Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

1. Jejak yang Kau Tinggalkan

Langit tertutup awan. Hujan mengguyur kota disertai angin kencang. Sesekali kilat menyambar, disusul guntur yang menggelegar.

Ayza berdiri di depan jendela kaca, menatap ke arah gerbang rumah.

“Apa malam ini Abi tak pulang lagi?” gumamnya pelan.

Ia menghela napas yang terasa berat. Tatapannya jatuh pada ranjang. Ingatan itu datang tanpa diundang.

Malam itu juga hujan deras. Tubuh Ayza dan Kaisyaf tertutup selimut tebal.

“Abi… aku sudah capek,” keluh Ayza saat Kaisyaf kembali mengecup pipinya dan jemarinya mulai bergerak nakal.

“Sekali lagi, Sayang,” bujuk Kaisyaf dengan wajah memelas. Ia melirik box bayi di dekat ranjang. “Beberapa hari ini Alvian rewel. Aku tersiksa menahannya.”

Ayza menyipitkan mata.

“Abi selalu bilang sekali lagi. Tapi ujung-ujungnya bukan cuma sekali.”

“Kali ini benar-benar cuma sekali.”

Kaisyaf langsung menarik selimut menutupi tubuh mereka.

“Abi… pelan…”

“Sayang, nanti Alvian keburu bangun.”

DUAAR!

Suara guntur membuat Ayza tersentak dari lamunannya.

Selama sepuluh tahun, malam-malam hangat bersama Kaisyaf membuatnya merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Namun akhir-akhir ini Kaisyaf berubah.

Ayza refleks tersenyum saat melihat mobil Kaisyaf memasuki halaman rumah. Ia bergegas keluar dari kamar.

Saat tiba di pintu depan, pintu itu terbuka. Kaisyaf muncul dari baliknya dengan wajah sedikit pucat.

Tanpa berkata apa pun, Ayza meraih tangan suaminya untuk disalimi dan dikecup. Namun Kaisyaf buru-buru menarik tangannya.

Pria itu berjalan melewati Ayza tanpa sepatah kata.

Ayza menatap punggungnya beberapa detik.

"Kenapa sikapnya makin dingin?" batinnya. Dadanya terasa seperti dihimpit batu.

Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan sebelum buru-buru menyusul suaminya ke kamar.

“Abi, kenapa pulang malam sekali? Abi jangan terlalu banyak bekerja. Istirahat juga penting.”

Seperti biasa, Ayza membantu melepaskan jas suaminya.

“Kau tak perlu menunggu aku pulang,” ucap Kaisyaf datar.

“Aku tak bisa tidur sebelum Abi pulang,” jawab Ayza sambil menggantung jas itu.

“Ayza…” panggil Kaisyaf pelan tanpa menatapnya. “Kita cerai.”

DUAAR!

Guntur kembali menggelegar.

Bahu Ayza terangkat. Bukan hanya karena suara guntur, tetapi karena tiga kata yang baru saja menghancurkan sepuluh tahun pernikahannya.

“Bi…” ucap Ayza akhirnya, nyaris tak terdengar. Ia menatap Kaisyaf dengan tatapan tak percaya.

“Akan kuurus surat-suratnya,” ujar Kaisyaf dingin. “Dan jangan khawatir, kau akan mendapatkan separuh hartaku.”

Ayza menggeleng cepat. “Tidak. Aku tidak mau cerai. Katakan padaku, Bi. Kenapa? Kenapa Abi ingin bercerai? Apa salahku?”

Ayza meraih tangan suaminya. “Katakan, Bi. Aku akan berusaha memperbaikinya.”

Kaisyaf kembali menarik tangannya. “Kamu tidak salah. Hanya saja, aku merasa pernikahan kita terlalu monoton,” katanya lagi, tetap tanpa menatap Ayza.

“Monoton?”

Ayza terdiam sejenak, berusaha mengingat bagian mana dari pernikahan mereka yang terasa monoton. Namun ia tidak menemukan apa pun.

Setiap libur mereka selalu bepergian bersama ke tempat berbeda. Mereka sering berbincang tentang hal-hal kecil, bahkan yang paling random sekalipun. Mereka juga membesarkan putra mereka, Alvian, dengan penuh kasih.

Apa semua itu dianggap monoton?

“Katakan padaku, Bi,” pinta Ayza akhirnya. “Bagian mana yang monoton? Apa yang harus kulakukan agar bisa memperbaikinya?”

