Resi Wiratama

Dengan sedikit memberanikan diri Satria menembus dinding air terjun itu

Plash

Satria berdiri diam di balik dinding air terjun, otaknya menjadi membeku, bagaimana tidak dinding air yang deras ia tembus tetapi tubuh nya tak basah sedikit pun

" Apa aku sudah mati" Gumam Satria sambil melihat kedua tangan nya

Ia mencoba mencubit pipi nya

Tak terasa sakit, ia terduduk

" Aku sudah mati!?" Gumam nya tak percaya

" Kamu belum mati cucuku, ini alam bawah sadarmu" Suara itu kembali terdengar sangat jelas dan lebih berwibawa

" Masuklah ke dalam goa aku menunggu di sini " Kembali suara itu terdengar

Satria yang awalnya takut kini nekat ia berdiri dan melangkah masuk ke dalam goa yang ada di hadapannya

Goa itu cukup panjang, tidak seperti yang goa yang biasa ia masuki gelap dan berbau apak, goa ini terawat dan bersih, ada semerbak wangi yang menyegarkan saat ia menghirup napas dalam dalam

Saat berada di ujung goa Satu sosok dengan pakaian resi sedang duduk, Satria yang melihat itu dengan cepat meminta maaf

" Maaf eyang, aku telah lancang masuk " Ucap Satria

" Memang aku yang memanggilmu, mendekatlah" Ucap kakek itu sambil menggapaikan tangan memanggil Satria mendekat

Tubuh Satria seperti di angkat oleh kekuatan besar, dan mendekat sendiri ke hadapan Resi

" Cucuku, Aku resi Wiratama, kau adalah keturunan ke sembilan," Resi itu berkata dengan senyum menatap Satria

Satria denhan cepat membungkukkan badan

" Salam Eyang" Ucapnya sopan, kakek Pandu selalu mengingatkan agar orang yang lebih muda selalu menghormati orang tua, tetapi dalam hal dan sikap yang sewajarnya

" Duduklah, aku akan menjelaskan asal usul mulai, juga tentang gelang yang kau pakai itu" Ucap Resi Wiratama

" Baik eyang" Satria duduk bersila di hadapan Resi Wiratama

" Kamu adalah keturunan Wiratama, hanya saja dua ratus tahun yang lalu keluarga Wiratama di hancurkan, akun menyegel kekuatanku di gelang Candra Kirana dan mencoba menyelamatkanmu keturunan satu satunya, hanya saja aku tak menyangka jika kau terlempar ke masa depan" Tutur Resi Wiratama menjelaskan

" Jadi aku dari zaman dulu?" Tanya Satria bingung

" Iya dan kau keturunanku, jangan kau pikirkan tentang itu ku lihat kau juga sudah menyesuaikan dengan keadaan ini, sekarang tentang Gelang itu,  gelang itu hasil tempaan ku, aku namakan Gelang Candra Kirana, karena dulu aku mengagumi Ksatria Werkudara, bahkan berusaha menciptakan ilmu senjata kuku Pancanaka, " Tutur Resi Wiratama . Satria mendengarkan penjelasan Resi dengan seksama agar tak ada yang terlewat, ternyata Gelang itu selain menyimpan kekuatan Resi Wiratama dan ilmu ilmu yang yang ia ciptakan, dan uniknya gelang itu karena melewati dimensi waktu mempunyai ruang sendiri dan bisa menyimpan benda

" Jadi, semua kekuatan itu sekarang ada di diriku.?" Tanya Satria,

" Ya hanya saja semua itu harus kau pelajari agar kamu bisa menyesuaikan dengan dirimu"!ucap Resi.

" Bagaimana mempelajarinya?" Tanya Satria

Resi Wiratama tak menjawab ia menempelkan jari telunjuknya pada kening Satria

Seketika, berbagai gerakan terlihat dalam ingatannya juga cara menggunakan ilmu ilmu itu sesuai dengan keadaan.

" Waktuku sudah habis, sekarang aku akan pergi, dan kau jika ingin kemari cukup niatkan dalam hati, maka jiwamu akan kembali kemari" Ucap Resi Wiratama, dan tak lama ia berkata tubuhnya memudar, dan perlahan hilang di telan angin

" Terima kasih Eyang, selamat jalan" Satria membungkuk memberi penghormatan pada Eyang Resi Wiratama.

