Bab 3 Kita Akan Menikah

Keyla membuka mata, tubuhnya seakan remuk, seolah setiap inci tulangnya dipatahkan dan disatukan kembali secara paksa.

Ia melirik seprai putih yang kini menyisakan noda merah yang telah mengering, saksi bisu kehormatan yang ia tukar dengan tumpukan hutang kasino keluarganya.

Di sampingnya, pria itu masih terlelap. Wajahnya yang tegas dengan bayangan bulu halus di rahangnya tampak begitu tenang, sangat kontras dengan kegilaan yang ia ciptakan semalam.

Keyla menahan napas, berusaha bangkit perlahan tanpa suara.

"Aku harus pergi. Ibu harus tahu kalau tugas ini sudah selesai. Aku bebas," batinnya.

Namun, baru saja kakinya menyentuh lantai, sebuah suara berat yang serak khas bangun tidur menghentikan gerakannya.

"Mau kemana kau?"

Keyla tersentak, refleks menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Ia menoleh dan mendapati pria itu sudah menumpu kepala dengan lengannya, menatapnya tajam.

"Aku... aku mau pulang. Bukankah tugasku sudah selesai?" jawab Keyla lirih, suaranya hampir hilang di tenggorokan.

Dominic mendengus sinis, ia bangkit duduk, membiarkan otot-otot dadanya yang kokoh terekspos. "Siapa bilang tugasmu sudah selesai? Bersihkan dirimu. Aku tunggu di bawah dalam tiga puluh menit."

Keyla mengerutkan kening, bingung sekaligus takut.

"Maksud Tuan apa? Aku tidak mau lagi berurusan dengan Tuan. Hutang keluargaku sudah lunas, kan?"

Keyla tahu watak ibu tirinya. Jika ia terus berhubungan dengan pria ini, Siska pasti akan terus memerasnya, menjadikannya sapi perah tanpa henti.

Keyla hanya ingin kembali ke kehidupannya yang normal. Kuliah, belajar, dan melupakan mimpi buruk ini.

Dominic berdiri, melangkah mendekat dengan aura intimidasi yang membuat oksigen di ruangan itu seolah menipis. "Kita akan menikah."

"A–apa? Menikah?" pekik Keyla dengan matanya membulat sempurna. "Tuan gila? Aku tidak mau menikah denganmu! Aku masih kuliah, aku punya masa depan, dan... dan aku juga punya kekasih!"

Mendengar kata kekasih, sudut bibir Dominic terangkat, membentuk senyum kecut yang menghina.

"Kekasih? Gadis mana yang punya kekasih tapi mau menjual dirinya pada pria asing sepertiku demi uang?" Dominic meraih dagu Keyla, memaksanya mendongak.

"Kekasihmu itu pasti akan sangat kecewa jika tahu apa yang kita lakukan berkali-kali semalam, bukan? Dia tidak akan sudi menyentuh barang bekas dariku," lanjutnya.

Deg!

Jantung Keyla seolah berhenti berdetak. Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hatinya.

Benar, jika pacarnya tahu, dunia mereka akan hancur. Tapi menikah dengan pria asing ini? Itu sama saja masuk ke lubang singa yang lain.

"Jangan banyak protes lagi. Aku paling tidak suka menunggu. Cepat masuk ke kamar mandi atau aku sendiri yang akan menyeretmu ke sana," ucap Dominic dingin, lalu ia mulai memakai pakaiannya seolah keberadaan Keyla di sana hanya angin lalu.

Bagi Dominic, prinsip hidupnya sederhana namun kaku. Ayah dan ibunya mendidiknya dengan kode kehormatan yang keras, jika kau merusak sesuatu, kau harus bertanggung jawab.

Dan semalam, ia tidak hanya merusak, ia mengambil sesuatu yang tak bisa dikembalikan.

Jika ibunya tahu ia menelantarkan gadis perawan yang telah ia tiduri, kepalanya bisa benar-benar dipenggal oleh tradisi keluarga besarnya.

"Sial! Harusnya aku tidak terjebak dengan gadis ini," gumam Dominic pelan sambil memijat keningnya saat ia keluar dari kamar.

Tapi dalam hati kecilnya, ia tak bisa memungkiri bahwa aroma tubuh Keyla dan rintihan gadis itu semalam telah menjadi candu yang mulai meracuni logikanya.

*

*

Di luar kamar, Marco berdiri tegak dengan setelan jas yang sedikit kusut. Matanya yang merah dan kantung mata hitam yang menggantung menunjukkan bahwa ia benar-benar tidak tidur semenit pun.

"Anda sudah selesai, Tuan? Mari kita pulang sekarang sebelum saya pingsan karena kurang kafein," ucap Marco dengan suara lemas.

Dominic mengeluarkan cerutunya, menyalakannya dengan tenang. "Bodoh. Harusnya kau bisa menunggu di kamar lain dan menikmati para wanita di klub ini, bukannya berdiri seperti patung di depan pintu."

