Dua

Tanya Andra sambil menatap ponsel miliknya yang tersimpan di atas meja nakas, kemudian kembali menatap Kanaya.

"Nggak penting aku tau dari mana. Jawab aja, sejak kapan kamu menikah sama perempuan itu?" Kanaya menjawab dengan suara tegas.

"Sayang, ayo kita duduk dulu. Kita bicarain ini baik-baik ya, aku-"

Andra menelan ludahnya saat ucapannya yang belum selesai itu terpotong tajam oleh suara Kanaya.

"Nggak usah banyak basa-basi, Mas. Jawab aja pertanyaanku langsung ke intinya, to the point. Sejak kapan kamu menikah sama dia?"

Andra terdiam, ia terlihat ingin menjawab tapi ragu dan takut.

Bibirnya beberapa kali terbuka tapi tak ada satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya, pria itu terlihat seperti ikan megap-megap karena dilempar paksa keluar dari air.

Andra terdiam, ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya menjawab dengan suara yang pelan nyaris seperti berbisik.

"Belum lama, baru beberapa bulan lalu. Sejak bulan Maret."

Kanaya mendengus, ia menatap langit-langit kamarnya berusaha menahan air mata yang terasa menusuk-nusuk ingin keluar.

Bukan, Kanaya menangis bukan karena sedih. Tapi

Karena dirinya marah.

Wanita itu sangat marah karena merasa dirinya dipermainkan dan diperlakukan seperti orang bodoh oleh suaminya sendiri.

"Kamu menikah sama dia sejak bulan Maret, tapi sejak kapan kalian mulai berhubungan? Nggak mungkin kamu baru kenal dan langsung menikah, kan?

Pasti sebelum itu kalian menjalin hubungan pacaran.

Jadi sejak kapan tepatnya kamu mengkhianati aku, Mas?"

Andra kembali terdiam, ia kembali menarik nafas panjang yang berat seolah dirinya lah yang kesakitan karena dikhianati.

"Aku nggak inget kapan tepatnya, tapi sejak tahun

lalu."

Andra akhirnya berterus terang. Pria itu sadar bahwa berbohong dalam keadaan seperti ini bukan lah pilihan yang tepat dan sudah terlalu terlambat.

Ia menatap Kanaya dengan pandangan memelas, sorot tenang sang istri kini berubah sinis dan tajam.

"Tega kamu, Mas. Siang malam aku di rumah mendo'akan kamu, kamu malah mengkhianati aku dari belakang." Andra mendekat hendak meraih lengan sang istri dan memeluknya erat, tapi jelas Kanaya tak sudi.

Wanita itu menghindar dan menjauh darinya, menciptakan jarak di antara mereka yang membuat Andra merasa panik dan juga takut.

"Aku minta maaf, Sayang. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa menerima

pernikahanku sama dia. Aku janji, cinta dan perasaan aku ke kamu nggak akan berubah sedikit pun meski sudah ada dia. Posisi kamu sebagai yang pertama nggak akan pernah tergantikan."

Kanaya kembali mendengus sinis, tertawa sinis seolah mengejek ucapan Andra.

Wanita itu menggelengkan kepalanya tak habis pikir, semua kalimat yang terucap dari mulut sang suami seolah menyepelekan perasaan dirinya.

"Waw, kalimat kamu itu sangat menghibur dan menenangkan. Harus kah aku merasa tersanjung, Mas? Harus kah aku merasa tersipu karena kamu tetap menjadikan aku sebagai yang pertama meski jelas-jelas kamu berkhianat? Wah,...."

Kanaya tertawa maniak sebelum suara gelak itu menghilang dan berganti keheningan. Mereka berdua berdiri saling berhadapan, saling menatap dengan sorot mata yang berlawanan.

Andra menatapnya nanar, sedangkan Kanaya menatapnya sinis.

"Kumpulkan semua keluarga kamu, termasuk Ibu sama Ayah. Aku mau masalah ini dibicarakan di depan mereka semua." Tanpa menunggu jawaban sang suami, Kanaya berlalu pergi meninggalkannya sendirian.

