Bab 2 Masih Pera-wan?

"Tuan, ini kamarnya. Nomor 404," ucap Marco sambil menunduk hormat, tangannya memegang kunci kartu elektrik yang baru saja ia terima dari resepsionis.

Dominic berdiri di depan pintu dengan wajah datar dan rahangnya mengeras. "Kau yakin ini cara yang benar, Marco? Membeli wanita dari keluarga tidak jelas itu?"

Marco mengangkat bahu tipis. "Anda butuh pelampiasan, Tuan. Dan jujur saja, setelah mendengar nona Clara berteriak tadi, saya rasa anda butuh sesuatu yang jauh lebih tenang daripada seorang model yang terlalu banyak bicara."

"Wanita tetaplah wanita, Marco. Mereka semua sama. Hanya menginginkan uang dan kuasa," desis Dominic dingin. Ia menyambar kartu itu dari tangan Marco. "Tunggu di sini. Jangan biarkan siapa pun mengganggu, termasuk istriku jika dia menelepon."

"Dimengerti, Tuan. Selamat menikmati malam anda."

Pintu pun terbuka. Dominic melangkah masuk ke dalam kegelapan yang hanya diterangi lampu remang-remang di sudut ruangan.

Awalnya, ia berniat untuk sekadar duduk, merokok, dan membiarkan wanita di dalam sana meringkuk di pojokan. Karena ia tidak tertarik pada pemuasan nafsu sesaat.

Namun, suara rintihan kecil dari atas tempat tidur menghentikan langkahnya.

"Panas... tolong aku.. siapapun... ini sangat panas..."

Dominic mendekat. Di sana, di atas seprai putih yang kini berantakan, seorang gadis meringkuk dengan tubuh gemetar hebat.

Rambut panjangnya menutupi wajah, namun kulit bahunya yang terekspos tampak memerah, seolah-olah ada api yang membakar dari dalam.

"Ada apa denganmu?" tanya Dominic.

Gadis itu mendongak. Matanya berubah sayu dan berkaca-kaca karena pengaruh obat yang dipaksakan ibu tirinya.

Saat melihat sosok pria tinggi tegap di hadapannya, Keyla tidak lari. Alih-alih takut, ia justru merangkak mendekat, tangannya yang mungil meraih ujung kemeja mahal Dominic.

"Tolong... bantu aku... aku tidak tahan..." rintih Keyla dengan serak dan penuh penderitaan sekaligus gai-rah yang tak terkendali.

Dominic menatapnya dengan pandangan menghina. "Jadi ini caramu merayu pelanggan? Dengan akting kepanasan, hum?"

"Bukan... hiks... mereka memberiku sesuatu... tolong, kepalaku mau pecah..."

Tanpa aba-aba, tangan Keyla yang gemetar mulai menarik ritsleting gaun merahnya. Dengan gerakan kasar dan putus asa, ia melepaskan kain tipis itu hingga jatuh ke lantai, menyisakan tubuh polosnya.

Keyla tidak peduli dengan rasa malu, ia hanya ingin rasa terbakar di kulitnya hilang.

Dominic menelan ludah. Matanya yang biasanya sedingin es tiba-tiba menangkap sesuatu yang berbeda. Ia menatap mata Keyla, mata yang jernih meski sedang dikaburkan obat, mata yang memancarkan kesedihan mendalam sekaligus kepolosan yang belum pernah ia temui.

Sesuatu di dalam dada Dominic meledak. Itu bukan sekadar nafsu, tapi dorongan posesif yang liar.

Pikirannya melayang pada Clara, wanita yang selalu menolaknya, yang egois, yang dingin. Dan sekarang, di depannya, ada seorang gadis yang memohon bantuannya dengan cara yang paling primitif.

"Kau tidak tahu apa yang kau minta, Gadis Kecil," desis Dominic. Ia mencengkeram rahang Keyla, memaksanya menatapnya.

"Lakukan... apa saja... asalkan rasa panas ini hilang..." Keyla berbisik lirih, air matanya jatuh mengenai ibu jari Dominic.

"Aku harus melayani mu... supaya keluargaku selamat... kumohon..."

Mendengar kata melayani dan keluarga, amarah Dominic memuncak. Ia benci bagaimana dunia ini bekerja, dan ia benci bagaimana ia tiba-tiba merasa begitu menginginkan gadis ini.

Dengan satu sentakan kasar, Dominic mendorong Keyla kembali ke tempat tidur dan menindihnya.

