Bab 5 Cantik

"Tuan, aku serius. Harga satu gaun di sini bisa dipakai untuk makan setahun di kantin kampusku. Apa Tuan tidak rugi?"

Keyla berdiri mematung di tengah butik mewah yang interiornya didominasi warna emas dan kristal.

Keyla meremas ujung gaun merah pemberian Siska yang sudah kusut. Matanya menatap deretan label harga yang angka nolnya membuat kepalanya pusing seketika.

Dominic tidak menjawab. Ia hanya duduk di sofa paling ujung, menyilangkan kaki panjangnya dengan angkuh. Sementara tangannya sibuk menyesap kopi pahit yang disuguhkan pelayan butik.

"Ambil saja gaun apa pun yang kau suka. Jangan membuatku mengulang kalimat yang sama," ucap Dominic dingin, matanya bahkan tidak beralih dari ponsel di tangannya.

"Semuanya? Maksud Tuan, aku boleh memilih lebih dari satu?" tanya Keyla.

"Ya. Kau mau menolak?" Dominic akhirnya mendongak, menatap Keyla dengan tatapan tajam yang mengintimidasi.

Keyla menggigit bibir bawahnya, wajahnya seketika langsung memucat. "Bukan menolak, tapi ini harganya sangat mahal, Tuan. Aku tidak punya uang sebanyak itu untuk membayarnya. Kalau aku paksa beli, aku bisa jadi gembel dadakan setelah keluar dari sini."

Hening sejenak. Lalu...

"Pfft—Hahahaha!" tawa Dominic pecah seketika. Suara tawa yang berat, dalam, dan terdengar sangat lepas memenuhi ruangan butik itu.

Marco yang berdiri di samping sofa, hampir saja menjatuhkan tablet di tangannya. Matanya membelalak, mulutnya sedikit terbuka.

Selama menjadi asisten pribadi, ia belum pernah mendengar Dominic tertawa seperti itu. Biasanya, pria itu hanya tersenyum tipis yang penuh ancaman atau seringai sinis.

Tapi kali ini, Dominic benar-benar tertawa karena kepolosan seorang gadis kecil.

Keyla justru cemberut. Matanya berkaca-kaca karena merasa sedang dipermalukan. "Kenapa Tuan tertawa? Aku serius! Tabunganku tidak sampai satu persen dari harga kancing gaun itu!"

Dominic berdehem pelan, meski sisa-sisa geli masih terlihat di sudut matanya. Ia menatap Keyla yang tampak ingin menangis sekaligus kesal.

"Kau pikir untuk apa kau menyandang nama belakangku sekarang? Untuk menghitung kembalian uang belanja?" tanyanya.

"Nona, tolong dengarkan saya," sahut Marco, mencoba menengahi sambil menahan senyum melihat wajah panik Keyla. "Anda tidak perlu khawatir soal uang. Jangankan satu atau dua gaun, jika anda mau, tuan Dominic bisa membeli butik ini beserta seluruh pegawainya hari ini juga hanya untuk anda."

Keyla menganga, matanya mengerjap tidak percaya. "Apa kau bercanda? Membeli butiknya?"

"Tentu saya tidak bercanda, Nona. Kekayaan tuan Dom itu kalau ditumpuk bisa menutupi—"

"Cukup, Marco! Kau mulai melantur," potong Dominic sambil mengangkat tangannya, memberi isyarat agar Marco diam. Ia kembali menatap Keyla yang masih berdiri kaku. "Pilih pakaian yang layak. Kau tidak mungkin bertemu orang tuaku dengan pakaian sampah yang kau pakai sekarang. Dan buang semua pakaian lama yang ada di pikiranmu itu."

Keyla masih ragu. "Tapi, Tuan..."

"Pergi sekarang, atau aku yang akan memilihkan gaun paling terbuka di toko ini untukmu," ancam Dominic dengan wajah tenang.

Mendengar itu, Keyla langsung bergidik. Ia membayangkan gaun-gaun tipis yang sering dipakai Clara di majalah.

Dengan terburu-buru, Keyla akhirnya mengikuti pelayan butik yang sudah menunggu dengan senyum ramah.

"Baik, baik! Aku pilih sendiri!" gumam Keyla sambil melangkah pergi.

Setelah Keyla menjauh, Marco mendekat ke arah Dominic. "Tuan, anda terlihat sangat menikmati moment ini. Apakah nona Clara tahu anda sedang berbelanja dengan istri baru?"

Wajah Dominic kembali mengeras, aura dinginnya kembali menyelimuti ruangan. "Dia terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, Marco. Jika dia ingin aku adil, dia harusnya memberikan apa yang menjadi hakku. Tapi karena dia menolak, maka gadis itu yang akan menikmatinya."

