EMPAT

Beberapa hari berlalu,...

Kanaya menatap puas surat-surat penting di

hadapannya yang terjejer di atas ranjang, bibir penuhnya yang seksi tersenyum menyeringai.

Semua harta kekayaaan dan asset milik Andra kini telah resmi berganti atas nama dirinya, menjadi miliknya, tanpa terkecuali.

"Naya? Kanaya,... Kanaya?!" Senyum di wajah Kanaya seketika hilang saat mendengar suara nyaring yang tidak lain dan tidak bukan adalah suara ibu mertuanya.

Cepat-cepat Kanaya merapikan semua surat-surat penting di atas ranjang dan kembali memasukannya ke dalam laci lemari kemudian menguncinya rapat.

"Iya, Bu. Kenapa?" Tanya Kanaya sambil membuka pintu kamar.

Ia menatap wajah Samira dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak memutar bola matanya dengan sinis.

"Sebentar lagi Andra pulang ke sini sambil bawa Nisrin, kamu siapin makanan dan camilan gih. Ada tamu itu harus disambut sebaik mungkin. Apalagi ini adik madu kamu,..."

Rasanya Kanaya ingin menjambak rambut Samira dan membenturkannya ke dinding keras-keras setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut wanita tua itu.

Enteng sekali lidah wanita tua itu berbicara.

"Iya, Bu. Aku siapin." Lidahnya terasa berat dan kelu saat menjawab.

Kanaya menutup pintu kamar dengan sedikit keras dan berlalu ke arah dapur, menyiapkan makanan dan minuman untuk disajikan sesuai dengan permintaan ibu mertua menyebalkannya.

"Apa aku masukin racun tikus aja kali ya,.."

Ucap Kanaya sambil terkikik geli, wanita itu menutup mulutnya dengan punggung tangan berusaha untuk meredam suara tawa gelinya.

"Tapi nanti aku malah masuk penjara, males ah.

Nggak worth it. Nggak sudi aku terkurung dan nggak bisa nikmatin hidup cuma gara-gara curut kaya mereka. Mending ku buat mereka menderita dengan cara yang lebih seru, biar sekalian bisa ku tonton." Ucap Kanaya lagi sambil mengangkat kedua bahunya.

"Kanaya,...." Suara familiar itu membuyarkan monolog Kanaya.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan menatap Andra yang tengah tersenyum menjijikkan ke arah dirinya.

Di samping pria itu berdiri seorang wanita yang tanpa dikenalkan padanya pun Kanaya sudah tau.

Wanita itu pasti adalah Nisrin, istri kedua Andra.

Dada Kanaya bergemuruh, meski ia sudah bertekad untuk mematikan perasaan cintanya pada Andra, pemandangan di hadapannya kini tetap lah menyakitkan.

Bagaimana mungkin pria itu bisa berdiri sambil

menggandeng perempuan lain lalu tersenyum tanpa merasa bersalah atau sungkan sama sekali ke padanya seperti orang idiot?!

"Sayang, Kenalin, ini Nisrin. Nisrin, salim dulu sama kakak madu kamu. Kamu udah tau kan siapa namanya? Ayo, sapa dulu."

Di dalam kepalanya saat ini, Kanaya tengah membayangkan dirinya yang sedang memukul-mukul kepala Andra hingga kepala pria itu persis sama seperti semangka yang pecah setelah jatuh dari ketinggian.

"Naya,.... Kanaya? Sayang?! Kanaya, kamu nggak apa-apa?" Kanaya berjengit kaget saat Andra mengguncang lengannya dengan cukup kuat.

Sangking emosinya ia, Kanaya bahkan tak sadar bahwa sejak tadi dirinya tengah melamun dan meremas gelas di tangannya kuat-kuat hingga ujung jarinya tampak memutih.

Wanita itu menatap wajah suaminya, berdecak penuh kecewa saat wajah menyebalkan itu masih utuh tanpa luka sama sekali.

