Ceraikan Suamimu Dan Menikahlah Denganku!

"Demamnya sangat tinggi, tapi kami sudah mencoba menyuntikkan penurun panas. Semoga setelah ini suhunya segera turun," ucap sang dokter kepada Kayden.

Pria itu sedang berdiri dengan posisi bersedekap dada sambil menopang dagu, sebuah gestur yang menunjukkan kecemasan mendalam di balik wajahnya yang kaku. Matanya tak lepas menatap ke arah Zayra yang tengah tertidur lelap. Gadis kecil itu tampak begitu rapuh dengan jarum infus yang tertancap di punggung tangan mungilnya.

"Apa ini terjadi karena ingatannya kembali? Bisakah Anda melakukan sesuatu agar ingatannya tidak kembali?" tanya Kayden pelan. Ia menurunkan tangannya, menatap dokter dengan pandangan menuntut yang terselubung ketakutan.

Dokter itu hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh empati namun tidak menjanjikan keajaiban. "Saya tidak bisa memastikan, apalagi mencegah ingatannya kembali, Tuan. Itu adalah hak Nona Zayra. Otaknya akan secara alami memanggil kembali memori tentang hal-hal yang dia rasa tidak asing. Dia anak yang ceria, aktif, dan sangat menggemaskan. Jika memang ingatannya mulai pulih, Anda mungkin harus menjelaskannya secara bertahap padanya. Kebenaran tidak bisa disembunyikan selamanya dari seorang anak."

Kayden mengangguk pelan, meski hatinya berkecamuk. "Terima kasih, Dok," ucapnya singkat.

Ia melangkah mendekati ranjang pasien. Di sana, Zayra, bocah dengan pipi gembul yang biasanya selalu memanggilnya dengan riang, kini hanya bisa terlelap dalam pengaruh obat. Kayden terdiam, memori tentang awal pertemuan mereka kembali berputar di kepalanya. Pertemuan yang diawali oleh bau aspal panas dan suara dentuman yang menghancurkan kehidupan seseorang.

Empat bulan yang lalu, di sebuah sore yang mendung. Kayden duduk di kursi belakang mobil mewahnya, baru saja menyelesaikan urusan bisnis di Jakarta.

"Apa jadwalku hari ini?" tanya Kayden pada Elvar, asistennya yang duduk di sebelahnya sembari sibuk menatap layar iPad.

"Hanya pertemuan dengan Tuan Carol, Tuan," balas Elvar tanpa mengalihkan pandangan.

"Gantikan jadwalku, katakan aku ada urusan mendadak jadi—"

CKIIITT!

BRAKKK!

Suara decitan ban yang beradu dengan aspal diikuti dentuman keras memotong kalimat Kayden. Mobil yang dikendarai Kayden mengerem mendadak, membuat tubuhnya terdorong ke depan. Di depan mereka, sebuah mobil tampak kehilangan kendali, berguling beberapa kali sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan tol dengan sangat keras. Asap mengepul dari kap mobil yang hancur.

Mata Kayden membelalak. Namun, bukan mobil yang hancur itu yang mencuri perhatiannya, melainkan sesosok kecil yang tergeletak di tengah jalan, hanya beberapa meter di depan depan mobilnya. Bocah itu terlempar keluar dari jendela mobil saat kecelakaan terjadi.

Tanpa menunggu instruksi, Kayden membuka pintu mobil dan berlari menghampiri sosok kecil itu. Darah mengalir dari dahi bocah itu, namun ia masih bernapas. Di dalam mobil yang hancur, kedua orang tuanya sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"El, cepat panggil ambulans! Sekarang!" teriak Kayden, suaranya memecah kesunyian jalan tol yang mencekam.

Sejak hari itu, Kayden memutuskan untuk merawat anak itu setelah di kabarkan jika orang tua gadis kecil itu tak dapat di selamatkan. Ia memberinya nama Zayra, memberinya identitas baru, dan menjaganya seperti darah dagingnya sendiri. Ia tidak peduli jika dunia menganggapnya gila, ia hanya ingin menyelamatkan satu nyawa yang tersisa dari tragedi itu, sekaligus mengisi kekosongan di hatinya yang ditinggalkan oleh wanita yang tak bisa ia miliki.

"Tuan, urusan administrasi Nona Zayra sudah selesai." Ucap Elvar yang datang setelah mengerjakan tugas yang Kayden perintahkan.

"Baiklah, terima kasih Elvar," ucap Kayden.

Ia hendak melangkah menuju ruang rawat Zayra kembali, namun langkahnya terhenti. Ia menoleh ke arah Elvar dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Aku harus ke London malam ini. Jaga putriku dengan nyawamu, Elvar," ucap Kayden tegas.

Elvar mengerutkan keningnya dalam. "London? Bukankah tidak ada jadwal pertemuan di sana besok, Tuan?"

Kayden tidak menjawab. Ia hanya melangkah pergi dengan langkah lebar, meninggalkan asistennya yang kebingungan. Perjalanan ke London kali ini bukan tentang angka atau saham. Ini tentang luka lama yang kembali terbuka setelah ia menerima laporan dari mata-matanya.