"Tapi Tuan, nona Keyla itu terlihat masih sangat polos. Dia bahkan takut menghabiskan uang anda. Sangat berbeda dengan nona Clara yang bisa menghabiskan satu unit mobil sport dalam sekali belanja di Paris," ucap Marco.

Dominic terdiam sembari menatap ke arah ruang ganti tempat Keyla berada. Ada sesuatu yang aneh di dadanya. Ia tahu ia mengkhianati komitmennya pada Clara, tapi melihat Keyla yang begitu jujur dan tidak tahu apa-apa justru membangkitkan insting protektif yang selama ini terpendam.

Tak lama kemudian, tirai ruang ganti terbuka. Keyla keluar dengan gaun sutra berwarna putih gading yang senada dengan warna kulitnya.

Rambutnya yang berantakan kini disanggul rapi oleh pelayan. Ia tampak seperti seorang putri yang tersesat, wajahnya bersemu merah karena malu.

"Bagaimana, apakah gaun ini cocok untukku?" tanya Keyla malu-malu.

Marco bersiul pelan. "Luar biasa. Tuan, sepertinya pilihan nona Keyla tidak buruk juga."

Dominic bangkit dari sofanya, melangkah mendekat ke arah Keyla. Ia berdiri tepat di depan gadis itu, membuat Keyla harus mendongak untuk menatap wajah suaminya.

Dominic merapikan sedikit kerah gaun Keyla, jemarinya yang hangat bersentuhan dengan kulit leher Keyla yang halus.

"Cantik," bisik Dominic singkat, namun cukup membuat jantung Keyla berdegup tidak keruan.

"Terima kasih, Tuan..."

"Panggil aku Dominic. Atau setidaknya, berhenti memanggilku seolah aku ini bosmu," perintah Dominic. Ia berbalik ke arah kasir tanpa menunggu jawaban Keyla.

"Marco, urus semuanya. Kita berangkat ke kediaman utama sekarang. Orangtuaku pasti sudah tidak sabar melihat kejutan yang kubawa."

Marco mengangguk sigap, namun ia sempat berbisik pada Keyla saat Dominic sudah berjalan jauh. "Nona, saran saya, tarik napas dalam-dalam. Karena setelah ini, anda bukan hanya berhadapan dengan harga gaun yang mahal, tapi dengan mertua.

Keyla menelan ludah. "Apakah mereka menakutkan?"

Marco hanya memberikan jempol dan seringai misterius. "Lebih menakutkan dari hantu klab malam ibu tirimu, Nona. Ayo, jangan biarkan singa kita menunggu terlalu lama!"

Keyla menarik napas panjang, meremas jemarinya sendiri. Ia tidak tahu apa yang menantinya di rumah besar itu.

*

*

"Apa Ibu bilang?! Menikah? Dengan siapa Dominic akan menikah?!" Pekik Clara histeris. Ponsel di genggamannya hampir saja terlepas saat ia mendengar suara ibunya di seberang sana.

"Kau pasti akan sangat terkejut, Sayang. Dominic... dia akan menikahi Keyla, adik tirimu sendiri."

Duar!

Bak tersambar petir di siang bolong, jantung Clara seolah berhenti berdetak. Dunia yang ia bangun dengan keangkuhan mendadak runtuh.

"Keyla? Bagaimana bisa? Bukankah selama ini dia dikurung di rumah belakang tanpa boleh bertemu siapa pun?!"

"Ibu juga tidak tahu bagaimana mereka bertemu! Apa Dominic sudah menghubungimu?" tanya Siska dengan nada cemas.

"Belum, Bu. Argh, Dom sialan! Dia mengabaikan aku!"

"Sebaiknya, kau langsung menuju rumah mertuamu sekarang. Katakan semuanya pada mereka agar Dominic segera menceraikan jala-ng kecil itu sebelum terlambat!" perintah Siska sengaja memprovokasi.

Clara menyeringai, wajah cantiknya berubah menyeramkan. "Baiklah. Aku akan ke sana."

Clara yakin mertuanya yang sangat menjunjung tinggi martabat tidak akan sudi menerima gadis pemuas nafsu dari klab malam sebagai menantu.

Kali ini, Clara bersumpah akan menghancurkan Keyla dan mempermalukannya di depan seluruh keluarga besar Dominic.

Terpopuler

Comments

say't

say't

nah ini ibu n anak kok jalang teriak jalang y 🤣

2026-07-12

0

Siti Aisyah

Siti Aisyah

keangkuhan akan meruntuh kan mu jg carla..gak ada yg gak mungkin semua nya bisa terjadi karena semua berawal dari dirimu sendiri

2026-05-03

0

Mulaini

Mulaini

Clara kamu mau mempermalukan Keyla di depan mertuamu sendiri takutnya akan berbalik ke dirimu.