Andra menghembuskan nafas panjang sambil meremas rambutnya frustasi, ia tak pernah berpikir kalau Kanaya pada akhirnya akan mengetahui tentang Nisrin-istri keduanya.

Dengan pikiran yang kalut, Andra memakai baju dan

Celananya kemudian berlalu mencari sang istri berharap wanita itu masih bisa diajak berbicara dengan tenang.

"Sayang, please kita bicarain dulu baik-baik. Jangan melibatkan orang lain apalagi-"

"Aku udah telfon semua keluarga kamu, aku tau kamu nggak bakalan mau telfon mereka buat ke rumah ini.

Mereka datang ke sini sebentar lagi." Kanaya memotong dengan suara dingin yang tenang.

Tatapannya lurus ke depan, enggan melihat wajah sang suami.

***

"Ada apa, Naya? Kenapa tiba-tiba telfon terus nyuruh ke sini mendadak? Apa ada masalah?" Kanaya menatap Samirah, ibu mertuanya dengan sorot mata yang tidak terbaca.

"Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama Ibu dan Ayah. Penting. Silahkan duduk dulu,..." Jawab Kanaya dengan suara tenang sambil menunjuk sopan soffa di hadapannya.

Meskipun bingung dan tak mengerti, Samira tetap duduk menuruti permintaan Kanaya.

Ia menatap wajah putra dan menantunya bergantian, Samira jelas bisa merasakan bahwa ada yang tidak beres di antara mereka berdua.

Wajah Andra yang tegang dan tak henti-hentinya susah payah menelan ludah semakin menegaskan bahwa keadaan mereka memang sedang tidak baik-baik saja.

"Ada apa, Nak?" Kali ini Daris, ayah mertuanya yang

bertanya.

Pria itu juga bisa merasakan atmosfer yang tidak nyaman di rumah ini.

"Sebelumnya aku minta maaf karena mendadak menghubungi Ayah dan Ibu tanpa kejelasan dan meminta kalian cepat-cepat ke sini. Tapi ada hal yang sangat penting yang perlu aku bicarakan, ini tentang Mas Andra."

Samira dan Daris sontak menatap putranya, kedua mata mereka memicing penuh selidik sebelum kembali menatap Kanaya yang masih memasang wajah tenang tak terbaca.

"Kenapa sama Andra, Nak? Dia bikin masalah?" Tanya Daris, pandangannya bergantian menatap wajah Andra dan Kanaya.

"Mas Andra,.... Mas Andra sudah menikah lagi. Tanpa sepengetahun aku dan pernikahan kedua dia sudah berlangsung cukup lama." Ucap Kanaya berterus terang.

Ia memperhatikan raut wajah ibu dan ayah mertuanya, berpikir kalau mereka akan sama terkejutnya dengan dirinya saat mengetahui masalah ini.

Tapi tidak.

Ibu dan ayah mertuanya itu tampak tenang dan tak terkejut sama sekali seolah mereka sudah mengetahui semuanya.

"Mas Andra menikah lagi, dia punya istri kedua tanpa sepengetahuan aku." Kanaya mengulang kalimatnya kembali, berpikir kalau ibu dan ayah mertuanya tidak mendengar dengan baik apa yang ia ucapkan sebelumnya.

Ia menatap wajah Samira dan Daris bergantian lekat-lekat, tapi ekspresi keduanya tidak berubah sama sekali.

"Ibu sama Ayah denger yang aku bilang, kan?"

Kanaya tanpa sadar menahan nafasnya saat Samira dan Daris menganggukan kepala, tapi raut wajahnya masih persis sama.

"Ibu sama Ayah udah tau?" Kanaya akhirnya menyimpulkan ketenangan kedua mertuanya.

"Kalian tau dan membiarkan Mas Andra melakukan ini?" Kanaya bertanya tak habis pikir, suaranya memelan parau.

Gemuruh di dadanya yang sempat padam kini kembali berkobar, jauh lebih hebat dari sebelumnya.

