4. Anji Mak Comblang

Bab 4

 

“Makan yang banyak, ingat tadi dokter Edward bilang apa?”

Nggak ingat, aku ‘kan amnesia.

“Perbanyak makan protein.” Andin sibuk menyodorkan piring berisi lauk. Sedangkan Aya rasanya mu4l setiap makan dicekoki banyak lauk dengan judul makanan dengan protein tinggi.

“Udah mbak, ini cukup.”

Andin kembali menyendokkan lauk ke piring Aya. Padahal sudah hampir selesai makan. Dani hanya tersenyum melihat adik kakak itu begitu akur.

“Mbak, layani aja mas Dani. Aku bisa sendiri.”

Setiap kali Andin dan Aya mulai bercakap, logat Jawa yang kental seketika memenuhi udara, mengalun lewat setiap penekanan konsonan dan ayunan nada bicara mereka yang khas

“Semua mbak layani. Kamu di sini tanggung jawab kami. Kalau kenapa-napa gimana? Kemarin waktu vertigo aja mbak kalang kabut.”

“Lebay, padahal mbak tuh perawat loh. Masa lihat aku kayak gitu bingung.”

“Bingunglah, kamu ‘kan bukan pasien mbak.”

“Kamu serius mau kerja?” kali ini Dani yang bicara. Sudah meletakan alat makan dan meneguk air minum. Menghabiskan isi piringnya sekaligus mengakhiri perdebatan istri dan iparnya itu.

“Serius mas. Aku mau, nggak pa-pa Cuma freelance. Hitung-hitung cari pengalaman,” seru Aya begitu antusias. “Atau di tempat Mas Dani ada lowongan untuk aku?”

Dani dan Andin saling tatap.

“Nggak ada, di sana susah proses rekrutmennya” cetus Andin. “Udah kamu habiskan makan terus minum obat dan vitamin kamu.”

“Mas Dani, ada nggak mas?”

“Kamu jalani yang ada saja, di cafe nanti pelajari lingkungan kerjanya lalu hitung lagi uang yang kamu dapatkan nanti apa setara dengan uang kamu keluarkan. Kamu harus paham Aya, kalau kebutuhan kamu di sini tanggung jawab kami. Tanpa kamu bekerja pun mas nggak masalah.”

“Kamu dengar ‘kan? Lagian kamu diam di rumah, uang kamu masih banyak. Usaha yang kamu jalankan sama Ibu, masih mengalir ‘kan? Gunakan dengan baik atau kamu bisa terusi pekerjaan itu.”

“Emoh, malas mbak.”Aya mencebik, yang disampaikan Andin benar. Kalau Andin sudah meninggalkan semua miliknya sebagai konsekuensi menikah dengan pilihannya. Berbeda dengan Aya, ia masih memiliki hasil usaha dengan ibunya. Ia menjadi salah satu desainer di toko perhiasan dan toko batik, usaha keluarga dari pihak ibunya. Sejak masih kuliah, Aya ikut terlibat di tempat itu.

Keluarga Janitra menguasai produksi dan ekspor hasil perkebunan teh dan kopi, serta usaha properti. Selain itu masih ada keturunan bangsawan. Bukan hanya terpandang karena keturunan priyayi, tapi keluarga pengusaha yang sukses.

“Aku mau kayak mbak, berani bersikap dan lakukan apa yang aku yakini. Tidak selamanya menolak keinginan romo itu menyesatkan dan kita masih bisa bahagia dengan pilihan hidup kita. Kalau nurut terus sama Romo, kayak jodoh itu ditangannya romo bukan di tangan Tuhan.”

Dani malah terkekeh mendengar ocehan Aya, lalu berdiri. “Istirahat, jangan nonton tv sampai larut yang ada kamu di tonton sama TV.,” ejek Dani.

“Ish, mas Dani. Suka bener kalau ngomong.” Aya terkekeh mengingat semalam ia tertidur di depan TV yang terus menyiarkan acara.

