Menolong Damar

"Mereka marah, selain tak suka tempat mereka di usik. Sahabatmu, berani mengambil barang yang seharusnya tak boleh di sentuh. Dan kamu... di sukai salah satu penghuni tempat itu, dia terus mengikuti mu." ucap Ghaffar, wajahnya terlihat santai.

DEG

Bukan hanya Damar yang terkejut, namun Akbar sama terkejutnya. Ia langsung menggeser kursinya, lebih dekat pada Ghaffar.

Meski sudah lama ikut dengan Ghaffar, membantu orang atau pun para arwah. Namun, rasa takut pada sosok tak kasat mata itu. Tetap menguasainya, sulit untuknya merubah hal itu.

"A-apa.. apa sosok itu akan terus mengikuti ku?" tanya Damar

"Sampai kamu menyerah dan memilih bunuh diri" jawab Ghaffar, tentunya membuat Damar terkejut bukan main.

"TIDAK... ITU GA BOLEH SAMPE KEJADIAN GHAF, AKU GA MAU NINGGALIN NENEK." ucap Damar, spontan berteriak. Akbar terkejut, Ghaffar menatap datar padanya dan menyadarkan Damar.

"M-maaf... Aku... Aku terkejut, a apa ada solusinya??" tanya Damar, suaranya terdengar bergetar. Ia tak ingin meninggalkan neneknya, yang hanya tinggal berdua dengannya. Neneknya sudah sangat sepuh, meski masih bisa berjalan ke sana kemari. Tetapi kedua matanya, sudah tak bisa melihat jelas. Pendengarannya pun, sudah mulai berkurang.

"Kita ke tempat itu sekarang" ajak Ghaffar, ia pun bangun dari duduknya. Di susul Akbar, yang langsung menempel pada Ghaffar. Sesekali melihat ke belakang, takut bila sosok yang mengikuti Damar. Tiba-tiba mendekat, lalu menampakkan wajahnya.

Damar berlari, kini ia berdiri di sisi lain Ghaffar.

"Bila di bandingkan temanku, yang kamu bilang mengambil barang di sana. Aku masih lebih beruntung, karena hanya sulit tidur dan tidak nafsu makan. Sedangkan Bayu, dia kini ada di ICU." ucap Damar, Akbar kembali terkejut mendengarnya.

"Serius kamu teh Damar, dia koma?" tanya Akbar

"Iya Bar, padahal semua nampak normal. Dokter pun bingung, dengan apa yang terjadi." jawab Damar, Ghaffar menghentikan langkahnya.

"Di rumah Bayu, ada siapa jam segini? Apa orang tuanya, berjaga di rumah sakit?" tanya Ghaffar

"Tidak, orang tuanya ada di rumah. Setau ku yang berjaga malam hari, kakak laki-lakinya." jawab Damar

"Kita ke rumah temanmu dulu, meminta salah satu orang tuanya untuk meminta maaf. Juga membawa kembali, barang yang di ambil oleh putranya." Damar mengangguk

"Kita pakai mobilku saja" Ghaffar memberikan kunci mobilnya pada Akbar, lalu duduk di kursi penumpang depan. Akbar yang sudah biasa, hanya menurut. Bukan apa, baginya Ghaffar adalah penolong keluarganya. Terutama sang ibu, mm... begitulah, terlalu banyak kebaikan yang dilakukan Ghaffar pada nya. Damar duduk di kursi belakang, hal lain ia rasakan begitu masuk mobil. Entah kenapa, ia merasa begitu hangat dan nyaman. Rasa gelisah dan takut yang ia rasakan selama ini, seolah menguap begitu saja.

"Alamat rumah Bayu dimana?" tanya Akbar

"Di perum xxx, no 3." Akbar mengangguk, ia menyalakan mobil dan meninggalkan pekarangan kafe.

.

.

"Kenapa saat masuk mobil ini, aku merasa begitu nyaman?" tanya Damar, Akbar tersenyum

"Karena Ghaffar selalu mengaji di mobil ini, lihat.. Dan sepertinya sosok yang mengikuti mu, dia tak berani masuk." Akbar menunjuk Ghaffar, menggunakan dagunya. Tanpa mengalihkan fokusnya, dari jalanan di depannya.

Barulah Damar ngeh, bila suara Ghaffar samar terdengar. Begitu merdu, membuatnya semakin tenang dan mengantuk.

"Tidur saja, meski cuma sebentar. Di jamin, tubuh kamu teh bakal lebih segar nanti." ucap Akbar, tanpa tau bila Damar sudah terlelap sebelum ia mengatakannya.

