bagian 1

Fangyi masuk ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar, nenek sudah melarang nya namun fangyi tidak bisa berdiam diri melihat sang nenek yang sibuk demi mengurusnya. Di sepanjang jalan warga desa membicarakan dirinya, mereka menatap nya seperti seorang monster.

Rambut putih yang kasar, mata biru yang kadang menyala terang ketika malam, wajah yang penuh dengan bintik merah bernanah dan racun yang terperangkap di dalam tubuh mengeluarkan bau yang tidak sedap.

"Hei kau ! pergi dari sini jangan mengganggu kami dengan bau di tubuh mu itu ! "bentak salah satu gadis desa yang sedang mencari tanaman liar untuk di makan.

Mereka mendorong tubuh Fangyi sampai fangyi terjatuh dan terluka karena terkena ranting kayu. Para gadis desa itu tertawa lalu pergi meninggalkan fangyi, fangyi mengepalkan tangan nya ia ingin membalas namun dengan tubuh lemah nya ia benar - benar tidak berdaya. Lagi pula ia tidak ingin semakin menyusahkan sang nenek.

"Aku akan membalas kalian ! " mata fangyi berkilat tajam hingga berubah menjadi warna merah menyala. Darah yang mengalir dari lengan tangan nya mengenai cincin yang ia kenakan di jari telunjuk nya.

Kilauan cahaya menusuk penglihatan nya seiring dengan tempat yang berubah.

"Aku dimana ? " gumam fangyi lalu melihat sekeliling nya.

Seekor burung hantu yang hinggap di dahan pohon kokoh membuka matanya, ia bermeditasi selama ribuan tahun demi menjaga tempat tersebut.

"Selamat datang tuan yang terpilih " burung itu terbang menghampiri fangyi.

Fangyi menatap burung hantu itu dengan aneh, burung hantu berwarna putih dengan aksesoris emas di tubuh nya dan mata biru yang menyala dengan tajam.

"Perkenalkan nama ku adalah Yin, aku penjaga ruang alam dimensi " ucap yin membuat fangyi masih terdiam di tempat.

"Anda berhasil membuka segel dari cincin yang anda gunakan itu tuan, tuan adalah orang yang terpilih sebagai pemilik dari ruang alam dimensi " ucap yin.

"Biar hamba ajak tuan berkeliling " ucap yin lalu mengepak kan sayap nya.

Yin mengajak Fangyi menuju air terjun nestapa, tempat yang paling banyak di incar oleh para kultivator untuk meningkatkan tahap kultivasi mereka dengan cepat. Energi alam di air terjun nestapa sangat melimpah hanya dengan hitungan Minggu seseorang bisa naik 1 atau dua tingkat jika dia benar - benar jenius kultivasi.

Tempat yang di datangi selanjut nya adalah kolam mata air surgawi yang juga sangat di incar oleh para kultivator dan alkemis.

Di dalam ruangan alam dimensi terdapat bangunan mewah nan megah layaknya kerajaan, ada begitu banyak pakaian, uang bahkan kebun yang tanaman nya tumbuh subur dan super besar.

Tanaman obat herbal langka yang tumbuh ribuan tahun juga ada disana, perpustakaan besar yang mencakup buku - buku berharga tentang kultivasi, tentang pengobatan yang sudah langka tentang mengendalikan elemen, jurus - jurus ilmu beladiri yang sudah lama hilang juga ada di perpustakaan tersebut.

"Tuan bisa membersihkan diri tuan dengan berendam di bawah air terjun nestapa " ucap Yin.

Fangyi berjalan menuju air terjun nestapa, ia duduk bersila di bawah air terjun tersebut, air yang mengguyur nya terasa sangat dingin bagai sebuah jarum yang menusuk hingga tulang nya.

"Tuan bertahanlah jangan sampai gagal " seru yin yang terbang mendekati fangyi.

Fangyi tetap tenang walaupun tubuh nya terasa sakit dan perih, wajahnya terasa amat perih, darah nya yang mengalir terasa mendidih. Fangyi dapat merasakan sesuatu yang menyumbat aliran darah nya telah berkumpul membentuk sebuah gumpalan.

Fangyi memuntahkan beberapa teguk darah hitam, perlahan tubuh nya terasa lebih ringan. Air yang mengguyur terasa lebih sejuk tidak sedingin sebelumnya, wajahnya sembuh, bau di tubuh nya telah hilang. Rambut putih nya berubah menjadi lembut dan sangat halus.

