TIGA

Dadanya sesak bukan main.

"Kenapa? Apa kurangnya aku sebagai istri Mas Andra dan menantu kalian selama ini?"

"Nggak ada, Naya. Kamu nggak kurang apapun. Tapi untuk melaksanakan poligami kan nggak harus karena pasangan punya kekurangan, yang penting Andra mampu maka itu udah cukup sebagai alasan. Apalagi Andra sekarang juga udah sukses dan stabil kan bisnisnya, nggak ada salahnya berbagi kekayaan sama orang lain." Jawab Daris.

"Sebenarnya,...." Samira kembali menimpali, ia menjeda ucapannya sesaat dan menarik nafas panjang sambil menatap wajah Kanaya dalam.

"Ibu jujurnya aja sama kamu ya, Naya. Sebenarnya, alasan utama kenapa Ibu sama Ayah mengizinkan Andra untuk menikah lagi adalah karena anak. Ibu sama Ayah udah nggak sabar untuk punya cucu, apalagi usia kami juga udah nggak lagi muda. Setiap harinya Ibu sama Ayah semakin tua dan kami takut nanti nggak punya kesempatan untuk menimang cucu." Samira berterus terang.

"Tapi aku sama Mas Andra juga baru menikah dua tahun, Bu. Kita juga sekarang lagi menjalani program kehamilan. Aku dan Mas Andra udah periksa dan kemi berdua sehat. Aku belum hamil karena memang belum Tuhan kehendaki, kenapa nggak bisa sabar sedikit lebih lama lagi?" Suara Kanaya semakin serak parau.

"Ya karena alasan itu, karena Ibu sama Ayah udah muda lagi. Kalau sampai nanti kamu juga hamil, ya nggak apa-apa. Bagus. Keluarga kita bisa makin besar dan ramai.

Kalau kamu nggak hamil-hamil juga ya nggak masalah, nanti kamu bisa bantuin Nisrin untuk urus anak. Kan anak dia sama Andra juga nantinya jadi anak kamu."

Samira berucap dengan begitu enteng, seakan dia sedang membicarakan permainan di taman kanak-kanak.

Seolah-olah perasaan dan hati Kanaya sebagai perempuan juga istri tidak lah penting.

"Terus kenapa kalian nggak kasih tau aku? Kenapa nggak ada satu pun di antara kalian yang memikirkan perasaan aku?" Ucap Kanaya.

Suaranya yang serak dan parau perlahan terdengar lebih lugas, sorot mata terluka wanita itu berubah tegas dan tajam.

"Ya karena begini lah kalau kamu tau. Kamu pasti marah dan bahkan mungkin bakalan berusaha menggagalkan pernikahan kedua Andra. Tapi sekarang kamu udah terlanjur tau, Ibu sama Ayah harap kamu bisa menerima adik madu kamu. Semuanya udah terlanjur terjadi, lagi pula Nisrin itu perempuan yang baik. Kalau kamu bisa menerima dia, kalian pasti bisa jadi sahabat baik."

Kanaya menatap Samirah tak habis pikir, bertahun-tahun ia mengenal wanita itu dan Kanaya baru tau bahwa ibu mertuanya adalah wanita tidak berperasaan.

Kanaya menarik nafas panjang, dadanya terasa sesak nyeri seperti diiris setiap kali ia menghirup oksigen.

"Okey kalau gitu, nggak ada gunanya lagi aku tinggal di sini. Nggak ada gunanya aku tinggal di rumah dan keluarga yang orang-orangnya nggak pernah menghargai atau memikirkan perasaanku." Ucap Kanaya sambil mengusap air matanya.

"Sayang, jangan begitu. Kamu nggak bisa memutuskan pernikahan kita sepihak begitu aja." Andra yang sejak tadi diam menutup mulutnya bak pengecut akhirnya berbicara.

Ia menggenggam lengan Kanaya yang kali ini untungnya tak menghempaskan tangannya kasar.

"Lho, kenapa? Kamu aja menikah lagi karena keputusan sepihak, kan? Tanpa sepengetahuan aku sama sekali. Terus kenapa sekarang nggak terima aku melakukan hal yang sama?"

Pertanyaan Kanaya membuat Andra bungkam

seketika.

"Coba pikir baik-baik, Naya. Jangan memutuskan hal besar dalam keadaan emosi, jangan sampai kamu menyesal nantinya. Ayah tau kamu kecewa dan pasti sulit menerima hal ini, Ayah paham. Tapi bercerai tetap bukan solusi, seenggaknya tenangkan diri dulu dan jangan terburu-buru." Daris berusaha untuk membujuk Kanaya.

"Iya, Naya. Kita kasih kamu waktu untuk berpikir lebih tenang sebelum memutuskan."

"Oh, nggak perlu. Mau kalian kasih waktu aku berapa lama pun, keputusan aku akan tetap sama dengan yang sekarang." Raut sedih dan sorot nanar telah sepenuhnya hilang dari wajah Kanaya.

"Apa salahnya menurunkan ego, Naya? Toh posisi kamu sebagai istri pertama Ibu yakin nggak akan pernah berubah di hati Andra."

