Bab 6

"Nisa, Anisa buka pintunya." Ketuk dimas di daun pintu kamar mereka.

Anisa yang masih tersandar dipintu kamar terkejut, dia berharap laki-laki itu sudah berangkat ke kantor namun nyatanya kini sedang berada di depan pintu tempat dia bersandar.

"Ya Allah apa yang akan aku lakukan ? Lagipula kenapa dia belum berangkat sih." Gerutu Anisa sembari menekan dadanya, berharap organ tubuh yang sedang berdetak cepat itu tidka keluar dari tempatnya.

"Anisa buka pintunya, aku ingin bicara." Suara bariton milik suaminya itu kembali terdengar dari balik pintu.

Suaminya, ck suami ? bukan, atasannya di kantor itu akan terus berada disana selama dia tidak membukakan pintu, selama itu juga laki-laki itu akan tetap berada di sana. Anisa menarik nafasnya dalam kemudian membuka pintu kamar dengan hati-hati. Dan benar saja laki-laki tampan itu sedang berdiri menatap padanya.

" Ada apa ? kenapa mas belum berangkat kerja ?" Nisa berusaha setenang mungkin, menahan degub jantung yang semakin menggila di dalam sana.

"Kamu marah?" Tanya Dimas masih menatap pada manik yang kini sudah mengalihkan tatapannya ke tempat lain.

" Marah ? Kenapa ? sepertinya tidak ada hal yang perlu membuatku marah" Kata Anisa gugup namun berusaha menatap pada laki-laki di hadapannya ini.

Hening mengambil alih, Dimas hanya menatap lekat pada tubuh mungil di depannya tanpa bersuara. Sedangakan yang di tatapnya lekat, kini kembali mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

"Apa hanya itu yang ingin mas tanyakan ? aku permisi mau mandi. Dan jika tidak berangkat sekarang, mas akan terlamabat ke kantor." Kata Anisa ingin mengakhiri percakapan, dia tidak tahu berapa lama bisa menahan kegugupannya jika Dimas terus menatap seperti itu padanya. Anisa berniat menutup kembali pintu kamar, namun Dimas menahannya dengan kaki yang sudah memakai sepatu dengan rapi hingga pintu itu tetap mash terbuka.

" Ini rumahku kalau kau lupa, dan itu perusahaanku terserah padaku mau pergi jam berapa." Kata Dimas ketus. Dia sudah mulai terusik…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Jumadin Adin

Jumadin Adin

nina ini sahabatnya anisa

2023-01-15

0

moemoe

moemoe

Merah hijau bukan sih???kok merah biru ya bukuny?

2022-06-19

0

@ oktarini#

@ oktarini#

sakit sungguh sakit....

2022-05-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!