2026-04-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal
2 Bab 2 Masih Pera-wan?
3 Bab 3 Kita Akan Menikah
4 Bab 4 Sah!
5 Bab 5 Cantik
6 Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7 Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8 Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9 Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10 Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11 Bab 11 Rencana Licik
12 Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13 Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14 Bab 14 Sama-sama Gelisah
15 Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16 Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17 Bab 17 Mati Saja Kau!
18 Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19 Bab 19 Dingin, Tuan...
20 Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21 Bab 21 Pelayanan Ekstra
22 Bab 22 Menjadi Mata-mata
23 Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24 Bab 24 Wanita Egois
25 Bab 25 Rahasia
26 Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27 Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28 Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29 Bab 29 Tembak Aku!
30 Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31 Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32 Bab 32 Tes DNA
33 Bab 33 Kejutan Yang Indah
34 Bab 34 Kita Bercerai Saja
35 Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36 Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37 Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38 Bab 38 Patah Hati
39 Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40 Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41 Bab 41 Berpisah Sementara
42 Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43 Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44 Bab 44 Hukuman
45 Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46 Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47 Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48 Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49 Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50 Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51 Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52 Bab 52 Menuntut Penjelasan
53 Bab 53 Tak Pernah Akur
54 Bab 54 Misi
55 Bab. 55 Mimpi Buruk
56 Bab 56 Menendang Burungku!
57 Bab 57 Teror
58 Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59 Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60 Bab 60 Anggap Mereka Patung
61 Bab 61 Pura-pura Bodoh
62 Bab 62 Klub Malam
63 Bab 63 Tiga Juta Dolar
64 Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65 Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66 Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67 Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68 Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69 Bab 69 Investasi Biologis!
70 Bab 70 Harus Menikah
71 Bab 71 Kesepakatan
72 Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73 Bab 73 Tua Bangka
74 Bab 74 Tarik Menarik
75 Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76 Bab 76 Malam Pertama
77 Bab 77 Liburan
78 Bab 78 Khawatir
79 Bab 79 Diseruduk Banteng
80 Bab 80 Undangan Pesta
81 Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82 Bab 82 Menghadiri Pesta
83 Bab 83 Terlalu Khawatir
84 Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85 Bab 85 Mobil Bergoyang
86 Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87 Bab 87 Bayi Laki Laki
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1 Awal
2
Bab 2 Masih Pera-wan?
3
Bab 3 Kita Akan Menikah
4
Bab 4 Sah!
5
Bab 5 Cantik
6
Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7
Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8
Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9
Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10
Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11
Bab 11 Rencana Licik
12
Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13
Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14
Bab 14 Sama-sama Gelisah
15
Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16
Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17
Bab 17 Mati Saja Kau!
18
Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19
Bab 19 Dingin, Tuan...
20
Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21
Bab 21 Pelayanan Ekstra
22
Bab 22 Menjadi Mata-mata
23
Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24
Bab 24 Wanita Egois
25
Bab 25 Rahasia
26
Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27
Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28
Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29
Bab 29 Tembak Aku!
30
Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31
Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32
Bab 32 Tes DNA
33
Bab 33 Kejutan Yang Indah
34
Bab 34 Kita Bercerai Saja
35
Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36
Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37
Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38
Bab 38 Patah Hati
39
Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40
Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41
Bab 41 Berpisah Sementara
42
Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43
Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44
Bab 44 Hukuman
45
Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46
Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47
Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48
Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49
Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50
Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51
Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52
Bab 52 Menuntut Penjelasan
53
Bab 53 Tak Pernah Akur
54
Bab 54 Misi
55
Bab. 55 Mimpi Buruk
56
Bab 56 Menendang Burungku!
57
Bab 57 Teror
58
Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59
Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60
Bab 60 Anggap Mereka Patung
61
Bab 61 Pura-pura Bodoh
62
Bab 62 Klub Malam
63
Bab 63 Tiga Juta Dolar
64
Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65
Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66
Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67
Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68
Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69
Bab 69 Investasi Biologis!
70
Bab 70 Harus Menikah
71
Bab 71 Kesepakatan
72
Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73
Bab 73 Tua Bangka
74
Bab 74 Tarik Menarik
75
Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76
Bab 76 Malam Pertama
77
Bab 77 Liburan
78
Bab 78 Khawatir
79
Bab 79 Diseruduk Banteng
80
Bab 80 Undangan Pesta
81
Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82
Bab 82 Menghadiri Pesta
83
Bab 83 Terlalu Khawatir
84
Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85
Bab 85 Mobil Bergoyang
86
Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87
Bab 87 Bayi Laki Laki

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!