Pria itu membungkam bibir Keyla dengan ciuman yang brutal. Ia me-lumatnya, menyesap setiap sisa rasa alkohol dan keputusasaan di sana.

Keyla menjerit dalam ciuman itu, tangannya mencengkeram bahu kokoh Dominic, mencoba mencari pegangan di tengah badai yang menghantamnya.

Saat Dominic memasukinya dengan sekali sen-takan kuat, sebuah jeritan kesakitan yang menyayat hati memenuhi ruangan.

"Aakh! Sakit... berhenti... tolong sakit sekali..." Keyla terisak, tubuhnya menegang kaku. Darah segar merembes di atas seprai putih itu.

Dominic membeku. Napasnya memburu di ceruk leher Keyla. "Kau masih pera-wan?"

Selama hidupnya, Dominic tidak pernah menyentuh wanita lain kecuali istrinya. Dan ia tahu persis bahwa Clara tidak pernah memberikan hadiah pertama spesial seperti ini padanya.

Gadis ini adalah yang kedua, namun dia adalah yang pertama yang benar-benar memberikan mahkotanya tanpa syarat, meski di bawah paksaan.

"Hiks... sakit... tapi jangan berhenti..." Keyla meracau, pengaruh obat itu membuatnya kehilangan akal sehat. "Lanjutkan..."

Dominic tidak bisa menahan diri lagi. Rasa sempit yang menjepit miliknya seolah-olah mengunci jiwanya.

Ia bergerak dengan ritme yang semakin cepat, melampiaskan seluruh kekesalannya pada Clara, pada ibunya, dan pada dunia lewat tubuh kecil Keyla.

Setiap erangan Keyla menjadi candu baru baginya.

Ia merasa haus, sangat haus, dan hanya gadis di bawahnya ini yang bisa memuaskannya.

*

*

Sementara itu, di luar pintu, Marco bersandar di dinding sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba, benda itu bergetar hebat.

Dan nama Clara muncul di layar.

Marco menghela napas panjang, lalu menggeser tombol hijau.

"Ya, Nona Clara?" ucap Marco dengan nada yang dibuat-buat sopan.

"Marco! Di mana Dominic?! Kenapa dia tidak mengangkat teleponku? Berikan ponselnya padanya sekarang!" teriak Clara bahkan tanpa perlu fitur loudspeaker.

Marco menjauhkan ponsel itu sedikit dari telinganya, lalu meringis. "Aduh, Nona. Tuan Dominic sedang... ah, dia sedang ada rapat dadakan. Sangat mendadak. Dan tidak bisa diganggu."

"Rapat apa jam begini?! Aku tahu dia marah soal tadi, tapi jangan kekanak-kanakan! Suruh dia pulang sekarang!"

"Wah, saya rasa rapat kali ini butuh waktu semalam suntuk, Nona. Maklum, banyak masalah teknis yang harus diselesaikan secara manual," jawab Marco sambil menahan tawa.

Ia membayangkan wajah Clara yang mungkin sedang memakai masker wajah seharga puluhan juta namun hatinya terbakar cemburu.

"Kau bicara apa, Marco? Kau pikir aku bodoh?! Katakan di mana kalian!"

"Kami di... aduh, sinyalnya jelek sekali, Nona. Kresek... kresek... Sepertinya saya masuk ke area tanpa jangkauan. Sampai jumpa besok pagi!"

Klik!

Marco mematikan sambungan itu dan langsung memblokir nomor Clara untuk sementara. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding, mendengar sayup-sayup suara rintihan dari balik pintu 404.

"Kasihan sekali nona model itu," gumam Marco sambil menggeleng-geleng. "Disentuh suaminya saja tidak mau, sekarang suaminya sedang mencicipi hidangan penutup yang jauh lebih manis. Memang benar kata orang, jangan sombong kalau punya barang berharga, nanti dipinjam orang lain tanpa izin."

