03

.

"Sayang..." panggil Raditya lagi. Tatapan datar wanita itu sungguh sesuatu yang tidak biasa.

"Kamu capek ya?" tanya pria itu lembut, berusaha mencairkan suasana. Dengan sabar ia mengambil tas yang ada di tangan Anindya, lalu membimbing bahu istrinya untuk duduk di sofa empuk yang ada di ruang tengah.

"Dia sama sekali tidak merasa bersalah setelah berselingkuh," gumam Anindya dalam hati.

Kedua matanya tetap menatap lurus ke arah wajah suaminya dengan tatapan yang sama sekali tanpa ekspresi.

"Pria yang demi dia a-aku rela mengorbankan segalanya ternyata hanya seorang baj'ingan."

"Sayang… Ada apa?" tanya Raditya yang mulai terlihat bingung dan gelisah. Sejak tadi Anindya hanya menatapnya tanpa suara, dan tatapan itu membuat bulu kuduknya meremang. Ada perubahan besar pada istrinya malam ini, sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

"Tidak apa-apa," jawab Anindya singkat. Suaranya terdengar datar, datar sekali. "Aku hanya sedikit capek."

"Ya sudah, ayo sini istirahat sebentar," ucap Raditya lalu berjalan cepat menuju ruang makan dan tak lama kemudian kembali lagi dengan segelas air putih di tangan, lalu mengulurkannya kepada Anindya yang masih menatapnya dalam diam.

Anindya menerima gelas itu, namun tidak langsung meminumnya. Tangannya menggenggam benda itu erat-erat.

"Apa karena aku terlalu baik, hingga dia mengira apapun yang dia lakukan, aku tak akan pernah marah atau pergi. Atau karena perusahaan sudah berjalan lancar, lalu dia mengira posisinya sudah aman?"

“Tapi Radit... kamu salah besar. Aku yang menemanimu mengalami semua kesusahan saat awal berbisnis. Aku yang membanting tulang bersamamu. Dan sekarang, ada orang lain yang ingin ikut menikmati hasilnya tanpa pernah bersusah payah sedikitpun? Apa kalian pikir aku akan diam saja?”

“Aku yang menemanimu dari nol. Aku yang membangun jaringan, membangun koneksi, berjuang mengerahkan segalanya hanya untuk kebahagiaan kita berdua. Tapi ternyata, semua itu sama sekali tidak berarti di matamu. Karena itu... jangan salahkan aku mengambil semuanya kembali.”

Anindya menatap Raditya yang sedang tersenyum padanya, lalu perlahan ia menyesap air itu, tanpa Radit tahu, di dalam hatinya, api dendam sudah membara siap melahap segalanya.

"Sayang... ada apa?"

Raditya mengibaskan tangannya perlahan di depan wajah Anindya yang terlihat sedang melamun jauh. Tatapan wanita itu kosong, seakan jiwanya berada di tempat lain.

“Apa yang sebenarnya sedang kamu pikirkan? Kalau ada masalah, katakan! Kita hadapi bersama.” sungguh manis mulut Radit berucap.

"Ah... tidak ada apa-apa," jawab Anindya pelan. “Oh iya. Aku lelah sekali hari ini. Aku ingin tidur dengan tenang malam ini. Kamu tidur di kamar tamu saja ya."

Tanpa menunggu jawaban atau protes sedikitpun, Anindya segera berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan dengan langkah pasti, tak peduli seruan dari Radit yang menyuruhnya untuk makan malam dulu.

Raditya menatap kepergian istrinya dengan pikiran berkecamuk. Hatinya bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan Anindya? Kenapa sikapnya tiba-tiba berubah sedingin es? Ada firasat tidak enak yang mulai menjalar di ulu hatinya, namun ia tak tahu harus berbuat apa.

Sementara itu, di dalam kamar tidurnya...

Anindya menutup pintu dan memutar kunci, lalu berdiri bersandar pada daun pintu itu.

"Pria yang selingkuh itu sampah... menjijikkan," geramnya pelan. “Aku tidak akan sudi lagi bersentuhan dengannya."

Keesokan harinya, jam makan siang.

Anindya duduk sendirian di sebuah restoran mewah. Selama ini ia selalu berhemat. Lebih memilih membawa bekal dari rumah daripada menghabiskan uang untuk makan di tempat semewah ini. Semua itu ia lakukan demi bisa mengumpulkan harta bersama Raditya. Hanya karena pria itu pernah berjanji tidak akan mengecewakannya, ia rela melakukan tirakat berhemat sedemikian rupa.

Tapi kini... tidak lagi.

Ia tidak akan lagi menahan diri. Ia akan membeli apa yang ia suka, makan apa yang ia inginkan. Daripada uang yang ia kumpulkan susah payah dinikmati oleh pelakor, lebih baik ia habiskan untuk dirinya sendiri.

Ponselnya berdering, panggilan dari suaminya. Pasti laki-laki itu sedang kelimpungan di kantor, karena saat itu harusnya ada pertemuan dengan klien. Tapi ia tak peduli. Mulai sekarang ia tak akan bekerja keras lagi. Dia akan menikmati waktu untuk membahagiakan diri sendiri.

Namun, saat ia baru saja hendak menikmati hidangan yang baru diantar oleh pelayan…

Seorang wanita yang usianya terlihat jauh lebih muda darinya, mendekat sambil menyangga perutnya yang besar. Anindya tahu persis siapa dia. Sofia. Selingkuhan Raditya. Wajah itu terpatri kuat di ingatannya sejak melihat foto dan di rumah sakit kemarin.

Anindya meletakkan kembali garpu dan pisau di tangannya, lalu menyandarkan punggung ke kursi, menyilangkan kedua tangan di dada, dan menatap wanita itu dengan tatapan sedingin es.

