Pergi ke Bangunan Terbengkalai

Om Gunawan segera masuk, ia berniat membuka laci atas. Namun gerakannya terhenti...

"Laci kedua, sebelah kanan." ucap Ghaffar, om Gunawan menurunkan tangannya. Dan membuka laci kedua, yang diminta Ghaffar. Ia mengerutkan dahinya, saat melihat barang tersebut.

'BONEKA?'

"Ya, benda itu adalah milik seorang anak kecil. Dia salah satu korban, kebakaran bangunan terbengkalai itu. Bangunan itu, merupakan sebuah rusun. Mengalami kebakaran hebat, 13 tahun yang lalu. Jiwanya terkunci, di dalam boneka tersebut. Putra om mengambil dan membawanya pulang, membuat arwah anak itu menghisap energi kehidupan putra om. Sedikit, demi sedikit." ucap Ghaffar, lagi-lagi membuat om Gunawan terkejut.

Di dalam laci itu ada boneka porselen, yang begitu cantik. Namun bila terus di perhatikan, akan terlihat menyeramkan. Anehnya adalah, dia terlihat utuh meski pernah berada di lautan api. Tak ada tanda-tanda terbakar sama sekali, bahkan rambut dan bajunya pun masih terlihat bagus.

"Om sekarang percaya padamu, apa yang akan kita lakukan dengan benda ini?" tanya om Gunawan, namun belum ia ambil boneka tersebut.

"Om atau tante, ikut kami ke bangunan itu. Bawa boneka nya, minta maaf pada pemiliknya. Terkadang, ada barang-barang tertentu yang tidak boleh kita sentuh. Sedangkan putra om, bukan hanya menyentuhnya saja. Tapi ia memiliki keberanian, untuk membawanya pulang ke rumah." jawab Ghaffar

Akbar menghembuskan nafas panjang, di saat seperti ini. Sahabatnya cerewet, mau membuka mulutnya dan bicara panjang lebar.

"Baiklah, ma... sebaiknya papa saja yang ikut mereka. Mama tunggu di rumah, berdoalah... semoga ada kabar baik." ucap om Guna, tante Tania mengangguk

"Hati-hati, nak Ghaffar... tante titip om Guna. Bantu putra tante, untuk kembali bangun." mohon tante Tania, Ghaffar mengangguk. Ia lalu berbalik, melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Akbar, Damar dan om Guna bergegas menyusul keluar.

.

.

Seperti yang di rasakan Damar, om Guna juga merasakan hal yang sama dengan Damar. Saat ia masuk ke dalam mobil, begitu menenangkan.

"Butuh waktu 1 1/2 jam, menuju bangunan tersebut. Bila kalian memang ingin tidur, tidurlah." ucap Akbar, kini ia duduk di kursi penumpang samping Ghaffar. Ghaffar memilih untuk mengemudikan mobilnya, membiarkan Akbar tidur..

Selama di perjalanan, Ghaffar hanya diam menatap jalanan. Sepi... banyak yang janggal, namun ia terus menjalankan mobilnya. Tak memperdulikan ganguan-gangguan, yang ada di luar. Padahal banyak yang mencoba masuk, tetapi semuanya gagal. Ghaffar menggelengkan kepala, saat melihat arwah penuh dendam di dekat jembatan.

Bagaimana Ghaffar bisa semakin kuat? Ustad Husein, ia membawanya bertemu dengan kiyai Ummar. Di tempat beliau, Ghaffar mendapatkan banyak ilmu. Kiyai Ummar mengetahui kelebihan Ghaffar, ia tak ingin Ghaffar menggunakan hal itu untuk hal-hal negatif. Karena itu, ia mengajarkan beberapa pelajaran spiritual pada Ghaffar.

Kiyai Ummar juga tau, bila Ghaffar memiliki dendam di dalam hatinya. Kiyai tak langsung memintanya untuk menghilangkan rasa itu, namun melalui pelatihan yang ia berikan. Lambat laun rasa itu berkurang, bukan hilang. Tapi kiyai Ummar tak memaksanya, karena Ghaffar yang menjalani hidup. Ia cukup memberikan, apa yang harus ia berikan.

.

Dalam waktu 1 jam, mereka tiba di bangunan tersebut. Akbar melakukan peregangan, begitu keluar dari mobil. Hanya saja itu tak berlangsung lama, udara yang begitu dingin menusuk kulitnya.

