Bab 4 Sah!

"Astaga, menantuku! Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa tidak bilang-bilang kalau mau datang?" sapa Siska yang baru saja keluar dari lift dan menggandeng seorang pria paruh baya berbadan gemuk dan bermata liar.

Melihat Dominic berada di sana, Siska buru-buru melepaskan gandengannya dan memasang senyum paling manis yang ia punya. Senyum yang penuh dengan tipu muslihat.

Siska menghampiri Dominic dengan langkah terburu-buru, matanya jelalatan mencari sosok lain. "Apa kau datang bersama Clara? Dimana putriku? Harusnya kalian memberiku kabar lebih dulu supaya aku bisa menyiapkan penyambutan yang layak."

Dominic bahkan tidak melirik ibu mertuanya sama sekali. Ia tetap fokus pada cerutu di tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggenggam ponsel yang terus bergetar.

"Anda tidak perlu repot menyambut tuan Dominic, Nyonya Siska. Beliau datang seorang diri karena keinginannya sendiri. Kebetulan beliau sedang suntuk di rumah," potong Marco cepat sebelum Siska sempat menyentuh lengan kemeja bosnya.

Marco tahu betul betapa muak nya Dominic pada keluarga ini. Keluarga parasit yang hanya tahu cara memeras dan bersandiwara.

Dominic menatap layar ponselnya sesaat. Lima puluh panggilan tak terjawab dari Clara.

Biasanya, Dominic adalah orang pertama yang akan panik. Ia akan menelepon balik, mengirim bunga, atau membelikan tas mewah hanya agar Clara berhenti merajuk.

Tapi pagi ini, melihat deretan notifikasi itu hanya membuatnya merasa hambar.

Rasa bersalah yang biasanya menghantuinya seolah menguap bersama asap cerutunya.

"Tuan, aku sudah siap." langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar dari arah tangga darurat.

Keyla muncul dengan wajah pucat, matanya sembab, dan pakaian yang tampak sedikit kusut meski sudah dirapikan sebisa mungkin.

Keyla langsung menghampiri Dominic, jemarinya yang gemetar reflek menyentuh ujung lengan kemejanya.

Melihat pemandangan itu, rahang Siska hampir jatuh. Detik berikutnya, wajahnya memerah padam.

Amarahnya pun meledak seketika.

"Hei, jala-ng kecil! Berani sekali kau bersikap tidak sopan pada menantuku?!" seru Siska.

Tanpa peringatan, ia maju dan menyambar rambut Keyla, menariknya dengan kekuatan penuh hingga kepala Keyla terdongak ke belakang.

"Aakh! Ampun, Ibu!" Keyla menjerit, kedua tangannya berusaha melepaskan cengkeraman kuku-kuku tajam Siska dari kulit kepalanya.

"Kau pikir kau siapa, hah?! Berani-beraninya kau mendekati Dominic! Kau itu sampah, Keyla! Tugasmu semalam sudah selesai, sekarang masuk ke kamarmu!" Siska berteriak kalap. Ia merasa kecolongan besar.

Selama ini ia sengaja menyembunyikan Keyla di rumah belakang agar tidak ada pria berkuasa yang melihat aset berharganya, terutama jangan sampai menantu kayanya ini tahu keberadaan gadis itu.

"Lepaskan calon istriku!" seru Dominic. Suaranya membuat Siska membeku di tempat.

Cengkeramannya pada rambut Keyla perlahan melonggar karena rasa syok yang luar biasa.

"Apa... apa kau bilang? Calon istri?" Siska menganga, matanya mengerjap tidak percaya. "Kau sedang bercanda, kan, Dom? Kau sudah punya Clara! Kau itu menantuku!"

Dominic mematikan cerutunya ke asbak di atas meja lobi dengan perlahan dan penuh penekanan.

"Aku tidak perlu menjelaskan apa pun padamu, Nyonya Siska. Mulai detik ini, urusan Keyla dengan keluargamu sudah berakhir. Aku akan membayar lunas semua hutang keluarganya!"

"Hah?" Siska semakin shock.

Sebenarnya apa yang sudah Keyla berikan untuk Dominic sampai pria itu rela melunasi hutang keluarganya yang menggunung?

Dominic menikmati ekspresi hancur di wajah Siska. Ini adalah bayaran kecil bagi wanita yang tega menjual anak tirinya sendiri.

Melihat Siska gemetar antara takut kehilangan pendonor dana dan amarah karena putrinya diduakan adalah hiburan pagi yang cukup menarik.

