bahu Hari pelan sambil tersenyum

" Kalau gitu kita ke Kantor PTP sekarang, Rani, kamu mau bareng " Ajak Hari menawarkan tumpangan

" Kalian duluan saja, aku bawa kendaraan sendiri" Sahut Rani, dan mereka berpisah di tempat parkiran.

Terpopuler

Comments

Was pray

Was pray

awal sudah diawali dengan salah paham nih .... moga aja seru nih novel

2026-03-20

3

lihat semua
Episodes
1 Satria
2 Daftar Kuliah
3 Rahasia Gelang
4 Resi Wiratama
5 Kerja
6 Desa Munjuk Sempurna
7 Bekerja dan Berlatih
8 Firasat Buruk
9 Hadi Di keroyok
10 Sangkal Putung
11 Belajar Pengobatan
12 Hadi Sembuh
13 Dalang di balik pngeroyokan
14 Ke Cafe
15 Bimo di awasi
16 Hadi Di culik
17 Melumpuhkan Baron
18 Rencana Mengungsi
19 Kembali Ke tempat kerja
20 Harya Sampai di Bandar Lampung
21 Pak Sasmita dan Baron mencari Pengobatan
22 Serangan
23 Sasmita Sampai di Gunung Lawu
24 Kesembuhan Baron
25 Ratu Siluman
26 Kekuatan Baron
27 Pelatihan Di Vila
28 kekuatan Baron
29 Akibat dari Persekutuan
30 Malam Selasa Kliwon
31 Mencari Jejak Harimau
32 Harimau VS Harya
33 Masuk Lubang misterius
34 Di Dalam Lubang Misterius
35 Pencarian Satria
36 Berlatih Di Perut Gunung
37 Ajian Lembu Sekilan
38 Menguasai ajian Lembu Sekilan
39 Kegagalan Hadi Dan Bimo
40 Gagal Naik
41 Ajian Bayu Bajra
42 Kembali ke Desa
43 Kerinduan Niken
44 Bertemu Jarot
45 Mencari Kerja
46 Keris Blarak Sepih
47 Mendapat Pekerjaan
48 Bertemu dengan Baron
49 Menghajar Kuncoro dan Baron
50 Penghuni Keris
51 Tumbal kekuatan
52 Mengejar Bedul Sanca
53 Nyasar
54 Kerajaan Alam Gaib
55 Kerajaan Siluman Babi
56 Di Kepung
57 Bantuan Datang
58 Kekalahan Nyai Mayang
59 Cempluk Cerewet
60 Ke Gunung Gede
61 Harimau Penjaga
62 Aul
63 Ujian Kesabaran
64 Keris Naga Geni
65 Berlatih di Lembah Tersembunyi
66 Ki Saketi
67 Baron menjadi murid Ki Saketi
68 Kekuatan Baru Baron
69 Ajian Kresna Mukti
70 Bayangan Serigala
71 Penyerangan
72 Satria Mengamuk
73 Serat Buto Agni
74 Kesedihan Satria
75 Selat Sunda
76 Rencana Ki Gelap Saketi
77 Kuntil Bapak
78 Harya mengintai
79 Kembali bekerja
80 Pertarungan Di tengah kebun
81 Pelacak Cempluk
82 Cempluk mendatangi Perguruan Naga Hitam
83 Ruang Rahasia Perguruan Naga Hitam
84 Mengintai Perguruan Naga Hitam
85 Awal Mula Perguruan Naga Hitam
86 Kekuatan dari Kerangka Naga Hitam
87 Wina Menjenguk Ayahnya
88 menyusup
89 Membebaskan Ayah Wina
90 Senjata Api
91 Celah Pelarian
92 Cakar Naga Hitam
93 ledakan Granat
94 Tertangkap
95 Penyatuan Roh
96 Kuncoro tewas
97 Nogo Geni VS Kerangka Naga Hitam
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Satria
2
Daftar Kuliah
3
Rahasia Gelang
4
Resi Wiratama
5
Kerja
6
Desa Munjuk Sempurna
7
Bekerja dan Berlatih
8
Firasat Buruk
9
Hadi Di keroyok
10
Sangkal Putung
11
Belajar Pengobatan
12
Hadi Sembuh
13
Dalang di balik pngeroyokan
14
Ke Cafe
15
Bimo di awasi
16
Hadi Di culik
17
Melumpuhkan Baron
18
Rencana Mengungsi
19
Kembali Ke tempat kerja
20
Harya Sampai di Bandar Lampung
21
Pak Sasmita dan Baron mencari Pengobatan
22
Serangan
23
Sasmita Sampai di Gunung Lawu
24
Kesembuhan Baron
25
Ratu Siluman
26
Kekuatan Baron
27
Pelatihan Di Vila
28
kekuatan Baron
29
Akibat dari Persekutuan
30
Malam Selasa Kliwon
31
Mencari Jejak Harimau
32
Harimau VS Harya
33
Masuk Lubang misterius
34
Di Dalam Lubang Misterius
35
Pencarian Satria
36
Berlatih Di Perut Gunung
37
Ajian Lembu Sekilan
38
Menguasai ajian Lembu Sekilan
39
Kegagalan Hadi Dan Bimo
40
Gagal Naik
41
Ajian Bayu Bajra
42
Kembali ke Desa
43
Kerinduan Niken
44
Bertemu Jarot
45
Mencari Kerja
46
Keris Blarak Sepih
47
Mendapat Pekerjaan
48
Bertemu dengan Baron
49
Menghajar Kuncoro dan Baron
50
Penghuni Keris
51
Tumbal kekuatan
52
Mengejar Bedul Sanca
53
Nyasar
54
Kerajaan Alam Gaib
55
Kerajaan Siluman Babi
56
Di Kepung
57
Bantuan Datang
58
Kekalahan Nyai Mayang
59
Cempluk Cerewet
60
Ke Gunung Gede
61
Harimau Penjaga
62
Aul
63
Ujian Kesabaran
64
Keris Naga Geni
65
Berlatih di Lembah Tersembunyi
66
Ki Saketi
67
Baron menjadi murid Ki Saketi
68
Kekuatan Baru Baron
69
Ajian Kresna Mukti
70
Bayangan Serigala
71
Penyerangan
72
Satria Mengamuk
73
Serat Buto Agni
74
Kesedihan Satria
75
Selat Sunda
76
Rencana Ki Gelap Saketi
77
Kuntil Bapak
78
Harya mengintai
79
Kembali bekerja
80
Pertarungan Di tengah kebun
81
Pelacak Cempluk
82
Cempluk mendatangi Perguruan Naga Hitam
83
Ruang Rahasia Perguruan Naga Hitam
84
Mengintai Perguruan Naga Hitam
85
Awal Mula Perguruan Naga Hitam
86
Kekuatan dari Kerangka Naga Hitam
87
Wina Menjenguk Ayahnya
88
menyusup
89
Membebaskan Ayah Wina
90
Senjata Api
91
Celah Pelarian
92
Cakar Naga Hitam
93
ledakan Granat
94
Tertangkap
95
Penyatuan Roh
96
Kuncoro tewas
97
Nogo Geni VS Kerangka Naga Hitam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!