"Jadi kalian datang ke sini?" tanya om Guna

"Iya om, tadinya kami ingin melakukan uji nyali. Tidak tau bila akan berakhir seperti ini" jawab Damar

"Bisa-bisanya, om benar-benar tak habis pikir. Biar apa kalian melakukan ini? Jangan bilang hanya demi followers ga jelas itu.." Damar menunduk

"Maaf om" meski bukan Damar yang mengajak, namun ia merasa percuma bila mengatakannya. Padahal Damar sudah menolak ajakan Bayu, ia merasa firasatnya tidak enak. Tetapi Bayu terus memaksanya, mengatakan bila ini terakhir kalinya ke tempat angker. Damar yang merasa, sudah banyak di bantu oleh Bayu. Mau tak mau, ia mengiyakan ajakan Bayu.

"Ayo" Ghaffar melewati pos satpam, namun tak ada yang jaga. Lebih tepatnya, tak ada yang berani.

"Angker banget Ghaf" bisik Akbar

"Kalau kamu ga berani, diam saja di mobil." Akbar menggelengkan kepalanya, ia tak mau jauh dari Ghaffar.

WUSHHHH

Angin berhembus begitu kencangnya, begitu mereka sampai di depan pintu masuk. Ghaffar memejamkan kedua matanya, sekilas ia bisa melihat bayangan kejadian beberapa tahun yang lalu.

Orang-orang kalang kabut, menyelamatkan diri keluar dari bangunan tersebut. Bahkan ada yang terdorong keras sampai terjatuh, parahnya sampai terinjak-injak. Mereka melangkah masuk, dengan perasaan takut tentunya.

"Jangan ada yang melamun, sebisa mungkin membacakan surat-surat pendek. Agar pikiran kalian tak sampai kosong, bila itu terjadi. Aku tak menanggung, bila kalian hilang di bawa oleh salah satu penghuni bangunan ini." ucap Ghaffar

Ketiga orang itu pun menurut, tentu mereka tak ingin bila harus terjebak bukan..

Lift tidak jalan, membuat Ghaffar harus beralih ke tangga darurat. Tentu saja tak jalan, sudah bertahun-tahun di tinggalkan. Arwah yang mengikuti Damar dan Bayu, berada di lantai 8. Om Guna terlihat sangat kelelahan, tentu saja di usianya yang tak muda lagi. Menaiki anak tangga, sampai 8 lantai. Merupakan penyiksaan pelan-pelan padanya, ini.... sangat menyiksa..

Setelah cukup lama, akhirnya mereka pun tiba di lantai yang di maksud. Ghaffar bisa merasakannya, hawa panas dan penuh dendam di lantai ini. Kembali ia memejamkan kedua matanya, ia melihat kilasan-kilasan kejadian saat kebakaran.

Semua berasal dari sebuah kompor, yang belum di matikan. Yaitu kamar yang letaknya, bersebelahan dengan kamar tempat pemilik boneka itu. Anak yang masih berusia 5 tahun itu, tengah tertidur siang. Di tinggal kerja, oleh kedua orang tuanya. Di sisi lainnya kamar penyebab kebakaran, adalah kamar seorang perawan yang mengikuti Damar.

Ledakan tabung gas tak terelakan, saat api merambat ke semua ruangan. Berawal dari api, yang membumbung tinggi ke langit-langit ruangan. Menjalar dengan cepat, membakar atap yang terbuat dari triplek. Dalam waktu sebentar, kamar itu di penuhi oleh api. DAN...

BUMM

Semua orang panik, mereka berlarian keluar dari kamar mereka masing-masing. Tanpa tau, bila ada anak kecil, yang terjebak di kediamannya. Seorang gadis perawan, yang saat ledakan terjadi berada di kamar mandi. Terkejut bukan main, saat ia selesai mandi. Kamarnya juga sudah penuh dengan api, ia panik dan segera menggunakan baju yang ada. Ia mencoba keluar, saat sudah di luar dan akan berlari ke arah tangga darurat.

Samar-samar, ia mendengar suara tangisan seorang anak. Ia pun mengingat Sisil, anak berusia 5 tahun.

'SISIL' teriak gadis itu

'MBAK LUTSI, TOLOOONNNIN TSISIIL' terdengar teriakan dari dalam kamar, Lusi akhirnya memilih untuk menolong. Ia mendobrak pintu, dan...