15 menit kemudian, mereka tiba di depan rumah Bayu. Akbar membangunkan Damar, benar saja tubuhnya kini terasa begitu segar. Padahal ia sudah tak tidur berhari-hari, tapi terobati hanya 15 menit memejamkan mata di dalam mobil.

'Ini luar biasa, sepertinya kalau aku perempuan. Aku sudah tergila-gila padanya, pantas saja si gila Alexa begitu terobsesi padanya.' ucap Damar dalam hati, ia berjalan lebih dulu untuk mengetuk pintu.

"Loh, nak Damar. Ada apa malam-malam ke rumah?" ternyata yang membukakan pintu, adalah ayahnya Bayu.

"Om Guna, Damar ada perlu sebentar sama om dan tante. Ini penting, mengenai sakitnya Bayu." Gunawan... ayahnya Bayu, segera meminta ketiganya masuk

"Mau minum apa?" tanya om Guna

"Nggak perlu om, kita ga lama soalnya. Bisa panggilkan tante?" meski bingung, om Gunawan memanggil sang istri.

"Tunggu sebentar ya, om panggilkan dulu tante Tania nya." Damar mengangguk

Begitu om Gunawan pergi ke kamar, Ghaffar berdiri. Ia melihat ke sekitarnya, ada aura hitam di salah satu kamar.

"Apa itu kamar Bayu?" tanya Ghaffar, seraya menunjuk ke lantai dua. Damar melihat, ke arah yang di tunjuk.

"Ya, kamu tau?" tanya Damar terkejut, Ghaffar mengangguk

"Aura itu, begitu pekat dari sana." jawabnya, mendadak Akbar dan Damar merasakan dingin di punggungnya.

"Nak Damar, ada apa? Om bilang, kamu ingin bertemu dengan kami." tanya tante Tania, sepertinya ia tengah bersiap untuk tidur.

"Tante, maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat tante. Tapi ini penting, sebelumnya kenalkan ini teman Damar. Ghaffar dan Akbar" jawab Damar, seraya memperkenalkan dua remaja tampan. Damar dan Akbar maju sedikit, mereka mencium punggung tangan orang tua Bayu. Membuat Damar malu, karena tadi ia tak melakukannya. Lebih tepatnya, ia tak pernah melakukannya. Sehingga Damar, akhirnya mengikuti apa yang di lakukan Ghaffar dan Akbar.

"Om, tante... maaf bila pembicaraan ini, kurang berkenan di hati om dan tante. Tapi, sebelum Bayu mengalami koma. Kami berdua pergi ke sebuah gedung terbengkalai, yang ada di pinggiran kota. Kami mengalami hal ini, setelah pulang dari sana. Parahnya Bayu, karena dia sudah berani mengambil barang yang ada di gedung tersebut." jelas Damar, mengejutkan orang tua Bayu

"Kamu ini bicara apa, maksud kamu sakitnya Bayu. Ada hubungan dengan hal mistis?" tanya tante Tania, Damar mengangguk

"Saya meminta bantuan teman saya, Ghaffar. Karena dia bisa berkomunikasi dengan mereka, dia memiliki indra ke enam. Bahkan tanpa di ceritakan, dia bisa tau apa saja yang sudah terjadi pada Damar dan Bayu." om Guna dan tante Tania saling tatap, Ghaffar tersenyum kecil. Karena mendengar, bila keduanya tak mempercayainya.

"Om, tante... Damar tau, bila ini terdengar tak masuk akal. Tapi, bila om dan tante tak percaya. Bukankah sebaiknya, ikut saja. Biar om dan tante lihat langsung, apa yang sudah terjadi pada Bayu. Menurut Damar, daripada tidak di coba sama sekali. Membiarkan Bayu terbaring di rumah sakit, sedangkan dokter saja tak mengetahui apa sakitnya." lanjut Damar

"Kamu benar, ini memang aneh. Om akan coba percaya, lalu apa yang harus kami lakukan?" jawab om Gunawan, seraya bertanya

"Ijinkan saya ke kamar putra om, kita harus mengembalikan barang yang sudah di ambil olehnya malam ini juga. Karena bila sampai terlambat, nyawanya tidak akan tertolong." jawab Ghaffar, Damar mengangguk

"Baiklah, mari om antar ke kamarnya." kelima orang itu pun menaiki anak tangga, menuju kamar Bayu. Semakin dekat, Ghaffar bisa merasakan aura sesak dan terasa panas di sekitarnya.

ceklek

"Ini kamar putra om, silahkan cari barang yang kamu maksud." ucap om Gunawan, Ghaffar menggelengkan kepalanya.

