Bab 5 Sebuah Perjodohan

     Nayra sedikit terkejut, namun ia segera menguasai keadaan. Walaupun begitu, Nayra merasa sedikit malu, ternyata pulangnya justru keduluan Ardana.

     Ardana masih berdiri menatap tajam ke arahnya. Membuat Nayra serba salah.

     "Iya, Mas, Nay baru pulang. Mas Arda sudah lama?" sahut Nayra tidak berani menatap lama suaminya yang kini menghampiri dan masih menatapnya tajam seperti saat tadi pertama melihat Nayra datang. Kebahagian yang dirasakan di kafe saat halal bihalal tadi, kini lenyap sudah.

     Ardana mendekat, ia memerhatikan Nayra dari atas sampai bawah. Nayra sangat berbeda di matanya. Dandanannya lebih mirip anak muda yang asik pulang dari tongkrongan.

     Ada getar dalam dada Ardana, ketika melihat betapa ternyata Nayra begitu cantik dengan dandanan minimalisnya. Gayanya yang anak muda benar-benar tidak memperlihatkan kalau Nayra sudah menikah.

     "Dengan siapa saja di sana?" tanyanya kemudian, tanpa menjawab pertanyaan Nayra tadi.

     Nayra mendongak, lalu menatap sekilas Ardana. Saat itu pandangan mata mereka bertemu, tapi Nayra segera menunduk. "Banyak, Mas. Ada laki-laki dan perempuan."

     "Hmmmm."

     Ardana tidak bicara apa-apa. Dia hanya berdehem, kemudian menjauh.

     Nayra pun segera berlalu, menuju tangga untuk ke kamar. Sementara itu, Ardana diam-diam menatap kepergian Nayra. Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang saat punggung itu perlahan menjauh dan menghilang di balik tembok.

     Sosok lemah lembut masih muda dan sangat mencintainya, tapi semua itu tidak cukup buat Ardana membalas cinta Nayra.

     Ardana mendesah, ada dua rasa yang kini tiba-tiba menghantam dadanya. Antara istri yang masih belum dicintainya dan mantan kekasih yang kembali hadir dengan kondisi yang membuatnya prihatin.

     "Apa ini semua salahku?" gumamnya.

Flash back

     Tiga tahun yang lalu, sebuah perjodohan itu terjadi ketika Tiana kekasih Ardana sedang meniti karir sebagai Pramugari di salah satu maskapai penerbangan nasional.

     Ardana sempat menolak dengan alasan dia sudah memiliki kekasih. Namun kedua orang tua Ardana memaksa, terlebih mereka memang tidak setuju kalau Ardana menjalin kasih dengan seorang Pramugari. Poin penting dalam perjodohan itu adalah, ternyata kedua orang tua Ardana memang sudah berniat menjodohkan Ardana dengan anak dari sahabat mereka, sejak sebelum Nayra lahir.

     "Nanti, kalau anakmu salah satunya ada yang perempuan, maka aku ingin anak perempuanmu dijodohkan dengan Ardana anakku," seru Bu Karina, Ibunya Ardana kala itu, saat usia Ardana baru lima tahun.

     Rencana dua sahabat itu disepakati dengan senang hati oleh kedua belah pihak. Lalu anak perempuan pertama Bu Lila lahir, dan dua tahun kemudian Bu Lila melahirkan lagi anak perempuan yang kedua, yang diberi nama Nayra. Bu Karina ternyata lebih menyukai Nayra, dan memilih Nayra yang ingin dijodohkan dengan Ardana.

     Ardana tidak bisa menolak, terlebih saat itu Tiana pun begitu sibuk dengan karirnya, sehingga hubungan Ardana dan Tiana mulai renggang karena jarang bertemu, dan komunikasi pun mulai jarang. Sehingga Ardana berada di posisi jenuh, lalu mengambil keputusan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ardana menerima perjodohan, namun terpaksa.

Flash back off

     Lalu setelah usia pernikahan Ardana dan Nayra akan menginjak tiga tahun, tiba-tiba Tiana hadir kembali, dengan membawa perubahan. Tiana datang, mengemis harap dengan menyertakan kenyataan pahit, bahwa setelah kabar pernikahan Ardana dan Nayra sampai di telinganya, Tiana stres.

