02

.

Anin meninggalkan rumah Zaskia setelah merasa lebih baik. Namun, ia tidak langsung pulang ke rumah. Wanita itu mengemudikan mobilnya menuju sebuah gedung perkantoran di pusat kota, tempat pengacara ternama yang selama ini menjadi konsultannya dalam urusan hukum. Haryo Wibowo.

Sepanjang perjalanan hatinya bertanya-tanya, siapa sebenarnya orang yang mengirimi dia foto-foto Radit dan selingkuhannya? Siapa juga yang mengirimi dia pesan tentang keberadaan Radit di rumah sakit? Apakah teman, atau lawan? Tidak ada nama pengirim foto. Anin mencoba menghubungi nomor pengirim pesan, tapi nomor itu sudah tidak aktif.

*

Sesampainya di kantor firma milik Haryo Wibowo, Anindya langsung dipersilakan masuk, karena seluruh kantor tersebut tahu, Anin adalah klien Pak Haryo. Anin duduk di hadapan Pak Haryo bahkan tanpa menunggu dipersilakan.

“Bu Anin?” Pak Haryo tampak terkejut dengan kedatangan Anindya. “Apa yang membawa Anda ke sini? Kenapa tidak memanggil saya jika ada yang penting?”

“Saya ingin mengajukan gugatan perceraian dengan suami saya, Raditya," jawab Anin tanpa basa-basi. "Dia sudah berselingkuh di belakang saya. Saya ingin dia keluar dari rumah tanpa membawa harta sepeser pun. Apakah bisa?”

Pak Haryo mendengarkan dengan seksama, tangannya mencatat beberapa poin penting di buku catatannya.

“Sebelumnya, Bu. Apakah Ibu dan Pak Radit memiliki perjanjian pranikah yang mengatur soal pembagian harta jika terjadi perceraian?” tanya pengacara Haryo setelah Anin selesai bicara.

Anindya menggelengkan kepala perlahan. Senyum pahit terukir di bibirnya. “Tidak ada, Pak. Dulu kami menikah dalam keadaan miskin, tidak punya apa-apa. Saya terlalu mempercayainya, saya tidak pernah berpikir akan ada hari seperti ini. Bagi saya, cinta dan kepercayaan itu sudah cukup. Siapa sangka dia akan melakukan hal sekejam ini?"

Pengacara itu menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan.

“Kalau begitu, maafkan saya, Bu. Saya harus jujur. Tanpa perjanjian pranikah, secara hukum semua aset yang diperoleh selama menikah otomatis menjadi harta bersama. Artinya, harus dibagi dua sama rata. Ibu tidak bisa begitu saja menyingkirkannya tanpa memberi apa-apa, sekalipun dialah pihak yang berselingkuh. Terlebih di mata publik dan hukum, Pak Raditya juga dianggap turut andil membangun bisnis itu.”

“Lalu tidak ada jalan lain sama sekali, Pak?” tanya Anindya, matanya menyipit penuh tekad.

“Ada satu jalan, tapi ini langkah yang cukup berat dan berisiko,” jawab Pak Haryo. “Jika Ibu benar-benar tidak ingin dia menikmati hasil kerja keras Ibu, satu-satunya cara adalah dengan mengalihkan semua aset atas nama pribadi Ibu, atau… “

"Apa?" Anin menatap wajah pengacara Haryo dengan tidak sabar.

Pengacara Haryo memajukan badan hingga posisi wajahnya berada di atas meja hingga dua bola mata mereka saling bertatapan. "Anda membuat perusahaan dan aset-aset tersebut dalam kondisi bangkrut sebelum proses pembagian harta dimulai. Namun, ini butuh strategi yang matang dan waktu yang tepat.”

Mata Anindya terbelalak, mulutnya sedikit terbuka. Membuat perusahaan sendiri dalam kondisi bangkrut? Otaknya mulai berputar memikirkan setiap kemungkinan yang disampaikan pengacara itu. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut untuk menjawab, nada dering ponselnya berbunyi nyaring di ruangan yang hening itu.

Anin mengambil ponsel dari tasnya, dan nama yang tertera di layar membuat jantungnya berdenyut nyeri. Raditya.

Dengan mata yang menyala menahan amarah, ia mengangkat panggilan itu.

“Halo?”

“Sayang? Kamu di mana? Ini sudah sore, kenapa belum pulang?” suara Raditya terdengar lembut dan penuh perhatian dari seberang telepon. “Aku sudah masak makanan kesukaanmu, sudah aku siapkan semuanya di meja makan. Kamu pasti capek seharian kerja, kan?”

Anindya merasa dadanya begitu sesak saat ingatannya melayang jauh ke masa lalu. Selama dua puluh tahun ini, Radit tidak pernah ada gelagat mencurigakan. Radit suami yang sempurna. Selalu peka, menyiapkan apa pun yang ia butuhkan tanpa diminta. menjadi sandaran di saat lelah, dan mendukung setiap keputusannya. Hingga Anindya merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

Namun sekarang, kata-kata manis itu terasa seperti racun. Di balik semua kebaikan itu, ternyata pria yang berdiri di sampingnya selama ini telah menyembunyikan rahasia besar yang menghancurkan segalanya.

“Aku akan pulang sebentar lagi,” jawab Anindya. Suaranya datar, tidak ada nada hangat seperti biasanya.

Di seberang telepon, Raditya mengerutkan kening. Ada sesuatu yang berbeda dari suara istrinya. “Sayang? Kamu baik-baik saja? Suaramu terdengar aneh. Kamu ada di mana biar aku jemput?”

