Flashback

BRAAKKK

"CARI WANITA ITU, AKU YAKIN DIA MENYEMBUNYIKAN PUTRANYA JUGA." teriak seorang pria, Yasmin menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Kini ia tengah bersembunyi, di bawah ranjang Ghaffar. Berdo'a pada sang Illahi, berharap dirinya tak di temukan.

Ghaffar bisa melihat semua itu, di tab miliknya yang ada di ruang kecil itu. Ia bisa melihat sang ibu, yang menahan tangis di sana.

'Ibu...' panggilnya dengan suara lirih, setelah sebelumnya ia mengirimkan pesan SOS pada ke kantor polisi.

Lalu lalang, para penjahat itu mencari keberadaan Yasmin dan Ghaffar. Sampai...

"KETEMU KAMU WANITA SIALAN .." pria itu menarik tangan Yasmin, dengan begitu kasarnya.

"KYAAAAA ... LEPASKAN" teriak Yasmin, ia terus berontak. Namun tenaga pria itu, lebih besar di bandingkan dengan dirinya.

"Cuih... Kamu pikir bersembunyi di bawah sana, tidak akan kami temukan." ucap pria itu

"SIAPA KALIAN, KENAPA KALIAN MASUK KE RUMAHKU. DAN MEMBUNUH ORANG-ORANG DI SINI, PERGIII!!!" teriak Yasmin lagi

PLAK

KYAAAA

Yasmin pun jatuh ke atas lantai, karena begitu kerasnya tamparan itu.

Grepp

Aaakhh

"Siapa kami, kamu tak perlu tau. Yang harus kamu tau, kami diminta membunuhmu dan keluarga kecilmu. Cukup itu saja yang kamu tau.." ucap pria itu, seraya menjambak rambut Yasmin

Yasmin meringis kesakitan, tapi tatapannya begitu memancarkan kebencian yang teramat sangat.

"Cih... Hahahahaha..." pria itu merasa murka, saat melihat Yasmin tertawa

"Apa yang kamu tertawakan? Nyawamu berada di tanganku, bahkan suamimu sudah mati di tanganku."

DEG

Bukan hanya Yasmin yang terkejut, Ghaffar pun merasakan hal yang sama.

'Ayah... Hiks...'

"BRENGSEK, IBLIS, KALIAN MEMANG TAK LAYAK UNTUK HIDUP DENGAN TENANG. TERMASUK ADIK TIRIKU, PASTI DIA YANG MENYURUHMU!!!" Pria itu tersenyum smirk

"Rupanya kamu sudah tau, siapa yang menyuruhku. Jadi... Ucapkan selamat tinggal..."

DOR

DOR

DOR

Ghaffar menutup mulutnya, agar tak mengeluarkan suara sama sekali. Ibunya tewas, karena pria itu menembak dua kali d jantung dan satu kali si kepala. Kedua mata sang ibu, menatap ke arah CCtv. Seolah mengatakan, agar Ghaffar diam di tempat. Sampai semua terkendali, juga aman.

"Bagaimana dengan anaknya??" tanya salah satu rekannya

"Biarkan saja, dia pasti tak ada di sini. Mungkin menginap di rumah temannya, buktinya sudah kita cari kemana-mana. Tetap tak menemukan keberadaan anak itu, kita pergi sekarang." jawab pria yang menghabisi Yasmin

Para pelaku pergi, tanpa memperdulikan jenazah yang sudah merek habisi.

Tanpa mereka tau, bila keputusannya membiarkan Ghaffar hidup. Adalah kesalahan terbesar, karena akan menjadi mimpi buruk mereka di masa depan.

Setelah di rasa aman, Ghaffar membuka kunci ruangan tersembunyi itu. Dengan merangkak, ia keluar dari sana. Tak sanggup untuk berdiri, tubuhnya terasa begitu lemas.

"Ibu... Hiks... Bangun bu... Jangan tinggalkan Ghaffar, Ghaffar sama siapa sekarang?"

Hening

Ghaffar tak mendengarkan suara, yang ia harapkan.

"Hwaaaaaaa.... Ibuuuuu..... Ibuuuu.... Huhu..." tangisan Ghaffar pun pecah

Dengan susah payah, Ghaffar berjalan ke arah kamar orang tuanya.

DEG

Seperti ibunya, kondisi ayahnya lun sama parahnya. Ada beberapa tembakan, di kepala dan juga tubuh sang ayah.