Terpopuler

Comments

Naluri Chan

Naluri Chan

CK ada ya istri modelan kaya Clara kn jaman canggih plus duit banyak yg dari gendut pasca hamil bisa olahraga senam operasi biar kenceng dan langsing bodoh bamget😄😄

2026-06-22

2

Eka 'aina

Eka 'aina

izin mampir kak, baru baca 2 bab kok bikin penasaran 🙏

2026-06-12

0

ollyooliver

ollyooliver

marco nih tipe pria gk setia, kalau dia punya pasangan, trus ribut melampiaskannya dengan cara bermain wanita

2026-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal
2 Bab 2 Masih Pera-wan?
3 Bab 3 Kita Akan Menikah
4 Bab 4 Sah!
5 Bab 5 Cantik
6 Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7 Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8 Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9 Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10 Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11 Bab 11 Rencana Licik
12 Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13 Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14 Bab 14 Sama-sama Gelisah
15 Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16 Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17 Bab 17 Mati Saja Kau!
18 Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19 Bab 19 Dingin, Tuan...
20 Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21 Bab 21 Pelayanan Ekstra
22 Bab 22 Menjadi Mata-mata
23 Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24 Bab 24 Wanita Egois
25 Bab 25 Rahasia
26 Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27 Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28 Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29 Bab 29 Tembak Aku!
30 Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31 Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32 Bab 32 Tes DNA
33 Bab 33 Kejutan Yang Indah
34 Bab 34 Kita Bercerai Saja
35 Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36 Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37 Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38 Bab 38 Patah Hati
39 Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40 Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41 Bab 41 Berpisah Sementara
42 Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43 Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44 Bab 44 Hukuman
45 Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46 Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47 Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48 Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49 Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50 Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51 Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52 Bab 52 Menuntut Penjelasan
53 Bab 53 Tak Pernah Akur
54 Bab 54 Misi
55 Bab. 55 Mimpi Buruk
56 Bab 56 Menendang Burungku!
57 Bab 57 Teror
58 Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59 Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60 Bab 60 Anggap Mereka Patung
61 Bab 61 Pura-pura Bodoh
62 Bab 62 Klub Malam
63 Bab 63 Tiga Juta Dolar
64 Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65 Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66 Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67 Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68 Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69 Bab 69 Investasi Biologis!
70 Bab 70 Harus Menikah
71 Bab 71 Kesepakatan
72 Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73 Bab 73 Tua Bangka
74 Bab 74 Tarik Menarik
75 Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76 Bab 76 Malam Pertama
77 Bab 77 Liburan
78 Bab 78 Khawatir
79 Bab 79 Diseruduk Banteng
80 Bab 80 Undangan Pesta
81 Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82 Bab 82 Menghadiri Pesta
83 Bab 83 Terlalu Khawatir
84 Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85 Bab 85 Mobil Bergoyang
86 Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87 Bab 87 Bayi Laki Laki
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1 Awal
2
Bab 2 Masih Pera-wan?
3
Bab 3 Kita Akan Menikah
4
Bab 4 Sah!
5
Bab 5 Cantik
6
Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7
Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8
Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9
Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10
Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11
Bab 11 Rencana Licik
12
Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13
Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14
Bab 14 Sama-sama Gelisah
15
Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16
Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17
Bab 17 Mati Saja Kau!
18
Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19
Bab 19 Dingin, Tuan...
20
Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21
Bab 21 Pelayanan Ekstra
22
Bab 22 Menjadi Mata-mata
23
Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24
Bab 24 Wanita Egois
25
Bab 25 Rahasia
26
Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27
Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28
Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29
Bab 29 Tembak Aku!
30
Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31
Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32
Bab 32 Tes DNA
33
Bab 33 Kejutan Yang Indah
34
Bab 34 Kita Bercerai Saja
35
Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36
Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37
Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38
Bab 38 Patah Hati
39
Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40
Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41
Bab 41 Berpisah Sementara
42
Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43
Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44
Bab 44 Hukuman
45
Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46
Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47
Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48
Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49
Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50
Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51
Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52
Bab 52 Menuntut Penjelasan
53
Bab 53 Tak Pernah Akur
54
Bab 54 Misi
55
Bab. 55 Mimpi Buruk
56
Bab 56 Menendang Burungku!
57
Bab 57 Teror
58
Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59
Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60
Bab 60 Anggap Mereka Patung
61
Bab 61 Pura-pura Bodoh
62
Bab 62 Klub Malam
63
Bab 63 Tiga Juta Dolar
64
Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65
Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66
Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67
Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68
Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69
Bab 69 Investasi Biologis!
70
Bab 70 Harus Menikah
71
Bab 71 Kesepakatan
72
Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73
Bab 73 Tua Bangka
74
Bab 74 Tarik Menarik
75
Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76
Bab 76 Malam Pertama
77
Bab 77 Liburan
78
Bab 78 Khawatir
79
Bab 79 Diseruduk Banteng
80
Bab 80 Undangan Pesta
81
Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82
Bab 82 Menghadiri Pesta
83
Bab 83 Terlalu Khawatir
84
Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85
Bab 85 Mobil Bergoyang
86
Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87
Bab 87 Bayi Laki Laki

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!