“Aku baik saja. Sampai jumpa di rumah.”

Tanpa menunggu jawaban lagi, Anindya langsung menutup telepon. Itu bukan kebiasaannya. Biasanya ia akan mengakhiri percakapan dengan kata-kata manis atau ucapan sayang.

Di seberang sana, Raditya yang masih memegang ponselnya di ujung sana merasa ada sesuatu yang tidak beres, namun ia tidak tahu apa.

Anindya mengembalikan ponselnya ke dalam tas, lalu menatap kembali pengacara Haryo. Perkataan terakhir dari pengacara berputar-putar dalam otaknya. BANGKRUT. Jika tak ada jalan lain, maka jalan itu yang akan dia tempuh.

.“Saya mengerti penjelasan Bapak," Ucap anin kembali menghadap pengacara . Terima kasih atas waktunya. Saya akan berpikir dulu dan akan menghubungi Bapak lagi dalam waktu dekat.”

“Baik, Bu. Saya tunggu kabar dari Ibu kapan saja. Dan jika Ibu butuh bantuan apapun soal hukum, jangan ragu untuk menghubungi saya."

Anin mengangguk lalu berdiri dari duduknya. "Radit… jika aku bisa membuat perusahaan itu berjaya, hanya untuk membuatnya bangkrut adalah hal kecil!" gumamnya dalam hati.

Setelah Anindya keluar dari ruangan dan langkah kakinya menjauh, seorang pria dengan jas hitam dan kacamata hitam bertengger di atas hidungnya yang mancung keluar dari pintu sekat di sebelah ruangan, lalu duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Anin.

Pak Haryo berdiri sebentar dan menundukkan kepala dengan hormat. “Ternyata Anda benar, Bu Anin pasti datang. Anda tenang saja, saya pasti akan membantu Bu Anin semampu saya.”

*

Anindya mematikan mesin mobil begitu ia sampai di depan rumah besar yang menjadi saksi bisu perjalanan hidupnya bersama Radit. Ia diam sejenak, menarik napas panjang untuk menenangkan diri, lalu melangkah masuk.

Begitu ia membuka pintu utama, matanya langsung menangkap pemandangan di ruang tengah. Raditya sedang berdiri membelakanginya, sedang berbicara melalui ponselnya dengan suara yang sangat pelan, hampir berbisik.

“…tenang saja, semua aman. Dia tidak curiga apa-apa. Besok aku akan kirimkan uangnya seperti biasa…”

Begitu mendengar suara sol sepatu mendekat, Raditya buru-buru mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam saku celana dengan gerakan tergesa-gesa, lalu menoleh, dan senyum lebar langsung terukir di bibirnya seolah tidak ada apa-apa.

“Sayang! Kamu sudah pulang?” Radit berjalan cepat menyongsong kedatangan istrinya. “Ayo, makan dulu. Masakannya sudah aku hangatkan lagi.”

Anindya hanya menatapnya diam.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, segala sesuatu yang dulu terlihat biasa saja, kini terlihat sangat mencurigakan. Cara Raditya menyimpan ponsel dengan tergesa-gesa, senyum yang dulu terlihat tulus kini terasa seperti topeng, tatapan matanya yang dulu penuh kasih sayang kini terlihat menyembunyikan kebohongan.

Semua gerak-geriknya, setiap kata yang keluar dari mulutnya, bahkan cara ia berjalan, semuanya kini terlihat seperti akting yang sedang dimainkan oleh seorang aktor ulung.

“Kenapa dulu mataku buta?” batinnya seraya berjalan pelan mendekati Radit.

Matanya menatap lurus ke dalam mata suaminya. Di dalam hatinya, ia berkata, “Kamu pikir kamu sudah sangat pandai menyembunyikan semuanya? Tunggu saja. Sekarang giliranku yang bermain. Dan aku akan pastikan, permainan ini akan berakhir dengan kekalahan total untukmu!”

Terpopuler

Comments

Deera__

Deera__

wahh ada yang diam² mengamati dan memantau kehidupan Anin.. jangan² pria itu yang mengirim foto² jejak perselingkuhan Radit

2026-08-04

5

Miss GH

Miss GH

manis diawal itu tanda pasangan main cantik tapi endingnya gue khawatir sih pelakor yang kirim foto foto itu

2026-07-11

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

suami biadab tebar itu bibit kemana mana biar beranak pinak dan tinggal di kolong jembatan 😡

2026-06-27

0

lihat semua
Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 87
89 88
90 89
91 90
92 91
93 92
94 93
95 94
96 95
97 96
98 97
99 98
100 promo karya teman
101 99
102 100
103 101
104 102
105 103
106 104
107 105
108 106
109 107
110 108
111 109
112 110
113 111
114 112
115 113
116 114
117 115
118 116
119 117
120 118
121 119
122 120
123 121
124 122
125 123
126 124
127 125
128 126
129 127
130 128
131 129
132 130
133 131
134 132
135 133
136 134
137 135
138 136
139 Draft
140 138
141 139
142 140. END
Episodes

Updated 142 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
87
89
88
90
89
91
90
92
91
93
92
94
93
95
94
96
95
97
96
98
97
99
98
100
promo karya teman
101
99
102
100
103
101
104
102
105
103
106
104
107
105
108
106
109
107
110
108
111
109
112
110
113
111
114
112
115
113
116
114
117
115
118
116
119
117
120
118
121
119
122
120
123
121
124
122
125
123
126
124
127
125
128
126
129
127
130
128
131
129
132
130
133
131
134
132
135
133
136
134
137
135
138
136
139
Draft
140
138
141
139
142
140. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!