"Marco, siapkan mobil sekarang!" perintah Dominic.

"Baik, Tuan. Mobil siap meluncur!" Marco bergegas menuju parkiran, sembari diam-diam ia bersiul kecil. Drama pagi ini lebih seru daripada sinetron jam tayang utama, pikirnya.

Dominic merapikan kerah kemejanya, lalu berbalik menatap Keyla yang masih memegangi kepalanya yang berdenyut.

Dengan gerakan yang tak terduga, ia mengusap kepala gadis itu, merapikan helai rambut yang berantakan karena ulah Siska.

"Sakit?" tanyanya dengan nada yang sedikit melembut, meski wajahnya tetap kaku.

Keyla mendongak, menatap mata elang pria yang baru saja merenggut kesuciannya namun kini seolah menjadi satu-satunya pelindungnya.

Keyla memaksakan sebuah senyum tipis yang getir. "Tidak, Tuan. Aku... aku sudah terbiasa," jawabnya.

Dominic terdiam. Terbiasa, katanya?

Kata itu menyentil sesuatu di sudut hatinya yang paling dalam. Pandai sekali gadis ini berbohong di depan rasa sakitnya sendiri.

Tanpa bicara lagi, Dominic meraih tangan Keyla, menggenggamnya dengan erat, lalu membawanya keluar dari hotel itu tanpa menoleh lagi pada Siska yang masih berdiri mematung seperti orang bodoh di tengah lobi.

"Apa-apaan ini? Menantuku akan menikah lagi? Dengan Keyla?" Siska bergumam sendiri, napasnya memburu. "Apa Clara sudah tahu? Gila! Ini benar-benar gila!"

Dengan tangan gemetar, Siska meraih ponselnya. Ia harus segera menghubungi Clara.

Jika Dominic benar-benar membawa Keyla pergi, maka keran uang dari menantunya itu bisa tersumbat selamanya.

"Halo, Clara?! Kau di mana?! Cepat bangun, bodoh! Suamimu... suamimu baru saja membawa adik tirimu pergi untuk dijadikan istri kedua!"

*

*

Di dalam mobil yang mulai melaju, Marco yang sedang menyetir melirik dari spion tengah ke arah Dominic dan Keyla yang duduk di kursi belakang.

"Tuan," panggil Marco memecah kesunyian. "Hanya sekadar mengingatkan, setelah ini kita ke butik atau langsung ke kediaman utama? Saya perlu tahu durasi keamanan nyawa saya sebelum nona Clara melemparkan vas bunga ke kepala kita semua."

Dominic hanya menatap jalanan di depan dengan dingin. "Catatan sipil lalu butik. Dia tidak bisa bertemu ibuku dengan pakaian sampah seperti ini."

"Siap, Tuan. Saya akan siapkan mental saya untuk menjadi tameng hidup anda nanti siang," gumam Marco sambil menghela napas pasrah.

*

*

Gedung itu menjadi saksi sebuah ikatan yang lahir dari keterpaksaan. Di hadapan petugas dan Tuhan, janji suci diucapkan.

"Selamat, kalian resmi menjadi suami istri," ucap petugas itu seraya menutup berkas yang baru saja ditandatangani.

Keyla mendongak, menatap pria yang kini sah menjadi suaminya. Matanya yang sendu berkaca-kaca, memancarkan ketakutan akan masa depan yang gelap.

Baginya, pernikahan ini bukanlah perlindungan, melainkan penjara baru setelah kehormatannya direnggut semalam.

Dominic menatap balik dengan sepasang mata elang yang dingin, tanpa ada binar cinta sedikit pun. Namun, saat melihat air mata Keyla hampir jatuh, ia meraih tengkuk gadis itu, menariknya mendekat hingga kening mereka bersentuhan.

"Jangan menangis. Kau sudah berada di bawah kendaliku sekarang," bisik Dominic. "Aku akan bertanggung jawab penuh, terutama jika benihku mulai tumbuh di rahimmu. Tidak akan ada yang berani menyentuhmu lagi, termasuk keluargamu yang bajingan itu."