Kanaya menatap Samira lekat-lekat, masih tak percaya dengan ibu mertuanya yang seolah-olah tak mampu menghargai perasaan orang lain.

"Naya? Kanaya?!" Kanaya tersentak, ia tanpa sadar melamun dan tenggelam di dalam pikirannya sendiri.

"Okay,..." Mata Andra seketika membola terkejut mendengar jawaban Kanaya.

"Kamu,.... Kamu mau terima? Kamu nggak keberatan, Sayang?" Andra bertanya antusias, penuh dengan harapan. Kedua mata pria itu tampak berbinar menatap wajah Kanaya.

"Hmm,..." Kanaya hanya bergumam pelan, tapi jawaban singkatnya mampu membuat ketiga orang yang mengelilinginya bahagia.

"Dengan satu syarat." Ucap Kanaya membuat mertua dan suaminya kembali menatap ia dengan penuh kehati-hatian.

"Apa, Sayang? Bilang aja, kamu mau minta apapun pasti aku bakalan penuhi." Andra menjawab tanpa ragu.

"Semua asset dan harta Mas Andra harus atas nama aku. Tanpa terkecuali." Ucap Kanaya tegas, suaranya mengisyaratkan bahwa ia tak mau menerima bantahan.

"Kamu nggak bisa minta hal seperti itu, Kanaya. Harta dan asset Andra-" Samira tak sempat menyelesaikan ucapannya saat Andra memotong dengan cepat.

"Iya, Sayang. Aku nggak keberatan. Semua harta dan asset milik aku bakalan jadi milik kamu sepenuhnya, atas nama kamu." Andra menjawab tanpa memperdulikan delikan tajam kedua orangtua terutama ibunya.

Ia tak akan ragu untuk melakukan apapun dan menyerahkan semua yang dia miliki jika hal itu bisa membuat Kanaya tetap berada di sampingnya.

"Andra, kamu-" Lagi, ucapan Samira terpotong saat sang putra menjawab tanpa ragu.

"Nggak apa-apa, Bu. Aku nggak keberatan. Toh Naya istriku, hartaku memang milik dia juga." Jawab Andra.

Samira mendengus, ia menatap tak setuju pada Kanaya dan Andra bergantian tapi tetap memilih untuk tutup mulut karena wanita itu tau keputusan putranya tidak akan berubah.

Tanpa mereka sadari, Kanaya yang terdiam duduk tampak tersenyum menyeringai. Hanya ada satu alasan kenapa ia memilih untuk mengiyakan, yaitu untuk membalas dendam atas sakit hatinya.

Kanaya akan memastikan sendiri kehancuran keluarga ini dan ia akan menontonnya dengan suka cita.

Kanaya akan pastikan mertua juga suaminya akan merasakan sakit dan kecewa yang lebih dalam dari yang ia rasakan.

Episodes
1 SATU
2 Dua
3 TIGA
4 EMPAT
5 LIMA
6 ENAM
7 TUJUH
8 DELAPAN
9 SEMBILAN
10 SEPULUH
11 SEBELAS
12 DUA BELAS
13 TIGA BELAS
14 EMPAT BELAS
15 LIMA BELAS
16 ENAM BELAS
17 TUJUH BELAS
18 DELAPAN BELAS
19 SEMBILAN BELAS
20 DUA PULUH
21 DUA PULUH SATU
22 DUA PULUH DUA
23 DUA PULUH TIGA
24 DUA PULUH EMPAT
25 DUA PULUH LIMA
26 DUA PULUH ENAM
27 DUA PULUH TUJUH
28 DUA PULUH DELAPAN
29 DUA PULUH SEMBILAN
30 TIGA PULUH
31 TIGA PULUH SATU
32 TIGA PULUH DUA
33 TIGA PULUH TIGA
34 TIGA PULUH EMPAT
35 TIGA PULUH LIMA
36 TIGA PULUH ENAM
37 TIGA PULUH TUJUH
38 TIGA PULUH DELAPAN
39 TIGA PULUH SEMBILAN
40 EMPAT PULUH
41 EMPAT PULUH SATU
42 EMPAT PULUH DUA
43 EMPAT PULUH TIGA
44 EMPAT PULUH EMPAT
45 EMPAT PULUH LIMA
46 EMPAT PULUH ENAM
47 EMPAT PULUH TUJUH
48 EMPAT PULUH DELAPAN
49 EMPAT PULUH SEMBILAN
50 LIMA PULUH
51 LIMA PULUH 1
52 LIMA PULUH DUA
53 LIMA PULUH TIGA
54 LIMA PULUH EMPAT
55 LIMA PULUH LIMA
56 LIMA PULUH ENAM
57 LIMA PULUH TUJUH
58 LIMA PULUH DELAPAN
59 LIMA PULUH SEMBILAN
60 ENAM PULUH
61 ENAM PULUH SATU
62 ENAM PULUH DUA
63 ENAM PULUH TIGA
64 ENAM PULUH EMPAT
65 ENAM PULUH LIMA
66 ENAM PULUH ENAM
67 ENAM PULUH TUJUH
68 ENAM PULUH DELAPAN
69 ENAM PULUH SEMBILAN
70 TUJUH PULUH
71 TUJUH PULUH SATU
72 TUJUH PULUH DUA
73 TUJUH PULUH TIGA
74 TUJUH PULUH EMPAT
75 TUJUH PULUH LIMA
76 TUJUH PULUH ENAM
77 TUJUH PULUH TUJUH
78 TUJUH PULUH DELAPAN
79 TUJUH PULUH SEMBILAN
80 DELAPAN PULUH
81 DELAPAN PULUH SATU
82 DELAPAN PULUH DUA
83 DELAPAN PULUH TIGA
84 DELAPAN PULUH EMPAT
85 DELAPAN PULUH LIMA
86 DELAPAN PULUH ENAM
87 DELAPAN PULUH TUJUH
88 DELAPAN PULUH DELAPAN
89 DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 SEMBILAN PULUH
91 SEMBILAN PULUH SATU
92 SEMBILAN PULUH DUA
93 SEMBILAN PULUH TIGA
94 SEMBILAN PULUH EMPAT
95 SEMBILAN PULUH LIMA
96 SEMBILAN PULUH ENAM
97 SEMBILAN PULUH TUJUH
98 SEMBILAN PULUH DELAPAN
99 SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100 SERATUS
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 BAB TERAKHIR
Episodes

