Ayza menarik napas pelan. Menahan sesuatu yang mulai naik ke dadanya. Namun sebelum ia sempat berkata apa pun, Alvian kembali bersuara.
“Ada Om Fahri,” lanjut Alvian cepat. “Om Fahri marah.”
Ayza menoleh lagi.
“Dia bilang jangan dekati Al lagi,” tambahnya.
Ayza terdiam, namun sebelum ia sempat bicara—
“Terus, di mobil…” lanjut Alvian pelan, “…aku tanya Om Fahri soal Abi.”
Ayza tak menyela.
“Aku bilang… Om Reza nunjukin foto itu…”
Ia berhenti sejenak, mengingat.
“Terus Om Fahri bilang…” suara Alvian kecil, tapi cukup jelas. “…kalau orang bicara soal orang lain, kita nggak bisa langsung percaya.”
Ia mengangkat wajahnya sedikit. “Apalagi kalau itu tentang orang yang kita sayang.”
Alvian sempat berpikir, lalu menambahkan pelan, “Aku sempat tanya… kalau ternyata itu benar, gimana?”
Kepalanya menoleh ke arah Ayza. “Om Fahri cuma bilang… Abi sayang sama Al.” Ia berhenti sebentar, lalu melanjutkan lebih lirih, “Sama Umi juga.”
Kalimat sederhana itu membuat sesuatu di dalam diri Ayza bergeser pelan.
“Kalau Abi lagi sibuk,” sambung Alvian, “bukan berarti Abi berubah.”
Tangan Ayza yang semula tegang kini perlahan mengendur.
Alvian menunduk, suaranya makin halus. “Kalau Al ragu… katanya, tanya langsung ke Abi. Jangan disimpan sendiri.”
Ayza terdiam, tatapannya kosong sesaat. Bukan karena tak punya jawaban, tapi karena ia tahu… kata-kata itu bukan sekadar untuk menenangkan anak kecil.
Itu pilihan.
Pilihan untuk tidak merusak. Untuk tetap menjaga… meski ia sendiri tidak benar-benar tahu kebenarannya.
Dan di situ, rasa hormat Ayza bertambah.
Ia tidak bicara cukup lama. Namun kali ini, bukan karena ragu, melainkan karena menahan sesuatu.
Ia mengangkat tangan, mengusap pelan kepala Alvian.
“Dengar, Sayang…”
Nada suaranya kembali lembut, tapi lebih dalam.
“Om Reza tidak seharusnya bicara seperti itu ke kamu.”
Alvian menatapnya.
“Itu bukan hal yang pantas didengar anak-anak.”
Ia berhenti sejenak memilih kata. “Dan soal Abi…”
Kalimat itu menggantung sesaat. Ayza menarik napas pelan.
“U…
Cinta Yang Kupaksa Kau Benci
35. Batas yang Ditegaskan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 97 Episodes
Comments
Anonim
Bisa kebayang bagaimana perasaan Ayza ketika mendengar Alvian bicara tentang apa yang terjadi ketika Reza menemuinya. Ada Fahri yang marah pada Reza.
Semua yang dialami Alvian diceritakan pada Umi-nya.
Ayza datang ke kantor Reza.
Reza sepertinya sudah geser tuh otaknya. Tidak merasa bersalah sedikitpun telah mengusik kehidupan Ayza.
Reza yang bodoh tetap berpikiran Kaisyaf mengkhianati Ayza tanpa bukti yang jelas dan akurat.
Benar-benar muka tembok ini Reza. Harusnya merasa malu dengan kedatangan Ayza dan kata-kata yang terucap dari Ayza.
2026-04-07
1
asih
kak nana kenapa bukan Reza yg di bikin sekarat sifat bodohnya Dr dulu kok g ada perubahan ,malah kaisyaf yg bikin menderita Karna sakit 😭😭
2026-04-04
4
Anitha
Kak Nana Kaisyaf jangan di bikin meninggoy yaa...pokonya harus tetap bertahan hidup sampai happy Ending mereka hidup bahagia....
dasar laki-laki tidak tahu malu si Reza
Ayza tidak akan kasih celah buat kamu...iya bener tuh harusnya si Reza yang di kasih sakit parah itung² hukum karma yang suka berzina
2026-04-04
3