Rahasia Zira

Zira langsung menarik tangan Kayden dengan kasar keluar dari toko bunga miliknya. Ia tidak peduli dengan tatapan heran beberapa pelanggan yang masih tersisa. Setelah sampai di area parkiran yang sedikit lengang, ia menghempaskan tangan pria itu begitu saja dan menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan. Sementara itu, sang pembuat ulah, Kayden hanya memegang pergelangan tangannya sendiri sambil menyunggingkan senyuman sinis yang sulit diartikan.

"Kamu itu sedang apa sih, Kay?! Tiba-tiba datang dan menyuruhku cerai, apa maumu sebenarnya?!" sentak Zira. Suaranya bergetar, menahan malu sekaligus emosi yang meluap-luap.

Kayden tidak langsung menjawab. Dengan gerakan tenang, ia mengeluarkan ponsel dari saku jas mahalnya. Ia menyodorkan layar benda pipih itu tepat di depan wajah Zira. Sebuah foto muncul, menampilkan Raka yang tengah merangkul mesra seorang wanita dengan perut buncit yang sudah tampak jelas. Kayden menggeser layar itu lagi dan lagi, foto-foto mereka saat makan malam, saat memasuki apartemen, hingga saat Raka mengusap perut wanita itu dengan kasih sayang. Semua itu adalah bukti telak yang tak terbantahkan.

Zira terkesiap. Meski ia sudah tahu tentang perselingkuhan itu, melihatnya melalui lensa orang lain tetap terasa seperti dihantam palu godam tepat di ulu hati. Ia menatap Kayden yang kini berdehem pelan, seolah sedang memberi ruang bagi Zira untuk menelan pahitnya kenyataan.

"Kakak sudah tahu tentang ini, kan?" ucap Kayden dengan nada suara yang dalam dan serius.

Zira mencoba menata kembali ekspresi wajahnya agar tidak tampak terlalu rapuh. "Itu bukan urusanmu, Kay. Pergilah. Aku masih banyak pelanggan yang harus dilayani," ucap Zira ketus, berusaha berbalik untuk kembali ke dalam toko. Namun, kata-kata Kayden berikutnya menghentikan langkahnya seketika.

"Bagaimana jika nanti Ayah tahu mengenai hal ini? Beliau pasti akan melakukan hal yang sama sepertiku, menyuruhmu pergi. Apalagi Bunda? Bunda pasti akan menangis melihat putri kesayangannya jatuh di tangan pria yang salah dan diperlakukan seperti sampah. Rumah tanggamu sudah di ujung tanduk, Kak, tapi kamu tetap saja bertahan. Padahal tanduk itu sangat tajam dan melukaimu, tapi kamu justru memilih untuk terus menggenggamnya," ucap Kayden pedas namun benar.

Kedua tangan Zira mengepal kuat hingga kuku-kukunya memutih. Ia menoleh, menatap pria yang berusia enam tahun lebih muda darinya itu dengan tatapan tajam. "Kay, jangan campuri urusanku! Kamu tidak tahu apa-apa!" ucap Zira sambil menunjuk hidung Kayden dengan jari telunjuknya yang bergetar.

Kayden tersenyum tipis. Ia melangkah mendekat, memperpendek jarak di antara mereka hingga Zira bisa menc1um aroma parfum maskulin yang familiar. Dengan lembut, Kayden meraih jari telunjuk Zira, memegangnya sebentar sebelum menurunkannya perlahan.

"Apa kamu tidak lelah? Dia telah mengkhianatimu sedalam ini. Bagaimana bisa kamu bertahan dalam pernikahan yang penuh luka dan kebohongan?" bisik Kayden.

Pertanyaan itu menjadi pemicu runtuhnya tembok pertahanan Zira. Mengingat apa yang dilakukan Raka dengan wanita itu membuat dada Zira kembali terasa sesak, seolah pasokan oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Matanya berkaca-kaca, dan sedetik kemudian, air matanya luruh membasahi pipi.