“Tidak ada yang perlu diperbaiki,” sahut Kaisyaf singkat. “Aku sudah jenuh dengan rumah tangga ini. Aku akan mengajukan perceraian.”

Tanpa menunggu jawaban Ayza, Kaisyaf berlalu masuk ke kamar mandi.

Begitu pintu tertutup, ia menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Matanya terpejam, napasnya terdengar berat.

Di luar, Ayza masih berdiri mematung. Menatap pintu yang tertutup rapat.

Ia terdiam menatap pintu kamar mandi.

Akhir-akhir ini Kaisyaf sering pulang malam, bahkan kerap tidak pulang dengan alasan pekerjaan. Mereka semakin jarang menghabiskan waktu bersama.

Bahkan Alvian, putra mereka, sering menanyakan papanya yang kini jarang pulang.

Beberapa menit kemudian pintu kamar mandi terbuka.

Kaisyaf keluar. Tanpa menatap, apalagi berbicara dengan Ayza, ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, membelakangi sisi tempat Ayza berbaring.

Ayza menatap punggung pria itu. Dadanya terasa seperti diremas.

"Besok saja aku bicarakan," batinnya saat menyadari malam telah larut. Ia tidak ingin waktu istirahat suaminya terganggu, meski masalah ini terasa begitu menghimpit dada.

Ayza pun merebahkan tubuhnya. Perlahan ia beringsut mendekat, lalu memeluk Kaisyaf dari belakang.

Kaisyaf tidak menolak. Namun ia juga tidak menyambutnya. Pria itu hanya diam, seolah pelukan Ayza tidak pernah ada.

Padahal Ayza yakin Kaisyaf belum tidur.

Ayza menyandarkan kepalanya di punggung pria itu, berusaha mencari kehangatan yang selama sepuluh tahun selalu ia rasakan. Namun malam ini terasa berbeda.

Kaisyaf membuka matanya. Ia melirik lengan Ayza yang melingkar di pinggangnya.

Pria itu kembali memejamkan mata, tetapi dadanya terasa sesak, seolah udara di kamar itu menipis.

"Maaf."

Kata itu hanya terucap dalam hatinya.

Di luar sana hujan masih turun deras tanpa henti. Di dalam kamar ini, kehangatan yang pernah ada kini berubah menjadi dingin.

-

Fajar mulai menyingsing ketika Kaisyaf terbangun. Ia masih merasakan hangat tubuh Ayza di punggungnya. Tangan wanita itu masih melingkar di pinggangnya.

Perlahan Kaisyaf melepaskan pelukan itu. Ia turun dari ranjang dengan hati-hati, tak ingin Ayza terbangun.

Sejenak ia terdiam menatap wajah wanita yang selama sepuluh tahun ini mendampinginya. Wajah teduh yang tak pernah bosan ia pandang.

"Maaf."

Kata itu lagi-lagi hanya terucap dalam hati.

Kaisyaf merapikan selimut Ayza. Setelah itu ia melangkah keluar dari kamar, menutup pintu tanpa menimbulkan suara.

Langkahnya berhenti di depan sebuah pintu. Pelan ia membukanya.

Alvian, putranya, tampak terlelap.

Kaisyaf mendekat tanpa suara. Tangannya mengusap rambut bocah itu dengan lembut, menatap wajah kecil itu seolah ingin mengingat setiap detailnya.

Ia menggenggam tangan kecil itu. Hangat.

Setelah beberapa saat, Kaisyaf mengecup kening putranya, lalu keluar dari kamar.

Tak lama setelah pintu tertutup, Alvian terbangun. Bocah itu menatap seisi kamarnya, lalu menatap pintu.

"Apa aku bermimpi?" batinnya. "Aku seperti merasa ada Abi di sini."

-

Di kamar lain, Ayza terbangun saat azan subuh berkumandang.

Semalam ia merasa tenang. Tidur sambil memeluk Kaisyaf, hal yang akhir-akhir ini jarang ia rasakan karena suaminya semakin sering pulang larut, bahkan tak pulang sama sekali. Perlahan Ayza menoleh ke sisi ranjang.

Kosong.

Tangannya meraba permukaan kasur itu.

Dingin.

"Abi sudah lama bangun?" gumamnya dengan suara serak, khas bangun tidur.

Ayza langsung bangkit. Ia berjalan cepat ke kamar mandi.

Tok… tok…

“Bi… Abi… apa Abi di dalam?”