Seandainya saja imaginasinya tadi bukan hanya sekedar khayalan, pikir Kanaya di dalam hatinya yang penuh dengan amarah.

"Sayang, kamu nggak apa-apa? Dari tadi kamu nggak jawab pertanyaan aku lho,.."

"Euhm, ya,... iya. Aku nggak apa-apa, aku baik-baik saja. It's okay,..."

Kanaya mengangkat tangannya dan menepis halus tangan Andra yang sejak tadi mencengkeram lengannya dengan erat. Jujur saja, sentuhan tangan Andra membuat Kanaya merasa jijik.

"Yakin nggak apa-apa? Ya udah kalau gitu, ayo sapa dulu Nisrin. Nisrin, ayo salim dulu."

Wanita yang dipanggil dengan nama Nisrin itu kembali mengangguk kecil dan tersenyum manis bak kucing penurut, ia menjulurkan tangannya ke arah Kanaya. Meminta untuk bersalaman.

"Salam kenal ya, Mbak. Mohon bimbingannya supaya aku bisa jadi istri yang baik juga buat Mas Andra. Kita bisa sama-sama saling berusaha buat membahagiakan dia,..." Ucap Nisrin membuat imaginasi psikopat Kanaya semakin menggila.

Jika sebelumnya Kanaya membayangkan kepala Andra yang ia buat berantakan, kini wanita itu berkhayal mencekik Nisrin dan memotongnya menjadi beberapa bagian lalu membuangnya di tempat-tempat yang berbeda.

Sudah tidak waras memang, Kanaya benar-benar dibuat kehilangan akal.

"Hmm,..."

Kanaya hanya menjawab ucapan Nisrin dengan gumaman pelan, ia tengah berusaha sekuat mungkin menahan diri agar tak menjambak rambut Nisrin dan benar-benar merealisasikan khayalan brutalnya.

"Semoga kalian bisa akur ya, kita bangun keluarga yang harmonis dan bahagia sama-sama sampai ke surga." Suara Andra mendadak terdengar begitu menyebalkan di telinga Kanaya.

Sangking menyebalkannya, Kanaya ingin merobek bibir pria itu sehingga dia tidak akan pernah bisa lagi berbicara atau sekedar membuka mulut manisnya yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan.

"Ya udah, Nisrin pasti capek banget kan perjalanan jauh dari rumah ke sini. Ayo kita ke ruang tengah dan santai-santai, biarin aja Kanaya yang siapin semuanya. Dia yang mau dan suka rela menawarkan diri kok."

Samira membuka mulut dan berucap konyol membuat Kanaya benar-benar hampir kehilangan kendali diri dan kesabarannya.

Sejak kapan ia sukarela menawarkan diri untuk menjadi babu di keluraga ini?!

Terlebih untuk istri kedua suaminya?!

Jelas-jelas Samira lah yang memintanya untuk menyiapkan semua hidangan konyol ini.

Kali ini Kanaya benar-benar mempertimbangkan untuk memasukkan racun tikus berdosis tinggi ke dalam semua hidangan ini agar mereka mati mengenaskan bersama.

"Oh, iya kah? Wah, Sayang. Aku nggak nyangka kalau kamu bisa terima Nisrin sepenuhnya dengan secepet ini. Makasih ya, Sayang. Makasih karena kamu udah mau menurunkan ego dan perasaan kamu demi kebahagiaan kita bersama. Kamu luar biasa, Sayang. Kamu memang istri terbaik,..."

Andra mencium puncak kepala Kanaya dengan cepat sebelum wanita itu bisa menghindar.

"Ya udah, kalau gitu aku sama Nisrin tunggu di ruang

tengah ya. Kamu jangan lama-lama, supaya kita bisa ngobrol bareng."

Tanpa menunggu jawaban dan balasan dari Kanaya, pria itu kembali menggandeng Nisrin dan membawanya pergi bersama ke ruang keluarga mereka.