     Dia down sampai sempat mengalami gangguan mental. Setidaknya itu yang Ardana dengar dari pengakuan Tiana, membuat Ardana merasa sangat prihatin dan bersalah. Saat ini pun Tiana sedang menjalani terapi psikologis di salah satu rumah sakit Angkatan Udara, dan Ardana menjadi salah satu terapis atau konselor bagi Tiana. Sehingga pertemuan itu tidak terelakkan lagi.

     Hari-hari berjalan masih dengan irama yang sama. Tidak banyak terjadi interaksi, selain ajakan makan, ucapan hati-hati dan perhatian kecil lainnya yang selalu Nayra sampaikan. Ia masih belum lelah mengejar dan berharap cinta Ardana. Namun, sikap Ardana masih sama, dingin.

     Nayra tidak akan menyerah, ia yakin kalau ia hamil, Ardana pasti berubah. Sebab menurut feelingnya, Ardana hanya akan berubah ketika ia mengandung.

     Malam menjelang. Setelah makan malam Nayra segera menuju kamar. Yang ia lakukan di dalam kamar itu gelisah dan termenung. Namun ketika derap langkah kaki Ardana mulai terdengar menuju kamar, Nayra buru-buru menaiki ranjang lalu merebahkan diri.

     "Kriettt...."

     Pintu kamar terdengar berderit, Ardana memasuki kamar. Pemandangan di depannya sudah beberapa kali ia dapati dalam seminggu ini, Nayra sudah terbaring membelakanginya.

     Sejenak ia menatap punggung itu seperti biasanya. Tiba-tiba ponsel Ardana berdering. Ia tersenyum kala nama Tiana muncul di layar ponsel. Ardana menjauh dari ranjang, ia keluar menuju balkon dan menerima panggilan dari Tiana di sana.

     "Gimana, kamu sudah mulai baikan kan? Dengar saran dokter Arka kemarin, kamu jangan tidur malam-malam dan jangan sampai bergadang. Ingat, kamu harus jaga tingkat stres kamu," peringatnya lembut.

     "Iya, Mas aku juga akan tidur, tapi ingin mendengar suara kamu dulu," balas suara di sana manja.

     "Sudah, jangan membuat sambungan telpon ini menjadi lama. Mas tidak mau kamu stres . Nanti pengobatan kamu akan berjalan lama." Ardana memperingatkannya lagi dengan nada sangat perhatian.

     "Baiklah. Aku sudah agak baikan kalau sudah mendengar suaramu, Mas."

     Sambungan telpon itu pun berakhir, karena Ardana memaksanya. Sebab kalau tidak begitu, maka kesehatan Tiana akan kembali kambuh. Dia akan mudah stress.

     Nayra kembali mendesah, ia tahu Ardana sedang berbicara dengan perempuan yang bernama Tiana.

     "Siapa Tiana itu? Apakah aku tanyakan saja besok sama Mas Arda?" gumamnya sedih.

     Keesokan harinya, tepat di hari Minggu. Ardana sudah terlihat bersiap dengan out fit olah raganya. Kebiasaan yang selalu Ardana lakukan setiap Minggu.

     "Mas...tidak sarapan dulu?" Nayra menahan langkah Ardana.

     Ardana menoleh lalu berkata. "Tidak usah."

     "Mas...sudah lama kita tidak ke rumah Ibunya Nay. Nanti siang kalau Mas Arda tidak ada kegiatan lagi, kita ke sana, Mas?" ajak Nayra.

     Ardana memejamkan mata. Ia tersadar, memang sudah lama hampir kurang lebih enam bulan tidak berkunjung ke rumah mertuanya itu.

     "Kamu pergilah dulu sendiri, aku masih ada urusan hari ini. Nanti berikan saja uang dariku. Aku transfer buat Ibumu."

     Nayra menunduk mendapat penolakan Ardana. Ia kecewa, lagi-lagi Ardana menolak ajakannya. Padahal kali ini untuk menengok orang tuanya.

     "Mas... apakah Mas Arda mau bertemu perempuan bernama Tiana hari ini? Kalau boleh tahu, siapa Tiana itu?"