Kayden, yang melihat kerapuhan wanita yang ia cintai itu, langsung menarik Zira ke dalam pelukannya. Kali ini Zira tidak menolak. Tangisnya pecah di dada Kayden. Rasa sesak yang selama berbulan-bulan ini ia pendam sendiri, rasa sepi yang ia peluk di malam-malam tanpa Raka, kini ia tumpahkan semuanya. Kayden mendekapnya erat, membiarkan kemejanya basah oleh air mata Zira, sambil terus membisikkan kata-kata penenang.

"Kenapa Kakak tidak ceritakan hal ini pada kami? Kami di keluarga tahu ada yang salah darimu, tapi kami tidak tahu apa itu. Aku memutuskan untuk mencari tahu sendiri, dan inilah yang kutemukan. Maafkan aku karena telat menyadarinya, maaf ...," bisik Kayden tulus.

.

.

.

.

Beberapa jam kemudian, setelah emosi Zira sedikit mereda, Kayden membawanya ke sebuah restoran privat yang tenang. Pesanan mereka baru saja tiba, dan tanpa diminta, Kayden langsung mengambil piring steak milik Zira. Dengan telaten, ia memotong daging steak itu menjadi potongan-potongan kecil yang mudah dimakan.

Hal itu adalah kebiasaan lama Kayden sebelum Zira menikah dengan Raka. Dulu, Kayden selalu mengutamakan kebutuhan Zira di atas segalanya, meskipun saat itu Zira selalu menolak perasaannya karena menganggap Kayden hanyalah seorang adik atau teman keluarga.

"Kamu masih sama saja," ucap Zira pelan, menatap gerakan tangan Kayden.

Kayden tersenyum, lalu meletakkan kembali piring yang sudah rapi itu di depan Zira. "Termasuk perasaanku terhadapmu. Itu juga masih sama."

Zira langsung menghentikan kegiatannya dan menatap mata Kayden. "Kay ...,"

"Iya, aku paham. Kakak tidak perlu membahasnya sekarang. Tapi kali ini, biarkan aku ada di dekatmu. Tidak ada keluarga di sini, di London ini Kakak butuh sandaran. Jadi sekarang, bisakah Kakak ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa Raka melakukan itu?" tanya Kayden sambil mulai melahap steak miliknya sendiri.

Zira mengunyah makanannya dengan lambat, pandangannya lurus ke depan seolah sedang memutar kembali ingatan tentang kegagalannya.

"Ini juga salahku, Kay. Aku yang tidak bisa memberikannya anak. Dua kali aku mencoba prosedur bayi tabung dengan rahimku sendiri, tapi hasilnya selalu nihil. Dokter bilang rahimku tidak kuat untuk mempertahankan janin," ucap Zira dengan nada lirih yang penuh dengan rasa rendah diri.

"Tetap saja, Kak, tindakannya berselingkuh itu salah. Tidak ada alasan yang membenarkan pengkhianatan," sahut Kayden dengan nada tegas.

Zira menatap Kayden dengan mata yang kembali berair. "Kay, setiap pasangan yang menikah pasti sangat mendambakan kehadiran anak. Begitu juga Raka. Dia sangat menyukai anak kecil, dan orang tuanya menuntutnya setiap hari untuk segera memiliki pewaris. Dan ...,"

"Karena itu dia menghamili wanita lain? Dia mencari rahim lain untuk ditanami beniihnya?" potong Kayden dengan suara yang meninggi. Amarah mulai membakar dadanya. Ia tidak habis pikir bagaimana pria yang sudah dipercaya menjaga Zira bisa sejahat itu.

Namun, kalimat Zira berikutnya membuat Kayden benar-benar syok hingga ia nyaris menjatuhkan garpunya.