***

“Kamu jangan berharap banyak, Cahaya keras kepala. Kalau sampai akhir bulan ini dia tidak ada pulang, romo menyerah. Kamu boleh mundur dari rencana pernikahan kalian.”

“Saya masih yakin dengan Cahaya, saya cinta dengannya,” tutur Adit. Calon mertuanya sempat saling tatap mendengar itu.

“Tapi, kami tidak bisa janjikan apapun. Apalagi Aya itu sakit, di Jakarta dia mulai lagi pengobatannya,” jelas Diah, wanita yang sudah melahirkan Aya dan Andin. Ia sedih harus pisah dan mungkin akan kehilangan dua putrinya kalau sang suami tidak mau menurunkan ego dan anak-anaknya masih saja keras kepala.

“Tidak masalah. Aku sayang Cahaya, siap menerima kondisinya. Kami akan ke Jakarta, aku akan bawa Cahaya pulang dan pernikahan tetap terjadi. itu janjiku.”

Pasangan itu saling tatap seakan berbicara lewat pandangan. Apa aku bilang, Aditya memang calon suami yang tepat untuk Cahaya.

Adit akhirnya meninggalkan kediaman Wira. Saat ini ia ditemani oleh Jarwo kerabatnya.

“Si4l, udah penyakitan nyusahin pula.”

“Jangan begitu, bagaimanapun Cahaya akan jadi jalan keluar untuk masalah keluarga Waskita. Akan banyak peluang proyek yang bisa kita terima, itu tujuanmu mengejar Cahaya bukan?” tanya Jarwo mengandung ejekan. Pembicaraan itu terjadi saat mereka sudah berada di mobil.

“Iyalah, memang aku bisa harapkan apa? Tidak ada yang bisa dibanggakan dari Cahaya selain nama besar keluarganya. Kamu lihat saja fisiknya. Nggak ada aku tertarik dengan gadis itu. KAlau bukan karena hubungan keluarga dan urusan bisnis, tidak sudi aku terima perjodohan ini. Besok kita ke Jakarta, kalau perlu kita seret dia pulang.”

Di tempat berbeda, Edward fokus dengan layar laptop di ruang kerjanya. Mencari artikel dan jurnal terkait dengan kasus pasien yang sedang ditangani. Kedatangan pasien baru bernama Cahaya cukup menarik perhatiannya, bukan dari fisik seperti cinta pada pandangan pertama melainkan kondisi gadis itu.

“Memang tidak beresiko, dia bisa normal lagi,” gumam Edward.

Ponselnya berdering, ia meraih dan menjawab tanpa melihat id caller.

“Iya.”

“Bro, di mana?” barulah ia menjauhkan ponsel dan membaca id caller, ternyata Anji

“Di rumah.”

“Ya ampun, gimana nggak jomblo terus kerjanya di rumah mulu. Ada apaan sih di rumah lo, betah amat. Gaul dong. Kayak gue nih, lagi seleksi calon pendamping hidup. Kalau lo mau ada empat orang, eh tiga aja gue udah keep salah satunya.”

“Ngaco. nggak ada yang penting aku tutup.”

“Eh, tunggu dulu. Gue serius, ayo kuy lah kita nongki. Jam segini masih ada café buka kali.”

Edward menatap jam dinding sudah setengah sebelas malam. Memang agak lain temannya itu. ngajak nongkrong jam segini, selain club malam yang buka 24 jam ya pom bensin dan rumah sakit. Bukan nongkrong sambil ngopi yang ada minum pertamax.

“Aku sibuk.”

Panggilan pun diakhiri sepihak. Namun, Anji masih saja iseng. Berikutnya ia meramaikan grup.

...Geng Pria Terkutuk...