Selepas memberi hormat pada eyang Resi Wiratama, goa tiba tiba menjadi gelap

dan saat Satria membuka mata ternyata ia sedang duduk bersila di atas ranjangnya

" apa ini nyata?" gumam Satria , ia mencoba melakukan tehnik pernapasan yang di berikan oleh Resi Wiratama

saat ia mencoba berlatih, semua udara terasa masuk ke dalam tubuhnya, namun saat ia menghembuskan udara itu ia merasa ada yang tersisa di dalam pusarnya

" Ini tenaga dalam?" gumamnya saat merasakan udara yang tersimpan di pusarnya menjadi energi, ia mencoba mengerahkan energi dari pusarnya ketangan kanannya

Wuuut

Braaaak

Praaaaang

Serangkum angin kencang keluar dari tangan Satria dan mengenai lemari bajunya membuat cermin di lemari itu hancur berantakan

" he he he, aku berhasil sekarang, kata Eyang aku harus sering berlatih agar kekuatanku terus meningkat" Satria tertawa dalam hati dan kembali melanjutkan latihannya

satria larut dalam latihannya

Tiiin

Tiiin

saat malam tiba suara klakson mobil terdengar di depan rumah Satria

Satria menyudahi latihannya dan berdiri untuk membukakan pintu

" Eh abis ngapain loe kok basah kuyup gitu kaya tikus kecebur" Hadi yang di depan pintu bertanya dengan heran melihat kondisi Satria yang basah

" he he he, gw lagi mandi loe dateng ya gw buru buru gake buru handukan" sahut Satria sambil menyuruh Hadi masuk

" Loe udah beres mandinya?" tanya Hadi lagi

" belum , gw lanjut mandi yah, kopi loe buat aja sendiri" sahut Satria sambil masuk ke dalam kamar mandi

" Ya " ucap Hadi ia menaruh plastik yang di bawanya

Di kamar mandi Satria baru menyadari gelang yang di pakainya tak ada dan kini ada tato berwarna emas melingkar di lengan tepat di mana ia memakai gelang kemarin

Ia teringat jika gelang itu mempunyai ruang sendiri dan cara mnyimpan atau mengeluarkannya hanya dengan pikirannya saja

Sluuup

saat ia mencoba sikat gigi yang di depannya menghilang ia memejamkan mata dan mencoba melihat dengan pikirannya sikat gigi tadi benar ada di gelang itu

" Woi lama amat mandinya, keburu dingin nih nasi Padangnya" dari dalam rumah Hadi berteriak karena Satria lama di kamar mandi

" Bentar ini lagi handukan!" balas Satria , ia dengan cepat meraih handuk dan mengeringkan tubuhnya

" eh, loe abis perawatan?" Hadi yang melihat perubahan pada tubuh dan wajah Satria menjadi kaget

" perawatan apa kaya emak emak aja" sahut Satria sambil memakai baju

" Loe lihat di cermin dulu deh" Hadi menarik Satria ke depan cermin yang ada di ruang tengah

" eh, kok bisa begini?" Satria yang melihat pantulan dirinya di cermin kaget sendiri, wajahnya bersih bersinar rahangnya terlihat lebuh kokoh, dan bentuk badannya yang awalnya hanya tinggi kini tegap berisi

" Emang loe abis ngapain? tadi pagi gw rasa loe masih biasa aja?" tanya Hadi heran

" Oh cuma pake pembersih wajah doang" sahut Satria " loe bawa nasi padang, yuk makan laper gw" Satria langsung ke meja makan dan membuka nasi Padang yang di bawa Hadi

" wah rendang loe tahu aja kalau gw lagi pengen makan rendang" Satria berseru senang saat melihat nasi padang dengan sayur rendang

" dah makan aja ribut banget loe, eh nanti temenin gw yah" ucap Hadi

" kemana?"