     Langkah kaki Ardana benar-benar terhenti, ia memutar tubuhnya pelan, menata Nayra begitu tajam. Sorotnya memperlihatkan bahwa ia tidak suka kalau Nayra ikut campur dengan urusannya.

     "Sudah aku katakan, kamu nggak perlu tahu urusanku. Apa masih belum paham juga? Aku tidak suka. Atau...kamu memang ingin tahu siapa Tiana?" balas Ardana dengan nada kesal.

     Nayra mengangguk sangat yakin.

     "Baiklah, aku katakan kalau Tiana adalah...."

     Kringggg

     Dering ponsel Ardana terpaksa memotong kalimatnya, Ardana meraih ponselnya dengan wajah dipenuhi senyum.

Jangan lupa dukungannya ya. Dan bagi yang belum follow, follow dulu ya. Makasih.

Terpopuler

Comments

Ma Em

Ma Em

Nayra kenapa msh bertahan dgn suami yg tdk menghargainya istri , lbh baik Nayra tinggalkan dan lupakan saja Ardana , Nayra lbh baik cari kebahagiaanmu .

2026-03-30

1

Nar Sih

Nar Sih

udah lah nayra buat apa berthn dgn suami yg ngk menghargai mu juga ngk cinta pada mu mending pergi jauh cri kebahagian mu sendiri pasti di luar bnyk yg suka pada mu kmu csntik dan baik

2026-04-01

1

Ita rahmawati

Ita rahmawati

itulah salah orang tua yg pake jodoh menjodohkan segala GK mikir nasib anaknya kalo nikah SM org yg blm selesai dg masa lalunya tuh sakiiiitt bgt 😂