Kedua matanya kembali terasa panas, air mata menggenang dan siap untuk tumpah. Ia tidak hanya dikhianati oleh Andra, tapi juga oleh kedua orangtua pria itu yang ia sayangi seperti orangtua kandungnya sendiri.

Terdengar helaan nafas panjang dari Samira sebelum akhirnya wanita itu membuka mulut dan mengucapkan kalimat yang membuat hati Kanaya terluka semakin dalam.

"Ibu sama Ayah sudah tau karena memang kami lah yang mengizinkan Andra untuk menikah lagi. Kami juga yang memilihkan istri keduanya. Perempuan itu adalah perempuan pilihan kami."

Kanaya menatap Samira tak percaya, penglihatannya terasa semakin buram karena air mata yang semakin menggenang.

Episodes
1 SATU
2 Dua
3 TIGA
4 EMPAT
5 LIMA
6 ENAM
7 TUJUH
8 DELAPAN
9 SEMBILAN
10 SEPULUH
11 SEBELAS
12 DUA BELAS
13 TIGA BELAS
14 EMPAT BELAS
15 LIMA BELAS
16 ENAM BELAS
17 TUJUH BELAS
18 DELAPAN BELAS
19 SEMBILAN BELAS
20 DUA PULUH
21 DUA PULUH SATU
22 DUA PULUH DUA
23 DUA PULUH TIGA
24 DUA PULUH EMPAT
25 DUA PULUH LIMA
26 DUA PULUH ENAM
27 DUA PULUH TUJUH
28 DUA PULUH DELAPAN
29 DUA PULUH SEMBILAN
30 TIGA PULUH
31 TIGA PULUH SATU
32 TIGA PULUH DUA
33 TIGA PULUH TIGA
34 TIGA PULUH EMPAT
35 TIGA PULUH LIMA
36 TIGA PULUH ENAM
37 TIGA PULUH TUJUH
38 TIGA PULUH DELAPAN
39 TIGA PULUH SEMBILAN
40 EMPAT PULUH
41 EMPAT PULUH SATU
42 EMPAT PULUH DUA
43 EMPAT PULUH TIGA
44 EMPAT PULUH EMPAT
45 EMPAT PULUH LIMA
46 EMPAT PULUH ENAM
47 EMPAT PULUH TUJUH
48 EMPAT PULUH DELAPAN
49 EMPAT PULUH SEMBILAN
50 LIMA PULUH
51 LIMA PULUH 1
52 LIMA PULUH DUA
53 LIMA PULUH TIGA
54 LIMA PULUH EMPAT
55 LIMA PULUH LIMA
56 LIMA PULUH ENAM
57 LIMA PULUH TUJUH
58 LIMA PULUH DELAPAN
59 LIMA PULUH SEMBILAN
60 ENAM PULUH
61 ENAM PULUH SATU
62 ENAM PULUH DUA
63 ENAM PULUH TIGA
64 ENAM PULUH EMPAT
65 ENAM PULUH LIMA
66 ENAM PULUH ENAM
67 ENAM PULUH TUJUH
68 ENAM PULUH DELAPAN
69 ENAM PULUH SEMBILAN
70 TUJUH PULUH
71 TUJUH PULUH SATU
72 TUJUH PULUH DUA
73 TUJUH PULUH TIGA
74 TUJUH PULUH EMPAT
75 TUJUH PULUH LIMA
76 TUJUH PULUH ENAM
77 TUJUH PULUH TUJUH
78 TUJUH PULUH DELAPAN
79 TUJUH PULUH SEMBILAN
80 DELAPAN PULUH
81 DELAPAN PULUH SATU
82 DELAPAN PULUH DUA
83 DELAPAN PULUH TIGA
84 DELAPAN PULUH EMPAT
85 DELAPAN PULUH LIMA
86 DELAPAN PULUH ENAM
87 DELAPAN PULUH TUJUH
88 DELAPAN PULUH DELAPAN
89 DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 SEMBILAN PULUH
91 SEMBILAN PULUH SATU
92 SEMBILAN PULUH DUA
93 SEMBILAN PULUH TIGA
94 SEMBILAN PULUH EMPAT
95 SEMBILAN PULUH LIMA
96 SEMBILAN PULUH ENAM
97 SEMBILAN PULUH TUJUH
98 SEMBILAN PULUH DELAPAN
99 SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100 SERATUS
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 BAB TERAKHIR
Episodes