" ke pasar beli  baju" sahut Hadi

" Ok" Ucap satria setuju

Terpopuler

Comments

Aman Wijaya

Aman Wijaya

gaaas njeduk Thor lanjut terus semangat semangat semangat

2026-04-19

0

Dewi kunti

Dewi kunti

klo rendang itu lauk apa sayur sich

2026-03-19

2

lihat semua
Episodes
1 Satria
2 Daftar Kuliah
3 Rahasia Gelang
4 Resi Wiratama
5 Kerja
6 Desa Munjuk Sempurna
7 Bekerja dan Berlatih
8 Firasat Buruk
9 Hadi Di keroyok
10 Sangkal Putung
11 Belajar Pengobatan
12 Hadi Sembuh
13 Dalang di balik pngeroyokan
14 Ke Cafe
15 Bimo di awasi
16 Hadi Di culik
17 Melumpuhkan Baron
18 Rencana Mengungsi
19 Kembali Ke tempat kerja
20 Harya Sampai di Bandar Lampung
21 Pak Sasmita dan Baron mencari Pengobatan
22 Serangan
23 Sasmita Sampai di Gunung Lawu
24 Kesembuhan Baron
25 Ratu Siluman
26 Kekuatan Baron
27 Pelatihan Di Vila
28 kekuatan Baron
29 Akibat dari Persekutuan
30 Malam Selasa Kliwon
31 Mencari Jejak Harimau
32 Harimau VS Harya
33 Masuk Lubang misterius
34 Di Dalam Lubang Misterius
35 Pencarian Satria
36 Berlatih Di Perut Gunung
37 Ajian Lembu Sekilan
38 Menguasai ajian Lembu Sekilan
39 Kegagalan Hadi Dan Bimo
40 Gagal Naik
41 Ajian Bayu Bajra
42 Kembali ke Desa
43 Kerinduan Niken
44 Bertemu Jarot
45 Mencari Kerja
46 Keris Blarak Sepih
47 Mendapat Pekerjaan
48 Bertemu dengan Baron
49 Menghajar Kuncoro dan Baron
50 Penghuni Keris
51 Tumbal kekuatan
52 Mengejar Bedul Sanca
53 Nyasar
54 Kerajaan Alam Gaib
55 Kerajaan Siluman Babi
56 Di Kepung
57 Bantuan Datang
58 Kekalahan Nyai Mayang
59 Cempluk Cerewet
60 Ke Gunung Gede
61 Harimau Penjaga
62 Aul
63 Ujian Kesabaran
64 Keris Naga Geni
65 Berlatih di Lembah Tersembunyi
66 Ki Saketi
67 Baron menjadi murid Ki Saketi
68 Kekuatan Baru Baron
69 Ajian Kresna Mukti
70 Bayangan Serigala
71 Penyerangan
72 Satria Mengamuk
73 Serat Buto Agni
74 Kesedihan Satria
75 Selat Sunda
76 Rencana Ki Gelap Saketi
77 Kuntil Bapak
78 Harya mengintai
79 Kembali bekerja
80 Pertarungan Di tengah kebun
81 Pelacak Cempluk
82 Cempluk mendatangi Perguruan Naga Hitam
83 Ruang Rahasia Perguruan Naga Hitam
84 Mengintai Perguruan Naga Hitam
85 Awal Mula Perguruan Naga Hitam
86 Kekuatan dari Kerangka Naga Hitam
87 Wina Menjenguk Ayahnya
88 menyusup
89 Membebaskan Ayah Wina
90 Senjata Api
91 Celah Pelarian
92 Cakar Naga Hitam
93 ledakan Granat
94 Tertangkap
95 Penyatuan Roh
96 Kuncoro tewas
97 Nogo Geni VS Kerangka Naga Hitam
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Satria
2
Daftar Kuliah
3
Rahasia Gelang
4
Resi Wiratama
5
Kerja
6
Desa Munjuk Sempurna
7
Bekerja dan Berlatih
8
Firasat Buruk
9
Hadi Di keroyok
10
Sangkal Putung
11
Belajar Pengobatan
12
Hadi Sembuh
13
Dalang di balik pngeroyokan
14
Ke Cafe
15
Bimo di awasi
16
Hadi Di culik
17
Melumpuhkan Baron
18
Rencana Mengungsi
19
Kembali Ke tempat kerja
20
Harya Sampai di Bandar Lampung
21
Pak Sasmita dan Baron mencari Pengobatan
22
Serangan
23
Sasmita Sampai di Gunung Lawu
24
Kesembuhan Baron
25
Ratu Siluman
26
Kekuatan Baron
27
Pelatihan Di Vila
28
kekuatan Baron
29
Akibat dari Persekutuan
30
Malam Selasa Kliwon
31
Mencari Jejak Harimau
32
Harimau VS Harya
33
Masuk Lubang misterius
34
Di Dalam Lubang Misterius
35
Pencarian Satria
36
Berlatih Di Perut Gunung
37
Ajian Lembu Sekilan
38
Menguasai ajian Lembu Sekilan
39
Kegagalan Hadi Dan Bimo
40
Gagal Naik
41
Ajian Bayu Bajra
42
Kembali ke Desa
43
Kerinduan Niken
44
Bertemu Jarot
45
Mencari Kerja
46
Keris Blarak Sepih
47
Mendapat Pekerjaan
48
Bertemu dengan Baron
49
Menghajar Kuncoro dan Baron
50
Penghuni Keris
51
Tumbal kekuatan
52
Mengejar Bedul Sanca
53
Nyasar
54
Kerajaan Alam Gaib
55
Kerajaan Siluman Babi
56
Di Kepung
57
Bantuan Datang
58
Kekalahan Nyai Mayang
59
Cempluk Cerewet
60
Ke Gunung Gede
61
Harimau Penjaga
62
Aul
63
Ujian Kesabaran
64
Keris Naga Geni
65
Berlatih di Lembah Tersembunyi
66
Ki Saketi
67
Baron menjadi murid Ki Saketi
68
Kekuatan Baru Baron
69
Ajian Kresna Mukti
70
Bayangan Serigala
71
Penyerangan
72
Satria Mengamuk
73
Serat Buto Agni
74
Kesedihan Satria
75
Selat Sunda
76
Rencana Ki Gelap Saketi
77
Kuntil Bapak
78
Harya mengintai
79
Kembali bekerja
80
Pertarungan Di tengah kebun
81
Pelacak Cempluk
82
Cempluk mendatangi Perguruan Naga Hitam
83
Ruang Rahasia Perguruan Naga Hitam
84
Mengintai Perguruan Naga Hitam
85
Awal Mula Perguruan Naga Hitam
86
Kekuatan dari Kerangka Naga Hitam
87
Wina Menjenguk Ayahnya
88
menyusup
89
Membebaskan Ayah Wina
90
Senjata Api
91
Celah Pelarian
92
Cakar Naga Hitam
93
ledakan Granat
94
Tertangkap
95
Penyatuan Roh
96
Kuncoro tewas
97
Nogo Geni VS Kerangka Naga Hitam

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!