"HWAAAAAAAA .... AYAAAAAHHH.... " jerit Ghaffar

Barulah warga keluar, mereka berbondong-bondong ke rumah Ghaffar. Saat ada suara tembakan tadi, mereka takut untuk keluar dari rumah.

"Nak Ghaffar..."

Flashback off

Pemakaman telah selesai, Ghaffar masih berada di pemakaman. Duduk di antara kuburan orang tuanya, menatap kayu yang bertuliskan nama kedua orang tuanya.

'Ayah.... Ibu... Kalian tenang saja, saat Ghaffar sudah besar. Ghaffar akan membalas semua nya, membayar sepuluh kali lipat dari yang kalian rasakan. Adik tiri ibu, juga orang-orang itu... AKAN MATI DI TANGANKU!!!' ucapnya dalam hati, tangan Ghaffar mengepal erat

"Abang tau, apa yang kamu pikirkan. Dendam, takkan bisa membuat hidupmu tenang Ghaff." ucap pak Ustad Husein, namun Ghaffar tak peduli

Ia masih duduk membelakangi ustad Husein, dengan senyum menyeringai.

'Bahkan sejak malam itu, hidupku sudah tak tenang.' jawab Ghaffar dalam hati

"Ayo kita kembali" ajak ustad Husein, ia tau bila Ghaffar tak menerima ucapannya

Tapi, ia akan selalu berusaha. Membuat Ghaffar selalu di jalan yang benar, tak tersesat karena rasa dendam nya.

.

.

Pengacara duduk di depan Ghaffar, ia menjelaskan. Bila seluruh warisannya, akan turun saat usia Ghaffar menginjak 24 tahun.

Setiap bulan, Ghaffar akan mendapatkan kiriman 20 juta di ATM nya untuk uang jajan. Biaya sekolah terjamin, sampai ia kuliah. Sampai kapan pun itu, mau itu S2 atau pun S3.

Bahkan uang untuk bulanan rumah dan juga pelayan, sudah di pisahkan. Ghaffar hanya cukup sekolah dengan baik, menjalani hari-harinya.

Usaha yang tengah berjalan, akan di serahkan pada orang yang bisa di percaya tentunya. Ghaffar hanya mengangguk, wajahnya masih saja datar.

Namun ada satu hal yang berbeda sekarang, setelah ia melihat kematian sang ibu secara langsung. Ia jadi bisa melihat hal-hal, yang tidak bisa dilihat manusia pada umumnya.

MEREKA, orang-orang menyebutnya HANTU?? atau ARWAH GENTAYANGAN?

Tragedi yang terjadi pada orang tuanya, seolah menjadi tombol ON indera ke enam pada tubuhnya. Karena selain bisa melihat MEREKA, Ghaffar kini bisa mendengar isi hati orang lain.

.

.

Waktu berlalu, hari berganti hari. Minggu berganti minggu, bulan pun berganti bulan. Tak terasa sudah 9 tahun berlalu, sejak tragedi yang tak kan pernah dilupakan Ghaffar.

Pria kecil itu, kini sudah tumbuh menjadi remaja tampan. Yang di gandrungi banyak lawan jenis, parasnya yang rupawan dan auranya yang dingin. Membuat banyak perempuan, yang menjadikannya most wanted di sekolah.

Hanya bisa dilihat, tak bisa di sentuh.

Hari ini, tepat Ghaffar menginjak usia 18 tahun. Tak ada perayaan, ia menjalaninya seperti hari-hari biasa. Ujian kelulusan sudah semakin dekat, ia hanya membaca ulang buku yang sudah ia kuasai sepenuhnya.

Mudah baginya untuk lompat kelas, tapi ia hanya ingin menjalani semuanya seperti air mengalir. Selalu menjadi juara umum, membuat nilai plus. Bagi para orang tua siswi, berebut karena ingin menjadikan Ghaffar calon menantu. Selain rupawan, Ghaffar juga memiliki warisan yang tidaklah sedikit.

"Ari kamu teh ga bosen Ghaf, mojok mulu di perpus?" tanya Akbar, temannya sejak di bangku SD. Satu komplek, juga tetanggaan.

Sahabat yang begitu sabar, meski Ghaffar banyak berubah semenjak kepergian orang tuanya. Ghaffar yang ceria, jahil, dan selalu tersenyum. Kini menjadi Ghaffar yang pendiam, dingin, seolah tak tersentuh.

Ghaffar hanya diam, tak menanggapi pertanyaan Akbar. Akbar?? Dia tak peduli, hal ini sudah biasa baginya.