"Bukan dia yang mencari, Kay. Aku yang memintanya. Aku yang mengatur agar wanita itu mengandung anak Raka melalui prosedur bayi tabung."

"Apa?!" Kayden membelalak tak percaya. "Kakak sudah gila? Kakak sendiri yang menyerahkan suami Kakak pada wanita lain?!"

"Aku hanya memintanya meminjamkan rahim, Kay! Hanya rahim! Bukan untuk tidur dengannya, bukan untuk mencintainya!" teriak Zira tertahan, suaranya pecah oleh isak tangis yang kembali datang.

"Aku hanya ingin Raka bahagia, aku hanya ingin memberinya anak meski bukan lewat tubuhku. Tapi aku tidak menyangka ... mereka justru bermain di belakangku dan jatuh cinta. Aku yang membuka pintu masalah ini, Kay. Aku yang memulainya."

Kayden terdiam membeku. Ia menatap Zira dengan perasaan campur aduk antara kasihan dan amarah yang luar biasa. Ia menyadari satu hal, cinta Zira pada Raka sudah berada di tahap yang tidak sehat, tahap di mana Zira rela menghancurkan dirinya sendiri demi kebahagiaan pria yang justru kini balik menghancurkannya.

"Kak, aku ... benar-benar tak menyangka," lirih Kayden.

______________________

Revisi yah, Zira di London, aku lupa🤣 Kay tetap di bali, nanti ada ceritanya. Kita buat cerita berbeda, kalau itu itu aja aku yang bosen😭 agak ekstrem nih ya😭 kuatkan pertahanan kalian😆

Terpopuler

Comments

Teh Yen

Teh Yen

engg kebayang semarah apa.ayah Xander kalau tau zira terluka sedalam ini oleh Raka yah
zira bodoh kalau masih mau mempertahankan pernikahan ini
bagaimana kalau saat lahir nanti Raka malah mensahkan wanita rahim.pengganti itu sebagai istri sah nya zira Tidka menutup kemungkinan kan 😏

2026-04-15

1

Irma Juniarti

Irma Juniarti

bakalan siapin baskom Ama tysu ini😁😁

2026-04-09

5

Rosy

Rosy

siap...sudah siapin imun dan imin..satu lagi timun biar nggak gampang darting 🤣🤣🤣

2026-04-09

5

lihat semua
Episodes
1 Retak
2 Luka Zira
3 Ceraikan Suamimu Dan Menikahlah Denganku!
4 Rahasia Zira
5 Kebingungan Raka
6 Dingin
7 Zayra Bocah Menggemaskan
8 Ketakutan Raka
9 Gangguan Pagi
10 Ketakutan Ivy
11 Baby Girl
12 Biarkan Mati Rasa
13 Papa Kay
14 Kepanikan Kayden
15 Langkah Cepat Berondong Tua
16 Keterkejutan Raka
17 Perdebatan Panas
18 Kemarahan Ibu Raka
19 Penghinaan Untuk Ivy
20 Pertemuan Malam
21 Manjanya Kayden
22 Pebinor?
23 Cepatlah Bercerai
24 Kehancuran Baru Untuk Raka
25 Ancaman Untuk Ivy
26 Sembilan Kebaikan Yang Hancur
27 Ayah ...
28 Selamat Datang Kembali Putri Kecil Ayah~
29 Yakin?
30 Bocah Keramat
31 Berikan Aku Ruang Untuk Masuk~
32 Bayi Yang Tak Lagi Ada
33 Kekesalan 2 Bocil
34 Will You Marry Me?
35 Kamu Yakin Zira?
36 Rencana Menikah
37 Saltingnya Berondong
38 Aku Yang Tidak Sehat!
39 Bucin Akut
40 Tidak Sabar
41 Wedding Kayden & Zira
42 Pasutri Baru
43 Wanita Asing
44 Baju Tempurnya Mana?
45 Siapa Wanita Itu?
46 Malam Yang Di Tunggu
47 Badmood nya Zayra
48 Drama Kay
49 Panggilan Yang Di Dambakan
50 Malam Hangat
51 Harapan Sang Bunda
52 Jadwal Hubungan
53 Trauma Yang Kembali
54 Jatahku Ganti Pagi Ya?
55 Kesibukan Opa Xander
56 Drama Papa Dan Anak
57 Agar Lebih Semangat
58 Telat Datang Bulan?
59 Kekhawatiran Kayden
60 Hasil Yang Di Tunggu?
61 Kehamilan Zira
62 Papa Keleeee
63 Ngidam
64 Gara-Gara Sate
65 Menuruti Bumil
66 Rainbow Baby
67 Masa Lalu?
68 Terjebak
69 Pasrahnya Kayden
70 Siap Menerima Resiko
71 Nasehat Xander
72 Berbaikan
73 Cuala Papa
74 Menanti Kelahiran
75 Persalinan
76 Welcome Baby Boy
77 Menjadi Orang Tua
78 Bayi Setleees
79 Mantan Mertua
80 Cinta Abadi
81 Cerita Baru
Episodes