Samira mengekor di belakangnya seperti buntut kucing. Lalu Kanaya, ia ditinggalkan sendirian di dapur seolah-olah dirinya adalah pembantu mereka.

"Sialan!"

Episodes
1 SATU
2 Dua
3 TIGA
4 EMPAT
5 LIMA
6 ENAM
7 TUJUH
8 DELAPAN
9 SEMBILAN
10 SEPULUH
11 SEBELAS
12 DUA BELAS
13 TIGA BELAS
14 EMPAT BELAS
15 LIMA BELAS
16 ENAM BELAS
17 TUJUH BELAS
18 DELAPAN BELAS
19 SEMBILAN BELAS
20 DUA PULUH
21 DUA PULUH SATU
22 DUA PULUH DUA
23 DUA PULUH TIGA
24 DUA PULUH EMPAT
25 DUA PULUH LIMA
26 DUA PULUH ENAM
27 DUA PULUH TUJUH
28 DUA PULUH DELAPAN
29 DUA PULUH SEMBILAN
30 TIGA PULUH
31 TIGA PULUH SATU
32 TIGA PULUH DUA
33 TIGA PULUH TIGA
34 TIGA PULUH EMPAT
35 TIGA PULUH LIMA
36 TIGA PULUH ENAM
37 TIGA PULUH TUJUH
38 TIGA PULUH DELAPAN
39 TIGA PULUH SEMBILAN
40 EMPAT PULUH
41 EMPAT PULUH SATU
42 EMPAT PULUH DUA
43 EMPAT PULUH TIGA
44 EMPAT PULUH EMPAT
45 EMPAT PULUH LIMA
46 EMPAT PULUH ENAM
47 EMPAT PULUH TUJUH
48 EMPAT PULUH DELAPAN
49 EMPAT PULUH SEMBILAN
50 LIMA PULUH
51 LIMA PULUH 1
52 LIMA PULUH DUA
53 LIMA PULUH TIGA
54 LIMA PULUH EMPAT
55 LIMA PULUH LIMA
56 LIMA PULUH ENAM
57 LIMA PULUH TUJUH
58 LIMA PULUH DELAPAN
59 LIMA PULUH SEMBILAN
60 ENAM PULUH
61 ENAM PULUH SATU
62 ENAM PULUH DUA
63 ENAM PULUH TIGA
64 ENAM PULUH EMPAT
65 ENAM PULUH LIMA
66 ENAM PULUH ENAM
67 ENAM PULUH TUJUH
68 ENAM PULUH DELAPAN
69 ENAM PULUH SEMBILAN
70 TUJUH PULUH
71 TUJUH PULUH SATU
72 TUJUH PULUH DUA
73 TUJUH PULUH TIGA
74 TUJUH PULUH EMPAT
75 TUJUH PULUH LIMA
76 TUJUH PULUH ENAM
77 TUJUH PULUH TUJUH
78 TUJUH PULUH DELAPAN
79 TUJUH PULUH SEMBILAN
80 DELAPAN PULUH
81 DELAPAN PULUH SATU
82 DELAPAN PULUH DUA
83 DELAPAN PULUH TIGA
84 DELAPAN PULUH EMPAT
85 DELAPAN PULUH LIMA
86 DELAPAN PULUH ENAM
87 DELAPAN PULUH TUJUH
88 DELAPAN PULUH DELAPAN
89 DELAPAN PULUH SEMBILAN
90 SEMBILAN PULUH
91 SEMBILAN PULUH SATU
92 SEMBILAN PULUH DUA
93 SEMBILAN PULUH TIGA
94 SEMBILAN PULUH EMPAT
95 SEMBILAN PULUH LIMA
96 SEMBILAN PULUH ENAM
97 SEMBILAN PULUH TUJUH
98 SEMBILAN PULUH DELAPAN
99 SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100 SERATUS
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156
157 157
158 158
159 159
160 160
161 161
162 162
163 163
164 BAB TERAKHIR
Episodes