Marco memutar bola matanya malas. "Yah, saya tidak suka jajan sembarangan, Tuan. Prinsip saya itu exclusive. Kalaupun mau melakukannya, saya ingin dengan wanita yang saya sukai, dan yang paling penting, wanita yang juga menginginkan saya, bukan yang harus dijaga pintunya agar tidak kabur."

"Simpan omong kosong mu. Siapkan saja berkas. Aku akan menikahi gadis di dalam itu."

Langkah Dominic tiba-tiba terhenti dan reflek Marco menabrak punggungnya dengan cukup keras.

"Aduh! Hidung saya... Tunggu, apa? Anda bilang apa tadi?" Marco mengerjapkan matanya yang mengantuk, mendadak segar karena kaget. "Anda serius mau menikahinya? Menjadikannya istri kedua? Apa anda masih waras, Tuan? Bagaimana kalau nona model em maksud saya, istri anda tahu soal ini? Dia bisa mengubah rumah anda jadi medan perang dunia ketiga!"

"Dia yang memberiku izin kemarin, bukan? Mengatakan aku boleh tidur dengan siapa saja asal tidak mengganggunya," jawab Dominic enteng sembari melanjutkan langkahnya menuju lift. "Jadi sayang jika lampu hijau darinya aku sia-siakan begitu saja."

"Lalu, kalau orang tua anda tahu? Ini bukan soal izin istri, ini soal membawa wanita asing masuk ke dalam silsilah keluarga, Tuan!" Marco mengejar di sampingnya dengan langkah tergesa.

"Urusan mereka pikirkan nanti!" Dominic menghentikan langkah di depan pintu lift, menatap Marco dengan tajam. "Yang terpenting sekarang, gadis itu harus mengandung benihku. Dia punya apa yang tidak dimiliki Clara, kepatuhan dan kesucian. Itu sudah cukup."

Marco hanya bisa ternganga. Ia memandangi punggung tuannya dengan perasaan campur aduk.

Dominic yang dulu dikenal sangat memuja Clara, kini rela mendua dan mengambil risiko sebesar ini hanya demi seorang pewaris.

"Astaga... duniaku benar-benar akan kiamat," gumam Marco sambil mengusap wajahnya. "Habis ini aku harus menyiapkan surat nikah, lalu besok mungkin aku harus menyiapkan surat cerai, atau lebih buruk menyiapkan peti mati untuk diriku sendiri kalau mereka berdua mulai jambak-jambakan atau mungkin adu tembak. Gaji ajudan memang tidak sebanding dengan beban mental ini!"

Dominic tidak peduli dengan gumaman sang asisten. Pikirannya sudah tertuju pada satu hal, Keyla. Gadis yang akan menjadi tempat pelariannya.