WUSHHH

Api berhembus kencang dari dalam, Lusi segera mengangkat lengannya. Untuk menutupi wajahnya, setelah di rasa aman. Ia gegas masuk, terlihat Sisil yang duduk di sudut ruangan.

'Ayo, kita keluar. Peluk erat kakak ya...' Lusi mengangkat tubuh Sisil, anak itu langsung memeluk erat leher Lusi. Saat hampir mencapai pintu...

BRUGH

KYAAAAA

...***************...

Jadwal up Ghaffar jadi siang ya, yg malem buat Zandra🤗

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

Terpopuler

Comments

Sulastri Mawardi.87

Sulastri Mawardi.87

ya allah mungkin ajal nya meninggal secara tragis...1 anak perawan dan 1 anak umur 5 tahun...trs jadi pertanyaan ku kemana kedua orng tua nya...

2026-03-23

3

Mikhaila Zea

Mikhaila Zea

fixx lah si emak kangen ke aku🤭🤭🤭

2026-04-03

1

mama_im

mama_im

tega amet ortunya, masa anak umur 5 tahun di tinggal kerja sendiri. pasti masih hidup kan ortu nya???

2026-03-23

2

lihat semua
Episodes
1 Ghaffar Syarif Darmawan
2 Flashback
3 Kafe ZAYYAS
4 Menolong Damar
5 Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6 Cerita di Balik Boneka
7 Damar Pindah
8 Menolong Candra
9 Tiga Arwah Anak Hilang
10 Akhir seorang Alexa
11 Kedatangan Orang Tua para arwah
12 Cerita Kematian Tiga Arwah
13 Mencari Jenazah 1
14 Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15 Ghaffar Mengurung Diri
16 Kondisi Ghaffar
17 Ghaffar Siuman
18 Kepulangan Ghaffar
19 Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20 Pergi ke Proyek Bangunan
21 Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22 MOON
23 Mingyu
24 Part 24
25 Menyelesaikan Kasus Besar
26 Arwah yang di tahan Hantu Air
27 Permintaan Mommy Grace
28 Part 28
29 Keterkejutan Dokter Dania
30 Menyelamatkan Tunangan Arsita
31 Part 31
32 Hantu Air
33 Hantu Air 2
34 Sedikit Tentang Moon
35 Sagara
36 Perpisahan
37 Pak Henri
38 Part 38
39 Part 39
40 Khodam Milik Ghaffar
41 Part 41
42 Mingyu Di rawat
43 Part 43
44 Permintaan Ghaffar
45 Part 45
46 Cerita bi Hera
47 Selesainya Masalah bi Hera
48 Ketua Kelas Mirza
49 Tentang Sean
50 Perdebatan
51 Fakta yang Mengejutkan
52 Part 52
53 Menuju Rumah Keluarga Andita
54 Ruang Bawah Tanah
55 Perpisahan
56 Masih Flashback
57 Rencana Lelang
58 Pergi ke kosan Kamila
59 Cerita di Balik Rambut Sambung
60 Rencana Ghaffar
61 Part 61
62 Marahnya Ghaffar
63 Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64 Ternyata...
65 Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66 Keluarga Rosy / Ruby
67 Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68 Part 68
69 Melakukan Tes Kecocokan
70 Part 70
71 Hari Pertama Acara di Sekolah
72 Hantu Ruang Musik
73 Mencari Keadilan untuk Shifra
74 Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75 Jangan-Jangan.... Cemburu?
76 Part 76
77 Penangkapan Dokter Agnes
78 Permintaan Ghaffar
79 Pergi ke Sekolah Ghaffar
80 Pemintaan kak Elfa
81 Part 81
82 Kondisi Orang Tua Shifra
83 Part 83
84 Pembalasan
85 Part 85
86 Alhamdulillah
87 Perasaan
88 Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Ketakutan om Wira
94 Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95 Membantu Bang Abraham
96 Kinanti
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Kak Arini
103 Kak Arini 2
104 Andi Hilang
105 Melani
106 Masih Flashback
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Kasus Lain
112 Part 112
113 Pelaku Sebenarnya
114 Cerita Satria
115 Luapan Hati Satria
116 Part 116
117 Cerita Moon
118 Dikejar
119 Masa Lalu Moon
120 Ternyata
121 Part 121
122 Part 122
123 Galuh Supratman
124 Part 124
125 Part 125
126 Cerita Kematian Galuh
127 Part 127
128 Part 128
129 Kasus Galuh Selesai
130 Part 130
131 Part 131
132 Konyolnya Wulan
133 Korban Kecelakaan Mobil
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Amarah para Korban dan Hukuman
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Ternyata....
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Tawaran Ghaffar
151 Part 151
152 Part 152
153 Dalang di balik Dalang
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Bewara Judul Baru
163 Part 162
164 Part 163
165 Part 164
166 Part 165
167 Ziarah
168 Teman Lama
169 Tentang Ubay aslias Bayu
170 Bekas Kuburan Massal
171 Part 170
172 Part 171
173 Part 172
174 Pary 173
175 Menuju End
176 SAAAHHH!!
Episodes