"Nanti pulangnya, kata ibu mampir ke rumah ya. Ibu teh bikin nasi kuning, kesukaan kamu." Ghaffar mengangguk, namun kedua matanya tetap fokus pada buku yang ia baca.

"Oya Ghaff... " Akbar celingukan ke kanan dan ke kiri

'Ada yang kirim pesan, kalo dia teh selalu mimpi buruk. Udah hampir seminggu ini, jadi dia ga konsen buat belajar.' bisik Akbar

Ghaffar menutup bukunya, ia taruh di atas meja.

"Anak mana?"

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

Terpopuler

Comments

Ela Jutek

Ela Jutek

wihh kasus pertama mu Ghaf, semoga bisa cepet kau balas orang orang jahat itu

2026-03-21

7

mama_im

mama_im

kirain indihome nya bawaan mak, ternyata baru pasang, sebulan 200 ya mak 😅😅😅

2026-03-21

3

mama_im

mama_im

cerita nya bagus mak, beda dari biasa kayaknya

2026-03-21

2

lihat semua
Episodes
1 Ghaffar Syarif Darmawan
2 Flashback
3 Kafe ZAYYAS
4 Menolong Damar
5 Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6 Cerita di Balik Boneka
7 Damar Pindah
8 Menolong Candra
9 Tiga Arwah Anak Hilang
10 Akhir seorang Alexa
11 Kedatangan Orang Tua para arwah
12 Cerita Kematian Tiga Arwah
13 Mencari Jenazah 1
14 Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15 Ghaffar Mengurung Diri
16 Kondisi Ghaffar
17 Ghaffar Siuman
18 Kepulangan Ghaffar
19 Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20 Pergi ke Proyek Bangunan
21 Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22 MOON
23 Mingyu
24 Part 24
25 Menyelesaikan Kasus Besar
26 Arwah yang di tahan Hantu Air
27 Permintaan Mommy Grace
28 Part 28
29 Keterkejutan Dokter Dania
30 Menyelamatkan Tunangan Arsita
31 Part 31
32 Hantu Air
33 Hantu Air 2
34 Sedikit Tentang Moon
35 Sagara
36 Perpisahan
37 Pak Henri
38 Part 38
39 Part 39
40 Khodam Milik Ghaffar
41 Part 41
42 Mingyu Di rawat
43 Part 43
44 Permintaan Ghaffar
45 Part 45
46 Cerita bi Hera
47 Selesainya Masalah bi Hera
48 Ketua Kelas Mirza
49 Tentang Sean
50 Perdebatan
51 Fakta yang Mengejutkan
52 Part 52
53 Menuju Rumah Keluarga Andita
54 Ruang Bawah Tanah
55 Perpisahan
56 Masih Flashback
57 Rencana Lelang
58 Pergi ke kosan Kamila
59 Cerita di Balik Rambut Sambung
60 Rencana Ghaffar
61 Part 61
62 Marahnya Ghaffar
63 Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64 Ternyata...
65 Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66 Keluarga Rosy / Ruby
67 Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68 Part 68
69 Melakukan Tes Kecocokan
70 Part 70
71 Hari Pertama Acara di Sekolah
72 Hantu Ruang Musik
73 Mencari Keadilan untuk Shifra
74 Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75 Jangan-Jangan.... Cemburu?
76 Part 76
77 Penangkapan Dokter Agnes
78 Permintaan Ghaffar
79 Pergi ke Sekolah Ghaffar
80 Pemintaan kak Elfa
81 Part 81
82 Kondisi Orang Tua Shifra
83 Part 83
84 Pembalasan
85 Part 85
86 Alhamdulillah
87 Perasaan
88 Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Ketakutan om Wira
94 Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95 Membantu Bang Abraham
96 Kinanti
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Kak Arini
103 Kak Arini 2
104 Andi Hilang
105 Melani
106 Masih Flashback
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Kasus Lain
112 Part 112
113 Pelaku Sebenarnya
114 Cerita Satria
115 Luapan Hati Satria
116 Part 116
117 Cerita Moon
118 Dikejar
119 Masa Lalu Moon
120 Ternyata
121 Part 121
122 Part 122
123 Galuh Supratman
124 Part 124
125 Part 125
126 Cerita Kematian Galuh
127 Part 127
128 Part 128
129 Kasus Galuh Selesai
130 Part 130
131 Part 131
132 Konyolnya Wulan
133 Korban Kecelakaan Mobil
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Amarah para Korban dan Hukuman
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Ternyata....
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Tawaran Ghaffar
151 Part 151
152 Part 152
153 Dalang di balik Dalang
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Bewara Judul Baru
163 Part 162
164 Part 163
165 Part 164
166 Part 165
167 Ziarah
168 Teman Lama
169 Tentang Ubay aslias Bayu
170 Bekas Kuburan Massal
171 Part 170
172 Part 171
173 Part 172
174 Pary 173
175 Menuju End
176 SAAAHHH!!
Episodes