Updated 164 Episodes

1
SATU
2
Dua
3
TIGA
4
EMPAT
5
LIMA
6
ENAM
7
TUJUH
8
DELAPAN
9
SEMBILAN
10
SEPULUH
11
SEBELAS
12
DUA BELAS
13
TIGA BELAS
14
EMPAT BELAS
15
LIMA BELAS
16
ENAM BELAS
17
TUJUH BELAS
18
DELAPAN BELAS
19
SEMBILAN BELAS
20
DUA PULUH
21
DUA PULUH SATU
22
DUA PULUH DUA
23
DUA PULUH TIGA
24
DUA PULUH EMPAT
25
DUA PULUH LIMA
26
DUA PULUH ENAM
27
DUA PULUH TUJUH
28
DUA PULUH DELAPAN
29
DUA PULUH SEMBILAN
30
TIGA PULUH
31
TIGA PULUH SATU
32
TIGA PULUH DUA
33
TIGA PULUH TIGA
34
TIGA PULUH EMPAT
35
TIGA PULUH LIMA
36
TIGA PULUH ENAM
37
TIGA PULUH TUJUH
38
TIGA PULUH DELAPAN
39
TIGA PULUH SEMBILAN
40
EMPAT PULUH
41
EMPAT PULUH SATU
42
EMPAT PULUH DUA
43
EMPAT PULUH TIGA
44
EMPAT PULUH EMPAT
45
EMPAT PULUH LIMA
46
EMPAT PULUH ENAM
47
EMPAT PULUH TUJUH
48
EMPAT PULUH DELAPAN
49
EMPAT PULUH SEMBILAN
50
LIMA PULUH
51
LIMA PULUH 1
52
LIMA PULUH DUA
53
LIMA PULUH TIGA
54
LIMA PULUH EMPAT
55
LIMA PULUH LIMA
56
LIMA PULUH ENAM
57
LIMA PULUH TUJUH
58
LIMA PULUH DELAPAN
59
LIMA PULUH SEMBILAN
60
ENAM PULUH
61
ENAM PULUH SATU
62
ENAM PULUH DUA
63
ENAM PULUH TIGA
64
ENAM PULUH EMPAT
65
ENAM PULUH LIMA
66
ENAM PULUH ENAM
67
ENAM PULUH TUJUH
68
ENAM PULUH DELAPAN
69
ENAM PULUH SEMBILAN
70
TUJUH PULUH
71
TUJUH PULUH SATU
72
TUJUH PULUH DUA
73
TUJUH PULUH TIGA
74
TUJUH PULUH EMPAT
75
TUJUH PULUH LIMA
76
TUJUH PULUH ENAM
77
TUJUH PULUH TUJUH
78
TUJUH PULUH DELAPAN
79
TUJUH PULUH SEMBILAN
80
DELAPAN PULUH
81
DELAPAN PULUH SATU
82
DELAPAN PULUH DUA
83
DELAPAN PULUH TIGA
84
DELAPAN PULUH EMPAT
85
DELAPAN PULUH LIMA
86
DELAPAN PULUH ENAM
87
DELAPAN PULUH TUJUH
88
DELAPAN PULUH DELAPAN
89
DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
SEMBILAN PULUH
91
SEMBILAN PULUH SATU
92
SEMBILAN PULUH DUA
93
SEMBILAN PULUH TIGA
94
SEMBILAN PULUH EMPAT
95
SEMBILAN PULUH LIMA
96
SEMBILAN PULUH ENAM
97
SEMBILAN PULUH TUJUH
98
SEMBILAN PULUH DELAPAN
99
SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100
SERATUS
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
BAB TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!