Anji Ngga pake ng : si vampir. Gue belum selesai ngomong udah dicut aja. Padahal gue mau mampir rumah dia

dr. Rendi Oye : Ngapain pulang ke rumah Edward. Katanya udah ada cewek, pulang aja ke sana

Asoka Harsa : Yang ada di usir sama Rama atau di arak keliling kampung🤣

dr. Rendi Oye : Emang ada hubungan apa sama Rama

Asoka Harsa : Jawab, Nji

Dokter vampire : Heran, merusuh di mana-mana. Pake ngatain aku jomblo, sendirinya juga belum jelas

Anji Ngga pake ng : Edward, nggak boleh gitu. Jadi orang nggak boleh dendam. Btw, Oka, tanyain ke Lisa kontaknya Andin

Asoka Harsa : Mau ngapain, dia udah punya suami

Anji Ngga pake ng : Mau nanya kontak adiknya, mau gue comblangin sama si vampire

Dokter Vampir : Anji 🐶

Terpopuler

Comments

mery harwati

mery harwati

😄😄 Suka inget obrolan para suami teman² suami klo lagi ngumpul di rumah, yang diobrolin gak jauh dari ranjang 😛
Karena temen² suami juga sengklek kayak grup Rama & Anji pake Ng 🐶😄

2026-04-17

0

💞Putri Chania💞

💞Putri Chania💞

suka banget dgn novel author nih,berawak Nemu novel diam diam cinta jd aku nya jatuh cinta..d lalab habis baca novel" nya ...End kisah Rama..lanjut kisah dokter Vampir..ketemu lagi Genk somplak yg bikin ngakak😍🤣trima kasih utk karya" nya Thor 😍

2026-04-18

0

❥␠⃝ ͭ🍁ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

❥␠⃝ ͭ🍁ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

para laki-laki klo ngerumpi asek juga tuh apalagi klo main comblang tambah seru ngalahin emak-emak komplek🤣

2026-04-17

1

lihat semua
Episodes
1 1. Siapa Pasiennya
2 2. Menunggu
3 3. Ancaman
4 4. Anji Mak Comblang
5 5. Bukan Saya, Tapi ....
6 6. Bertemu Cahaya (1)
7 7. Bertemu Cahaya (2)
8 8. Hangat Dan Manis
9 9. Resep Cinta
10 10. Hubungi Aku
11 11. Duda Meresahkan
12 12. Collapse
13 13. Nurut Dong Ay
14 14. Apa Dong?
15 15. Aku Suka Kamu
16 16. Sangkar Emas
17 17. Tidak akan mudah
18 18. Kita Bicara
19 19. Terjebak
20 20. Kita Lakukan di Kamar
21 21. Belum Ada Judul
22 22. Calon Suami
23 23. Rencana ....
24 24. Wira Murka
25 25. Wira Berulah
26 26. Rencana Edward
27 27. Tolong Aku
28 28. Rencana Edward (2)
29 29. Merindu
30 30. Karena Janji
31 31. Siapkah?
32 32. Yang Penting Halal
33 33. Nasib Oh Nasib
34 34. Sudah Siap
35 35. Sempurna ....
36 36. Senangnya Dalam Hati ....
37 37. Baju Dinas Malam
38 38. Mangap-mangap
39 39. Saat Semua Geng Berkumpul
40 40. Canggung
41 41. Belum Ada Judul
42 42. Gelisah (1)
43 43. Gelisah (2)
44 44. Lihat Saja Nanti
45 45. Bela Oh Bela
46 46. Tersangkanya ... Rama
47 47. Sakit Membawa Hikmah
48 48. Jangan Takut
49 49. Anji Gitu Loh
50 50. Mengejar Restu
51 51. Calon Istri
52 52. Sah Dulu Rame Kemudian
53 53. Tamu Tak Diundang
54 54 Yang Mesra Yang Bercinta
55 55. Otw Ketemu Camer
56 56. Lamaran (1)
57 57. Lamaran (2)
58 58. Calon Menantu (1)
59 59. Menjelang ....
60 60. Menjelang (2)
61 61. Ayo Sayang, Ayo!
62 62. Apa Mungkin ....
63 63. Rencana - Belah Duren
64 64. Sudah Aman
65 65. Hanya Tidur
66 66. Prewedding
67 67. Seneng Banget
68 68. Karena Saya Cinta
69 69. Siapa takut
70 70. Otw Belah Duren
71 71. Segudang Cinta
72 72. Persiapan ....
73 73. Ini Saatnya
74 74. Akhirnya ... Sah
75 75. Aduh, sayang!
76 76. Mantan Perjaka
77 77. Drama Bumil
78 78. Enak Dulu, Eneg Kemudian
79 79. Semua Baik-baik Saja
80 80. Semoga Kabar Baik
81 81. Anji Sachet
82 82. Ikut Pulang!
83 83. Emosi Cahaya
84 84. Kamu Kuat, Sayang
85 85. Sang Princess
86 86. Jodoh Masa Depan
87 87. Happy Ending
88 I Love You, Cinta
Episodes