"Bukan saya, tapi om atau tante yang mengambil benda itu." balas Ghaffar, ia melihat ke sekitar kamar Bayu. Penuh dengan kabut hitam, yang berasal dari laci meja belajar Bayu.

"Benda itu ada di laci meja belajar" ucap Ghaffar, mengejutkan om Guna dan tante Tania

'Bagaimana anak ini bisa tau?'

...****************...

Jangan lupa like, komen, gift dan vote nyaaaa.....🥰

Terpopuler

Comments

Sulfia Nuriawati

Sulfia Nuriawati

seru ini crta lanjut neng tong lila up na nya😍😍😍

2026-03-22

1

Ambu Rinddiany Thea

Ambu Rinddiany Thea

eeeeh d bejaan boga indera na lewih masih keneh nanya hadeeeeeh . pasti lah apal atuh 🤭🤭

2026-03-22

1

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉

aq pengen bgt punya kelebihan seperti gaffar tapi aq orang nya penakut thor🤭

2026-03-23

1

lihat semua
Episodes
1 Ghaffar Syarif Darmawan
2 Flashback
3 Kafe ZAYYAS
4 Menolong Damar
5 Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6 Cerita di Balik Boneka
7 Damar Pindah
8 Menolong Candra
9 Tiga Arwah Anak Hilang
10 Akhir seorang Alexa
11 Kedatangan Orang Tua para arwah
12 Cerita Kematian Tiga Arwah
13 Mencari Jenazah 1
14 Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15 Ghaffar Mengurung Diri
16 Kondisi Ghaffar
17 Ghaffar Siuman
18 Kepulangan Ghaffar
19 Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20 Pergi ke Proyek Bangunan
21 Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22 MOON
23 Mingyu
24 Part 24
25 Menyelesaikan Kasus Besar
26 Arwah yang di tahan Hantu Air
27 Permintaan Mommy Grace
28 Part 28
29 Keterkejutan Dokter Dania
30 Menyelamatkan Tunangan Arsita
31 Part 31
32 Hantu Air
33 Hantu Air 2
34 Sedikit Tentang Moon
35 Sagara
36 Perpisahan
37 Pak Henri
38 Part 38
39 Part 39
40 Khodam Milik Ghaffar
41 Part 41
42 Mingyu Di rawat
43 Part 43
44 Permintaan Ghaffar
45 Part 45
46 Cerita bi Hera
47 Selesainya Masalah bi Hera
48 Ketua Kelas Mirza
49 Tentang Sean
50 Perdebatan
51 Fakta yang Mengejutkan
52 Part 52
53 Menuju Rumah Keluarga Andita
54 Ruang Bawah Tanah
55 Perpisahan
56 Masih Flashback
57 Rencana Lelang
58 Pergi ke kosan Kamila
59 Cerita di Balik Rambut Sambung
60 Rencana Ghaffar
61 Part 61
62 Marahnya Ghaffar
63 Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64 Ternyata...
65 Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66 Keluarga Rosy / Ruby
67 Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68 Part 68
69 Melakukan Tes Kecocokan
70 Part 70
71 Hari Pertama Acara di Sekolah
72 Hantu Ruang Musik
73 Mencari Keadilan untuk Shifra
74 Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75 Jangan-Jangan.... Cemburu?
76 Part 76
77 Penangkapan Dokter Agnes
78 Permintaan Ghaffar
79 Pergi ke Sekolah Ghaffar
80 Pemintaan kak Elfa
81 Part 81
82 Kondisi Orang Tua Shifra
83 Part 83
84 Pembalasan
85 Part 85
86 Alhamdulillah
87 Perasaan
88 Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Ketakutan om Wira
94 Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95 Membantu Bang Abraham
96 Kinanti
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Kak Arini
103 Kak Arini 2
104 Andi Hilang
105 Melani
106 Masih Flashback
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Kasus Lain
112 Part 112
113 Pelaku Sebenarnya
114 Cerita Satria
115 Luapan Hati Satria
116 Part 116
117 Cerita Moon
118 Dikejar
119 Masa Lalu Moon
120 Ternyata
121 Part 121
122 Part 122
123 Galuh Supratman
124 Part 124
125 Part 125
126 Cerita Kematian Galuh
127 Part 127
128 Part 128
129 Kasus Galuh Selesai
130 Part 130
131 Part 131
132 Konyolnya Wulan
133 Korban Kecelakaan Mobil
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Amarah para Korban dan Hukuman
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Ternyata....
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Tawaran Ghaffar
151 Part 151
152 Part 152
153 Dalang di balik Dalang
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Bewara Judul Baru
163 Part 162
164 Part 163
165 Part 164
166 Part 165
167 Ziarah
168 Teman Lama
169 Tentang Ubay aslias Bayu
170 Bekas Kuburan Massal
171 Part 170
172 Part 171
173 Part 172
174 Pary 173
175 Menuju End
176 SAAAHHH!!
Episodes