Updated 164 Episodes

1
SATU
2
Dua
3
TIGA
4
EMPAT
5
LIMA
6
ENAM
7
TUJUH
8
DELAPAN
9
SEMBILAN
10
SEPULUH
11
SEBELAS
12
DUA BELAS
13
TIGA BELAS
14
EMPAT BELAS
15
LIMA BELAS
16
ENAM BELAS
17
TUJUH BELAS
18
DELAPAN BELAS
19
SEMBILAN BELAS
20
DUA PULUH
21
DUA PULUH SATU
22
DUA PULUH DUA
23
DUA PULUH TIGA
24
DUA PULUH EMPAT
25
DUA PULUH LIMA
26
DUA PULUH ENAM
27
DUA PULUH TUJUH
28
DUA PULUH DELAPAN
29
DUA PULUH SEMBILAN
30
TIGA PULUH
31
TIGA PULUH SATU
32
TIGA PULUH DUA
33
TIGA PULUH TIGA
34
TIGA PULUH EMPAT
35
TIGA PULUH LIMA
36
TIGA PULUH ENAM
37
TIGA PULUH TUJUH
38
TIGA PULUH DELAPAN
39
TIGA PULUH SEMBILAN
40
EMPAT PULUH
41
EMPAT PULUH SATU
42
EMPAT PULUH DUA
43
EMPAT PULUH TIGA
44
EMPAT PULUH EMPAT
45
EMPAT PULUH LIMA
46
EMPAT PULUH ENAM
47
EMPAT PULUH TUJUH
48
EMPAT PULUH DELAPAN
49
EMPAT PULUH SEMBILAN
50
LIMA PULUH
51
LIMA PULUH 1
52
LIMA PULUH DUA
53
LIMA PULUH TIGA
54
LIMA PULUH EMPAT
55
LIMA PULUH LIMA
56
LIMA PULUH ENAM
57
LIMA PULUH TUJUH
58
LIMA PULUH DELAPAN
59
LIMA PULUH SEMBILAN
60
ENAM PULUH
61
ENAM PULUH SATU
62
ENAM PULUH DUA
63
ENAM PULUH TIGA
64
ENAM PULUH EMPAT
65
ENAM PULUH LIMA
66
ENAM PULUH ENAM
67
ENAM PULUH TUJUH
68
ENAM PULUH DELAPAN
69
ENAM PULUH SEMBILAN
70
TUJUH PULUH
71
TUJUH PULUH SATU
72
TUJUH PULUH DUA
73
TUJUH PULUH TIGA
74
TUJUH PULUH EMPAT
75
TUJUH PULUH LIMA
76
TUJUH PULUH ENAM
77
TUJUH PULUH TUJUH
78
TUJUH PULUH DELAPAN
79
TUJUH PULUH SEMBILAN
80
DELAPAN PULUH
81
DELAPAN PULUH SATU
82
DELAPAN PULUH DUA
83
DELAPAN PULUH TIGA
84
DELAPAN PULUH EMPAT
85
DELAPAN PULUH LIMA
86
DELAPAN PULUH ENAM
87
DELAPAN PULUH TUJUH
88
DELAPAN PULUH DELAPAN
89
DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
SEMBILAN PULUH
91
SEMBILAN PULUH SATU
92
SEMBILAN PULUH DUA
93
SEMBILAN PULUH TIGA
94
SEMBILAN PULUH EMPAT
95
SEMBILAN PULUH LIMA
96
SEMBILAN PULUH ENAM
97
SEMBILAN PULUH TUJUH
98
SEMBILAN PULUH DELAPAN
99
SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100
SERATUS
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
BAB TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!