2026-05-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Tiga Tahun Seakan Tidak Berbekas
2 Bab 2 Wangi Parfum Wanita
3 Bab 3 Belahan Jiwa
4 Bab 4 Sebuah Pertanyaan di Acara Halal Bihalal
5 Bab 5 Sebuah Perjodohan
6 Bab 6 Berkunjung Ke Rumah Orang Tua Nayra
7 Bab 7 Semua Perbincangan Itu Didengar Nayra
8 Bab 8 Kecewa Nayra
9 Bab 9 Sebuah Ancaman Untuk Ardana
10 Bab 10 Menyebut Nama Tiana Berulang Kali
11 Bab 11 Pergi Jauh
12 Bab 12 Tekad Iblis
13 Bab 13 Nayra Demam
14 Bab 14 Baru Kali Ini Melihat Nayra Marah
15 Bab 15 Bu Karina Datang
16 Bab 16 Aku Yang Akan Menghangatkan Tubuhmu
17 Bab 17 Igauan Nayra, Ancaman Bu Karina
18 Bab 18 Sembuh
19 Bab 19 Lagi-lagi Tiana Ngamuk
20 Bab 20 Kekhawatiran Nepa
21 Bab 21 Bukan Prioritas
22 Bab 22 Nayra Menepati Janjinya
23 Bab 23 Tiana Kakaknya Nepa?
24 Bab 24 Tidak Punya Empati
25 Bab 25 Tiana Kembali Masuk RS
26 Bab 26 Permintaan Tiana (Direvisi)
27 Bab 27 Hal Yang Tak Biasa
28 Bab 28 Benar-benar Pergi/ Kuretisasi Tiana Ketahuan
29 Bab 29 Buku Diary Nayra
30 Bab 30 Pencarian Ardana
31 Bab 31 Kejutan Ulang Tahun Bu Karina
32 Bab 32 Kemarahan Dua Keluarga
33 Bab 33 Sebuah Petunjuk
34 Bab 34 Kota Makassar
35 Bab 35 Sebuah Artikel
36 Bab 36 Status Dalam KTP
37 Bab 37 Berkas Pengajuan Gugatan Cerai
38 Bab 38 Dilema dan Simalakama
39 Bab 39 Mengundurkan Diri
40 Bab 40 Dikejar Deadline
41 Bab 41 Garis Dua
42 Bab 42 Nayra Berterus Terang
43 Bab 43 Cobaan Apa Lagi?
44 Bab 44 Semua Kontak Hilang
45 Bab 45 Meet And Great Beranda Makassar
46 Bab 46 Kembali Setelah 30 Hari
47 Bab 47 Pecarian Pulau Sumatera
48 Bab 48 Masih Belum Ketemu
49 Bab 49 Sebuah Bunga Tidur Tentang Ardana
50 Bab 50 Ancaman Desersi Dan Sakitnya Sang Mama
51 Bab 51 Kekosongan Yang Semakin Hampa
52 Bab 52 Cerita Tentang Ardana
53 Bab 53 Kegundahan
54 Bab 54 Tamu Tak Terduga
55 Bab 55 Pertemuan Keluarga dan Penjelasan Nayra
56 Bab 56 Ketegangan Yang Terurai
57 Bab 57 Mendatangi Rumah Mertua
58 Bab 58 Dia Putrimu
59 Bab 59 Akan Aku Perjuangkan Kembali
60 Bab 60 Maafkan Aku, Beri Aku Kesempatan Sekali Lagi
61 Bab 61 Seperti Orang Asing
62 Bab 62 Senyum Sang Mama Yang Kembali
63 Bab 63 Tidak Mau Terlihat Malu
64 Bab 64 Membangun Rumah Kecil dan Kopi Untuk Papa
65 Bab 65 Mendekatkan Anara
66 Bab 66 Rumah Impian
67 Bab 67 Antar Makan Malam Untuk Papa
68 Bab 68 Aku Benci Ardana Yang Dulu
69 Bab 69 Saling Memaafkan
70 Bab 70 Pindah Rumah dan Kalimat Cinta
71 Bab 71 Sarapan Pagi Pertama di Rumah Baru
72 Bab 72 Percikan Api Kesalahpahaman
73 Bab 73 Rencana Dua Besan
74 Bab 74 Komen Pembaca dan Haters
75 Bab 75 Marah Mengundang Gelora
76 Bab 76 Sisa Semalam
77 Bab 77 Seperti Pengantin Baru
78 Bab 78 Alasan
79 Bab 79 Kehangatan Malam dan Rasa Cemburu
80 Bab 80 Bertemu Tama
81 Bab 81 Dinner Romantis
82 Bab 82 Dendam Tiana
83 Bab 83 Gebet Tama
84 Bab 84 Kebahagiaan Dua Keluarga
85 Bab 85 Menemui Kapten Pilot Setyadi
86 Bab 86 Penjelasan Setyadi
87 Bab 87 Janji dan Kesungguhan Setyadi
88 Bab 88 Penolakan Tiana
89 Bab 89 Dimabuk Cinta
90 Bab 90 Kehangatan di Kota Hujan
91 Bab 91 Bertemu Nepa
92 Bab 92 Tidak Akan Bosan
93 Bab 93 Masih Terkenang Masa Lalu
94 Bab 94 Kehamilan yang Tidak Diduga (tamat)
95 Karya Baru; Judul : Jadi Ibu Tiri dari Anak Sang Kapten Dingin, Karena Hutang