Updated 176 Episodes

1
Ghaffar Syarif Darmawan
2
Flashback
3
Kafe ZAYYAS
4
Menolong Damar
5
Pergi ke Bangunan Terbengkalai
6
Cerita di Balik Boneka
7
Damar Pindah
8
Menolong Candra
9
Tiga Arwah Anak Hilang
10
Akhir seorang Alexa
11
Kedatangan Orang Tua para arwah
12
Cerita Kematian Tiga Arwah
13
Mencari Jenazah 1
14
Fakta yang Mengejutkan Keluarga Korban
15
Ghaffar Mengurung Diri
16
Kondisi Ghaffar
17
Ghaffar Siuman
18
Kepulangan Ghaffar
19
Tiga Keluarga Baru Ghaffar
20
Pergi ke Proyek Bangunan
21
Cerita di Balik Kematian Arwah Dani
22
MOON
23
Mingyu
24
Part 24
25
Menyelesaikan Kasus Besar
26
Arwah yang di tahan Hantu Air
27
Permintaan Mommy Grace
28
Part 28
29
Keterkejutan Dokter Dania
30
Menyelamatkan Tunangan Arsita
31
Part 31
32
Hantu Air
33
Hantu Air 2
34
Sedikit Tentang Moon
35
Sagara
36
Perpisahan
37
Pak Henri
38
Part 38
39
Part 39
40
Khodam Milik Ghaffar
41
Part 41
42
Mingyu Di rawat
43
Part 43
44
Permintaan Ghaffar
45
Part 45
46
Cerita bi Hera
47
Selesainya Masalah bi Hera
48
Ketua Kelas Mirza
49
Tentang Sean
50
Perdebatan
51
Fakta yang Mengejutkan
52
Part 52
53
Menuju Rumah Keluarga Andita
54
Ruang Bawah Tanah
55
Perpisahan
56
Masih Flashback
57
Rencana Lelang
58
Pergi ke kosan Kamila
59
Cerita di Balik Rambut Sambung
60
Rencana Ghaffar
61
Part 61
62
Marahnya Ghaffar
63
Cerita di Balik Hadirnya Anyelir
64
Ternyata...
65
Ke Kediaman Keluarga Wijaya Santoso
66
Keluarga Rosy / Ruby
67
Pukulan Untuk Keluarga Mbak Ruby
68
Part 68
69
Melakukan Tes Kecocokan
70
Part 70
71
Hari Pertama Acara di Sekolah
72
Hantu Ruang Musik
73
Mencari Keadilan untuk Shifra
74
Gibah nya Ghaffar dan kak Arimbi
75
Jangan-Jangan.... Cemburu?
76
Part 76
77
Penangkapan Dokter Agnes
78
Permintaan Ghaffar
79
Pergi ke Sekolah Ghaffar
80
Pemintaan kak Elfa
81
Part 81
82
Kondisi Orang Tua Shifra
83
Part 83
84
Pembalasan
85
Part 85
86
Alhamdulillah
87
Perasaan
88
Cerita Kematian Hantu tanpa Kepala
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Ketakutan om Wira
94
Daging dan Darah Keluarga Terdekat
95
Membantu Bang Abraham
96
Kinanti
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Kak Arini
103
Kak Arini 2
104
Andi Hilang
105
Melani
106
Masih Flashback
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Kasus Lain
112
Part 112
113
Pelaku Sebenarnya
114
Cerita Satria
115
Luapan Hati Satria
116
Part 116
117
Cerita Moon
118
Dikejar
119
Masa Lalu Moon
120
Ternyata
121
Part 121
122
Part 122
123
Galuh Supratman
124
Part 124
125
Part 125
126
Cerita Kematian Galuh
127
Part 127
128
Part 128
129
Kasus Galuh Selesai
130
Part 130
131
Part 131
132
Konyolnya Wulan
133
Korban Kecelakaan Mobil
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Amarah para Korban dan Hukuman
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Ternyata....
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Tawaran Ghaffar
151
Part 151
152
Part 152
153
Dalang di balik Dalang
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Bewara Judul Baru
163
Part 162
164
Part 163
165
Part 164
166
Part 165
167
Ziarah
168
Teman Lama
169
Tentang Ubay aslias Bayu
170
Bekas Kuburan Massal
171
Part 170
172
Part 171
173
Part 172
174
Pary 173
175
Menuju End
176
SAAAHHH!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!