Updated 176 Episodes

1
Ghaffar Syarif Darmawan
2
Flashback
3
Kafe ZAYYAS
4
Menolong Damar
5
Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6
Cerita di Balik Boneka
7
Damar Pindah
8
Menolong Candra
9
Tiga Arwah Anak Hilang
10
Akhir seorang Alexa
11
Kedatangan Orang Tua para arwah
12
Cerita Kematian Tiga Arwah
13
Mencari Jenazah 1
14
Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15
Ghaffar Mengurung Diri
16
Kondisi Ghaffar
17
Ghaffar Siuman
18
Kepulangan Ghaffar
19
Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20
Pergi ke Proyek Bangunan
21
Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22
MOON
23
Mingyu
24
Part 24
25
Menyelesaikan Kasus Besar
26
Arwah yang di tahan Hantu Air
27
Permintaan Mommy Grace
28
Part 28
29
Keterkejutan Dokter Dania
30
Menyelamatkan Tunangan Arsita
31
Part 31
32
Hantu Air
33
Hantu Air 2
34
Sedikit Tentang Moon
35
Sagara
36
Perpisahan
37
Pak Henri
38
Part 38
39
Part 39
40
Khodam Milik Ghaffar
41
Part 41
42
Mingyu Di rawat
43
Part 43
44
Permintaan Ghaffar
45
Part 45
46
Cerita bi Hera
47
Selesainya Masalah bi Hera
48
Ketua Kelas Mirza
49
Tentang Sean
50
Perdebatan
51
Fakta yang Mengejutkan
52
Part 52
53
Menuju Rumah Keluarga Andita
54
Ruang Bawah Tanah
55
Perpisahan
56
Masih Flashback
57
Rencana Lelang
58
Pergi ke kosan Kamila
59
Cerita di Balik Rambut Sambung
60
Rencana Ghaffar
61
Part 61
62
Marahnya Ghaffar
63
Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64
Ternyata...
65
Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66
Keluarga Rosy / Ruby
67
Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68
Part 68
69
Melakukan Tes Kecocokan
70
Part 70
71
Hari Pertama Acara di Sekolah
72
Hantu Ruang Musik
73
Mencari Keadilan untuk Shifra
74
Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75
Jangan-Jangan.... Cemburu?
76
Part 76
77
Penangkapan Dokter Agnes
78
Permintaan Ghaffar
79
Pergi ke Sekolah Ghaffar
80
Pemintaan kak Elfa
81
Part 81
82
Kondisi Orang Tua Shifra
83
Part 83
84
Pembalasan
85
Part 85
86
Alhamdulillah
87
Perasaan
88
Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Ketakutan om Wira
94
Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95
Membantu Bang Abraham
96
Kinanti
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Kak Arini
103
Kak Arini 2
104
Andi Hilang
105
Melani
106
Masih Flashback
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Kasus Lain
112
Part 112
113
Pelaku Sebenarnya
114
Cerita Satria
115
Luapan Hati Satria
116
Part 116
117
Cerita Moon
118
Dikejar
119
Masa Lalu Moon
120
Ternyata
121
Part 121
122
Part 122
123
Galuh Supratman
124
Part 124
125
Part 125
126
Cerita Kematian Galuh
127
Part 127
128
Part 128
129
Kasus Galuh Selesai
130
Part 130
131
Part 131
132
Konyolnya Wulan
133
Korban Kecelakaan Mobil
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Amarah para Korban dan Hukuman
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Ternyata....
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Tawaran Ghaffar
151
Part 151
152
Part 152
153
Dalang di balik Dalang
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Bewara Judul Baru
163
Part 162
164
Part 163
165
Part 164
166
Part 165
167
Ziarah
168
Teman Lama
169
Tentang Ubay aslias Bayu
170
Bekas Kuburan Massal
171
Part 170
172
Part 171
173
Part 172
174
Pary 173
175
Menuju End
176
SAAAHHH!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!