Updated 176 Episodes

1
Ghaffar Syarif Darmawan
2
Flashback
3
Kafe ZAYYAS
4
Menolong Damar
5
Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6
Cerita di Balik Boneka
7
Damar Pindah
8
Menolong Candra
9
Tiga Arwah Anak Hilang
10
Akhir seorang Alexa
11
Kedatangan Orang Tua para arwah
12
Cerita Kematian Tiga Arwah
13
Mencari Jenazah 1
14
Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15
Ghaffar Mengurung Diri
16
Kondisi Ghaffar
17
Ghaffar Siuman
18
Kepulangan Ghaffar
19
Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20
Pergi ke Proyek Bangunan
21
Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22
MOON
23
Mingyu
24
Part 24
25
Menyelesaikan Kasus Besar
26
Arwah yang di tahan Hantu Air
27
Permintaan Mommy Grace
28
Part 28
29
Keterkejutan Dokter Dania
30
Menyelamatkan Tunangan Arsita
31
Part 31
32
Hantu Air
33
Hantu Air 2
34
Sedikit Tentang Moon
35
Sagara
36
Perpisahan
37
Pak Henri
38
Part 38
39
Part 39
40
Khodam Milik Ghaffar
41
Part 41
42
Mingyu Di rawat
43
Part 43
44
Permintaan Ghaffar
45
Part 45
46
Cerita bi Hera
47
Selesainya Masalah bi Hera
48
Ketua Kelas Mirza
49
Tentang Sean
50
Perdebatan
51
Fakta yang Mengejutkan
52
Part 52
53
Menuju Rumah Keluarga Andita
54
Ruang Bawah Tanah
55
Perpisahan
56
Masih Flashback
57
Rencana Lelang
58
Pergi ke kosan Kamila
59
Cerita di Balik Rambut Sambung
60
Rencana Ghaffar
61
Part 61
62
Marahnya Ghaffar
63
Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64
Ternyata...
65
Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66
Keluarga Rosy / Ruby
67
Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68
Part 68
69
Melakukan Tes Kecocokan
70
Part 70
71
Hari Pertama Acara di Sekolah
72
Hantu Ruang Musik
73
Mencari Keadilan untuk Shifra
74
Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75
Jangan-Jangan.... Cemburu?
76
Part 76
77
Penangkapan Dokter Agnes
78
Permintaan Ghaffar
79
Pergi ke Sekolah Ghaffar
80
Pemintaan kak Elfa
81
Part 81
82
Kondisi Orang Tua Shifra
83
Part 83
84
Pembalasan
85
Part 85
86
Alhamdulillah
87
Perasaan
88
Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Ketakutan om Wira
94
Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95
Membantu Bang Abraham
96
Kinanti
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Kak Arini
103
Kak Arini 2
104
Andi Hilang
105
Melani
106
Masih Flashback
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Kasus Lain
112
Part 112
113
Pelaku Sebenarnya
114
Cerita Satria
115
Luapan Hati Satria
116
Part 116
117
Cerita Moon
118
Dikejar
119
Masa Lalu Moon
120
Ternyata
121
Part 121
122
Part 122
123
Galuh Supratman
124
Part 124
125
Part 125
126
Cerita Kematian Galuh
127
Part 127
128
Part 128
129
Kasus Galuh Selesai
130
Part 130
131
Part 131
132
Konyolnya Wulan
133
Korban Kecelakaan Mobil
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Amarah para Korban dan Hukuman
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Ternyata....
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Tawaran Ghaffar
151
Part 151
152
Part 152
153
Dalang di balik Dalang
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Bewara Judul Baru
163
Part 162
164
Part 163
165
Part 164
166
Part 165
167
Ziarah
168
Teman Lama
169
Tentang Ubay aslias Bayu
170
Bekas Kuburan Massal
171
Part 170
172
Part 171
173
Part 172
174
Pary 173
175
Menuju End
176
SAAAHHH!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!