Matanya memindai penampilan Sofia dari atas hingga bawah. Pakaian yang dikenakan Sofia jelas berharga mahal. Begitu pula dengan perhiasan yang berkilau di leher dan jari-jarinya.

Dan dari mana semua itu berasal? Tentu saja sebagian dari hasil Anin mandi keringat, memeras otak, memajukan perusahaan dan memenangkan setiap tender. Lalu kini wanita yang tidak ikut bersusah payah ini, seenaknya menikmati hasilnya? Apa dia layak?

"Kamu terlihat begitu bahagia sekarang. Tapi kamu lupa, sesuatu yang didapat dari hasil merampas, tidak akan bisa dinikmati selamanya. Tunggulah hingga hati itu tiba, dan kamu tak kan punya muka untuk bertemu siapapun!" gumamnya.

Sofia duduk tepat di hadapan Anindya tanpa permisi, seolah sengaja ingin memamerkan perut besarnya.

"Hallo, Nyonya Wicaksono," sapa Sofia dengan senyum manis.

Anindya tidak menjawab. Tidak ada respon sama sekali selain tatapan datar yang menembus masuk ke dalam jiwa wanita itu.

"Sepertinya Nyonya tidak mengenal saya," lanjut Sofia lagi, berusaha tetap terlihat ramah meski mulai risih. "Padahal saya sangat mengagumi Nyonya. Seorang wanita pebisnis hebat yang namanya terkenal di seluruh penjuru negeri. Saya pernah melihat Anda di acara pesta dulu."

Anindya tetap diam. Matanya tak berkedip menatap lurus, membuat suasana semakin canggung.

“Kurang ajar!” umpat Sofia dalam hati. “Aku sudah bersusah payah memoles diri, tapi dia sama sekali tidak merespons! Tidak mungkin dia tidak kenal aku!”

Merasa malu, akhirnya Sofia memilih mundur. Dengan wajah memerah menahan dongkol, ia mengambil kembali tas bermerek mahalnya.

"Ah maaf... sepertinya kehadiran saya sangat mengganggu. Saya akan pergi sekarang," ucapnya lalu berdiri cepat meninggalkan meja itu.

Anindya menatap punggung wanita itu pergi dengan wajah tetap dingin tanpa ekspresi.

"Dia masih begitu muda. Wajahnya cantik, kelihatannya terpelajar juga," batin Anindya berkomentar. "Tapi kenapa malah lebih senang jadi simpanan?”

Terpopuler

Comments

Momy Victory 🏆👑🌹

Momy Victory 🏆👑🌹

sampai 20 tahun menunda punya anak, dengan alasan kondisi keuangan, ternyata dibelakang sudah ada wanita lain dengan anak 1 sudah 4 atau 5 tahun, dan yang ada diperut demi ortu... kenapa hamilin wanita itu? jawabannya pasti pilihan orang tuanya Raditya yg tidak mau punya cucu dari Anin

2026-07-06

3

vj'z tri

vj'z tri

ya kan gak usah capek kerja sayyyy ,gak tahu ajj bentar lagi nangis dia/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2026-04-29

2

Rahma Inayah

Rahma Inayah

niat pelkor mau membuat Anin sakit hati dan marah2 tp nyata nya di kacangin tnp dia tau klu Anim SDH tau siapa pelakor tu simpenan Radit

2026-04-30

1

lihat semua
Episodes
1 01
2 02
3 03
4 04
5 05
6 06
7 07
8 08
9 09
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44 43
45 44
46 45
47 46
48 47
49 48
50 49
51 50
52 51
53 52
54 53
55 54
56 55
57 56
58 57
59 58
60 59
61 60
62 61
63 62
64 63
65 64
66 65
67 66
68 67
69 68
70 69
71 70
72 71
73 72
74 73
75 74
76 75
77 76
78 77
79 78
80 79
81 80
82 81
83 82
84 83
85 84
86 85
87 86
88 87
89 88
90 89
91 90
92 91
93 92
94 93
95 94
96 95
97 96
98 97
99 98
100 promo karya teman
101 99
102 100
103 101
104 102
105 103
106 104
107 105
108 106
109 107
110 108
111 109
112 110
113 111
114 112
115 113
116 114
117 115
118 116
119 117
120 118
121 119
122 120
123 121
124 122
125 123
126 124
127 125
128 126
129 127
130 128
131 129
132 130
133 131
134 132
135 133
136 134
137 135
138 136
139 Draft
140 138
141 139
142 140. END
Episodes

Updated 142 Episodes

1
01
2
02
3
03
4
04
5
05
6
06
7
07
8
08
9
09
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
1000 Hari Perjalanan Mama Mia Bersama NOVELTOON
44
43
45
44
46
45
47
46
48
47
49
48
50
49
51
50
52
51
53
52
54
53
55
54
56
55
57
56
58
57
59
58
60
59
61
60
62
61
63
62
64
63
65
64
66
65
67
66
68
67
69
68
70
69
71
70
72
71
73
72
74
73
75
74
76
75
77
76
78
77
79
78
80
79
81
80
82
81
83
82
84
83
85
84
86
85
87
86
88
87
89
88
90
89
91
90
92
91
93
92
94
93
95
94
96
95
97
96
98
97
99
98
100
promo karya teman
101
99
102
100
103
101
104
102
105
103
106
104
107
105
108
106
109
107
110
108
111
109
112
110
113
111
114
112
115
113
116
114
117
115
118
116
119
117
120
118
121
119
122
120
123
121
124
122
125
123
126
124
127
125
128
126
129
127
130
128
131
129
132
130
133
131
134
132
135
133
136
134
137
135
138
136
139
Draft
140
138
141
139
142
140. END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!