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bab 1 Tiga Tahun Seakan Tidak Berbekas
2
Bab 2 Wangi Parfum Wanita
3
Bab 3 Belahan Jiwa
4
Bab 4 Sebuah Pertanyaan di Acara Halal Bihalal
5
Bab 5 Sebuah Perjodohan
6
Bab 6 Berkunjung Ke Rumah Orang Tua Nayra
7
Bab 7 Semua Perbincangan Itu Didengar Nayra
8
Bab 8 Kecewa Nayra
9
Bab 9 Sebuah Ancaman Untuk Ardana
10
Bab 10 Menyebut Nama Tiana Berulang Kali
11
Bab 11 Pergi Jauh
12
Bab 12 Tekad Iblis
13
Bab 13 Nayra Demam
14
Bab 14 Baru Kali Ini Melihat Nayra Marah
15
Bab 15 Bu Karina Datang
16
Bab 16 Aku Yang Akan Menghangatkan Tubuhmu
17
Bab 17 Igauan Nayra, Ancaman Bu Karina
18
Bab 18 Sembuh
19
Bab 19 Lagi-lagi Tiana Ngamuk
20
Bab 20 Kekhawatiran Nepa
21
Bab 21 Bukan Prioritas
22
Bab 22 Nayra Menepati Janjinya
23
Bab 23 Tiana Kakaknya Nepa?
24
Bab 24 Tidak Punya Empati
25
Bab 25 Tiana Kembali Masuk RS
26
Bab 26 Permintaan Tiana (Direvisi)
27
Bab 27 Hal Yang Tak Biasa
28
Bab 28 Benar-benar Pergi/ Kuretisasi Tiana Ketahuan
29
Bab 29 Buku Diary Nayra
30
Bab 30 Pencarian Ardana
31
Bab 31 Kejutan Ulang Tahun Bu Karina
32
Bab 32 Kemarahan Dua Keluarga
33
Bab 33 Sebuah Petunjuk
34
Bab 34 Kota Makassar
35
Bab 35 Sebuah Artikel
36
Bab 36 Status Dalam KTP
37
Bab 37 Berkas Pengajuan Gugatan Cerai
38
Bab 38 Dilema dan Simalakama
39
Bab 39 Mengundurkan Diri
40
Bab 40 Dikejar Deadline
41
Bab 41 Garis Dua
42
Bab 42 Nayra Berterus Terang
43
Bab 43 Cobaan Apa Lagi?
44
Bab 44 Semua Kontak Hilang
45
Bab 45 Meet And Great Beranda Makassar
46
Bab 46 Kembali Setelah 30 Hari
47
Bab 47 Pecarian Pulau Sumatera
48
Bab 48 Masih Belum Ketemu
49
Bab 49 Sebuah Bunga Tidur Tentang Ardana
50
Bab 50 Ancaman Desersi Dan Sakitnya Sang Mama
51
Bab 51 Kekosongan Yang Semakin Hampa
52
Bab 52 Cerita Tentang Ardana
53
Bab 53 Kegundahan
54
Bab 54 Tamu Tak Terduga
55
Bab 55 Pertemuan Keluarga dan Penjelasan Nayra
56
Bab 56 Ketegangan Yang Terurai
57
Bab 57 Mendatangi Rumah Mertua
58
Bab 58 Dia Putrimu
59
Bab 59 Akan Aku Perjuangkan Kembali
60
Bab 60 Maafkan Aku, Beri Aku Kesempatan Sekali Lagi
61
Bab 61 Seperti Orang Asing
62
Bab 62 Senyum Sang Mama Yang Kembali
63
Bab 63 Tidak Mau Terlihat Malu
64
Bab 64 Membangun Rumah Kecil dan Kopi Untuk Papa
65
Bab 65 Mendekatkan Anara
66
Bab 66 Rumah Impian
67
Bab 67 Antar Makan Malam Untuk Papa
68
Bab 68 Aku Benci Ardana Yang Dulu
69
Bab 69 Saling Memaafkan
70
Bab 70 Pindah Rumah dan Kalimat Cinta
71
Bab 71 Sarapan Pagi Pertama di Rumah Baru
72
Bab 72 Percikan Api Kesalahpahaman
73
Bab 73 Rencana Dua Besan
74
Bab 74 Komen Pembaca dan Haters
75
Bab 75 Marah Mengundang Gelora
76
Bab 76 Sisa Semalam
77
Bab 77 Seperti Pengantin Baru
78
Bab 78 Alasan
79
Bab 79 Kehangatan Malam dan Rasa Cemburu
80
Bab 80 Bertemu Tama
81
Bab 81 Dinner Romantis
82
Bab 82 Dendam Tiana
83
Bab 83 Gebet Tama
84
Bab 84 Kebahagiaan Dua Keluarga
85
Bab 85 Menemui Kapten Pilot Setyadi
86
Bab 86 Penjelasan Setyadi
87
Bab 87 Janji dan Kesungguhan Setyadi
88
Bab 88 Penolakan Tiana
89
Bab 89 Dimabuk Cinta
90
Bab 90 Kehangatan di Kota Hujan
91
Bab 91 Bertemu Nepa
92
Bab 92 Tidak Akan Bosan
93
Bab 93 Masih Terkenang Masa Lalu
94
Bab 94 Kehamilan yang Tidak Diduga (tamat)
95
Karya Baru; Judul : Jadi Ibu Tiri dari Anak Sang Kapten Dingin, Karena Hutang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!