Fangyi bangkit dari duduk nya, yin memberikan air surgawi dan fangyi meminumnya. Tubuh Fangyi di selimuti oleh cahaya putih yang sangat menyilaukan. Fangyi merasa tubuh nya lebih plong, sesuatu yang menahan di dalam tubuh nya telah menghilang. Energi nya kembali berpuluh kali lipat dari sebelumnya.

"Akar roh jiwa spiritual anda tersegel sebelumnya tuan "ucap yin.

Fangyi hanya diam, pantas saja fangyi pemilik tubuh asli tidak memiliki akar roh jiwa spiritual ternyata tersegel.

"Setelah ini tuan bisa kultivasi dan belajar ilmu beladiri dan ilmu - ilmu lain nya " ucap yin dan fangyi tetap masih diam.

"Aku harus kembali sepertinya aku sudah lama disini ".

"Tuan tidak perlu khawatir, waktu di ruang alam dimensi berbeda dengan waktu di luar sana, satu menit di luar sana sama dengan satu jam di ruang alam dimensi " ucap yin.

"Aku tetap harus keluar ".

"Mudah sekali, nona hanya perlu memusatkan pikiran nona menuju dunia luar "jelas yin.

Sebelum itu fangyi melihat wajah nya di cermin perunggu, wajah nya sudah sembuh. Fangyi mengganti pakaian nya yang basah dan ia memakai sebuah penutup wajah untuk menutupi wajah nya.

...----------------...

Sampai nya di rumah nenek, nenek yang melihat fangyi yang menutup wajah nya menjadi iba.

"Fangyi beristirahat lah dan makan lah terlebih dulu, nenek sudah memasak " Fangyi mengangguk sebagai jawaban.

Fangyi meletakkan kayu bakar yang ia kumpul, setelah makan ia memilih untuk masuk kamar dan mengunci nya. Tidak ada yang ia katakan kepada sang nenek, fangyi merasa tidak biasa, sejak dulu ia sudah menjadi sosok pendiam akibat sikap keluarga nya.

Fangyi masuk ke dalam ruang alam dimensi, ia masuk ke dalam perpustakaan lalu memilih beberapa buku bagaimana caranya untuk melakukan kultivasi, bagaimana caranya untuk mengetahui elemen apa yang dimiliki. Di dunia nya hanya beberapa orang saja yang memiliki lebih dari dua elemen dan di anggap jenius.

Fangyi meletakkan tangan nya di atas batu uji elemen, tidak lama ada begitu banyak warna yang menyinari batu tersebut. Yin tidak percaya bahwa tuan nya adalah sang master jenius yang langka. Tuan nya memiliki semua elemen spiritual.

Fangyi menarik tangan nya, ia mencoba lagi dan dengan tiga kali percobaan membenarkan bahwa fangyi adalah sang master jenius. Fangyi duduk bersila di air terjun nestapa, ia menyerap seluruh energi yang ada di dekat nya untuk melakukan kultivasi.

Bomm.

Bomm.

Bomm.

Suara ledakan mengagetkan yin yang sedang hinggap di ranting pohon, ia terbang mengikuti fangyi. Jati diri fangyi yang sesungguhnya telah terbentuk.

"Luar biasa ! Tahap pondasi ! Luar biasa, tuan master jenius ! ".

Jika orang luar akan membutuhkan waktu satu bulan untuk mencapai tahap pondasi, tapi dengan mudah nya Fangyi sampai ke dalam tahap pondasi tingkat 5 dengan waktu yang singkat. Fangyi keluar dari air terjun, yin menatap fangyi tidak berkedip. Fangyi sangat cantik bagaikan seorang dewi.

Wajahnya putih bercahaya dengan rona kemerahan di pipi nya, bibir nya sangat merah seperti ceri, rambut putih nya berkilau layak nya sebuah emas yang berkilau indah.

Fangyi menatap pantulan dirinya dengan tidak percaya, dirinya sangat cantik ketika kolam air surgawi memantulkan wajah nya di permukaan air.

Fangyi ketika marahh mata merah.

Fangyi ketika malah hari mata biru menyala.

Yin sang burung suci

Visual fangyi yang sebenarnya.

Terpopuler

Comments

Wahyuningsih

Wahyuningsih

thor novel yg kemaren kok gk up2 ampe lumutan q nunggu... ditsmatin dlu lah thor klau bikin novel gk berhenti di tengah jln sayang critanya bagus

2026-07-01

0

Sribundanya Gifran

Sribundanya Gifran

lanjut up lagi thor yg banyak

2026-04-15

1

Zeny Zen

Zeny Zen

setidakx beradaptasi dgn nenekx dong thor👍

2026-05-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!