.

.

.

.

Sesampainya di London, Kayden mengendarai mobil sewaan menyusuri jalanan kota yang bersih. Di sebuah sudut jalan yang tenang, ia menghentikan mobilnya. Matanya tertuju pada seberang jalan. Di sana, di depan sebuah kafe mewah, ia melihat seorang pria yang sangat ia kenal, Raka sedang menggandeng mesra seorang wanita muda yang bukan Zira.

Kayden beralih menatap layar ponselnya, membandingkan foto yang dikirim informannya dengan pemandangan di depannya. Senyum sinis terukir di bibirnya. Raka tampak begitu bahagia dengan wanita yang tengah mengandung itu, seolah-olah istrinya yang sedang menderita di rumah tidak pernah ada.

"Jadi benar, ya ... ada sesuatu yang busuk sedang terjadi pada cintaku," gumamnya pelan.

Ia kembali melajukan mobilnya menuju sebuah lokasi lain yang sudah ia hafal di luar kepala. Sebuah toko bunga besar yang menjadi tempat pelarian Zira belakangan ini. Zira, wanita yang ia cintai sejak lama, wanita yang seharusnya ia lindungi, justru berakhir dengan pria pengkhianat seperti Raka.

Kayden memarkirkan mobilnya tepat di depan toko bunga itu. Ia turun dengan karisma yang mengintimidasi, melangkah masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi aroma mawar dan lily. Pelanggan sedang cukup ramai hari itu, namun mata tajam Kayden langsung menemukan sosok yang ia cari.

Zira Falisha. Wanita itu sedang tertunduk, merangkai bunga dengan telaten sembari melayani pembeli dengan senyum manis yang dipaksakan. Rambutnya yang indah jatuh menutupi sebagian wajahnya yang tampak sedikit pucat. Kayden berjalan mendekat, berdiri tepat di depan meja kasir tempat Zira berada.

Zira masih tidak menyadari siapa yang berdiri di hadapannya. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya tanpa mendongak.

"Bisa aku memesan bunga lily putih? Yang paling segar," ucap Kayden dengan suara baritonnya yang dalam.

Zira tersentak. Suara itu begitu akrab di telinganya. Ia perlahan mengangkat pandangannya, dan seketika matanya membelalak tak percaya. Jantungnya berdegup kencang melihat pria yang seharusnya berada ribuan mil jauhnya kini berdiri di hadapannya dengan senyum tipis.

"Kay? Kamu ... bagaimana bisa kamu ada di sini?!" Zira hampir menjatuhkan gunting bunganya. Ia tidak menyangka Kayden akan menemukannya di tempat persembunyian ini.

Kayden tidak menjawab pertanyaan itu. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah meja, menatap tepat ke dalam manik mata Zira yang berkaca-kaca. Suasana di dalam toko bunga itu mendadak hening, bahkan pelanggan lain seolah membeku merasakan ketegangan yang tiba-tiba muncul.

"Ceraikan suamimu dan menikahlah denganku, Kak," ucap Kayden dengan suara lantang dan penuh penekanan.

Zira terng4nga, mulutnya sedikit terbuka karena syok. Kalimat itu meluncur begitu saja tanpa basa-basi, tanpa sapaan hangat, seperti sebuah serangan langsung ke pusat jantungnya. Para pelanggan lain di toko itu ikut berbisik, terkejut mendengar lamaran yang begitu blak-blakan dan intens dari pria asing yang tampak sangat berkuasa itu.

"Kamu tahu apa yang kamu minta," bisik Zira.

"Aku tahu persis apa yang aku inginkan," balas Kayden tanpa ragu. "Dan aku tidak akan pulang tanpa jawaban iya darimu."

Degh!

______________

Maap lama langsung triple hihi

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

wwuuiiddiihhhh langsung klaim aja

PeBiNor syari'ah ya Key

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-04-09

29

Zafir Nadin

Zafir Nadin

Cinta memang tidak harus memiliki,relakan dia jika bisa membuatnya bahagia dengan orang lain tetapi jika sudah kita relakan namun dia tidak bahagia dan sampai membuatnya terluka tariklah balik dia ke dalam dekapan kita,semangat kay bawa zira bersamamu dan bahagia dia,umur hanyalah angka dan restu pasti bisa di gapai kalau kamu kuat berusaha

2026-04-09

2

🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀

🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀

Gak kebayang gimana sakit hatinya Xander dan Raisa kalau tahu keadaan Rt nya Zira. Tapi Zira kaya gak cinta sama Raka, Masih mau bertahan dan anehnya malah tinggal satu atap sama wanita hamil, Gak ada harga dirinya Zira. Sesuai judulnya kutunggu jandamu, berarti Zira jadi jandanya bkl lama.