Updated 81 Episodes

1
Retak
2
Luka Zira
3
Ceraikan Suamimu Dan Menikahlah Denganku!
4
Rahasia Zira
5
Kebingungan Raka
6
Dingin
7
Zayra Bocah Menggemaskan
8
Ketakutan Raka
9
Gangguan Pagi
10
Ketakutan Ivy
11
Baby Girl
12
Biarkan Mati Rasa
13
Papa Kay
14
Kepanikan Kayden
15
Langkah Cepat Berondong Tua
16
Keterkejutan Raka
17
Perdebatan Panas
18
Kemarahan Ibu Raka
19
Penghinaan Untuk Ivy
20
Pertemuan Malam
21
Manjanya Kayden
22
Pebinor?
23
Cepatlah Bercerai
24
Kehancuran Baru Untuk Raka
25
Ancaman Untuk Ivy
26
Sembilan Kebaikan Yang Hancur
27
Ayah ...
28
Selamat Datang Kembali Putri Kecil Ayah~
29
Yakin?
30
Bocah Keramat
31
Berikan Aku Ruang Untuk Masuk~
32
Bayi Yang Tak Lagi Ada
33
Kekesalan 2 Bocil
34
Will You Marry Me?
35
Kamu Yakin Zira?
36
Rencana Menikah
37
Saltingnya Berondong
38
Aku Yang Tidak Sehat!
39
Bucin Akut
40
Tidak Sabar
41
Wedding Kayden & Zira
42
Pasutri Baru
43
Wanita Asing
44
Baju Tempurnya Mana?
45
Siapa Wanita Itu?
46
Malam Yang Di Tunggu
47
Badmood nya Zayra
48
Drama Kay
49
Panggilan Yang Di Dambakan
50
Malam Hangat
51
Harapan Sang Bunda
52
Jadwal Hubungan
53
Trauma Yang Kembali
54
Jatahku Ganti Pagi Ya?
55
Kesibukan Opa Xander
56
Drama Papa Dan Anak
57
Agar Lebih Semangat
58
Telat Datang Bulan?
59
Kekhawatiran Kayden
60
Hasil Yang Di Tunggu?
61
Kehamilan Zira
62
Papa Keleeee
63
Ngidam
64
Gara-Gara Sate
65
Menuruti Bumil
66
Rainbow Baby
67
Masa Lalu?
68
Terjebak
69
Pasrahnya Kayden
70
Siap Menerima Resiko
71
Nasehat Xander
72
Berbaikan
73
Cuala Papa
74
Menanti Kelahiran
75
Persalinan
76
Welcome Baby Boy
77
Menjadi Orang Tua
78
Bayi Setleees
79
Mantan Mertua
80
Cinta Abadi
81
Cerita Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!