Terpopuler

Comments

vj'z tri

vj'z tri

lebaran udah lewat tinggal digoyang up-nya ya Thor /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2026-03-31

1

jewel

jewel

walaupun si clara rada rada jahat tapi clara juga korban dari ibu nya. Mungkin aja si clara menikahi Dominic cuma biar mamah nya seneng dan dapet duit terus. Duh jahat banget nenek lampir satu ini😭

2026-05-08

0

Su Narti

Su Narti

lanjut Thor, biar tambah seru, pengen tau Clara ngamuk 😍😍😍💪💪💪💪💪💪

2026-03-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal
2 Bab 2 Masih Pera-wan?
3 Bab 3 Kita Akan Menikah
4 Bab 4 Sah!
5 Bab 5 Cantik
6 Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7 Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8 Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9 Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10 Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11 Bab 11 Rencana Licik
12 Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13 Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14 Bab 14 Sama-sama Gelisah
15 Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16 Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17 Bab 17 Mati Saja Kau!
18 Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19 Bab 19 Dingin, Tuan...
20 Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21 Bab 21 Pelayanan Ekstra
22 Bab 22 Menjadi Mata-mata
23 Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24 Bab 24 Wanita Egois
25 Bab 25 Rahasia
26 Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27 Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28 Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29 Bab 29 Tembak Aku!
30 Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31 Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32 Bab 32 Tes DNA
33 Bab 33 Kejutan Yang Indah
34 Bab 34 Kita Bercerai Saja
35 Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36 Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37 Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38 Bab 38 Patah Hati
39 Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40 Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41 Bab 41 Berpisah Sementara
42 Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43 Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44 Bab 44 Hukuman
45 Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46 Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47 Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48 Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49 Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50 Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51 Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52 Bab 52 Menuntut Penjelasan
53 Bab 53 Tak Pernah Akur
54 Bab 54 Misi
55 Bab. 55 Mimpi Buruk
56 Bab 56 Menendang Burungku!
57 Bab 57 Teror
58 Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59 Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60 Bab 60 Anggap Mereka Patung
61 Bab 61 Pura-pura Bodoh
62 Bab 62 Klub Malam
63 Bab 63 Tiga Juta Dolar
64 Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65 Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66 Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67 Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68 Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69 Bab 69 Investasi Biologis!
70 Bab 70 Harus Menikah
71 Bab 71 Kesepakatan
72 Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73 Bab 73 Tua Bangka
74 Bab 74 Tarik Menarik
75 Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76 Bab 76 Malam Pertama
77 Bab 77 Liburan
78 Bab 78 Khawatir
79 Bab 79 Diseruduk Banteng
80 Bab 80 Undangan Pesta
81 Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82 Bab 82 Menghadiri Pesta
83 Bab 83 Terlalu Khawatir
84 Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85 Bab 85 Mobil Bergoyang
86 Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87 Bab 87 Bayi Laki Laki
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1 Awal
2
Bab 2 Masih Pera-wan?
3
Bab 3 Kita Akan Menikah
4
Bab 4 Sah!
5
Bab 5 Cantik
6
Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7
Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8
Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9
Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10
Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11
Bab 11 Rencana Licik
12
Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13
Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14
Bab 14 Sama-sama Gelisah
15
Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16
Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17
Bab 17 Mati Saja Kau!
18
Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19
Bab 19 Dingin, Tuan...
20
Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21
Bab 21 Pelayanan Ekstra
22
Bab 22 Menjadi Mata-mata
23
Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24
Bab 24 Wanita Egois
25
Bab 25 Rahasia
26
Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27
Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28
Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29
Bab 29 Tembak Aku!
30
Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31
Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32
Bab 32 Tes DNA
33
Bab 33 Kejutan Yang Indah
34
Bab 34 Kita Bercerai Saja
35
Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36
Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37
Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38
Bab 38 Patah Hati
39
Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40
Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41
Bab 41 Berpisah Sementara
42
Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43
Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44
Bab 44 Hukuman
45
Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46
Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47
Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48
Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49
Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50
Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51
Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52
Bab 52 Menuntut Penjelasan
53
Bab 53 Tak Pernah Akur
54
Bab 54 Misi
55
Bab. 55 Mimpi Buruk
56
Bab 56 Menendang Burungku!
57
Bab 57 Teror
58
Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59
Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60
Bab 60 Anggap Mereka Patung
61
Bab 61 Pura-pura Bodoh
62
Bab 62 Klub Malam
63
Bab 63 Tiga Juta Dolar
64
Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65
Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66
Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67
Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68
Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69
Bab 69 Investasi Biologis!
70
Bab 70 Harus Menikah
71
Bab 71 Kesepakatan
72
Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73
Bab 73 Tua Bangka
74
Bab 74 Tarik Menarik
75
Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76
Bab 76 Malam Pertama
77
Bab 77 Liburan
78
Bab 78 Khawatir
79
Bab 79 Diseruduk Banteng
80
Bab 80 Undangan Pesta
81
Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82
Bab 82 Menghadiri Pesta
83
Bab 83 Terlalu Khawatir
84
Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85
Bab 85 Mobil Bergoyang
86
Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87
Bab 87 Bayi Laki Laki

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!