2026-04-09

3

lihat semua
Episodes
1 Retak
2 Luka Zira
3 Ceraikan Suamimu Dan Menikahlah Denganku!
4 Rahasia Zira
5 Kebingungan Raka
6 Dingin
7 Zayra Bocah Menggemaskan
8 Ketakutan Raka
9 Gangguan Pagi
10 Ketakutan Ivy
11 Baby Girl
12 Biarkan Mati Rasa
13 Papa Kay
14 Kepanikan Kayden
15 Langkah Cepat Berondong Tua
16 Keterkejutan Raka
17 Perdebatan Panas
18 Kemarahan Ibu Raka
19 Penghinaan Untuk Ivy
20 Pertemuan Malam
21 Manjanya Kayden
22 Pebinor?
23 Cepatlah Bercerai
24 Kehancuran Baru Untuk Raka
25 Ancaman Untuk Ivy
26 Sembilan Kebaikan Yang Hancur
27 Ayah ...
28 Selamat Datang Kembali Putri Kecil Ayah~
29 Yakin?
30 Bocah Keramat
31 Berikan Aku Ruang Untuk Masuk~
32 Bayi Yang Tak Lagi Ada
33 Kekesalan 2 Bocil
34 Will You Marry Me?
35 Kamu Yakin Zira?
36 Rencana Menikah
37 Saltingnya Berondong
38 Aku Yang Tidak Sehat!
39 Bucin Akut
40 Tidak Sabar
41 Wedding Kayden & Zira
42 Pasutri Baru
43 Wanita Asing
44 Baju Tempurnya Mana?
45 Siapa Wanita Itu?
46 Malam Yang Di Tunggu
47 Badmood nya Zayra
48 Drama Kay
49 Panggilan Yang Di Dambakan
50 Malam Hangat
51 Harapan Sang Bunda
52 Jadwal Hubungan
53 Trauma Yang Kembali
54 Jatahku Ganti Pagi Ya?
55 Kesibukan Opa Xander
56 Drama Papa Dan Anak
57 Agar Lebih Semangat
58 Telat Datang Bulan?
59 Kekhawatiran Kayden
60 Hasil Yang Di Tunggu?
61 Kehamilan Zira
62 Papa Keleeee
63 Ngidam
64 Gara-Gara Sate
65 Menuruti Bumil
66 Rainbow Baby
67 Masa Lalu?
68 Terjebak
69 Pasrahnya Kayden
70 Siap Menerima Resiko
71 Nasehat Xander
72 Berbaikan
73 Cuala Papa
74 Menanti Kelahiran
75 Persalinan
76 Welcome Baby Boy
77 Menjadi Orang Tua
78 Bayi Setleees
79 Mantan Mertua
80 Cinta Abadi
81 Cerita Baru
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Retak
2
Luka Zira
3
Ceraikan Suamimu Dan Menikahlah Denganku!
4
Rahasia Zira
5
Kebingungan Raka
6
Dingin
7
Zayra Bocah Menggemaskan
8
Ketakutan Raka
9
Gangguan Pagi
10
Ketakutan Ivy
11
Baby Girl
12
Biarkan Mati Rasa
13
Papa Kay
14
Kepanikan Kayden
15
Langkah Cepat Berondong Tua
16
Keterkejutan Raka
17
Perdebatan Panas
18
Kemarahan Ibu Raka
19
Penghinaan Untuk Ivy
20
Pertemuan Malam
21
Manjanya Kayden
22
Pebinor?
23
Cepatlah Bercerai
24
Kehancuran Baru Untuk Raka
25
Ancaman Untuk Ivy
26
Sembilan Kebaikan Yang Hancur
27
Ayah ...
28
Selamat Datang Kembali Putri Kecil Ayah~
29
Yakin?
30
Bocah Keramat
31
Berikan Aku Ruang Untuk Masuk~
32
Bayi Yang Tak Lagi Ada
33
Kekesalan 2 Bocil
34
Will You Marry Me?
35
Kamu Yakin Zira?
36
Rencana Menikah
37
Saltingnya Berondong
38
Aku Yang Tidak Sehat!
39
Bucin Akut
40
Tidak Sabar
41
Wedding Kayden & Zira
42
Pasutri Baru
43
Wanita Asing
44
Baju Tempurnya Mana?
45
Siapa Wanita Itu?
46
Malam Yang Di Tunggu
47
Badmood nya Zayra
48
Drama Kay
49
Panggilan Yang Di Dambakan
50
Malam Hangat
51
Harapan Sang Bunda
52
Jadwal Hubungan
53
Trauma Yang Kembali
54
Jatahku Ganti Pagi Ya?
55
Kesibukan Opa Xander
56
Drama Papa Dan Anak
57
Agar Lebih Semangat
58
Telat Datang Bulan?
59
Kekhawatiran Kayden
60
Hasil Yang Di Tunggu?
61
Kehamilan Zira
62
Papa Keleeee
63
Ngidam
64
Gara-Gara Sate
65
Menuruti Bumil
66
Rainbow Baby
67
Masa Lalu?
68
Terjebak
69
Pasrahnya Kayden
70
Siap Menerima Resiko
71
Nasehat Xander
72
Berbaikan
73
Cuala Papa
74
Menanti Kelahiran
75
Persalinan
76
Welcome Baby Boy
77
Menjadi Orang Tua
78
Bayi Setleees
79
Mantan Mertua
80
Cinta Abadi
81
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!