Updated 164 Episodes

1
SATU
2
Dua
3
TIGA
4
EMPAT
5
LIMA
6
ENAM
7
TUJUH
8
DELAPAN
9
SEMBILAN
10
SEPULUH
11
SEBELAS
12
DUA BELAS
13
TIGA BELAS
14
EMPAT BELAS
15
LIMA BELAS
16
ENAM BELAS
17
TUJUH BELAS
18
DELAPAN BELAS
19
SEMBILAN BELAS
20
DUA PULUH
21
DUA PULUH SATU
22
DUA PULUH DUA
23
DUA PULUH TIGA
24
DUA PULUH EMPAT
25
DUA PULUH LIMA
26
DUA PULUH ENAM
27
DUA PULUH TUJUH
28
DUA PULUH DELAPAN
29
DUA PULUH SEMBILAN
30
TIGA PULUH
31
TIGA PULUH SATU
32
TIGA PULUH DUA
33
TIGA PULUH TIGA
34
TIGA PULUH EMPAT
35
TIGA PULUH LIMA
36
TIGA PULUH ENAM
37
TIGA PULUH TUJUH
38
TIGA PULUH DELAPAN
39
TIGA PULUH SEMBILAN
40
EMPAT PULUH
41
EMPAT PULUH SATU
42
EMPAT PULUH DUA
43
EMPAT PULUH TIGA
44
EMPAT PULUH EMPAT
45
EMPAT PULUH LIMA
46
EMPAT PULUH ENAM
47
EMPAT PULUH TUJUH
48
EMPAT PULUH DELAPAN
49
EMPAT PULUH SEMBILAN
50
LIMA PULUH
51
LIMA PULUH 1
52
LIMA PULUH DUA
53
LIMA PULUH TIGA
54
LIMA PULUH EMPAT
55
LIMA PULUH LIMA
56
LIMA PULUH ENAM
57
LIMA PULUH TUJUH
58
LIMA PULUH DELAPAN
59
LIMA PULUH SEMBILAN
60
ENAM PULUH
61
ENAM PULUH SATU
62
ENAM PULUH DUA
63
ENAM PULUH TIGA
64
ENAM PULUH EMPAT
65
ENAM PULUH LIMA
66
ENAM PULUH ENAM
67
ENAM PULUH TUJUH
68
ENAM PULUH DELAPAN
69
ENAM PULUH SEMBILAN
70
TUJUH PULUH
71
TUJUH PULUH SATU
72
TUJUH PULUH DUA
73
TUJUH PULUH TIGA
74
TUJUH PULUH EMPAT
75
TUJUH PULUH LIMA
76
TUJUH PULUH ENAM
77
TUJUH PULUH TUJUH
78
TUJUH PULUH DELAPAN
79
TUJUH PULUH SEMBILAN
80
DELAPAN PULUH
81
DELAPAN PULUH SATU
82
DELAPAN PULUH DUA
83
DELAPAN PULUH TIGA
84
DELAPAN PULUH EMPAT
85
DELAPAN PULUH LIMA
86
DELAPAN PULUH ENAM
87
DELAPAN PULUH TUJUH
88
DELAPAN PULUH DELAPAN
89
DELAPAN PULUH SEMBILAN
90
SEMBILAN PULUH
91
SEMBILAN PULUH SATU
92
SEMBILAN PULUH DUA
93
SEMBILAN PULUH TIGA
94
SEMBILAN PULUH EMPAT
95
SEMBILAN PULUH LIMA
96
SEMBILAN PULUH ENAM
97
SEMBILAN PULUH TUJUH
98
SEMBILAN PULUH DELAPAN
99
SEMBILAN PULUH SEMBILAN
100
SERATUS
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156
157
157
158
158
159
159
160
160
161
161
162
162
163
163
164
BAB TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!