Tak ada sahutan. Tak ada suara air. Ayza membuka pintu.

Tak ada siapa pun. Lantai kering.

Jantungnya mulai berdegup tak nyaman. Ia keluar kamar, menyusuri ruang tengah, ruang kerja, dapur…

Tidak ada.

“Abi…?” panggilnya pelan, hampir seperti bisikan.

Tapi tak ada jawaban.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Ayza berlari ke garasi.

Mobil Kaisyaf tidak ada.

“Dia… sudah pergi?” gumamnya lirih.

Tubuhnya mendadak lemas. Dengan langkah pelan, Ayza kembali ke kamar.

Ia menunaikan shalat subuh dengan hati gelisah, memohon agar rumah tangganya baik-baik saja.

Namun setelah selesai dan meletakkan mukenanya, langkah Ayza terhenti.

Di dekat kaki ranjang, ada selembar kertas.

Napasnya tercekat. Kakinya terasa goyah saat melangkah mendekat. Tangannya bergetar saat meraih kertas itu. Matanya mulai membaca.

Satu baris. Dua baris. Lalu berhenti.

Pupilnya membesar. Kertas itu gemetar di tangannya.

“Tidak…” bisiknya nyaris tak terdengar.

Ayza merasa dunianya runtuh dalam sekejap.

-

...🔸🔸🔸...

...'Kadang yang paling menyakitkan bukan perpisahan, tapi ketika seseorang berubah tanpa alasan yang kau mengerti."...

..."Sepuluh tahun terasa nyata, sampai suatu malam semuanya berubah menjadi pertanyaan."...

..."Yang pergi tak selalu meninggalkan kata-kata… kadang hanya sebuah bukti yang menghancurkan segalanya."...

..."Tidak semua perpisahan diawali dengan pertengkaran… kadang hanya dengan diam yang perlahan menjauh."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

mery harwati

mery harwati

Waahh jadi traveling kemana mana ini opini readers, Shakila yang mungkin bisa jadi menjadi orang ketiga, atw kah tokoh² diawal novel ini seperti Dean, Reza & Fahri yang nyata² mencintai Ayza meski mereka tak bisa memiliki Ayza karena sudah jadi istri Kaysaf atw akan dihadirkan tokoh lain dari season 2 ini sebagai alasan & latar belakang kata cerai dari Kaysaf
Haish kalimat Kaysaf masing terngiang jelas bahwa pria menyukai visual wanita, apakah Kaysaf tergoda visual wanita lain selain istri sahnya?

2026-03-22

4

Anonim

Anonim

Kaisyaf kenapa bisa berubah menjadi begitu terhadap Ayza. Kaisyaf yang dulu dengan setia selama empat tahun menyimpan cintanya. Dan setelah mendapatkan, menjadikan istrinya - kini akan diceraikan.

Alasan pernikahan terlalu monoton. Terlalu mengada-ada tidak seeehh. Dulu andai Ayza tidak bisa memberikan keturunan saja - Kaisyaf tetap bersams Ayza, bahkan apapun yang terjadi.

Sekarang sudah dikaruniai anak, malah mau bercerai.

Waduuuuuhhh... Kaisyaf tetap akan mengajukan perceraian. Tidak ada yang perlu diperbaiki. Sudah jenuh dengan rumah tangganya pula alasannya.

Mencurigakan ini Kaisyaf.

2026-03-22

2

sum mia

sum mia

hadir kak Nana.... maaf sekian lama aku absen 🙏
selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍

2026-03-21

4

lihat semua
Episodes
1 1. Jejak yang Kau Tinggalkan
2 2. Dua Orang
3 3. Yang Tidak Bisa Kutanyakan
4 4. Yang Tak Terucap
5 5. Satu-satunya yang Tidak Tahu
6 6. Yang Kembali Tanpa Diundang
7 7. Cukup… atau Sekadar Bertahan?
8 8. Hari Ayah Tanpa Ayah
9 9. Posisi yang Tergantikan
10 10. Yang Seharusnya di Sana
11 11. Tempat yang Perlahan Digantikan
12 12. Ketika Pulang Tak Lagi Sama
13 13. Yang Kedua Kali
14 14. Cara Terkejam untuk Mencintai
15 15. Cinta yang Memilih Menjauh
16 16. Peran yang Mulai Dipindahkan
17 17. Yang Tidak Dikatakan
18 18. Malam yang Tidak Akan Terulang
19 19.Pamit Tanpa Kata
20 20. Pamit yang Tidak Tersampaikan
21 21. Cinta yang Ditinggalkan Diam-Diam
22 22. Yang Dilihat Tidak Selalu Benar
23 23. Saat Cinta Tak Lagi Cukup untuk Percaya
24 24. Percaya… atau Pergi
25 25. Saat Bertahan Justru Menghancurkan
26 26. Ketika Batas Tak Lagi Dihormati
27 27. Ketika Batas Tidak Lagi Cukup
28 28. Satu Kata yang Salah Tempat
29 29. Jawaban yang Sama, Makna yang Berbeda
30 30. Saat Kesetiaan Berubah Arah
31 31. Rahasia yang Mulai Retak
32 32. Orang yang Disiapkan
33 33. Waktu yang Tidak Menunggu
34 34. Kepercayaan di Tengah Keraguan
35 35. Batas yang Ditegaskan
36 36. Hak yang Terlambat
37 37. Di Antara Waktu dan Niat
38 38. Sebelum Semuanya Terlambat
39 39. Bukan Pengganti
40 40. Perlindungan Terakhir
41 41. Yang Akan Menjaga Mereka
42 42. Yang Tidak Pernah Diminta
43 43. Yang Kau Tentukan Tanpa Aku
44 44. Ketika Kita Berhenti Berpura-Pura
45 45. Yang Tidak Punya Waktu
46 46. Yang Tak Pernah Dijelaskan
47 47. Menunggu Waktu
48 48. Celah
49 49. Cinta yang Tidak Bergeser
50 50. Di Detik Terakhir
51 51. Yang Tak Lagi Dibalas
52 52. Tanah yang Menutup Segalanya
53 53. Batas yang Ditegaskan
54 54. Waktu Tidak Berhenti, Kebenaran Mulai Datang
55 55. Yang Tidak Diucapkan
56 56. Yang Mengisi Kekosongan
57 57. Di Antara Jarak dan Batas
58 58. Antara Percaya dan Ragu
59 59. Yang Tidak Dikatakan
60 60. Takut Kehilangan Lagi
61 61. Lamaran yang Tak Sederhana
62 62. Nama yang Tak Ia Pilih
63 63. Satu Tahun yang Dipaksakan
64 64. Saat Pilihan Mulai Mendekat
65 65. Di Antara Yang Sudah Ada
66 66. Yang Lebih Dulu Dipilih
67 67. Yang Tidak Perlu Dijelaskan
68 68. Bukan Sekadar Menjaga
69 69. Yang Harus Dilepaskan
70 70. Formalitas
71 71. Jarak yang Dipilih
72 72. Belajar Kehilangan untuk Kedua Kali
73 73. Bukan Lagi Berdua
74 74. Yang Tidak Lagi Datang
75 75. Pilihan yang Bukan Pilihan
76 76. Satu Nama di Ujung Sadar
77 77. Yang Dipilih Tanpa Ragu
78 78. Untuk Al, Bukan Untukku
79 79. Bukan Sekadar Alasan
80 80. Yang Tak Pernah Menjadi Tujuan
81 81. Keputusan dan Penolakan
82 82. Masuk dari Dalam
83 83. Kalah Tanpa Pernah Bertanding
84 84. Yang Terlambat dan Yang Menunggu
85 85. Jarak yang Berubah Makna
86 86. Yang Tak Sengaja, Tapi Terasa Nyata
87 87. Hari-Hari yang Pelan Menjadi Kita
88 88. Dari Awal… Memang Kamu
89 89. Canggung yang Berubah Arah
90 90. Jodoh Sampai Akhir
91 91. Sebelum Pulang
92 92. Di Antara Masa Lalu dan Suami Baru
93 93. Rumah Yang Hangat
94 94. Hal yang Tak Pernah Ia Berikan
95 95. Yang Pergi Tak Selalu Kembali
96 96. CEO VS DUKUN
97 97. Tempat untuk Pulang
Episodes