Updated 88 Episodes

1
1. Siapa Pasiennya
2
2. Menunggu
3
3. Ancaman
4
4. Anji Mak Comblang
5
5. Bukan Saya, Tapi ....
6
6. Bertemu Cahaya (1)
7
7. Bertemu Cahaya (2)
8
8. Hangat Dan Manis
9
9. Resep Cinta
10
10. Hubungi Aku
11
11. Duda Meresahkan
12
12. Collapse
13
13. Nurut Dong Ay
14
14. Apa Dong?
15
15. Aku Suka Kamu
16
16. Sangkar Emas
17
17. Tidak akan mudah
18
18. Kita Bicara
19
19. Terjebak
20
20. Kita Lakukan di Kamar
21
21. Belum Ada Judul
22
22. Calon Suami
23
23. Rencana ....
24
24. Wira Murka
25
25. Wira Berulah
26
26. Rencana Edward
27
27. Tolong Aku
28
28. Rencana Edward (2)
29
29. Merindu
30
30. Karena Janji
31
31. Siapkah?
32
32. Yang Penting Halal
33
33. Nasib Oh Nasib
34
34. Sudah Siap
35
35. Sempurna ....
36
36. Senangnya Dalam Hati ....
37
37. Baju Dinas Malam
38
38. Mangap-mangap
39
39. Saat Semua Geng Berkumpul
40
40. Canggung
41
41. Belum Ada Judul
42
42. Gelisah (1)
43
43. Gelisah (2)
44
44. Lihat Saja Nanti
45
45. Bela Oh Bela
46
46. Tersangkanya ... Rama
47
47. Sakit Membawa Hikmah
48
48. Jangan Takut
49
49. Anji Gitu Loh
50
50. Mengejar Restu
51
51. Calon Istri
52
52. Sah Dulu Rame Kemudian
53
53. Tamu Tak Diundang
54
54 Yang Mesra Yang Bercinta
55
55. Otw Ketemu Camer
56
56. Lamaran (1)
57
57. Lamaran (2)
58
58. Calon Menantu (1)
59
59. Menjelang ....
60
60. Menjelang (2)
61
61. Ayo Sayang, Ayo!
62
62. Apa Mungkin ....
63
63. Rencana - Belah Duren
64
64. Sudah Aman
65
65. Hanya Tidur
66
66. Prewedding
67
67. Seneng Banget
68
68. Karena Saya Cinta
69
69. Siapa takut
70
70. Otw Belah Duren
71
71. Segudang Cinta
72
72. Persiapan ....
73
73. Ini Saatnya
74
74. Akhirnya ... Sah
75
75. Aduh, sayang!
76
76. Mantan Perjaka
77
77. Drama Bumil
78
78. Enak Dulu, Eneg Kemudian
79
79. Semua Baik-baik Saja
80
80. Semoga Kabar Baik
81
81. Anji Sachet
82
82. Ikut Pulang!
83
83. Emosi Cahaya
84
84. Kamu Kuat, Sayang
85
85. Sang Princess
86
86. Jodoh Masa Depan
87
87. Happy Ending
88
I Love You, Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!