Terpopuler

Comments

Hidayah donn

Hidayah donn

Domonic ketemu cinta sejati nya 😍

2026-05-27

0

Nurmaida Panjaitan

Nurmaida Panjaitan

👍

2026-08-23

0

Visitor8244

Visitor8244

bagus ceritanya😍😍

2026-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Awal
2 Bab 2 Masih Pera-wan?
3 Bab 3 Kita Akan Menikah
4 Bab 4 Sah!
5 Bab 5 Cantik
6 Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7 Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8 Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9 Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10 Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11 Bab 11 Rencana Licik
12 Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13 Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14 Bab 14 Sama-sama Gelisah
15 Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16 Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17 Bab 17 Mati Saja Kau!
18 Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19 Bab 19 Dingin, Tuan...
20 Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21 Bab 21 Pelayanan Ekstra
22 Bab 22 Menjadi Mata-mata
23 Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24 Bab 24 Wanita Egois
25 Bab 25 Rahasia
26 Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27 Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28 Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29 Bab 29 Tembak Aku!
30 Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31 Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32 Bab 32 Tes DNA
33 Bab 33 Kejutan Yang Indah
34 Bab 34 Kita Bercerai Saja
35 Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36 Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37 Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38 Bab 38 Patah Hati
39 Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40 Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41 Bab 41 Berpisah Sementara
42 Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43 Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44 Bab 44 Hukuman
45 Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46 Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47 Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48 Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49 Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50 Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51 Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52 Bab 52 Menuntut Penjelasan
53 Bab 53 Tak Pernah Akur
54 Bab 54 Misi
55 Bab. 55 Mimpi Buruk
56 Bab 56 Menendang Burungku!
57 Bab 57 Teror
58 Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59 Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60 Bab 60 Anggap Mereka Patung
61 Bab 61 Pura-pura Bodoh
62 Bab 62 Klub Malam
63 Bab 63 Tiga Juta Dolar
64 Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65 Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66 Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67 Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68 Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69 Bab 69 Investasi Biologis!
70 Bab 70 Harus Menikah
71 Bab 71 Kesepakatan
72 Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73 Bab 73 Tua Bangka
74 Bab 74 Tarik Menarik
75 Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76 Bab 76 Malam Pertama
77 Bab 77 Liburan
78 Bab 78 Khawatir
79 Bab 79 Diseruduk Banteng
80 Bab 80 Undangan Pesta
81 Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82 Bab 82 Menghadiri Pesta
83 Bab 83 Terlalu Khawatir
84 Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85 Bab 85 Mobil Bergoyang
86 Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87 Bab 87 Bayi Laki Laki
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Bab 1 Awal
2
Bab 2 Masih Pera-wan?
3
Bab 3 Kita Akan Menikah
4
Bab 4 Sah!
5
Bab 5 Cantik
6
Bab 6 Bertemu Ibu Mertua
7
Bab 7 Istri Pertama Vs Istri Kedua
8
Bab 8 Kehadiran Bocah Menggemaskan
9
Bab 9 Berdebar Tak Karuan
10
Bab 10 Harta Karun Di Balik Hutan Rimba
11
Bab 11 Rencana Licik
12
Bab 12 Panggil Aku Sayang!
13
Bab 13 Tidur Bersama Malam Ini
14
Bab 14 Sama-sama Gelisah
15
Bab 15 Cepat, Periksa Cctv!
16
Bab 16 Pelaku Sebenarnya
17
Bab 17 Mati Saja Kau!
18
Bab 18 Jauhkan Tangan Kotormu Itu!
19
Bab 19 Dingin, Tuan...
20
Bab 20 Milikmu Itu Terlalu Besar, Tahu!
21
Bab 21 Pelayanan Ekstra
22
Bab 22 Menjadi Mata-mata
23
Bab 23 Tidak Mau Jadi Miskin!
24
Bab 24 Wanita Egois
25
Bab 25 Rahasia
26
Bab 26 Guling Yang Bisa Bernafas
27
Bab 27 Bagaimana Rasanya? Enak?
28
Bab 28 Tidur Saja Di Luar!
29
Bab 29 Tembak Aku!
30
Bab 30 Berikan Aku Pelukan Hangat
31
Bab 31 Kedatangan Damian Alfred
32
Bab 32 Tes DNA
33
Bab 33 Kejutan Yang Indah
34
Bab 34 Kita Bercerai Saja
35
Bab 35 Lepaskan Saja Di Depanku
36
Bab 36 Hasil Tes Itu Valid!
37
Bab 37 Satu Minggu Telah Berlalu...
38
Bab 38 Patah Hati
39
Bab 39 Upik Abuku Berubah Jadi Cinderella
40
Bab 40 Perkelahian Adik Ipar Dan Kakak Ipar
41
Bab 41 Berpisah Sementara
42
Bab 42 Tiba-Tiba Mual
43
Bab 43 Apa? Keyla Hamil?!
44
Bab 44 Hukuman
45
Bab 45 Kenapa Aku Jadi Gugup Begini?
46
Bab 46 Jatuh Cinta Padamu
47
Bab 47 Ayo, Lakukan Malam Ini!
48
Bab 48 Dua Pria Saling Adu Mulut
49
Bab. 49 Menjadi Asisten Pribadi Dominic
50
Bab. 50 Gara-Gara Mangga Muda
51
Bab 51 Bayi Ini Adalah Bayimu
52
Bab 52 Menuntut Penjelasan
53
Bab 53 Tak Pernah Akur
54
Bab 54 Misi
55
Bab. 55 Mimpi Buruk
56
Bab 56 Menendang Burungku!
57
Bab 57 Teror
58
Bab 58 Semuanya Sudah Beres
59
Bab 59 Gunakan Tuan Damian Sebagai Umpan
60
Bab 60 Anggap Mereka Patung
61
Bab 61 Pura-pura Bodoh
62
Bab 62 Klub Malam
63
Bab 63 Tiga Juta Dolar
64
Bab 64 Ingatan Dua Tahun Lalu
65
Bab 65 Menjinakkan Harimau Yang Terlanjur Masuk Rumah
66
Bab 66 Sampai Kapanpun Tidak Akan Menikah!
67
Bab 67 Sama-Sama Pintar Bersandiwara
68
Bab 68 Mau Coba Berciuman Denganku?
69
Bab 69 Investasi Biologis!
70
Bab 70 Harus Menikah
71
Bab 71 Kesepakatan
72
Bab 72 Biasa-biasa Saja!
73
Bab 73 Tua Bangka
74
Bab 74 Tarik Menarik
75
Bab 75 Pernikahan Damian Dan Valerie
76
Bab 76 Malam Pertama
77
Bab 77 Liburan
78
Bab 78 Khawatir
79
Bab 79 Diseruduk Banteng
80
Bab 80 Undangan Pesta
81
Bab 81 Berdebar Tak Karuan
82
Bab 82 Menghadiri Pesta
83
Bab 83 Terlalu Khawatir
84
Bab 84 Semuanya Sudah Selesai
85
Bab 85 Mobil Bergoyang
86
Bab 86 Beberapa Bulan Kemudian....
87
Bab 87 Bayi Laki Laki

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!