Updated 97 Episodes

1
1. Jejak yang Kau Tinggalkan
2
2. Dua Orang
3
3. Yang Tidak Bisa Kutanyakan
4
4. Yang Tak Terucap
5
5. Satu-satunya yang Tidak Tahu
6
6. Yang Kembali Tanpa Diundang
7
7. Cukup… atau Sekadar Bertahan?
8
8. Hari Ayah Tanpa Ayah
9
9. Posisi yang Tergantikan
10
10. Yang Seharusnya di Sana
11
11. Tempat yang Perlahan Digantikan
12
12. Ketika Pulang Tak Lagi Sama
13
13. Yang Kedua Kali
14
14. Cara Terkejam untuk Mencintai
15
15. Cinta yang Memilih Menjauh
16
16. Peran yang Mulai Dipindahkan
17
17. Yang Tidak Dikatakan
18
18. Malam yang Tidak Akan Terulang
19
19.Pamit Tanpa Kata
20
20. Pamit yang Tidak Tersampaikan
21
21. Cinta yang Ditinggalkan Diam-Diam
22
22. Yang Dilihat Tidak Selalu Benar
23
23. Saat Cinta Tak Lagi Cukup untuk Percaya
24
24. Percaya… atau Pergi
25
25. Saat Bertahan Justru Menghancurkan
26
26. Ketika Batas Tak Lagi Dihormati
27
27. Ketika Batas Tidak Lagi Cukup
28
28. Satu Kata yang Salah Tempat
29
29. Jawaban yang Sama, Makna yang Berbeda
30
30. Saat Kesetiaan Berubah Arah
31
31. Rahasia yang Mulai Retak
32
32. Orang yang Disiapkan
33
33. Waktu yang Tidak Menunggu
34
34. Kepercayaan di Tengah Keraguan
35
35. Batas yang Ditegaskan
36
36. Hak yang Terlambat
37
37. Di Antara Waktu dan Niat
38
38. Sebelum Semuanya Terlambat
39
39. Bukan Pengganti
40
40. Perlindungan Terakhir
41
41. Yang Akan Menjaga Mereka
42
42. Yang Tidak Pernah Diminta
43
43. Yang Kau Tentukan Tanpa Aku
44
44. Ketika Kita Berhenti Berpura-Pura
45
45. Yang Tidak Punya Waktu
46
46. Yang Tak Pernah Dijelaskan
47
47. Menunggu Waktu
48
48. Celah
49
49. Cinta yang Tidak Bergeser
50
50. Di Detik Terakhir
51
51. Yang Tak Lagi Dibalas
52
52. Tanah yang Menutup Segalanya
53
53. Batas yang Ditegaskan
54
54. Waktu Tidak Berhenti, Kebenaran Mulai Datang
55
55. Yang Tidak Diucapkan
56
56. Yang Mengisi Kekosongan
57
57. Di Antara Jarak dan Batas
58
58. Antara Percaya dan Ragu
59
59. Yang Tidak Dikatakan
60
60. Takut Kehilangan Lagi
61
61. Lamaran yang Tak Sederhana
62
62. Nama yang Tak Ia Pilih
63
63. Satu Tahun yang Dipaksakan
64
64. Saat Pilihan Mulai Mendekat
65
65. Di Antara Yang Sudah Ada
66
66. Yang Lebih Dulu Dipilih
67
67. Yang Tidak Perlu Dijelaskan
68
68. Bukan Sekadar Menjaga
69
69. Yang Harus Dilepaskan
70
70. Formalitas
71
71. Jarak yang Dipilih
72
72. Belajar Kehilangan untuk Kedua Kali
73
73. Bukan Lagi Berdua
74
74. Yang Tidak Lagi Datang
75
75. Pilihan yang Bukan Pilihan
76
76. Satu Nama di Ujung Sadar
77
77. Yang Dipilih Tanpa Ragu
78
78. Untuk Al, Bukan Untukku
79
79. Bukan Sekadar Alasan
80
80. Yang Tak Pernah Menjadi Tujuan
81
81. Keputusan dan Penolakan
82
82. Masuk dari Dalam
83
83. Kalah Tanpa Pernah Bertanding
84
84. Yang Terlambat dan Yang Menunggu
85
85. Jarak yang Berubah Makna
86
86. Yang Tak Sengaja, Tapi Terasa Nyata
87
87. Hari-Hari yang Pelan Menjadi Kita
88
88. Dari Awal… Memang Kamu
89
89. Canggung yang Berubah Arah
90
90. Jodoh Sampai Akhir
91
91. Sebelum Pulang
92
92. Di Antara Masa Lalu dan Suami Baru
93
93. Rumah Yang Hangat
94
94. Hal yang Tak Pernah Ia Berikan
95
95. Yang Pergi Tak Selalu Kembali
96
96. CEO VS DUKUN
97
97. Tempat untuk Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!